Jumat, 05 Juni 2026

Persaingan usaha 4







Biaya bagian persediaan ini dilaporkan sebagai persediaan bahan baku di neraca perusahaan. 

Bahan baku mengacu pada zat yang belum selesai atau sumber daya alam yang tidak dimurnikan 

yang digunakan untuk memproduksi barang jadi. 

Bahan-bahan ini mengalami pemrosesan dan transformasi menjadi zat antara, selanjutnya 

digunakan untuk membuat produk akhir untuk dijual. 

Contohnya termasuk kapas, minyak mentah, batu bara, biomassa mentah, blanko karet, bijih 

mineral, kayu, dll. 

Kadang-kadang dikenal sebagai komoditas primer, bahan yang tidak diproses atau belum diproses 

ini merupakan komponen penting dari produksi primer. 

Mungkin ada bahan langsung atau tidak langsung, tergantung pada pemakaian nya dalam 

produksi produk akhir. Faktor produksi ini perdagangan di bursa komoditas. Mereka juga 

memainkan peran penting dalam pertumbuhan ekonomi dari sebuah bangsa. 

Bahan baku membentuk aspek penting dari manajemen persediaan 

untuk bisnis manufaktur. Oleh sebab  itu, melacak persediaan ini menjadi penting untuk 

menghindari masalah produksi. 

Hampir semua yang diproduksi dan dijual berasal dari pemrosesan bahan mentah yang digali dari 

tanah. Misalnya, baja yaitu  komoditas mentah untuk industri otomotif. 

Tersedia secara alami dalam berbagai bentuk, sumber daya ini bertindak sebagai input utama 

dalam produksi massal dari beberapa produk. 

Di sisi lain, sampah yang dapat didaur ulang menjadi komoditas sekunder dalam pembuatan 

barang jadi. Banyak negara mengandalkan cadangan mineral mereka, yang berfungsi sebagai 

bahan mentah untuk negara lain. Selain itu, negara dengan sumber daya alam yang melimpah 

memiliki potensi untuk menjadi ekonomi mandiri. 

Ekspor yaitu  cara ideal bagi negara-negara untuk menghasilkan pendapatan guna meningkatkan 

produksi dalam negeri mereka dan menciptakan lebih banyak lapangan kerja. 

Namun, mengekspor bahan mentah atau yang belum jadi dapat merugikan perekonomian suatu 

negara. 

Misalnya, importir memilih keluar dari perjanjian ini  sebab  pajak ekspor dan pembatasan 

yang diberlakukan oleh eksportir, yang mempengaruhi pendapatan eksportir. 

Dari pengertian dan pengertian yang dibahas di atas, jelaslah bahwa untuk menghasilkan suatu 

produk jadi memerlukan  bahan mentah, yang kemudian diolah dan dijadikan barang jadi. 

Di sinilah manajemen persediaan berperan. Penting untuk menjaga persediaan bahan baku dalam 

jumlah yang tepat dan di tempat yang tepat untuk menghindari kecelakaan sebab  produk jadi yang 

Anda jual terbuat dari bahan-bahan ini . 

8.2.1.1. Jenis Bahan Baku dalam Industri 

Bahan-bahan ini dapat diklasifikasikan ke dalam tiga kategori, tergantung pada bagaimana mereka 

berasal: 

a. Berbasis Hewan: Agroindustri yaitu  pengguna paling umum dari komoditas ini. 

Tekstil, kulit, susu, dan industri lainnya, memproses zat seperti kulit, wol, sutra, dll., untuk 

menghasilkan produk jadi. 

b. Berbasis Tumbuhan: Ini yaitu  bahan yang berasal dari kehutanan dan pertanian. 

Kadang-kadang disebut sebagai sumber daya nabati yang tidak dimurnikan, kategori zat 

yang tidak diproses ini termasuk gula, selulosa, minyak goreng, jagung, kayu, gabus, kapas, 

dll. 

c. Berbasis Mineral: Bahan-bahan ini diperoleh melalui ekstraksi termasuk tanah liat, 

pasir, marmer, bijih besi, bensin, gas alam, batu bara, logam mulia, dll. Zat dari kategori ini 

digunakan dalam pengaturan industri atau ukiran barang perhiasan yang indah. 

a. Perkiraan pemakaian  

Perkiraan jumlah bahan yang akan digunakan perusahaan untuk proses produksi pada 

periode berikutnya. 

b. Harga 

Dasar untuk mempersiapkan perhitungan bisnis harus disediakan untuk investasi dalam 

bahan baku ini. 

c. Biaya Persediaan 

Biaya yang dibutuhkan perusahaan untuk membeli seluruh bahan 

d. Kebijakan Pengeluaran 

Faktor penting dalam jumlah bahan yang dibayar oleh perusahaan. 

e. pemakaian  Nyata 

pemakaian  bahan sebenarnya sudah dari masa lalu dan itu menjadi faktor yang perlu 

mendapat perhatian. 

f. Waktu Tunggu 

Ini yaitu  tenggang waktu yang tepat, perusahaan juga dapat membeli bahan pada waktu 

yang tepat untuk meminimalkan risiko penumpukan atau kekurangan persediaan.  

sesudah  mengetahui apa saja jenis-jenis bahan baku, sekarang akan dijelaskan tentang jenis-jenis 

industri yang dapat diklasifikasikan berdasar  bahan yang digunakan. 

Setiap industri memerlukan  bahan yang berbeda-beda, tergantung apa yang akan dihasilkan dari 

proses industri ini . berdasar  bahan yang digunakan, industri dapat dibagi menjadi: 

E. Industri Ekstraktif 

Bahan baku diperoleh langsung dari alam. Misalnya industri hasil pertanian, perikanan, kehutanan, 

peternakan, dan pertambangan. 

Semua industri yang bergerak di bidang dengan bahan utama dari hasil alam tergolong industri 

dengan bahan baku ekstraktif. 

F. Industri Non Ekstraktif 

Industri yang mengolah lebih lanjut hasil industri lainnya. Misalnya industri kayu lapis, pemintalan 

dan kain. Jenis industri ini memudahkan Anda untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari seperti 

kebutuhan furniture, kebutuhan sandang hingga kendaraan. 

G. Industri Fasilitatif 

Kegiatan industri yang menjual jasa untuk kebutuhan orang lain. Misalnya perbankan, 

perdagangan, transportasi, ekspedisi dan asuransi. 

Jika Anda memiliki rekening bank atau pernah mengirim barang memakai  jasa ekspedisi atau 

membeli polis asuransi, ketiga industri ini  merupakan industri dengan bahan baku jasa.  

Penganggaran dan akuntansi persediaan bahan baku pada neraca sangat penting untuk unit 

manufaktur. 

Dalam neraca, label inventaris mencantumkan komoditas yang belum diproses sebagai aset lancar. 

Sebuah entri dibuat di debit sisi akun inventaris saat mendokumentasikan sumber daya yang tidak 

dimurnikan. Di sisi lain, hutang dagang akun menunjukkan pembelian bahan-bahan ini sebagai 

kredit. sesudah  selesainya produksi, persediaan barang jadi didebit sedang  akun barang dalam 

proses dikredit. Juga, jika proses produksi pendek, bagian pekerjaan dalam proses dihilangkan. 

Mengkategorikan bahan mentah atau bahan yang belum jadi menjadi langsung dan tidak langsung 

akan membuat proses akuntansi menjadi sederhana. 

 

Sekarang, masuk ke beberapa formula penting yang digunakan untuk menghitung bahan baku. 

Untuk mengetahui berapa banyak bahan baku yang digunakan dalam proses manufaktur, kita dapat 

memakai  rumus di bawah ini: 


Bahan baku awal + pembelian bahan baku – bahan baku akhir = Bahan baku yang digunakan 

Contoh: 

Nilai bahan awal – 12.000.000 

Bahan yang dibeli senilai – $ 5.000.000 

Nilai bahan akhir – 9.000.000 

Jadi mari kita hitung sesuai rumus di atas, 

12.000.000 + 5.000.000 – 9.000.000 = 8.000.000 

Dengan demikian, saat  kita menerapkan rumus ini  maka hasilnya akan menjadi bahan baku 

senilai 8.000.000 yang digunakan dalam proses ini . 

Semua nilai akhir persediaan, nilai awal persediaan, nilai pembelian bahan diambil dari neraca. 

Rumus yang digunakan untuk mendapat  closing stock bahan baku yaitu  sebagai berikut. 

Nilai awal + Nilai pembelian– Bahan yang digunakan = Nilai akhir bahan 

Mari kita pahami ini dengan bantuan sebuah contoh, 

Misalkan Star Manufacturing Company memiliki 

Nilai awal bahan yang mereka miliki senilai – 12.000.000 

Bahan yang dibeli senilai – 5.000.000 

Bahan yang digunakan senilai – 8.000.000 

Oleh sebab  itu, sesuai dengan rumus, 

12.000.000 + 5.000.000 – 8.000.000 = 9.000.000 

Oleh sebab  itu, nilai akhir bahan baku perusahaan Star Manufacturing yaitu  senilai 9.000.000. 

 

Inventaris barang dalam proses atau work-in progress mengacu pada barang yang belum selesai 

atau sepenuhnya diproduksi. 


Contoh jenis inventaris ini termasuk cokelat yang masih memerlukan  lapisan gula di pabrik 

cokelat, sepatu yang belum diwarnai, dan minyak esensial yang belum dikemas dalam botol oleh 

produsen kesehatan. 

Barang jadi mengacu pada produk yang siap dijual oleh perusahaan. Barang-barang ini telah 

menyelesaikan siklus produksi. 

Barang jadi sebelumnya terdiri dari bahan mentah dan juga barang dalam proses. 

Contoh persediaan barang jadi termasuk barang jadi yang dipanggang di toko roti, kaos yang sudah 

jadi oleh perancang pakaian dan rumah yang sudah selesai dibuat oleh pembuat rumah. 

8.3. Pengertian Manajemen Inventaris 

Inventaris yaitu  suatu daftar semua fasilitas yang ada di seluruh bagian, termasuk gedung dan 

isinya. Inventarisasi bertujuan untuk memberi tanda pengenal bagi semua fasilitas di industri.  

Inventaris yang dibuat harus mengandung informasi yang jelas dan mudah dimengerti dengan 

cepat, sehingga dapat membantu kelancaran pekerjaan. Dengan demikian pekerjaan perawatan 

akan lebih mudah. Inventaris memiliki  manfaat sebagai pemanfaatan realistis dan sebesar-

besarnya dari sebagai perlengkapan kantor dan demi lancarnya aktifitas kerja pegawai.  

Berikut ini yaitu  pengertian yang berhubungan dengan inventaris:  

1. Inventaris menurut Budiono (2005 : 207) merupakan daftar yang memuat semua barang 

milik kantor yang dipakai dalam melaksanakan tugas.  

2. Inventarisasi barang merupakan kegiatan untuk melakukan pencatatan dan pendaftaran 

barang pada suatu saat tertentu 

Manajemen inventaris atau persediaan yaitu  bagian dari manajemen rantai pasokan yang 

melibatkan pengawasan aliran barang dari produsen ke gudang ke titik penjualan. 

Fungsi utama dari manajemen inventaris yaitu  menyimpan catatan rinci tentang produk baru dan 

produk yang dikembalikan saat mereka memasuki atau meninggalkan gudang atau tempat 

penjualan. 

Proses manajemen inventaris bisa lebih kompleks dalam organisasi yang lebih besar, proses 

dasarnya sama: barang diterima ke gudang dan diletakkan di rak atau ke area persediaan, kemudian 

dipindahkan ke fasilitas produksi di mana barang ini  dibuat menjadi barang jadi dan 

kemudian dikirim langsung ke pelanggan. 

Di perusahaan yang lebih kecil, barang yang diterima dari produsen dapat langsung masuk ke area 

stok. Untuk distributor grosir, barangnya yaitu  produk jadi, bukan bahan mentah. 

Proses manajemen inventaris memerlukan pemakaian  berbagai jenis data untuk melacak barang, 

termasuk jumlah barang, harga pokok barang, nomor seri, nomor lot dan tanggal. 

8.4. Jenis Manajemen Inventaris 

Ada beberapa jenis manajemen inventaris yang digunakan untuk memastikan barang tersedia 

untuk memenuhi permintaan pelanggan. 

Berikut yaitu  beberapa jenis metode dalam melakukan manajemen inventaris: 

8.4.1. Stock review 

Jenis manajemen inventaris ini biasanya sangat menarik bagi usaha kecil. Ini melibatkan analisis 

barang yang Anda miliki secara teratur versus apa yang Anda proyeksikan di masa depan. 

Meskipun stock review otomatis dapat menentukan tingkat persediaan minimum, metode ini 

memang memerlukan inspeksi inventaris secara teratur dan barang harus dipesan ulang untuk 

memenuhi tingkat minimum yang diperlukan. 

Meskipun metode ini efektif, metode ini juga menciptakan ruang untuk kesalahan manusia dan 

dapat memakan banyak tenaga. 

8.4.2. Analisis ABC 

Dengan jenis proses manajemen inventaris ini, Anda membagi inventaris Anda menjadi beberapa 

kelompok berdasar  nilai dan signifikansi biaya produk. 

Kategori A mewakili barang-barang yang bernilai tinggi dan kuantitas rendah, B mewakili barang-

barang yang nilai dan kuantitasnya sedang dan C mewakili barang-barang yang bernilai rendah 

dan kuantitas tinggi. 

Sistem manajemen inventaris kemudian mengelola masing-masing kategori yang berbeda ini 

secara terpisah. 

Dengan metodologi analisis ABC, Anda perlu mengetahui produk mana yang paling laris sehingga 

Anda dapat memastikan bahwa Anda memiliki stok ekstra. 

Salah satu keuntungan utama dari pendekatan ini yaitu  Anda mendapat  kontrol yang lebih 

baik atas barang-barang Anda yang bernilai tinggi. 

Meskipun demikian, ini juga dapat memerlukan sumber daya yang cukup besar untuk terus 

menganalisis tingkat kategori yang berbeda, terutama jika Anda memiliki gudang besar dengan 

jumlah barang yang tinggi. 

8.4.3. Metodologi Just-in-time (JIT) 

Dengan metodologi ini, produk tiba saat dipesan oleh pelanggan, yang memungkinkan permintaan 

pelanggan dipenuhi tanpa menyimpan jumlah produk dalam stok dan tersedia. 

Pendekatan ini melibatkan meneliti pola pembelian, mengevaluasi faktor berbasis lokasi yang 

membantu Anda menentukan barang apa yang dibutuhkan selama waktu dan tempat tertentu, dan 

menganalisis permintaan musiman. 

Risiko dengan jenis manajemen inventaris ini yaitu  Anda dapat salah membaca permintaan pasar 

atau mengalami tantangan dengan pemasok, yang mengakibatkan kehabisan stok. 

8.4.4. Kuantitas pesanan ekonomis 

Kuantitas pesanan ekonomis atau economic order quantity (EOQ), yaitu  formula untuk jumlah 

ideal persediaan yang perlu dibeli perusahaan dan mencakup serangkaian variabel seperti tingkat 

permintaan, total biaya produksi, dan faktor lainnya. 

Tujuan dari rumus ini  yaitu  untuk mengidentifikasi jumlah unit produk terbesar yang perlu 

dibeli untuk meminimalkan pembelian. 

8.4.5. Jumlah pesanan minimum 

Jenis manajemen inventaris ini berlaku khusus untuk pemasok dan mengacu pada jumlah stok 

terkecil yang ingin mereka jual. 


Pengecer harus menjual untuk membeli jumlah pesanan minimum agar pemasok menyetujui 

penjualan. 

8.4.6. Safety stock 

Dengan metode manajemen persediaan ini, persediaan ekstra dipesan melebihi permintaan 

pengecer yang diharapkan. 

Teknik ini digunakan untuk mencegah kehabisan stok yang disebabkan oleh perubahan permintaan 

konsumen yang tidak terduga. 

8.4.7. Reorder point formula 

Teknik manajemen inventaris ini didasarkan pada siklus pembelian dan penjualan perusahaan dan 

akan bervariasi sesuai dengan produknya. 

Dengan rumus ini, titik pemesanan ulang biasanya lebih tinggi dari nomor persediaan pengaman, 

sebab  memungkinkan waktu tunggu tambahan untuk pemesanan ulang. 

8.4.8. FIFO dan LIFO 

FIFO yaitu  singkatan dari first in first out dan LIFO yaitu  singkatan dari last in first out. 

Dengan FIFO, persediaan lama dijual terlebih dahulu untuk menjaga seluruh persediaan tetap segar 

dan baru. LIFO digunakan untuk mencegah persediaan kembali dan persediaan yang lebih baru 

dijual terlebih dahulu. 

8.4.9. Pelacakan batch 

Dengan jenis manajemen persediaan ini, perusahaan mengelompokkan dan memantau stok dengan 

sifat serupa. 

Metode ini bermanfaat untuk melacak persediaan kadaluarsa atau melacak produk yang rusak 

kembali ke batch aslinya. 

8.4.10. Pengiriman massal 

Metode ini difokuskan pada pengurangan biaya pengiriman. Dengan ini, Anda membuat palet 

inventaris Anda untuk mengirimkan lebih banyak produk sekaligus. 

 

137 

 

8.4.11. Persediaan konsinyasi 

Dengan jenis manajemen persediaan ini, vendor atau grosir setuju untuk memberi  kepada 

pengecer barang-barang mereka tanpa pembayaran di muka. 

Vendor mempertahankan kepemilikan barang dan pengecer membayarnya saat mereka menjual. 

8.4.12. Manajemen persediaan perpetual 

Ini yaitu  jenis teknik manajemen inventaris yang paling dasar dan melibatkan penghitungan 

inventaris Anda segera sesudah  mencapai gudang Anda. P 

Persediaan dicatat secara manual dalam spreadsheet atau memakai  pena dan kertas. 

8.4.13. Dropship 

Dengan jenis manajemen persediaan ini, toko tidak menyimpan stok barang yang dijualnya. 

Sebaliknya, saat  konsumen membeli produk, toko membeli barang ini  dari pihak ketiga 

dan mengirimkannya langsung ke konsumen. Pengecer tidak pernah menangani produk secara 

langsung. 

8.4.14. Cross-docking 

Ini yaitu  metode manajemen inventaris di mana truk menurunkan barang langsung ke truk keluar. 

Dengan memakai  teknik ini, hanya ada sedikit atau bahkan tidak ada penyimpanan di antara 

pengiriman. 

8.4.15. Six Sigma 

Ini yaitu  metodologi yang berfokus pada peningkatan kinerja bisnis secara keseluruhan, 

meningkatkan profitabilitas mereka sekaligus mengurangi peningkatan kelebihan persediaan. 

8.4.16. Lean Six Sigma 

Metodologi ini memakai  alat Six Sigma namun  berfokus pada peningkatan aliran bisnis dan 

peningkatan standarisasi kata. 

8.4.17. Demand forecasting 

Dengan teknik ini, perusahaan meninjau data penjualan historis untuk menentukan perkiraan 

berapa permintaan pelanggan nantinya. 

 

138 

 

Dengan kata lain, perusahaan memperkirakan jumlah barang yang mereka harapkan akan dibeli 

oleh pelanggan dan kemudian memakai  informasi ini untuk menentukan jumlah persediaan 

yang harus mereka pesan. 

8.4.18. Lean manufacturing 

Metodologi ini secara khusus berdampak pada praktik manajemen perusahaan. 

Tujuan dari lean manufacturing yaitu  untuk menghilangkan pemborosan dan aktivitas yang tidak 

menambah nilai. 

8.5. Mengapa Manajemen Inventaris Penting 

saat  manajemen inventaris terorganisir dengan baik, sisa proses manajemen rantai pasokan akan 

berjalan dengan lancar. Tanpa itu, perusahaan menghadapi risiko masalah seperti salah 

pengiriman, salah pilih, barang kehabisan stok, dan kelebihan stok. saat  gudang tidak dikelola 

dengan baik, rak yang tidak teratur, daftar pengambilan kertas yang salah, atau gudang yang 

berantakan dapat menyebabkan kesalahan pengambilan. 

Kesalahan pengiriman, pada gilirannya, yaitu  akibat dari kesalahan pengambilan pada awal 

proses. saat  perusahaan memakai  metode manual untuk menempatkan pesanan dan tidak 

memiliki pemahaman penuh tentang barang apa yang mereka miliki dalam persediaan, mereka 

tidak dapat memperkirakan persediaan yang mereka perlukan dengan tepat. Pada akhirnya, ini 

menghasilkan kehabisan stok dan kelebihan stok. Kesalahan ini berdampak pada profitabilitas 

organisasi, pemborosan uang, serta waktu karyawan untuk mengoreksi kesalahan. Dan sebab  

kesalahan seperti ini berdampak buruk pada perusahaan, hal itu juga dapat menghasilkan ulasan 

negatif atau berdampak pada loyalitas pelanggan. 

8.6. Apa itu SKU 

SKU yaitu  stock keeping unit atau unit penyimpanan stok, dan merupakan nomor yang 

ditetapkan untuk suatu produk oleh toko untuk mengidentifikasi harga, produsen, dan pilihan 

produk.SKU biasanya dipecah menjadi klasifikasi dan kategori. Ini memungkinkan pengecer 

dengan mudah mengelompokkan produk untuk dianalisis. Pengecer online juga memakai  

SKU untuk membuat rekomendasi produk. sebab  produk yang memiliki fitur serupa dapat 

dikelompokkan memakai  SKU, pengecer dapat menyarankan produk serupa yang mungkin 

diminati pelanggan. 

Sebuah toko mungkin mengategorikan produk berdasar  jenis pelanggan—pria, wanita, atau 

anak-anak—gaya, warna, atau bahan. Pengecer kemudian dapat memakai  SKU untuk 

membuat laporan terperinci yang melacak inventaris dan penjualan. Laporan ini juga dapat 

digunakan untuk menegosiasikan persyaratan yang lebih baik dengan vendor produk. 

8.7. Tips Mengelola Manajemen Inventaris 

Baik Anda bekerja untuk bisnis skala kecil atau besar, manajemen inventaris yaitu  komponen 

penting dari bisnis.Ini membantu untuk memantau atau menjaga jumlah barang yang disimpan di 

gudang untuk mencegah pencurian, menghitung fisik barang dan juga memastikan ada analisis 

keuntungan harian atau bulanan. 

Berikut yaitu  cara membuat sistem manajemen inventaris yang efektif: 

1. Pilih proses organisasi 

Langkah pertama untuk memiliki sistem manajemen inventaris yang efektif yaitu  mengatur 

produk Anda yang ditujukan untuk manajemen inventaris. Proses organisasi yang efisien 

membantu menghitung dan menyimpan barang, memberi  wawasan tentang penjualan, dan 

membedakan produk lama dari yang baru. Anda dapat mengatur produk sesuai dengan preferensi 

Anda, seperti produsen atau tanggal produksi. 

2. Tentukan sistem penyimpanan 

Untuk memastikan proses organisasi yang efisien, tentukan sistem penyimpanan yang bekerja 

dengannya. Gudang atau ruang produk yang terorganisir dapat bergantung pada jenis inventaris 

yang ingin Anda simpan, apakah barang yang mudah rusak atau tidak mudah rusak. 

Anda mungkin memerlukan ruang berpendingin atau yang terisolasi dengan baik untuk barang-

barang seperti makanan atau elektronik. 

3. Beri nomor produk Anda 

Produk bernomor memungkinkan bisnis melacak produk dengan lebih mudah saat menghitung. 

Anda dapat memakai  angka dengan warna atau huruf tergantung pada preferensi Anda. 

Angka-angka membantu menghilangkan penjualan atau pembelian barang yang salah dan dapat 

membantu membatasi perbedaan. 

4. Pilih software untuk mengelola inventaris dengan mudah 

memakai  program perangkat lunak dapat mempermudah dan mempercepat akses dan 

pengelolaan inventaris. 

5. Lakukan inventarisasi secara teratur 

Lakukan inventarisasi harian, mingguan atau bulanan, tergantung pada jenis barang dan waktu 

yang tersedia untuk mempertahankan penghitungan yang akurat. 

Penghitungan inventaris yang sering memungkinkan Anda menghitung jumlah produk yang 

terjual, kapan dan berapa banyak, serta produk mana yang mungkin perlu Anda jual lebih banyak 

dalam waktu dekat. Penghitungan inventaris yang tepat waktu juga dapat membantu mengekang 

pembusukan produk. 

6. Evaluasi kinerja pemasok 

Evaluasi pemasok produk Anda dan juga beri mereka umpan balik tentang apa yang menurut Anda 

dapat mereka tingkatkan dalam layanan atau produk mereka. Pemasok yang efisien siap memenuhi 

kebutuhan konsumen yang konstan dan dapat secara positif mempengaruhi pertumbuhan bisnis. 

emilik bisnis dan pemasok dapat bekerja sama untuk mendorong dorong  perluasan bisnis dan bagaimana 

memuaskan pelanggan mereka. 

7. Pekerjakan karyawan untuk mengelola inventaris 

Bisnis skala besar dengan banyak inventaris dapat meminta jasa personel manajemen inventaris 

yang membantu mengambil inventaris saat diperlukan dan juga mengelola pembelian dan 

pengembalian. Selain itu, bisnis skala kecil dapat mengadopsi pemakaian  personel pengontrol 

inventaris untuk kelancaran manajemen bisnis. 

Personil pengendalian persediaan mungkin spesialis atau karyawan bisnis. Melatih karyawan 

untuk mengambil alih tugas personel pengendalian persediaan mungkin merupakan pilihan yang 

lebih murah dibandingkan  mempekerjakan seorang ahli yang terlatih. 

8. Buat prosedur kontrol kualitas 

Kontrol kualitas dalam bisnis memastikan ketersediaan barang berkualitas bagi pelanggan. Apa 

pun jenis produk yang dijual, penting untuk melakukan pemeriksaan kualitas secara teratur. 

Saat melakukan inventarisasi, karyawan dapat meluangkan waktu untuk mencari barang yang 

melewati tanggal kadaluarsa dan juga label yang rusak atau tidak sesuai. Pemeriksaan kualitas ini 

memastikan produk selalu berkualitas tinggi. 

9. Kelola permintaan inventaris 

Melalui pengelolaan permintaan persediaan, suatu perusahaan dapat membatasi pembelian barang-

barang yang bersifat musiman agar tidak terjadi kelebihan biaya. Sebaliknya, perusahaan dapat 

lebih fokus pada produk yang menambah nilai dan pendapatan bagi bisnis. 

Salah satu manfaat utama dari mengelola permintaan persediaan yaitu  perusahaan dapat 

memperkirakan permintaan pelanggan dan membuat rencana untuk memenuhi kebutuhan ini .  

Itulah penjelasan lengkap mengenai inventaris dan proses pengelolaannya dalam suatu bisnis. 

Mengelola inventaris yaitu  hal penting, terutama jika Anda yaitu  seorang pemilik bisnis yang 

mengharuskan bisnis Anda menyimpan stok seperti retail atau usaha dagang. Jika proses inventaris 

tidak efektif, maka keuntungan yang Anda dapatkan tidak akan maksimal sebab  stok yang hilang, 

stok yang disimpan terlalu lama atau kehabisan stok. Pembuatan laporan inventaris kantor sangat 

penting sebab  terkait dengan kemajuan usaha atau bisnis yang sedang kamu jalani. Dalam 

membuat sebuah inventaris barang, kamu harus mengalokasikan waktu khusus. 

Universitas Bakrie