Persaingan usaha 2
enuhi kuota penjualan mereka.
4. Biaya pengiriman
Bisnis dikenakan biaya pengiriman saat mereka menjual dan mendistribusikan produk,
sebab itu biaya pengiriman dianggap sebagai variable cost.
Biaya pengiriman yaitu biaya yang dikeluarkan perusahaan saat mengangkut bahan baku
atau mengirimkan produk jadi dari satu lokasi ke lokasi lain. Bahan dan produk ini dapat
diangkut melalui darat, laut atau udara.
Biaya pengiriman cenderung bervariasi tergantung pada volume penjualan dan produksi
perusahaan.
Biaya ini biasanya meningkat dengan produksi dan volume penjualan yang lebih tinggi dan
menurun dengan volume penjualan dan produksi yang lebih rendah. Rantai pasokan yang
kuat dapat mengurangi biaya keseluruhan dan meningkatkan efisiensi distribusi.
5. Perlengkapan produksi
Persediaan produksi yaitu bahan baku tidak langsung yang dibutuhkan selama proses
manufaktur atau perakitan. Salah satu contohnya yaitu oli mesin, yang sulit diukur
berdasar seberapa banyak atau seberapa sering mesin digunakan. sebab biaya oli mesin
bervariasi dengan volume produksi, itu dapat dianggap sebagai variable cost.
6. Gaji yang dapat ditagih
Ini mengacu pada jumlah uang yang dibayarkan kepada karyawan yang bekerja setiap jam.
Ini kontras dengan gaji, yang jumlahnya tetap terlepas dari berapa jam karyawan bekerja.
7. Biaya transaksi kartu kredit
Biaya ini dibebankan ke bisnis yang menerima kartu kredit sebagai metode pembayaran dari
pelanggan. Dalam hal ini, variable cost yaitu jumlah biaya transaksi yang tidak dapat
diprediksi setiap bulannya, bukan biaya bulanan tetap.
3.4.2.2.2. Cara Menghitung Biaya Variabel secara Manual
JIka Anda tidak memakai software akuntansi, Anda bisa menghitung biaya variabel secara
manual melalui cara ini.
Total biaya variabel dapat ditentukan dengan menghitung biaya per unit. Berikut yaitu contoh
perusahaan manufaktur yang memproduksi pengering rambut:
Sebuah perusahaan menerima pesanan untuk 100 pengering rambut. saat memperkirakan
total variable cost yang harus dikeluarkan perusahaan untuk memproduksi 100 unit, biaya variabel
produksi setiap pengering rambut harus ditentukan.
Untuk menghitung biaya variabel, manajer proyek atau pemilik bisnis memakai angka-angka
ini:
a. Biaya bahan langsung (elemen pemanas, kipas, motor, pelindung panas, sakelar, steker
terpolarisasi) per unit: 80.000
b. Biaya tenaga kerja langsung (peralatan otomatis dan tenaga kerja manual) per unit:
40.000
c. Biaya tetap (overhead) per unit: 20.000
berdasar angka-angka ini, biaya produksi satu unit yaitu 80.000 + 40.000 + 20.000 =
140.000. Selanjutnya, untuk menghitung total variable cost, manajer proyek harus
memakai rumus ini:
Jumlah output total x biaya variabel per unit = total biaya variabel
Menerapkan rumus untuk total biaya variabel, manajer proyek menentukan perusahaan harus
menginvestasikan 14.000.000 dalam bahan dan tenaga kerja untuk memproduksi 100 pengering
rambut seperti yang ditunjukkan:
100 x 140.000 = 14.00.0000
Tabel di bawah ini menunjukkan bagaimana variable cost meningkat seiring dengan peningkatan
output produksi:
l
Kuantitas
keluaran 1 unit 10 unit 50 unit 100 unit 0 unit
Biaya
bahan
langsung 120.000 1.200.000 6.000.000 12.000.000 0
Biaya
tenaga
kerja
langsung 20.000 200.000 1.000.000 2.000.000 0
Total biaya
variabel 140.000 1.400.000 7.000.000 14.000.000 0
3.4.2.2.3. Mengapa Penting untuk Menentukan Biaya Variabel?
Berikut yaitu beberapa alasan terpenting mengapa perusahaan harus menentukan variable cost:
a. Membuat keputusan bisnis yang terinformasi
Biaya variabel yaitu metrik kinerja utama yang memungkinkan perusahaan untuk merencanakan
secara strategis. Proporsi biaya variabel yang tinggi memungkinkan perusahaan untuk terus
beroperasi meskipun volume penjualannya relatif rendah.
Di sisi lain, proporsi biaya tetap yang tinggi sering kali berarti bahwa bisnis harus mempertahankan
volume penjualan yang tinggi agar tetap layak secara finansial.
b. Memantau biaya variabel
Meskipun biaya tetap yang terkait dengan menjalankan bisnis tetap relatif sama terlepas dari output
produksi, biaya variabel akan selalu meningkatkan variable costtotal seiring dengan peningkatan
produksi.
c. Menetapkan target penjualan yang sesuai
Meningkatnya biaya yang terkait dengan biaya variabel tidak boleh dipandang sebagai indikator
negatif. Itu selalu diperlukan untuk meningkatkan produksi untuk mencapai target penjualan yang
lebih tinggi, yang dapat memerlukan biaya tambahan.
saat sebuah perusahaan mencoba untuk mencapai tujuan pendapatan yang lebih tinggi,
cenderung ada peningkatan variable cost yang sesuai.
d. Mencegah pengeluaran yang berlebihan untuk bahan atau harga yang terlalu rendah
untuk biaya per unit
Penting untuk memastikan bahwa pendapatan meningkat pada tingkat yang lebih tinggi dibandingkan
pengeluaran.
Misalnya, jika sebuah perusahaan melaporkan peningkatan volume sebesar 8%, namun jumlah
penjualan hanya meningkat 5% selama periode yang sama, maka setiap produk yang dijual
kemungkinan besar akan di bawah harga.
e. Mengurangi biaya produksi
Hal ini umumnya bermanfaat bagi perusahaan untuk mengurangi biaya produksi produk mereka
untuk memastikan profitabilitas. Oleh sebab itu, banyak manajer memantau profitabilitas dengan
membagi biaya variabel dengan pendapatan total untuk menentukan biaya sebagai persentase dari
penjualan.
f. Menemukan break even point pada bisnis Anda
Banyak perusahaan mempertimbangkan biaya variabel saat membuat proyeksi laba atau
menghitung titik impas untuk usaha atau proyek tertentu.
Beberapa pengeluaran mungkin berfluktuasi sesuai dengan perubahan output yang sesuai, yang
dapat menyebabkan inkonsistensi pada neraca Anda. Jenis perubahan ini mungkin menunjukkan
perlunya menyesuaikan harga jual per unit Anda untuk mempertahankan margin keuntungan
Anda.
g. Analisis biaya tetap untuk mengurangi pengeluaran yang tidak perlu
Perlu juga dicatat bahwa banyak produk memiliki komponen variabel serta komponen tetap. Gaji
manajemen, misalnya, biasanya tidak tergantung pada jumlah unit yang diproduksi. Meski begitu,
perusahaan bisa saja melakukan PHK bahkan di level manajerial jika produksi turun. Dapat
dikatakan bahwa semua biaya yaitu variable sampai tingkat tertentu.
h. Menghitung margin keuntungan yang lebih dapat diprediksi
Perusahaan yang secara konsisten memiliki persentase variable cost yang lebih tinggi
dibandingkan dengan biaya tetap mungkin memiliki biaya per produk yang lebih konsisten.
Mereka dapat memiliki margin keuntungan yang lebih dapat diprediksi dibandingkan perusahaan
dengan variable cost yang relatif lebih sedikit. Namun, perusahaan dengan biaya variabel yang
lebih sedikit dan biaya tetap yang lebih banyak dapat memperoleh lebih banyak keuntungan sebab
tingkat biaya yang lebih konstan.
i. Mengelola dan mengurangi biaya variabel untuk meningkatkan profitabilitas
Keberhasilan suatu perusahaan seringkali bergantung pada kemampuan untuk membuat prediksi
yang terdidik dan terinformasi tentang bagaimana usaha bisnis akan dipengaruhi oleh kondisi
operasi yang berbeda.
Salah satu faktor terpenting dalam membuat prediksi ini yaitu menentukan proporsi biaya
tetap terhadap biaya variabel. Biaya yang bervariasi tergantung pada produksi dan volume
penjualan akan sangat mempengaruhi profitabilitas perusahaan
Biaya tetap dibayarkan terlepas dari berapa banyak bisnis menghasilkan, jadi tidak bergantung
pada output. Sebaliknya, biaya variabel bervariasi tergantung pada seberapa banyak bisnis
menghasilkan.
Beberapa perbedaan utama meliputi.
a. Biaya tetap yaitu biaya yang umumnya dibayarkan selama periode tertentu;
biasanya sebulan, atau setahun. Sebaliknya, biaya variabel didasarkan pada volume output,
bukan waktu.
b. Bisnis harus selalu membayar biaya tetap mereka terlepas dari seberapa baik kinerja
mereka. Sebaliknya, biaya variabel hanya terjadi sesudah ada barang atau jasa yang
diproduksi.
c. Biaya tetap mencakup gedung baru, sewa, gaji kontrak, dan asuransi. Sebaliknya,
biaya variabel mencakup bahan yang dikonsumsi, persediaan produk, komisi, utilitas, dan
biaya transaksi.
Dengan mengetahui cara menghitung seluruh biaya yang terjadi dalam bisnis, Anda juga bisa
dengan mudah mengambil keputusan bisnis yang tepat untuk membuat bisnis menjadi lebih baik.
Seperti yang kami jelaskan sebelumnya, memakai software akuntansi yang tepat dapat
memudahkan Anda dalam melakukan penghitungan biaya, pencatatan seluruh transaksi, hingga
pembuatan laporan keuangan dengan mudah dan cepat.
Baik Anda pernah menjalankan bisnis sebelumnya atau belum membangun bisnis, kita semua tahu
bahwa biaya tak terduga akan selalu terjadi.
Biaya ini muncul saat Anda tidak mengharapkannya, dan biasanya saat anggaran terbatas. Cegah
rasa takut akan biaya tak terduga saat menganggarkan bisnis Anda dengan memastikan Anda
memiliki uang ekstra dan merencanakan kemungkinan yang sesuai dengan anggaran Anda.
Meskipun Anda mungkin tergoda untuk membelanjakan surplus pendapatan untuk pengeluaran
variabel, sisihkan sebagian ke dalam dana darurat.
Dengan begitu, Anda akan siap saat peralatan rusak dan perlu diganti, atau Anda perlu segera
mengganti inventaris yang rusak akibat banjir.
3.4.3. Penyusunan anggaran pendapatan dan anggaran pengeluaran
Langkah penting berikutnya yaitu menyiapkan berbagai jenis anggaran anak perusahaan untuk
organisasi.
Perkiraan yang tepat dan realistis untuk berbagai jenis anggaran seperti penjualan, produksi, uang
tunai, pembelian, tenaga kerja dan overhead, penjualan, biaya umum dan administrasi harus dibuat.
Rencana yang realistis untuk sumber pendapatan yaitu kebutuhan untuk periode anggaran.
Perencanaan pengeluaran harus sesuai sebab perusahaan tidak dapat membelanjakan lebih dari
apa yang diperolehnya.
Dengan demikian, target pendapatan memutuskan dan menentukan kuantum pengeluaran yang
diharapkan untuk mencapai target pendapatan ini.
Departemen yang lebih kecil menyiapkan anggaran mereka sendiri di banyak perusahaan.
Dalam kasus seperti itu, pengumpulan dan integrasinya, bersama dengan anggaran induk,
merupakan prasyarat.
Sebagian besar perusahaan juga memiliki kebijakan untuk mengumumkan bonus bagi karyawan
mereka pada akhir tahun keuangan sesuai dengan hasil keuangannya.
Banyak yang mungkin mengumumkan bonus pertengahan tahun jika kinerjanya luar biasa.
Biaya ini dapat menjadi signifikan dalam kasus perusahaan besar. Oleh sebab itu, ketentuan
harus dibuat dalam anggaran untuk hadiah yang tidak direncanakan ini .
Sebuah perusahaan mungkin berencana untuk mengeluarkan belanja modal atau berinvestasi
dalam aset tetap selama periode anggaran.
Biaya ini cukup berat dan cukup besar secara alami. Oleh sebab itu, sesudah berkonsultasi dengan
manajemen puncak, penyertaan mereka harus dilakukan dalam anggaran.
sesudah menyelesaikan semua langkah di atas, tinjauan asumsi sesuai model anggaran harus
dilakukan.
Juga, tinjauan menyeluruh terhadap seluruh anggaran sangat penting. Jika ada kebutuhan untuk
perubahan anggaran, itu bisa dilakukan sekarang.
Anggaran kemudian akan pergi ke manajemen puncak untuk persetujuan. Mereka akan memeriksa
apakah itu benar.
Pembuat akan membuat perubahan sesuai kebutuhan. Jika semuanya baik-baik saja dengan
anggaran, mereka akan memberi lampu hijau untuk implementasi. l
Pelaksanaan anggaran bukanlah langkah terakhir dalam proses manajemen anggaran. Pengaturan
kontrol anggaran yaitu hal yang harus Anda lakukan selanjutnya.
Hal ini diperlukan untuk perbandingan kinerja yang sebenarnya dengan ketentuan dan perkiraan
anggaran.
Pelaporan varians yang berkelanjutan harus dilakukan. Manajemen dapat mengambil tindakan
korektif yang sesuai.
Melakukan manajemen anggaran yaitu hal penting yang harus Anda lakukan jika anda yaitu
seorang pemilik bisnis atau seorang manajer. Tanpa anggaran yang tepat, bisnis atau departemen
yang Anda kelola akan kesulitan dalam melakukan rencana yang telah dibuat sebab anggaran
yang terbatas.
Hal yang penting untuk dilakukan dalam membuat anggaran yaitu mengetahui laporan keuangan
dan juga data anggaran dalam periode sebelumnya. Oleh sebab itu, penting bagi Anda memiliki
sistem akuntansi dan penganggaran bisnis yang efektif untuk memudahkan Anda dalam mengelola
proses anggaran dalam bisnis.
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA
Manajemen sumber daya manusia atau SDM yaitu kelompok yang mengelola karyawan
perusahaan, termasuk staf sumber daya manusia (SDM) lainnya.
Manajer sumber daya manusia yaitu posisi di perusahaan yang melibatkan fungsi yang sama
dengan manajemen sumber daya manusia, seperti menangani pelatihan dan orientasi, kebijakan
dan prosedur, dan operasi.
Manajemen sumber daya manusia (human resources management) yaitu rangkaian aktivitas
organisasi yang diarahkan untuk menarik, mengembangkan, dan mempertahankan tenaga kerja
yang efektif. Manajer memiliki peran besar dalam mengarahkan orang-orang yang berada di
organisasi untuk mencapai tujuan yang diharapkan, termasuk memikirkan bagaimana memiliki
manajemen sumber daya manusia (MSDM) yang mampu bekerja secara efektif dan
efisien.Memang sudah menjadi tujuan umum bagian MSDM untuk mampu memberi kepuasan
kerja yang maksimal kepada pihak manajemen perusahaan yang lebih jauh mampu membawa
pengaruh pada nilai perusahaan (company value) baik secara jangka pendek maupun jangka
panjang.
Agar pengertian MSDM ini lebih jelas, di bawah ini dirumuskan dan dikutip definisi yang
dikemukakan oleh para ahli :menurut Marwansyah (2014:3- 4) berpendapat bahwa manajemen
sumber daya manusia dapat diartikan sebagai pendayagunaan sumber daya manusia di dalam
organisasi, yang dilakukan melalui fungsi-fungsi perencanaan sumber daya manusia, rekrutmen
dan seleksi, pengembangan sumber daya manusia, perencanaan dan pengembangan karir,
pemberian kompensasi dan kesejahteraan, keselamatan dan kesehatan kerja, dan hubungan
industrial.
Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) yaitu :
“Kegiatan perencanaan, pengadaan, pengembangan, pemeliharaan, serta pemakaian SDM untuk
mencapai tujuan baik secara individu maupun organisasi.” Menurut Hasibuan (2016 : 10)
manajemen sumber daya manusia yaitu “ilmu dan seni mengatur hubungan dan peranan tenaga
kerja agar efektif dan efesien membantu terwujudnya tujuan perusahaan, karyawan, dan
warga ”.
sedang menurut Kasmir (2016:25), menyatakan bahwa Manajemen Sumber Daya Manusia
(MSDM) yaitu : “Proses pengelolaan manusia, melalui perencanaan, rekrutmen, seleksi,
pelatihan, pengembangan, pemberian kompensasi, karier, keselamatan dan kesehatan serta
menjaga hubungan industrial sampai pemutusan hubungan kerja guna mencapai tujuan perusahaan
dan peningkatan kesejahteraan stakeholder.”
Menurut Bintoro dan Daryanto (2017 : 15) menyatakan bahwa “Manajemen sumber daya manusia,
disingkat MSDM, yaitu suatu ilmu atau cara bagaimana mengatur hubungan dan peranan sumber
daya (tenaga kerja) yang dimiliki oleh individu secara efisien dan efektif serta dapat digunakan
secara maksimal sehingga tercapai tujuan bersama perusahaan, karyawan dan warga menjadi
maksimal”.
sedang menurut Sedarmayanti (2017:3-4) MSDM yaitu suatu pendekatan dalam mengelola
masalah manusia berdasar tiga prinsip dasar, yaitu:
1. Sumber daya manusia yaitu harta/aset paling berharga dan penting yang dimiliki
organisasi/perusahaan sebab keberhasilan organisasi sangat ditentukan oleh unsur manusia.
2. Keberhasilan sangat mungkin dicapai, jika kebijakan prosedur dan peraturan yang
berkaitan manusia dari perusahaan saling berhubungan dan menguntungkan semua pihak
yang terlibat dalam perusahaan.
3. Budaya dan nilai organisasi perusahaan serta perilaku manajerial yang berasal dari
budaya ini akan memberi pengaruh besar terhadap pencapaian hasil terbaik.
berdasar beberapa pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa manajemen sumber daya
manusia memiliki peranan penting dalam memenuhi kebutuhan sumber daya manusia mulai
dari perencanaan hingga pemberhentian sumber daya manusia yang bertujuan untuk
membantu dalam pencapaian tujuan organisasi
Manajer SDM dan tim mereka merupakan bagian integral dari tugas departemen dan struktur
perusahaan.
Para profesional ini menulis deskripsi pekerjaan, memiliki pengetahuan tentang struktur gaji dan
mendokumentasikan tindakan dan aktivitas karyawan.
Manajer sumber daya manusia juga tetap mengikuti undang-undang perburuhan, persyaratan
nasional, demografi, dan budaya perusahaan.
Ini termasuk kegiatan mempekerjakan karyawan penuh waktu atau paruh waktu baru,
mempekerjakan kontraktor, dan mengakhiri kontrak karyawan
Kegiatan kepegawaian meliputi:
a. Mengidentifikasi dan memenuhi kebutuhan bakat (melalui rekrutmen, terutama)
b. Memanfaatkan berbagai teknologi rekrutmen untuk mendapat pelamar dalam jumlah
besar (dan menyaring berdasar pengalaman)
c. Mengakhiri kontrak bila perlu
d. Mempertahankan praktik perekrutan yang etis dan menyelaraskan dengan lingkungan
peraturan
e. Menulis kontrak karyawan dan menegosiasikan gaji dan tunjangan
Mengangkat karyawan baru dan menyediakan sumber daya untuk pengembangan berkelanjutan
yaitu investasi utama bagi organisasi, dan SDM bertanggung jawab untuk mempertahankan
pendekatan pengembangan terhadap sumber daya manusia yang ada.
Kegiatan pengembangan meliputi:
a. Melatih dan mempersiapkan karyawan baru untuk peran mereka
b. memberi kesempatan pelatihan (pelatihan internal, program pendidikan, konferensi,
dll) agar karyawan tetap up to date di bidangnya masing-masing
c. Mempersiapkan prospek manajemen dan memberi umpan balik kepada karyawan dan
manajer
Gaji dan tunjangan juga termasuk dalam lingkup manajemen sumber daya manusia. Ini termasuk
mengidentifikasi kompensasi yang sesuai berdasar peran, kinerja, dan persyaratan hukum.
Kegiatan kompensasi meliputi:
a. Menetapkan tingkat kompensasi agar sesuai dengan pasar, memakai tolok ukur seperti
standar industri untuk fungsi pekerjaan tertentu
b. Menegosiasikan tarif asuransi kesehatan kelompok, rencana pensiun, dan manfaat lainnya
dengan penyedia pihak ketiga
c. Membahas kenaikan dan/atau kenaikan dan/atau penurunan kompensasi lainnya dengan
karyawan dalam organisasi
d. Memastikan kepatuhan terhadap ekspektasi hukum dan budaya dalam hal kompensasi
karyawan
Mencapai praktik terbaik di berbagai industri termasuk mempertimbangkan dengan cermat
masalah keselamatan dan kesehatan bagi karyawan.
Kegiatan keselamatan dan kesehatan kerja meliputi:
a. Memastikan kepatuhan terhadap persyaratan hukum berdasar fungsi pekerjaan
untuk langkah-langkah keselamatan (yaitu topi keras dalam konstruksi, konseling yang
tersedia untuk penegakan hukum, peralatan keselamatan yang sesuai untuk ahli kimia, dll.)
b. Menerapkan langkah-langkah keamanan baru saat undang-undang berubah di
industri tertentu
c. Membahas keselamatan dan kepatuhan dengan departemen pemerintah terkait
d. Membahas keselamatan dan kepatuhan dengan serikat pekerja
Mempertahankan hak-hak karyawan, berkoordinasi dengan serikat pekerja, dan menengahi
perselisihan antara organisasi dan sumber daya manusianya juga merupakan fungsi inti dari
manajemen SDM.
a. Kegiatan kepegawaian dan hubungan kerja meliputi:
b. Mediasi perselisihan antara karyawan dan pengusaha
c. Mediasi perselisihan antara karyawan dan karyawan lainnya
d. Mempertimbangkan klaim pelecehan dan pelanggaran di tempat kerja lainnya
e. Membahas hak-hak karyawan dengan serikat pekerja, manajemen, dan pemangku
kepentingan
f. Bertindak sebagai suara organisasi dan/atau suara karyawan selama masalah organisasi
yang lebih luas yang berkaitan dengan kesejahteraan karyawan.
4.3. Fungsi Manajemen SDM
Menurut Veithzal Rivai (2015:8) tujuan dari Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM) yaitu
sebagai berikut:
a. Menentukan kualitas dan kuntitas karyawan yang akan mengisi semua jabatan dalam
perusahaan.
b. Menjamin tersedianya tenaga kerja masa kini maupun masa depan, sehingga setiap
pekerjaan ada yang mengerjakannya.
c. Menghindari terjadinya mismanajemen dan tumpang tindih dalam pelaksanaan tugas.
d. Mempermudah koordinasi, integrasi, dan sinkronasi (KIS) sehingga produktivitas kerja
meningkat.
e. Menghindari kekurangan dan kelebihan karyawan.
f. Menjadi pedoman dalam menetapkan program penarikan, seleksi, pengembangan,
kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan, kedisiplinan, dan pemberhentian karyawan.
g. Menjadi pedoman dalam melaksanakan mutasi (vertikal atau horizontal).
a. Perencanaan Sumber Daya Manusia
Dalam fungsi manajemen SDM ini, jumlah dan jenis karyawan yang dibutuhkan untuk mencapai
tujuan organisasi ditentukan.
Penelitian merupakan bagian penting dari fungsi ini, informasi dikumpulkan dan dianalisis untuk
mengidentifikasi kebutuhan sumber daya manusia saat ini dan masa depan dan untuk meramalkan
perubahan nilai, sikap, dan perilaku karyawan dan dampaknya terhadap organisasi.
b. Pengorganisasian
Dalam sebuah organisasi tugas-tugas dialokasikan di antara para anggotanya, hubungan
diidentifikasi, dan kegiatan diintegrasikan menuju tujuan bersama.
Hubungan dibangun di antara karyawan sehingga mereka secara kolektif dapat berkontribusi pada
pencapaian tujuan organisasi.
c. Pengarahan
Mengaktifkan karyawan pada tingkat yang berbeda dan membuat mereka berkontribusi maksimal
pada organisasi dimungkinkan melalui arahan dan motivasi yang tepat.
Merekam potensi maksimum karyawan dimungkinkan melalui motivasi dan perintah.
d. Pengendalian
sesudah perencanaan, pengorganisasian, dan pengarahan, kinerja aktual karyawan diperiksa,
diverifikasi, dan dibandingkan dengan rencana.
Jika kinerja aktual ditemukan menyimpang dari rencana, tindakan pengendalian harus diambil.
a. Rekrutmen dan Seleksi
Rekrutmen kandidat yaitu fungsi sebelum seleksi, yang membawa kumpulan calon kandidat
untuk organisasi sehingga manajemen dapat memilih kandidat yang tepat dari kumpulan ini.
b. Analisis dan Desain Pekerjaan
Analisis pekerjaan yaitu proses menggambarkan sifat pekerjaan dan menentukan persyaratan
manusia seperti kualifikasi, keterampilan, dan pengalaman kerja untuk melakukan pekerjaan itu.
Desain pekerjaan bertujuan untuk menguraikan dan mengatur tugas, tugas, dan tanggung jawab ke
dalam satu unit kerja untuk pencapaian tujuan tertentu.
e. Penilaian Kinerja
Profesional sumber daya manusia diharuskan melakukan fungsi ini untuk memastikan bahwa
kinerja karyawan berada pada tingkat yang dapat diterima.
f. Pelatihan dan Pengembangan
Fungsi manajemen sumber daya manusia ini membantu karyawan memperoleh keterampilan dan
pengetahuan untuk melakukan pekerjaan mereka secara efektif. Program pelatihan dan
pengembangan diselenggarakan baik untuk karyawan baru maupun yang sudah ada. Karyawan
dipersiapkan untuk tanggung jawab tingkat yang lebih tinggi melalui pelatihan dan
pengembangan.
g. Administrasi Upah dan Gaji
Manajemen sumber daya manusia menentukan apa yang harus dibayar untuk berbagai jenis
pekerjaan.
Manajemen sumber daya manusia memutuskan kompensasi karyawan yang meliputi –
administrasi upah, administrasi gaji, insentif, bonus, tunjangan, dan lain-lain.
h. Kesejahteraan Karyawan
Fungsi ini mengacu pada berbagai layanan, manfaat, dan fasilitas yang diberikan kepada karyawan
untuk kesejahteraan mereka.
i. Pemeliharaan
Sumber daya manusia dianggap sebagai aset bagi organisasi. Perputaran karyawan dianggap tidak
baik bagi organisasi.
Manajemen sumber daya manusia selalu berusaha untuk menjaga karyawan berkinerja terbaik
mereka dengan organisasi.
j. Hubungan Tenaga Kerja
Fungsi ini mengacu pada interaksi manajemen sumber daya manusia dengan karyawan yang
diwakili oleh serikat pekerja.
Karyawan berkumpul dan membentuk serikat pekerja untuk mendapat lebih banyak suara
dalam keputusan yang mempengaruhi upah, tunjangan, kondisi kerja, dll.
k. Riset Personalia
Riset personalia dilakukan oleh manajemen sumber daya manusia untuk mengumpulkan pendapat
karyawan tentang upah dan gaji, promosi, kondisi kerja, kegiatan kesejahteraan, kepemimpinan,
dll,.
Penelitian semacam itu membantu dalam memahami kepuasan karyawan, pergantian karyawan,
pemutusan hubungan kerja, dll.
l. Catatan Personil
Fungsi ini mencakup pencatatan, pemeliharaan, dan pengambilan informasi terkait karyawan
seperti – formulir aplikasi, riwayat pekerjaan, jam kerja, penghasilan, absen dan hadiah karyawan,
pergantian karyawan, dan data lain yang terkait dengan karyawan.
4.3.3. Fungsi Penasehat
Manajemen Sumber Daya Manusia ahli dalam mengelola sumber daya manusia sehingga dapat
memberi nasihat tentang hal-hal yang berkaitan dengan sumber daya manusia organisasi.
Manajemen Sumber Daya Manusia dapat menawarkan saran untuk:
a. Penasihat kepada Manajemen Puncak
Manajer SDM memberi saran kepada manajemen puncak dalam perumusan dan evaluasi program,
kebijakan, dan prosedur personalia.
b. Memberi saran kepada Kepala Departemen
Manajer SDM memberi saran kepada kepala berbagai departemen tentang hal-hal seperti
perencanaan tenaga kerja, analisis pekerjaan, desain pekerjaan, rekrutmen, seleksi, penempatan,
pelatihan, penilaian kinerja, dan lain-lain.
4.4. Tips Terbaik dalam Mengelola Manajemen SDM pada Bisnis Anda
1. Pahami orang-orangmu
Triknya yaitu menjadi tangguh namun berempati pada saat yang sama. Sebagai pemimpin SDM,
Anda harus akrab dengan kehidupan pribadi dan profesional karyawan Anda.
Kecuali tentu saja seorang karyawan individu ingin mempertahankan kebijaksanaan. Jika tidak,
penting bagi seorang pemimpin SDM untuk setidaknya mengetahui tentang detail pribadi dan
profesional yang penting sebab detail ini memengaruhi kinerja karyawan harian pada tingkat
tertentu atau lainnya.
Jadi, penting untuk mengawasi kekuatan dan kelemahan karyawan Anda saat menjadi pemimpin
SDM, Anda dapat membantu mereka menjadi lebih baik dan berkinerja lebih baik. Ini yaitu
investasi besar namun ini yaitu investasi yang terbayar dalam jangka pendek maupun jangka
panjang!
2. Kenali peran Anda
Manajer SDM yaitu mitra bisnis strategis dari setiap organisasi. Sebagai pemimpin SDM, Anda
fokus pada keterlibatan karyawan, manajemen kinerja, manajemen bakat, Anda mendorong dorong
inovasi dan membantu mewujudkan kolaborasi di seluruh perusahaan dengan memecahkan
stereotip dan menangani konflik internal. Itulah yang dimaksud dengan manajemen sumber daya
manusia yang sukses.
Oleh sebab itu, Anda harus menyelaraskan peran Anda dengan tujuan dan visi bisnis dan
membuat rencana bisnis SDM yang melengkapi perencanaan strategi perusahaan, yang
sepenuhnya berorientasi pada hasil.
3. Jadilah ahli teknologi
Hari ini, yaitu suatu keharusan untuk memahami pengetahuan teknologi dan membuat rencana
kerja berdasar di sekitar mereka.
Jika Anda perlu mengintegrasikan perangkat lunak SDM ujung ke ujung, maka memiliki
pengetahuan teknis yaitu suatu keharusan. Ini sebab Anda harus mengetahui berbagai
penawaran dan fungsi perangkat lunak untuk mengelola penggajian, melacak cuti dan kehadiran,
mengelola informasi karyawan, pajak, penjadwalan, dan banyak lagi.
4. Tingkatkan jaringan Anda
Cara tercepat untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Anda, dan memperluas koneksi
bisnis Anda yaitu melalui jaringan.
Dengan cara ini Anda dapat bertemu dengan profesional lain di domain Anda, mencari tahu
bagaimana mereka mengelola kebijakan SDM di organisasi masing-masing dan apa perbedaan
yang mereka lakukan untuk memastikan bahwa karyawan mereka puas, terlibat, dan mampu
berkinerja lebih baik setiap kuartal.
Dengan pengetahuan ini, Anda akan memiliki kepercayaan diri yang cukup untuk berpartisipasi
dalam rapat perencanaan dan pelaksanaan strategi bisnis.
5. Berkomunikasi secara teratur
Sebagai pemimpin SDM atau pemilik bisnis, sangat penting untuk selalu berhubungan dengan
karyawan Anda.
Anda harus menjadi bahu mereka untuk bersandar setiap kali mereka dalam kesulitan dan tidak
dapat menemukan arah atau fokus pada pekerjaan mereka.
Ini sebab yaitu normal dan manusia kadang-kadang terganggu atau tersesat. Di sinilah
pengetahuan Anda tentang SDM dan keahlian menjadi berguna dan berguna untuk mengembalikan
energi yang hilang dari karyawan Anda.
6. Tetap teratur
Tetap teratur yaitu tanggung jawab terbesar dari setiap pemimpin dan profesional SDM.
Menjadwalkan wawancara, berinteraksi dengan kandidat, membantu karyawan dengan pekerjaan
dan masalah pribadi mereka, mengevaluasi strategi dan perencanaan bisnis, melakukan evaluasi
tepat waktu dan adil, dan banyak lagi. Semua ini hanya mungkin jika Anda tetap terorganisir.
7. Menjadi contoh
Sebagai pemimpin SDM atau profesional, Anda harus memberi contoh di seluruh perusahaan
dengan mengikuti contoh ini sendiri. Anda harus selalu menjalankan pembicaraan.
Jika Anda mengharapkan karyawan Anda tepat waktu di tempat kerja maka Anda sendiri harus
berada di tempat kerja pada saat mereka mencapai atau bahkan sebelum mereka.
Jika perusahaan secara keseluruhan mengharapkan karyawannya untuk berperilaku dan
mengendalikan perilaku mereka dengan cara tertentu maka sebagai pemimpin SDM, Anda harus
mematuhi aturan ini untuk mendorong dorong karyawan melakukan hal yang sama.
8. Dokumentasikan proses untuk konsistensi
Konsistensi penting, istirahat semuanya sekunder. Jika Anda ingin memastikan bahwa Anda dapat
mempertahankan pendekatan yang konsisten dalam pekerjaan Anda, maka mendokumentasikan
proses yaitu kuncinya.
Jika Anda ingin melatih dan membantu profesional SDM lainnya berkembang dalam karir mereka,
maka berbagi dokumentasi ini dengan mereka harus menjadi tugas pertama dan terpenting.
saat profesional SDM baru membaca lebih lanjut tentang budaya dan praktik perusahaan, maka
mereka akan dapat fokus pada arah yang benar dan memberi hasil yang lebih baik.
9. Pekerjakan orang yang lebih baik dari Anda
Ada trik dalam mengikuti tips ini. Dalam kebanyakan kasus, apa yang terjadi yaitu pewawancara
merasa bahwa kandidat mencoba meniadakan apa pun yang mereka katakan atau mencoba menjadi
lebih pintar dibandingkan pelamar.
Namun, analitik SDM menunjukkan bahwa kandidat yang tidak setuju dengan Anda akan
membantu Anda mendapat perspektif baru dan segar terhadap bisnis dan budaya kerja Anda.
Tidak diragukan lagi, perbedaan pendapat mungkin tidak sejalan dengan visi dan tujuan
perusahaan Anda, namun selalu ada sesuatu yang baru untuk dipelajari tentang bisnis Anda jika
Anda terbuka untuk itu.
Jadi, pekerjakan orang yang lebih baik dari Anda yang dapat menunjukkan kepada Anda strategi
bisnis yang sama di bawah cahaya yang berbeda, dan mungkin lebih baik.
10. Berikan perhatian khusus pada orientasi, pelatihan, dan pengembangan
Memberi perhatian khusus pada orientasi, pelatihan, dan pengembangan karyawan yaitu fitur
penting untuk menciptakan pengalaman kandidat yang mulus.
Beberapa bulan pertama sangat penting untuk mengembangkan karyawan yang baru bergabung
sebab orang ini sekarang dikelilingi oleh lingkungan kerja yang baru.
Butuh waktu untuk merasa nyaman dan menyesuaikan diri dengan wajah dan kebijakan baru.
Oleh sebab itu, merupakan bagian penting dari manajemen sumber daya manusia untuk
membantu mereka merasa nyaman dengan sesi reguler, materi pembelajaran, dan pengalaman
langsung.
11. Libatkan karyawan dalam proses
saat Anda membuat proses di tempat kerja, umumnya untuk kepentingan karyawan.
Oleh sebab itu, melibatkan karyawan saat menciptakan proses itu penting dan agak perlu. Jika
tidak, itu akan seperti membangun rumah untuk seseorang tanpa mengetahui apa kebutuhan dan
kesukaan mereka.
Anda selalu dapat melakukan sesi dengan karyawan Anda untuk lebih melibatkan mereka dalam
proses perusahaan.
Jika Anda ingin tahu lebih banyak tentang para kandidat, Anda harus mengetahui tip dan trik
tertentu agar nyaman dengan wawancara telepon.
12. Aktifkan penyelarasan strategis untuk membangun merek
Penyelarasan strategis yaitu yang mengacu pada keselarasan dengan tujuan dan visi bisnis.
Penting bagi setiap karyawan untuk berada di halaman yang sama dan berkontribusi dengan cara
mereka sendiri menuju tujuan bersama.
Ini yaitu bagaimana perusahaan berhasil dan pemimpin SDM menjadi sukses. Ini penting untuk
pertumbuhan perusahaan dan membangun merek.
13. Identifikasi area fokus
saat Anda tahu tentang area yang perlu Anda fokuskan, Anda dapat membimbing karyawan
Anda dengan lebih baik.
Apakah rekrutmen menjadi fokus area? Apakah ada yang salah dengan perekrutan? Apakah Anda
tidak dapat mempertahankan talenta terbaik sebab kelambatan atau miskomunikasi tertentu?
Anda harus memikirkan semuanya sebelum membuat rencana bisnis atau menetapkan tujuan untuk
kuartal berikutnya.
14. Luncurkan komunitas talenta
Komunitas talenta yaitu yang berkontribusi besar pada manajemen sumber daya manusia sebab
ini tentang penanaman talenta.
Anda ingin merekrut talenta yang tepat untuk organisasi Anda dan begitu mereka masuk, Anda
ingin mempertahankannya.
Oleh sebab itu, meluncurkan komunitas bakat yaitu hal yang membuat mereka ketagihan,
terlibat, dan terdorong untuk berkinerja baik di setiap kuartal.
Komunitas talenta akan mendorong dorong para top performer untuk terus berprestasi. Ini akan lebih
mendorong dorong karyawan lain untuk memberi 100% mereka.
Hasilnya, proses ini akan berkontribusi untuk membangun budaya kerja yang otentik dan
kolaboratif. Dalam hal ini, semua orang belajar dari semua orang.
Ada tampilan minimum kompetisi dan kecemburuan. Konflik internal berada pada tingkat minimal
sebab semua orang bersemangat untuk belajar lebih banyak dan meningkatkan diri.
15. Bangun hubungan dan koneksi emosional
Penting bagi para pemimpin dai manajemen SDM untuk membangun hubungan profesional yang
sehat dengan karyawan mereka. Ini sebab harus ada seseorang di tempat kerja yang dengannya
karyawan dapat mencurahkan isi hatinya.
Sebanyak semua orang menghindari membicarakannya namun kadang-kadang karyawan menjadi
stres. Itu terjadi saat ada terlalu banyak pekerjaan atau terlalu banyak hal yang terjadi dalam
kehidupan pribadi mereka.
Oleh sebab itu, hubungan pribadi dan emosional yaitu apa yang membuat mereka terus maju
dan membantu mereka fokus pada pekerjaan mereka dengan lebih baik.
16. Manfaatkan media sosial
Media sosial yaitu cara terbaik untuk membangun dan meningkatkan jaringan Anda.
Ini yaitu salah satu saluran terbaik untuk membaca tentang apa yang terbaru dalam teknologi
SDM. Anda mengetahui bagaimana organisasi lain membantu karyawan mereka menjadi lebih
baik dalam apa yang mereka lakukan.
Media sosial membantu para pemimpin SDM tetap terhubung. Mereka berbagi pandangan mereka
tentang budaya perusahaan, bagaimana mereka menangani konflik internal dan praktik terbaik
untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat.
17. Utamakan kualitas dibandingkan kuantitas
Baik itu tentang rekrutmen atau retensi, Anda harus selalu memprioritaskan kualitas dibandingkan
kuantitas. Beberapa perusahaan salah dengan percaya bahwa meningkatkan frekuensi akan
berhasil.
Namun, itu tidak benar atau etis. Oleh sebab itu, Anda harus memastikan bahwa karya Anda asli
dan otentik.
Jadi, sepanjang proses Anda dapat menjaga konsistensi dengan mengutamakan kualitas dibandingkan
kuantitas.
Itulah pembahasan lengkap tentang manajemen SDM, ruang lingkup, fungis dan tips yang bisa
Anda gunakan dalam mengelola manajemen SDM yang baik bagi bisnis Anda.
Selain manajemen SDM, hal yang tidak kalah penting dalam pengelolaan bisnis yaitu manajemen
keuangan. Tanpa proses manajemen keuangan yang efisien bisnis Anda bisa berujung pada
kegagalan.
Dasar manajemen keuangan yang baik yaitu dengan melakukan pencatatan pembukuan untuk
setiap transaksi yang terjadi pada bisnis. Hindari proses pembukuan manual yang memakan waktu
dan rentan kesalahan.
MANAJEMEN BISNIS
Pengertian manajemen bisnis yaitu mengelola koordinasi dan organisasi kegiatan bisnis. Ini
biasanya mencakup produksi bahan, uang, dan mesin, dan melibatkan inovasi dan pemasaran.
Manajemen bertugas merencanakan, mengatur, mengarahkan, dan mengendalikan sumber daya
bisnis sehingga dapat memenuhi tujuan kebijakan.
Manajemen bisnis menurut para ahli
B. Menurut pendapat Ricky W. Griffin
manajemen merupakan sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan
pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan efisien.
C. Menurut pendapat Henry Fayol
Ia mengatakan bahwa manajemen yaitu ilmu yang mengandung lima gagasan atau fungsi utama,
yakni merancang, memerintah, mengorganisir, mengendalikan, dan mengoordinasi.
D. Menurut pendapat George R. Terry
Manajemen sebagai proses khas yang terdiri dari tindakan-tindakan: perencanaan,
pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan yang dilakukan untuk menentukan serta
mencapai sasaran-sasaran yang telah ditetapkan melalui pemanfaatan sumber daya manusia serta
sumber-sumber lain.
Perencanaan merupakan fungsi penting dari manajemen sebab menetapkan langkah untuk semua
langkah selanjutnya dalam proses manajerial.
Anda perlu mengembangkan peta jalan untuk masa depan—langkah-langkah yang telah
ditentukan sebelumnya—untuk mencapai tujuan organisasi.
ada langkah ini, Anda harus mengevaluasi metode dan strategi untuk menentukan bagaimana Anda
akan maju menuju tujuan Anda.
Anda mungkin harus melihat bagaimana hal-hal dilakukan di masa lalu untuk membuat
penyesuaian untuk mengurangi kesalahan.
Anda harus mempertimbangkan faktor internal—orang, waktu dan biaya—dan faktor eksternal—
pesaing, kebijakan, dan lingkungan bisnis secara umum—untuk sampai pada strategi perencanaan
yang baik.
Di sinilah Anda menerapkan rencana Anda dengan menetapkan sistem otoritas atau hierarki dalam
konteks struktur organisasi Anda. Tentukan tugas yang perlu diselesaikan untuk mencapai tujuan
Anda sebelum menugaskannya ke staf Anda.
Berbeda dengan cara kerja tradisional di mana seorang manajer membuat semua keputusan, dunia
bisnis saat ini lebih dinamis dan fleksibel. Setiap anggota organisasi—terlepas dari posisinya—
berbagi akuntabilitas dan tanggung jawab.
Jadi, tentukan struktur organisasi yang selaras dengan tempat kerja Anda dan tetapkan tugas yang
sesuai dengan keterampilan dan kemampuan tim Anda. Anda harus membuat semua orang pada
halaman yang sama dan mendelegasikan tugas sesuai keinginan Anda.
Ini yaitu fungsi penting lainnya dari manajemen. Anda harus menetapkan tugas berdasar
pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan setiap anggota tim.
Anda harus berhati-hati di sini sebab Anda mungkin harus merekrut bakat baru untuk tugas
tertentu yang memerlukan keahlian teknis khusus. Menilai kebutuhan karyawan Anda dalam hal
insentif, pelatihan dan pengembangan dan kompensasi sangat penting untuk keberhasilan langkah
ini.
Manajer atau pemimpin yang efektif akan memiliki wawasan untuk mengevaluasi kompetensi dan
efisiensi karyawannya.
Hal ini untuk memastikan bahwa tugas yang diberikan sesuai dengan keahlian mereka. Anda harus
mengadopsi pendekatan empati untuk terhubung dengan karyawan Anda dan memahami kekuatan
dan kelemahan mereka.
Pengarahan berkaitan dengan mengawasi kemajuan tim Anda. Pada langkah ini, Anda harus
menjaga saluran komunikasi terbuka dan mendapat pembaruan rutin untuk tetap di atas
segalanya.
Cara yang bagus untuk melakukan ini yaitu dengan memberi dan menerima umpan balik untuk
mengatasi area masalah apa pun dan meningkatkan kinerja.
Di sinilah Anda harus bertindak sebagai pemimpin, menavigasi konflik dan memotivasi karyawan
Anda untuk mengambil inisiatif.
Sebagai seorang pemilik bisnis, Anda harus memberi setiap anggota tim otonomi yang cukup
untuk membantu mereka tetap termotivasi dan tampil tanpa pengawasan terus-menerus.
Selain memantau tim Anda, Anda juga harus memberi tahu manajer Anda dan pemangku
kepentingan lainnya dengan laporan kemajuan.
Seluruh organisasi harus bekerja seperti mesin yang diminyaki dengan baik untuk mencapai tujuan
Anda dengan cara yang efektif waktu.
Di sinilah Anda harus mengukur kemajuan setiap langkah yang ditetapkan dalam tahap
perencanaan terhadap tujuan organisasi Anda.
Langkah ini mengharuskan Anda untuk berkoordinasi dengan karyawan Anda untuk memastikan
bahwa mereka bergerak ke arah yang benar dan dengan cara yang benar.
Menurut 7 fungsi manajemen Gulick, pengendalian dapat dipahami dari segi koordinasi, pelaporan
dan penganggaran.
Anda tidak hanya harus memastikan bahwa setiap langkah berjalan sesuai rencana, namun juga
waspada terhadap potensi masalah untuk mengambil tindakan korektif.
Lakukan penyesuaian dan modifikasi tepat waktu jika diperlukan. Ini akan membantu Anda
mencapai tujuan Anda lebih cepat dalam jangka waktu dan anggaran Anda. Ambil kesempatan ini
untuk bekerja sama dengan semua orang di tim Anda.
Ada hampir dua lusin cabang manajemen bisnis. Berikut yaitu ikhtisar dari 22 sektor di bidang
yang luas ini:
Manajemen keuangan yaitu usaha untuk mengurangi biaya keuangan, memastikan ketersediaan
dana yang cukup dan berkaitan dengan perencanaan, pengorganisasian, dan pengendalian kegiatan
keuangan seperti pengadaan dan pemakaian dana
Selain itu, ada juga beberapa definisi lain dari beberapa ahli terkait dengan manajemen keuangan,
yaitu:
1. Harry G. Guthmann dan Herbert E. Dougall
Dalam pandangan Guthmann dan Dougall melalui bukunya yang berjudul Corporate Financial
Policy, pengelolaan keuangan yaitu suatu kegiatan yang berkaitan erat dengan perencanaan,
pengembangan, pengendalian, dan penatausahaan setiap dana yang digunakan dalam bisnis.
2. J.F. Bradley
sedang J.F. Bradley memiliki definisi yang berbeda mengenai pengertian manajemen
keuangan.
Dalam bukunya yang berjudul Administrative Financial Management, Bradley mengungkapkan
bahwa manajemen keuangan merupakan aspek manajemen bisnis untuk mengatur pemakaian
modal perusahaan. Tidak hanya itu, pemilihan sumber permodalan juga harus diperhatikan untuk
mencapai tujuan.
3. Joseph L. Massie
Definisi berbeda dijelaskan oleh Joseph L. Massie, penulis The Essentials of Management. Massie
mengatakan bahwa manajemen keuangan yaitu kegiatan usaha yang bertanggung jawab untuk
memperoleh dan memakai dana perusahaan untuk mencapai operasi yang efektif.
Manajemen keuangan yaitu fungsi organik dari bisnis apa pun. Setiap organisasi memerlukan
keuangan untuk memperoleh sumber daya fisik, melaksanakan kegiatan produksi dan operasi
bisnis lainnya, membayar kompensasi kepada pemasok, dll. Ada banyak teori seputar manajemen
keuangan:
1. Teori pertama
Beberapa ahli percaya bahwa manajemen keuangan yaitu tentang menyediakan dana yang
dibutuhkan oleh bisnis dengan persyaratan yang paling menguntungkan, dengan tetap mengingat
tujuannya.
Oleh sebab itu, pendekatan ini terutama berkaitan dengan pengadaan dana yang dapat mencakup
instrumen, institusi, dan praktik penggalangan dana. Ini juga menangani hubungan hukum dan
akuntansi antara perusahaan dan sumber dananya.
2. Teori kedua
Beberapa ahli lain percaya bahwa keuangan yaitu tentang kas dalam bisnis. sebab semua
transaksi bisnis melibatkan kas, secara langsung atau tidak langsung, keuangan berkaitan dengan
segala sesuatu yang dilakukan oleh bisnis.
3. Teori ketiga
Sudut pandang ketiga dan yang lebih diterima secara luas yaitu bahwa pengelolaan keuangan
mencakup pengadaan dana dan pemanfaatannya secara efektif. Misalnya, dalam kasus perusahaan
manufaktur, manajemen keuangan harus memastikan bahwa dana tersedia untuk memasang pabrik
produksi dan mesin.
Lebih lanjut, pemilik bisnis atau manajer keuangan juga harus memastikan bahwa keuntungan
cukup mengimbangi biaya dan risiko yang ditanggung oleh bisnis. Di pasar yang maju, sebagian
besar bisnis dapat mengumpulkan modal dengan mudah. Namun, masalah sebenarnya yaitu
pemanfaatan modal yang efisien melalui perencanaan dan pengendalian keuangan yang efektif.
Selanjutnya, bisnis harus memastikan bahwa ia menangani tugas-tugas seperti memastikan
ketersediaan dana, mengalokasikannya, mengelolanya, menginvestasikannya, mengendalikan
biaya, memperkirakan kebutuhan keuangan, merencanakan keuntungan dan memperkirakan
pengembalian investasi, menilai modal kerja, dll.Prinsip Manajemen Keuangan
Pengenalan manajemen keuangan juga mengharuskan Anda untuk memahami ruang lingkupnya.
Yang harus Anda tahuyaitu setiap keputusan keuangan harus memperhatikan kepentingan
pemegang saham.
Selanjutnya, mereka dijunjung tinggi oleh maksimalisasi kekayaan pemegang saham, yang
tergantung pada peningkatan kekayaan bersih, modal yang diinvestasikan dalam bisnis, dan
keuntungan yang digunakan kembali untuk pertumbuhan dan kemakmuran organisasi.
Anda dapat memahami sifat financial management dengan mempelajari sifat investasi,
pembiayaan, dan keputusan dividen seperti yang akan kami jelaskan di bawah ini:
1. Keputusan Investasi
Manajer perlu atau pemilik bisnis memutuskan jumlah investasi yang tersedia dari keuangan yang
ada, untuk jangka panjang dan jangka pendek. Mereka terdiri dari dua jenis:
Keputusan investasi jangka panjang atau Penganggaran Modal berarti melakukan dana untuk
jangka waktu yang lama seperti aset tetap. Keputusan ini tidak dapat diubah dan biasanya
mencakup keputusan yang berkaitan dengan investasi di gedung dan/atau tanah, memperoleh
pabrik/mesin baru atau mengganti yang lama, dll. Keputusan ini menentukan pengejaran keuangan
dan kinerja bisnis.
Keputusan investasi jangka pendek atau Manajemen Modal Kerja berarti melakukan dana untuk
waktu yang singkat seperti aset lancar. Ini melibatkan keputusan yang berkaitan dengan investasi
dana dalam persediaan, kas, deposito bank, dan investasi jangka pendek lainnya. Mereka secara
langsung mempengaruhi likuiditas dan kinerja bisnis.
2. Keputusan Pembiayaan
Manajer atau pemilik bisnis juga membuat keputusan yang berkaitan dengan penggalangan dana
dari sumber jangka panjang (disebut Struktur Modal) dan sumber jangka pendek (disebut Modal
Kerja). Mereka terdiri dari dua jenis:
Keputusan Perencanaan Keuangan yang berhubungan dengan estimasi sumber dan pemakaian
dana. Ini berarti pra-perkiraan kebutuhan keuangan suatu organisasi untuk memastikan
ketersediaan keuangan yang memadai. Tujuan utama dari perencanaan keuangan yaitu untuk
merencanakan dan memastikan bahwa dana tersedia pada saat dibutuhkan.
Keputusan Struktur Modal yang melibatkan identifikasi sumber dana. Mereka juga melibatkan
keputusan sehubungan dengan memilih sumber eksternal seperti menerbitkan saham, obligasi,
meminjam dari bank atau sumber internal seperti laba ditahan untuk mengumpulkan dana.
3. Keputusan Dividen
Ini melibatkan keputusan yang terkait dengan bagian keuntungan yang akan dibagikan sebagai
dividen. Pemegang saham selalu menuntut dividen yang lebih tinggi, sedang manajemen ingin
menahan laba untuk kebutuhan bisnis. Oleh sebab itu, ini yaitu keputusan manajerial yang
kompleks.
Tujuan Penerapan Manajemen Keuangan Dalam Bisnis
Ada lima tujuan utama perusahaan saat menerapkan manajemen keuangan, yaitu:
1. Menjaga kelancaran arus kas
Tujuan pertama yaitu untuk memastikan bahwa perusahaan memiliki arus kas yang sehat.
Penerapan manajemen keuangan dapat memantau jumlah pemasukan atau pengeluaran. Dengan
pemantauan, perusahaan dapat mengantisipasi agar arus kas tidak negatif.
2. Meningkatkan efisiensi pemakaian keuangan perusahaan
Pelaksanaan pengelolaan keuangan, yang pada gilirannya erat kaitannya dengan usaha
peningkatan efisiensi pemakaian dana perusahaan. Anda tidak hanya bisa melakukan pengawasan
namun juga menghilangkan pengeluaran yang dianggap tidak efektif dan menggantinya dengan
kegiatan yang menguntungkan.
3. Meningkatkan keuntungan
Manajemen keuangan juga dapat digunakan saat Anda ingin mencapai tujuan keuntungan yang
lebih tinggi. Anda bisa mendapat kondisi ini dengan melakukan perencanaan keuangan yang
matang.
4. Perencanaan struktur modal
pemakaian manajemen keuangan juga dapat digunakan untuk tujuan perencanaan struktur modal
perusahaan. Di sini, perusahaan dapat menyesuaikan komposisi modal untuk menyeimbangkan
ekuitas dan utang.
5. Memastikan keamanan investasi
Tujuan terakhir yaitu usaha untuk menilai tingkat keamanan kegiatan investasi. Dengan begitu,
investasi perusahaan dapat memberi return yang positif.
Selain memiliki tujuan ini di atas, ada lima fungsi penting dalam pelaksanaan pengelolaan
keuangan oleh perusahaan, yaitu:
1. Perkiraan Kecukupan Modal
Adanya manajemen keuangan memungkinkan seorang manajer keuangan untuk memperkirakan
kecukupan modal perusahaan. Menilai estimasi yang tepat dapat meningkatkan kapasitas
pendapatan perusahaan.
2. Menilai Komposisi Modal
sesudah perusahaan membuat estimasi, langkah selanjutnya yaitu menentukan struktur modal.
Tahap ini memerlukan analisis debt to equity ratio (DER) jangka pendek atau jangka panjang.
3. Memilih Opsi Sumber Pendanaan yang Tepat
Fungsi selanjutnya yaitu keputusan untuk memilih sumber pendanaan perusahaan. Selain modal
sendiri yang dimiliki perusahaan, ada beberapa pilihan sumber dana dari pihak ketiga yang bisa
diperoleh. Pilihan sumber dana eksternal meliputi penerbitan saham, pinjaman bank atau lembaga
keuangan, dan surat utang.
4. Manajemen Kas
Manajemen keuangan juga berperan aktif dalam usaha pengelolaan kas perusahaan. Keberadaan
uang tunai sangat penting sebab dapat digunakan untuk pembayaran gaji, tagihan bulanan,
kewajiban, belanja bahan baku, dan lain sebagainya.
5. Kontrol Keuangan
Fungsi terakhir dari financial management yaitu untuk mengontrol keuangan perusahaan.
Banyak cara yang dapat dilakukan sebagai usaha pengendalian, seperti peramalan keuangan,
pengendalian biaya dan laba, analisis rasio, dan sebagainya.
Tips Agar Manajemen Keuangan pada Bisnis Berjalan Efisien
Anda mungkin merasa bahwa mengelola keuangan dalam bisnis itu sulit dan membingungkan.
Ikuti sepuluh tips di bawah ini yang akan membantu Anda dalam melakukan pengelolaan bisnis
yang lebih baik:
1. Memiliki rencana bisnis yang jelas
2. Pantau posisi keuangan Anda.
3. Pastikan pelanggan membayar Anda tepat waktu
4. Ketahui biaya harian Anda
5. Lakukan pembukuan dan proses akuntansi dalam bisnis
Manajemen pemasaran yaitu proses perencanaan dan pelaksanaan konsepsi, penetapan harga,
promosi, dan distribusi ide, barang, dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan
tujuan individu dan organisasi. Sederhananya, Anda dapat memahami bahwa manajemen
pemasaran yaitu proses yang melibatkan analisis, perencanaan, implementasi, dan pengendalian
barang, jasa, dan ide. Proses manajemen pemasaran didasarkan pada gagasan pertukaran.
Apa tujuan dari proses seperti itu? Jawabannya yaitu memberi kepuasan kepada semua orang
yang terlibat dalam proses ini , termasuk perusahaan, pelanggan, pemasok, dan anggota
saluran.
Apa yang dilakukan manajer pemasaran, atau peran apa yang dimainkannya dalam proses yang
melibatkan manajemen pemasaran?
Tugasnya dalam proses ini yaitu mencari prospek dan merangsang mereka untuk membeli
produknya. Tapi itu tidak benar-benar menjelaskan pekerjaan yang dilakukan oleh seorang
manajer pemasaran.
Selain merangsang permintaan akan produknya, ia melakukan banyak kegiatan diversifikasi
lainnya. Dia harus mempengaruhi tingkat, waktu, dan komposisi permintaan untuk membantu
organisasinya mencapai tujuannya.
Sebagian besar pakar pemasaran percaya bahwa tugas manajer pemasaran yaitu mengelola
permintaan akan produknya.
Ini akan membantu jika Anda menyadari bahwa tuntutan bervariasi dalam hal negara mereka. Pada
bagian berikut, kami akan mencoba memberi Anda gambaran tentang status permintaan yang
berbeda dan tugas pemasaran yang diakibatkannya.
Selain menurut pandangan umum di atas, ternyata para ahli juga memiliki pengertian manajemen
pemasaran yang berbeda. Ini dia beberapa di antaranya:
4. Buchari Alma
Menurut Buchari Alma manajemen pemasaran yaitu kegiatan merencanakan, mengarahkan dan
mengawasi seluruh aktifitas pemasaran produk perusahaan. Biasanya manajemen ini dijalankan
oleh unit kerja di bagian marketing.
5. Philip Kotler
Menurut Philip Kotler manajemen pemasaran yaitu kegiatan menganalisis planning yang terkait
aktualisasi dan pengendalian program yang sudah terencana untuk menghasilkan pertukaran yang
baik di dalam suatu pasar yang sudah ditargetkan. Tujuannya tidak lain untuk mendapat
keuntungan atau laba.
Manajemen Pemasaran Melibatkan:
1. Pengaturan tujuan dan sasaran pemasaran,
2. Mengembangkan rencana pemasaran,
3. Mengatur fungsi pemasaran,
4. Menerapkan rencana pemasaran ke dalam tindakan dan
5. Mengontrol program pemasaran.
Elemen dasar Dalam Manajemen Pemasaran meliputi:
1. Penetapan tujuan
Dasar dari manajemen pemasaran yaitu menetapkan tujuan yang dapat dicapai dan membuat
garis waktu untuk memenuhi tolok ukur menuju kesuksesan.
Mengelola pemasaran di bisnis Anda melibatkan pemahaman berbagai faktor yang memengaruhi
pelanggan di pasar ideal Anda untuk melakukan pembelian, kemudian membuat sasaran
berdasar penargetan faktor-faktor ini .
Saat menetapkan tujuan untuk memfasilitasi manajemen pemasaran, sertakan tujuan penjualan,
ekspektasi penganggaran, dan rencana pengembangan merek.
2. Koordinasi
Melakukan kampanye pemasaran memerlukan kolaborasi antara pemimpin perusahaan, tim
kreatif, dan staf yang menghadap ke depan.
Rencana manajemen pemasaran yang kuat menyelaraskan pesan perusahaan di berbagai saluran
pemasaran seperti pemasaran digital, pemasaran media sosial, dan iklan cetak.
Untuk mengoordinasikan usaha pemasaran secara efektif, pemilik bisnis mengembangkan visi
sentral untuk merek mereka untuk memandu bagaimana materi pemasaran terlihat dan bagaimana
duta merek berinteraksi dengan audiens mereka.
3. Riset pasar
Manajemen pemasaran didasarkan pada riset pasar yang menyeluruh. Kumpulkan data pelanggan
dan nilai pola ekonomi untuk melihat tren apa yang ingin dibeli konsumen dan mengapa mereka
melakukan pembelian ini .
Riset pasar mengidentifikasi area di mana bisnis Anda dapat berhasil dan menyoroti tantangan
potensial yang perlu ditangani oleh bisnis Anda.
Gunakan riset pasar untuk mengembangkan rencana pemasaran yang berpusat pada pengalaman
konsumen.
4. Membangun hubungan
Strategi manajemen pemasaran yang efektif mendatangkan pelanggan baru dan membangun
hubungan yang berkelanjutan dengan pelanggan lama untuk mendorong dorong pembelian berulang dan
pemasaran dari mulut ke mulut.
saat publik mengetahui produk Anda, terlibat dengan mereka melalui konten digital, media
sosial, dan jaringan profesional dapat membuat mereka merasa berinvestasi di perusahaan Anda.
Manajemen pemasaran memandu nilai-nilai perusahaan agar selaras dengan konsumen,
memberi tujuan bersama untuk memperkuat hubungan mereka dengan basis pelanggan yang
berdedikasi.
5. Membangun ide menarik
Pemasaran yang hebat yaitu tangkas dan dapat beradaptasi dengan perubahan tren pasar.
Riset dan analisis pasar yang sedang berlangsung membantu bisnis menghasilkan ide agar tetap
relevan dengan audiens mereka atau mengubah merek bisnis mereka untuk mencapai ceruk baru.
sesudah Anda memahami mengapa perusahaan Anda menarik bagi konsumen, Anda dapat
berfokus untuk menciptakan produk dan layanan baru yang didasarkan pada daya tarik ini .
Selanjutnya, ada 6 (enam) Konsep dalam Manajemen Pemasaran
1. Konsep produksi
Konsep ini didasarkan pada gagasan bahwa produk yang murah dan tersedia secara luas
menghasilkan lebih banyak penjualan sebab pelanggan lebih menyukainya. Ini sangat mirip
dengan Hukum Say yang menyatakan ‘Penawaran menciptakan permintaannya sendiri’.
Jadi, perusahaan memproduksi produk dalam skala besar dan memastikannya mudah tersedia di
mana-mana bagi pelanggan. Skala besar produksi produk membantu perusahaan untuk
memanfaatkan skala ekonomi yang mengarah pada produk murah dan dengan demikian menarik
lebih banyak pelanggan.
Kelemahan dari konsep ini yaitu hanya berfokus pada produksi namun tidak pada kualitas produk
yang dalam jangka panjang dapat menyebabkan penurunan penjualan jika produk tidak sesuai
sasaran.
Filosofi ini hanya berlaku saat permintaan melebihi pasokan. Sekali lagi, pelanggan tidak selalu
tertarik pada produk yang murah sebab keputusan pembeliannya mungkin dipengaruhi oleh faktor
lain.
Penerapan Konsep ini:
a) Perusahaan yang memiliki pasar di seluruh dunia, dalam mengembangkan produk
mereka dapat menerapkan konsep ini.
b) Perusahaan yang menikmati keuntungan monopoli dapat memakai konsep ini.
c) Setiap perusahaan yang permintaan produknya melebihi pasokannya dapat
mengikutinya.
2. Konsep produk
Konsep ini didasarkan pada gagasan bahwa pelanggan lebih memilih produk berkualitas apa pun
harga dan ketersediaannya.
Menurut konsep ini, perusahaan berkonsentrasi pada pengembangan produk dengan kualitas lebih
baik yang biasanya mahal.
Kelemahan dari konsep ini yaitu bahwa ia hanya berfokus pada kualitas produk namun tidak pada
faktor lain seperti kegunaan, ketersediaan, harga, dll.
Jadi, mungkin gagal untuk menarik pelanggan yang perhatiannya ada pada faktor-faktor lain yang
disebutkan.
Penerapan Konsep ini:
a) Perusahaan yang tergabung dalam industri teknologi mungkin menerapkan konsep
ini.
b) Perusahaan yang menikmati keuntungan monopoli dapat memakai konsep ini.
3. Konsep Penjualan
Konsep Penjualan hanya berkaitan dengan penjualan produk apa pun kualitas produk dan
kebutuhan pelanggan. Motif utamanya yaitu menghasilkan uang, bukan mengembangkan
hubungan dengan pelanggan.
Jadi, kemungkinan penjualan berulang lebih kecil. Perusahaan yang menerapkan filosofi ini
bahkan dapat menipu pelanggan untuk menjual produknya.
Kelemahan dari konsep ini yaitu kurangnya kejelian sebab perusahaan fokus pada penjualan apa
yang mereka hasilkan dibandingkan fokus pada kebutuhan pasar.
Penerapan Konsep ini:
a) Perusahaan yang hanya mementingkan keuntungan jangka pendek mengikuti
konsep ini yang dapat menyebabkan miopia pemasaran, situasi di mana perusahaan
hanya berfokus pada penjualan produk dibandingkan memenuhi kebutuhan pelanggan.
b) Perusahaan yang tidak jujur atau ilegal dapat menerapkan konsep ini
4. Konsep pemasaran
Perusahaan yang mengikuti konsep penjualan tidak dapat memiliki eksistensi jangka panjang di
pasar sebab tidak dapat memenuhi kebutuhan pelanggan.
Perusahaan harus membuat produk yang memenuhi kebutuhan pelanggan mereka untuk sukses di
era sekarang ini.
Jadi, konsep pemasaran muncul. Konsep ini didasarkan pada gagasan bahwa pelanggan membeli
produk untuk memenuhi kebutuhan mereka.
Perusahaan berdasar filosofi pemasaran melakukan penelitian pelanggan untuk mengetahui
kebutuhan dan keinginan mereka dan membuat produk untuk memenuhi hal yang sama lebih baik
dibandingkan perusahaan pesaing mereka.
Dengan cara ini, perusahaan membangun hubungan pelanggan, menjadi menguntungkan dan
mendapat niat baik.
Tapi tetap saja, banyak perusahaan mengikuti filosofi lain dan menghasilkan keuntungan.
Pemilihan konsep sangat tergantung pada permintaan, penawaran, dan kebutuhan para pihak yang
terlibat.
Penerapan Konsep ini:
a) Bisnis yang terlibat dalam persaingan sempurna dapat mengikuti konsep ini.
b) Bisnis yang menginginkan eksistensi jangka panjang di pasar dapat menerapkan
konsep ini.
5. Konsep Pemasaran Sosial
Konsep pemasaran sosial didasarkan pada konsep pemasaran yang hanya menambahkan filosofi
kesejahteraan sosial dengannya.
Perusahaan berkonsentrasi pada pemenuhan kebutuhan pelanggan mereka serta berkontribusi pada
kesejahteraan sosial tanpa mencemari atau mempengaruhi lingkungan dan sumber daya alam.
Menurut konsep ini, perusahaan atau bisnis yang menjadi bagian dari warga memiliki
tanggung jawab sosial perusahaan seperti menghilangkan buta huruf, kemiskinan, mengendalikan
pertumbuhan penduduk yang mengkhawatirkan, memastikan fasilitas kesehatan dan pengobatan
yang lebih baik, membantu korban berbagai bencana alam seperti banjir, angin topan, dingin yang
berlebihan. , draf, dll.
Penerapan Konsep ini banyak perusahaan besar bereputasi seperti bank, saluran TV, perusahaan
telekomunikasi, dll mengikuti konsep ini.
6. Konsep Pemasaran Holistik
Konsep pemasaran holistik baru ditambahkan ke konsep manajemen pemasaran yang ada.
Menurut konsep ini, bisnis dan bagian-bagiannya yang berbeda yaitu satu kesatuan dan memiliki
tujuan yang sama, kegiatan yang selaras dan terintegrasi untuk mencapai tujuan ini .
Konsep ini berfokus pada pemenuhan kebutuhan pelanggan dengan cara yang lebih baik dan
konsisten serta melakukan tanggung jawab sosial.
Konsep pemasaran holistik sangat penting untuk membangun merek, konsistensi, efisiensi, dan
efektivitas.
Penerapan Konsep ini:
a) Banyak perusahaan besar ternama seperti bank, saluran TV, perusahaan
telekomunikasi, dll sekarang menerapkan konsep ini.
b) Para pebisnis harus memiliki gagasan yang jelas dan lengkap tentang konsep dasar
manajemen pemasaran untuk mencapai kesuksesan jangka panjang.
Manajemen penjualan melibatkan pengawasan dan memimpin tim penjualan.
Sebagai manajer penjualan, Anda mendorong dorong perwakilan penjualan Anda untuk membina
hubungan yang kuat dengan prospek, mengubahnya menjadi prospek, dan memindahkan mereka
melalui jalur penjualan. Manajemen penjualan sering kali bergandengan tangan dengan
manajemen pemasaran.
Manajemen sumber daya manusia (SDM) berfokus pada perekrutan dan pengelolaan karyawan
organisasi. Ini termasuk kompensasi, perekrutan, keselamatan dan kesehatan, tunjangan dan aspek
lain dari administrasi karyawan.
Kesalahpahaman umum tentang manajemen SDM yaitu bahwa itu semata-mata tanggung jawab
departemen sumber daya manusia atau individu.
Pada kenyataannya, semua manajer departemen harus memahami bahwa SDM yang efektif
memungkinkan karyawan untuk berkontribusi secara efektif dan produktif untuk keseluruhan arah
dan tujuan perusahaan.
Di masa lalu, Manajemen SDM lebih fokus pada administrasi personalia, namun pendekatan
manajemen SDM modern memakai program karyawan untuk memberi dampak positif
pada staf dan bisnis secara keseluruhan.
Manajemen strategis yaitu perencanaan, pemantauan, analisis, dan penilaian yang berkelanjutan
dari semua kebutuhan yang dibutuhkan organisasi untuk memenuhi tujuan dan sasarannya.
Perubahan dalam lingkungan bisnis akan memerlukan organisasi untuk terus-menerus menilai
strategi mereka agar sukses.
Proses manajemen strategis membantu organisasi mengambil stok situasi mereka saat ini,
menyusun strategi, menyebarkannya, dan menganalisis efektivitas strategi manajemen yang
diterapkan. Strategi manajemen strategis terdiri dari lima tahapan dasar (yang akan kita bahas
dibawah) dan dapat berbeda dalam implementasinya tergantung pada lingkungan sekitarnya.
Mencapai tujuan organisasi memerlukan perencanaan dan kesabaran. Manajemen strategis dapat
membantu perusahaan mencapai tujuan mereka.
Manajemen strategis memastikan langkah-langkah yang diperlukan untuk mencapai tujuan bisnis
diterapkan di seluruh perusahaan.
Manajemen strategis menawarkan banyak manfaat bagi perusahaan yang memakai nya, antara
lain:
6. Keunggulan kompetitif
Manajemen strategis memberi bisnis keunggulan dibandingkan pesaing sebab sifatnya yang
proaktif berarti perusahaan Anda akan selalu menyadari perubahan pasar.
7. Mencapai tujuan
Manajemen strategis membantu menjaga tujuan dapat dicapai dengan memakai proses yang
jelas dan dinamis untuk merumuskan langkah-langkah dan implementasi.
8. Pertumbuhan berkelanjutan
Manajemen strategis telah terbukti menghasilkan kinerja organisasi yang lebih efisien, yang
mengarah pada pertumbuhan yang dapat dikelola.
9. Organisasi yang kohesif
Manajemen strategis memerlukan komunikasi dan implementasi tujuan di seluruh perusahaan.
Sebuah organisasi yang bekerja bersama-sama menuju suatu tujuan lebih mungkin untuk mencapai
tujuan itu.
10. Peningkatan kesadaran manajerial
Manajemen strategis berarti melihat ke masa depan perusahaan. Jika manajer melakukan ini secara
konsisten, mereka akan lebih sadar akan tren dan tantangan industri.
Dengan menerapkan perencanaan dan pemikiran strategis, mereka akan lebih siap menghadapi
tantangan masa depan.
Lima Langkah Manajemen Strategis
Meskipun ada pendekatan dan kerangka kerja yang berbeda untuk manajemen strategis, umumnya
ada lima langkah yang sama dalam prosesnya:
1. Identifikasi
Langkah pertama dalam manajemen strategis yaitu mengevaluasi arah perusahaan saat ini. Ini
sering kali termasuk memahami tujuan, misi, dan arah strategis perusahaan secara keseluruhan.
Menilai di mana proses perusahaan saat ini akan membantu Anda men


