Jumat, 05 Juni 2026

Persaingan usaha 1


 




Mengelola suatu usaha bukan hal yang mudah untuk dilakukan. Seorang pebisnis harus 

memastikan roda usaha berjalan dengan baik dan tentu saja mencapai target yang telah dibuat.  

Tidak semua pebisnis memiliki bakat alami dan harus bekerja keras untuk melakukannya dengan 

benar. Beberapa mungkin gagal mengatur waktu mereka dengan benar, sementara yang lain 

kurang memiliki pemikiran strategis atau kreativitas. Berbisnis bukanlah aktivitas yang boleh 

dilakukan dengan sembarangan dan tanpa perencanaan. Jika asal dijalankan, selain memperkecil 

potensi keberhasilan, risiko kehilangan modal bisnis yang telah dikucurkan juga bisa saja terjadi. 

Oleh sebab  itu, pebisnis perlu mempersiapkan tekad dan rencana agar bisa mengembangkan 

bisnisnya hingga sukses.  

Manajemen usaha untuk bisnis kecil bisa sangat sulit sebab  pebisnis harus bertanggung jawab 

perekrutan dan pemecatan karyawan, pengurusan leasing dan inventaris, dan tetap mengikuti 

perkembangan pemasaran dan penjualan, di antara banyak tugas harian lainnya.  

Salah satu hal yang penting untuk dipelajari oleh setiap pebisnis yaitu  mengenai manajemen 

usaha. Melalui manajemen yang tepat, bisnis sudah pasti dapat berjalan dengan lebih lancar, 

mampu mencapai target yang telah ditentukan, dan meningkatkan kemungkinannya untuk meraih 

kesuksesan.  

Beberapa hal yang mesti dipelajari oleh pebisnis yaitu  manajemen anggaran, manajemen sumber 

daya manusia, manajemen bisnis, manajemen penjualan, manajemen kas dan yang tidak kalah 

penting pebisnis harus dapat mengatur inventaris. 

Manajemen usaha, bisa juga disebut manajemen bisnis yaitu  proses di mana perusahaan 

merencanakan, mengatur, mengarahkan dan mengendalikan kegiatan dan sumber daya perusahaan 

untuk mencapai tujuannya dengan cara yang efektif dan efisien dalam lingkungan yang selalu 

berubah. Ini yaitu  proses mengawasi dan mengendalikan urusan bisnis organisasi. 

 manajemen dapat didefinisikan sebagai pemakaian  perencanaan, 

pengorganisasian, pengerjaan, pengarahan, dan fungsi pengendalian dalam cara yang paling 

efesien untuk mencapai sasaran. Bisnis menurut Skinner yaitu  pertukaran barang, jasa, atau uang 

yang salingmenguntungkan atau memberi  manfaat. sedang  menurut J.S. Nimpoena bisnis 

dapat dibedakan dalam pengertian sempit dan luas. Jika kita berorientasi pada pengertian sempit 

maka bisnis tidak lain dari fisik. sedang  dalam artiluas, bisnis merupakan usaha yang terkait 

erat dengan dunia ekonomi dan juga politik. Hal ini disebabkan dunia ekonomi dan dunia politik 

pada dasarnyamerupakan suatu hubungan yang saling tergantungan, dan yang turutmencerminkan 

efektivitas suatu warga  dalam gerak usahanya 

Manajemen usaha juga melibatkan pembentukan lingkungan bisnis bagi karyawan dan pengusaha 

sehingga mereka dapat bekerja sama untuk mencapai tujuan organisasi dengan sukses dan 

kompeten. Ini akan memandu sekelompok orang untuk menggabungkan pekerjaan mereka secara 

terencana untuk mencapai tujuan organisasi. 

Paul Hawken menyatakan bahwa Manajemen yang baik yaitu  seni membuat masalah menjadi 

begitu menarik dan pemecahannya begitu konstruktif sehingga setiap orang ingin bekerja dan 

menanganinya. 

Pengelolaan manajemen usaha dibutuhkan dalam konteks internal perusahaan, agar perusahaan 

benar-benar memiliki arah dalam menjalankan usaha, terukur, dan terencana dengan baik. 

Perencanaan usaha juga akan menjadi “controlling tools”, apakah dalam perjalanannya nanti, 

bisnis yang dijalankan berada dalam line yang benar atau tidak. Terutama dalam bisnis yang relatif 

baru, penuh dengan kreatifitas, perencanaan usaha juga semakin dibutuhkan.  

Beberapa manfaat yang diperoleh dari pengelolaan usaha yaitu :  


1. Memilih bisnis yang feasible untuk dijalankan berdasar  studi kelayakan yang 

dilakukan. 

2. Memiliki usaha yang berbadan hukum jelas  

3. Memiliki laporan keuangan (bermanfaat untuk kelangsungan usaha, keuntungan optimal, 

pengajuan kredit)  

4. Memiliki perencanaan pengembangan dan operasional usaha yang jelas. 

2.2. Pentingnya Manajemen Usaha 

Dalam menjalankan sebuah bisnis pasti pernah mengalami beberapa masalah terkait proses 

pemasaran, produksi, maupun penjualan. Di mana masalah-masalah yang timbul ini  biasanya 

terjadi sebab  manajemen usaha yang buruk. 

Manajemen yang buruk dapat mengakibatkan busaha yang dijalankan menjadi kacau bahkan tak 

jarang dapat menyebabkan kerugian. Sebagai pelaku usaha harus memahami dan mengerti akan 

pentingnya mengenal serta menerapkan manajemen dalam usaha. Hal ini merupakan usaha  agar 

tidak terjadi hal buruk pada usaha yang jalankan. 

Pentingnya manajemen usaha tidak dapat diremehkan atau diabaikan sebab  ini yaitu  fakta yang 

terbukti bahwa keberhasilan perusahaan sepenuhnya bergantung pada seberapa baik 

pengelolaannya. Inilah mengapa manajemen bisnis penting untuk bisnis apa pun. 

  

Sebuah perusahaan terdiri dari majikan dan beberapa karyawan yang bekerja sama. Setiap orang 

memiliki tujuan mereka sendiri. Manajemen memberi mereka arah yang sama untuk mencapai 

tujuan mereka bersama. 

Sebagai contoh bahwa tujuan dari sebuah perusahaan yaitu  untuk memaksimalkan output dan 

keuntungan mereka sedang  tujuan seorang karyawan yaitu  untuk mendapat  hasil 

maksimal dari perusahaan baik dari segi gaji maupun pengakuan. 

Manajemen membantu menyelaraskan kedua tujuan ini dengan memakai  strategi motivasi 

karyawan yang efektif yang membuatnya memberi  yang terbaik untuk organisasi. 

Pemanfaatan sumber daya yang tepat sangat penting bagi organisasi yang beroperasi dalam 

lingkungan yang kompetitif. Manajemen membantu dalam pembagian kerja dan mencegah 

karyawan dari kinerja yang buruk atau terlalu terbebani dengan pekerjaan. 

Setiap karyawan memiliki bidangnya masing-masing sesuai dengan keahliannya. Melalui 

manajemen, karyawan diberikan pekerjaan yang sesuai dengan bidang ilmunya. Ini meningkatkan 

kecepatan dan akurasi pekerjaan. 

Selain itu, manajemen juga membuat pekerjaan terstandarisasi sehingga dapat mengurangi 

pemborosan saat  menyangkut sumber daya lainnya. 

Sebagai contoh: 

Manajemen memastikan bahwa orang yang baik dalam penjualan diberikan pekerjaan di 

departemen penjualan saja dan tidak di departemen lain. 

Juga, ini memberinya pelatihan yang tepat untuk memastikan bahwa tidak banyak waktu yang 

terbuang untuk membuatnya belajar selama kunjungan penjualan yang sebenarnya. 

Manajemen membantu menggabungkan semua faktor produktivitas dan mengaturnya. Ini 

melibatkan pemanfaatan sumber daya terbaik yang mencegah pemborosan waktu dan usaha , yang 

pada akhirnya mengurangi pemborosan uang. 

Oleh sebab  itu manajemen memberi  ROI (Return on investment) yang lebih baik. 

Pengurangan biaya membantu dalam mendapat  posisi yang baik di pasar dan membuat 

perusahaan tetap unggul dalam persaingan. 

Tujuan utama perusahaan yaitu  untuk mendapat  hasil yang paling efisien yaitu mencapai 

keuntungan yang maksimal dengan memaksimalkan output dan meminimalkan input. 

Manajemen usaha melibatkan pemanfaatan sumber daya yang optimal dan membantu dalam 

pengurangan biaya. Kedua faktor ini secara konsekuen meningkatkan efisiensi perusahaan. 

Sebuah perusahaan beroperasi dalam lingkungan yang dinamis di mana sejumlah faktor eksternal 

seperti politik, sosial, ekonomi dll mempengaruhi fungsinya.  

Hal ini membuat hampir wajib bagi perusahaan untuk menjadi fleksibel dan mengubah tujuan 

jangka pendek dan gaya kerja sesuai dengan perubahan lingkungan. 

Manajemen membantu perusahaan untuk beradaptasi dengan lingkungan yang berubah agar tetap 

sukses. 

Sebagai contoh Pemimpin dalam makanan cepat saji, McDonald’s, harus membuat banyak 

perubahan dalam menunya untuk bertahan di pasar India yang didominasi oleh vegetarian. 

Manajemen bisnis yang tepat selalu bertujuan untuk berfungsinya organisasi dengan baik dan 

mengurangi tingkat kegagalan. Dengan demikian, membantu mengatasi situasi sulit dan membuat 

organisasi tetap di depan para pesaing. 

Dalam lingkungan bisnis modern, seseorang dapat mengejar organisasi mereka di pasar yang besar 

melalui manajemen yang tepat. 

Manajemen yang baik tidak hanya mengurangi kesulitan tugas namun  juga mencegah pemborosan 

sumber daya yang mahal dan jarang tersedia. 

Manajemen membantu dalam memberi  kualitas layanan dan produk yang baik yang 

meningkatkan standar hidup. Ini juga menghasilkan lebih banyak keuntungan bagi organisasi dan 

dengan demikian memberi  upah yang adil dan menghasilkan lebih banyak kesempatan kerja.  

Berikut di bawah ini ada  tips manajemen usaha yang dapat membantu dalam menjalankan 

usaha yang baik dan menguntungkan. 

Mengelola bisnis kecil melibatkan banyak tugas rutin. Misalnya, harus membantu pelanggan, 

memantau dan mengelola inventaris, mengurus keuangan, dan memastikan karyawan senang, 

hanya untuk beberapa nama. 

Meskipun tugas-tugas mendesak ini tentu saja memerlukan  perhatian, Pebisnis tidak boleh 

membiarkannya lengah untuk fokus pada tujuan jangka panjang Anda. 

Cara terbaik untuk tetap fokus pada tujuan jangka panjang yaitu  dengan menetapkan tujuan 

spesifik dan memantau kemajuan sehingga dapat melihat apakah bergerak ke arah yang benar atau 

tidak.

Oleh sebab  itu, tujuan tidak hanya harus spesifik namun  juga terukur. Harus selalu dapat mengukur 

kesuksesan dalam bentuk uang, persen, atau dengan cara lain apa pun. Dan bagaimana dengan 

tugas-tugas kecil yang baru saja kita sebutkan? Itu membawa kita ke tips berikutnya 

Ada banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan bisnis, dan salah satunya yaitu  kemampuan 

dalam mengelola karyawan. 

Seperti yang telah disebutkan di atas, kurangnya waktu yaitu  salah satu masalah utama bagi 

banyak pengusaha, namun  jika mampu mendelegasikan tugas, maka akan dapat menghemat banyak 

waktu dan tenaga. 

Tentu saja, pebisnis ingin memiliki gambaran umum tentang apa yang sedang dikerjakan oleh 

karyawannya, namun  cobalah untuk tidak melakukan micromanage. 

Pastikan bahwa karyawan dapat mengambil tanggung jawab untuk tugas-tugas yang diperlukan 

dan bertindak tanpa bantuan. diperlukan melatih mereka agar lebih mandiri.  

Pertama-tama, pebisnis dapat mengadopsi teknologi, sebab  pelanggan akan mengharapkan 

teknologi untuk memberi  pengalaman pelanggan yang lebih baik. 

Misalnya, pelanggan mungkin mengharapkan memiliki aplikasi seluler yang nyaman, dan jika 

tidak memilikinya, mereka mungkin merasa kecewa, atau seolah-olah bisnis tidak berpikiran maju 

seperti yang mereka inginkan. 

Membuat bisnis lebih menarik bagi pelanggan yaitu  bagian dari manajemen bisnis. Oleh sebab  

itu, salah satu tips manajemen bisnis yang paling penting yaitu  harus membangun situs web 

berkualitas tinggi. 

Ini mungkin tampak jelas, namun  jika situs web perusahaan dan tidak dapat digunakan, atau lambat, 

atau hanya terlihat sampah maka akan mengecewakan pelanggan sehingga perlu membangun 

kualitas teknologi yang tinggi untuk memudahkan pelanggan untuk membeli atau memakai  

produk secara online. 

Selain itu, situs web sangat penting untuk menyebarkan berita tentang bisnis melalui SEO (dalam 

bentuk blog, namun  juga di halaman utama itu sendiri), dan sebagai hub untuk dukungan pelanggan. 

Selain itu juga harus mengikuti perkembangan di industri. Jika pesaing mulai memakai  

teknologi tertentu dan melihat bahwa mereka telah lebih unggul, maka juga harus 

mempertimbangkan untuk berinvestasi dalam teknologi ini.  

Pendapatan Anda tergantung pada efisiensi Anda. Faktor ini sangat penting untuk usaha kecil, 

sebab  orang yang menjalankan usaha kecil harus berurusan dengan terlalu banyak operasi sehari-

hari dan sering kekurangan waktu untuk menyelesaikan semuanya dengan sukses. 

Dengan meningkatkan efisiensi proses bisnis Anda, Anda dapat memecahkan masalah waktu yang 

terbatas. 

Dalam hal meningkatkan efisiensi, otomatisasi yaitu  salah satu pendekatan terbaik. Ada banyak 

solusi otomatisasi untuk pelacakan inventaris, manajemen anggaran, komunikasi email, dan 

banyak aplikasi lain yang dapat membantu Anda merencanakan hari kerja dan melacak tugas-tugas 

penting. 

Mereka juga dapat dengan mudah disesuaikan dengan ukuran bisnis Anda, sehingga Anda selalu 

dapat menemukan opsi yang paling sesuai untuk Anda. 

Otomatisasi pada bidang manajemen keuangan bisnis juga sangat penting untuk dilakukan. Sebab, 

proses ini  memerlukan  waktu, tenaga, dan biaya yang tidak sedikit jika  dilakukan secara 

manual. , 

Mengelola inventaris Anda yaitu  salah satu tanggung jawab utama Anda sebagai seorang 

manajer. Di sinilah otomatisasi berguna. Ada banyak solusi perangkat lunak yang dapat membantu 

Anda melacak produk yang Anda jual, serta pengirimannya. 

Jika Anda menjual jasa, Anda juga harus mengelola persediaan dan tenaga kerja Anda untuk 

memastikan bahwa pelanggan Anda akan selalu mendapat  apa yang mereka inginkan. 

Sayangnya, banyak pengusaha tidak mengerti mengapa mereka harus fokus pada retensi 

pelanggan, dibandingkan  berusaha untuk mendapat  lebih banyak pelanggan baru. 

Yang benar yaitu  bahwa memperoleh pelanggan baru menghabiskan biaya lima kali lebih banyak 

dibandingkan  mempertahankan yang sudah ada. Selain itu, pelanggan setia bisa sangat menguntungkan, 

sebab  kemungkinan besar Anda akan menjual kepada mereka: mereka akan terus kembali lagi 

dan lagi. 

Oleh sebab  itu, memilih strategi retensi pelanggan yang efektif dapat berdampak besar pada 

pendapatan Anda. Strategi retensi pelanggan yang baik menciptakan pelanggan yang terlibat yang 

ingin mempromosikan merek Anda kepada teman dan kerabat mereka. 

Jadi pastikan hubungan Anda dengan pelanggan Anda tidak berakhir sesudah  mereka melakukan 

pembelian! 

Jika Anda menjalankan bisnis Anda sendiri, jaringan sangat penting. Seseorang yang Anda temui 

yang berada di industri yang sama atau serupa dengan Anda dapat menawarkan beberapa saran 

yang berguna, berbagi kontak yang lebih penting dengan Anda, atau bahkan menjadi seorang 

karyawan. Seringkali, mereka hanya bisa menjadi seseorang yang merekomendasikan produk 

Anda kepada orang lain yang mereka kenal. 

Pertimbangkan jaringan sebagai bagian integral dari alur kerja Anda. Anda harus mengalokasikan 

beberapa waktu dalam jadwal Anda untuk membangun hubungan dengan orang-orang dan 

berusaha mempertahankan hubungan Anda yang sudah ada. 

Cobalah untuk tidak membatasi diri Anda pada komunikasi email dan telepon saja, jika 

memungkinkan; terkadang, lebih baik bertemu orang secara langsung. 

Salah satu alasan paling umum mengapa startup gagal yaitu  sebab  mereka tidak dapat 

menerapkan model bisnis yang sukses. Banyak pemilik bisnis lupa bahwa kesuksesan mereka 

sebagian besar bergantung pada menjaga pengeluaran mereka tetap rendah, terutama jika mereka 

belum memiliki aliran pendapatan yang stabil. 

Jika Anda berpikir untuk menyewa ruang kantor kelas atas atau membeli furnitur mahal, Anda 

harus memahami bahwa hal-hal ini tidak diperlukan untuk pertumbuhan bisnis Anda, dan 

pertumbuhan ini harus menjadi prioritas utama Anda. 

Ini mungkin tampak seperti hal yang menyenangkan untuk dilakukan, namun  fokuslah pada tujuan 

Anda, dan cobalah dan pastikan setiap keputusan selaras dengannya, terutama saat  menyangkut 

keputusan mengenai uang. 

Poin utama dari pemasaran yang sukses yaitu  menyampaikan cerita Anda dan membiasakan 

pelanggan Anda dengan citra merek Anda. Banyak orang membuat keputusan pembelian 

berdasar  apakah pesan dan nilai merek perusahaan sesuai dengan mereka atau tidak. 

Oleh sebab  itu, pastikan Anda memiliki nilai merek yang kuat dan jelas serta narasi yang 

terdefinisi dengan baik. Semua karyawan Anda harus menyadari hal ini dan mengingatnya dalam 

segala hal yang mereka lakukan. 

Ini akan membuatnya lebih mudah untuk menyampaikan pesan-pesan itu kepada audiens target 

Anda – pelanggan potensial. Anda dapat mencoba menuliskannya dan mengirimkannya ke semua 

karyawan Anda, atau memiliki halaman di situs web Anda atau bagian halaman Tentang yang 

didedikasikan untuk nilai merek Anda. 

Jika Anda menjalankan bisnis, Anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi besok. Anda harus 

menghadapi tantangan tak terduga dan keputusan sulit. 

Jadi ingat: jangan menyerah! Ikuti saran kami dan miliki tujuan yang jelas, berinvestasilah dalam 

teknologi, perlakukan karyawan Anda dengan baik, dan kelola waktu dan uang Anda secara 

efektif, dan Anda akan siap menghadapi apa pun yang dunia bisnis berikan kepada Anda. 

Bekerjalah yang keras, buat keputusan yang tepat, dan tetap berpegang pada tujuan Anda. 

  

Kewirausahaan sangat menantang sehingga tidak mengherankan jika banyak pengusaha merasa 

frustrasi saat  mereka gagal mengelola bisnis mereka dengan benar. 

Semoga tips ini  dapat membantu umtuk fokus pada aspek bisnis yang tepat sehingga dapat 

mencapai tujuan jangka panjang dan berkembang, apa pun tantangan yang harus dihadapi. 

  

Anggaran  merupakan “suatu rencana rinci yang memperlihatkan 

bagaimana sumber-sumber daya diharapkan akan diperoleh dan dipakai selama periode waktu 

tertentu". Sehingga dapat dinyatakan bahwa anggaran merupakan suatu rencana keuangan dalam 

kaitannya dengan pengelolaan sumber daya perusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan.  

Ada beberapa pengertian yang berbeda mengenai anggaran menurut para ahli : 

1. Anthony dan Govindarajan (2005: 90), mendefinisikan anggaran sebagai sebuah 

rencana keuangan, biasanya mencakup periode satu tahun dan merupakan alat-alat untuk 

perencanaan jangka pendek dan pengendalian. 

2. Hansen dan Mowen (2004: 354), anggaran merupakan suatu rencana kuantitatif 

dalam bentuk moneter maupun nonmoneter yang digunakan untuk menerjemahkan tujuan 

dan strategi perusahaan dalam satuan operasional.  

3. Mulyadi (2001: 488), anggaran merupakan suatu rencana kerja yang dinyatakan 

secara kuantitatif yang diukur dalam satuan moneter standar dan satuan ukuran yang lain 

yang mencakup jangka waktu satu tahun.  

4. Munandar (2000), mendefinisikan anggaran sebagai suatu rencana yang disusun 

secara sistematis, yang meliputi seluruh kegiatan perusahaan yang dinyatakan dalam unit 

(kesatuan) moneter dan berlaku untuk jangka waktu (periode) tertentu yang akan datang.  

5. Supriyono (1990: 15), penganggaran merupakan perencanaan keuangan 

perusahaan yang dipakai sebagai dasar pengendalian (pengawasan) keuangan perusahaan 

untuk periode yang akan datang. Anggaran merupakan suatu rencana jangka pendek yang 

disusun berdasar  rencana kegiatan jangka panjang yang telah ditetapkan dalam proses 

penyusunan program.  

Dari pengertian ini  di atas, maka dapat terlihat bahwa anggaran terdiri dari 4 unsur yaitu:  

1. Rencana. 

Merupakan langkah penentuan aktivitas yang akan dilakukan di masa yang akan datang 

dalam usaha  mencapai tujuan yang telah ditentukan. Anggaran merupakan rencana yang 

telah disusun terlebih dahulu untuk memberi  arah bagi kegiatan-kegiatan perusahaan.  

2. Meliputi seluruh kegiatan perusahaan  

Anggaran mencakup semua kegiatan yang akan dilakukan oleh seluruh bagian yang ada 

dalam perusahaan. Anggaran berfungsi sebagai pedoman kerja sehingga harus mencakup 

seluruh kegiatan perusahaan.  

3. Satuan moneter  

Anggaran dinyatakan dalam unit moneter sehingga dapat diterapkan pada berbagai 

kegiatan perusahaan yang bermacam-macam. Satuan moneter berguna untuk 

menyeragamkan semua kegiatan perusahaan yang berbeda-beda sehingga mudah untuk 

dibandingkan dan dianalisa.  

4. Jangka waktu tertentu yang akan datang Menunjukkan bahwa anggaran disusun dan 

berlaku untuk waktu yang akan datang. Anggaran merupakan perkiraan atau taksiran dalam 

bentuk moneter yang disediakan untuk melakukan kegiatan-kegiatan perusahaan di masa 

yang akan datang.  

Jika dikaitkan dengan masalah waktu anggaran, dikenal dua macam anggaran: 

a) Anggaran strategis (strategic budget), anggaran yang berlaku untuk jangka panjang.  

b) Anggaran taktis (tactical budget), anggaran yang berlaku untuk jangka pendek. 

Untuk dapat memilih jangka waktu berlakunya anggaran secara lebih tepat, ada 

beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan yaitu: luas pasar penjualan produk yang 

dihasilkan; posisi perusahaan dalam persaingan; jenis produk yang dihasilkan 

perusahaan;t ersedianya data dan informasi untuk melakukan penaksiran (forecasting); 

keadaan perekonomian pada umumnya.  

Y. Supriyanto (1985) mendefinisikan anggaran sebagai suatu proses, sejak dari tahap persiapan 

yang diperlukan sebelum dimulainya penyusunan rencana, pengumpulan berbagai data dan 

informasi yang diperlukan. Pembagian tugas perencanaan, penyusunan rencana itu sendiri, 

implementasi dari rencana ini , sampai pada akhirnya tahap pengawasan dan evaluasi dari 

hasil-hasil pelaksanaan rencana.  

berkata-kata  bahwa suatu anggaran memiliki  karakteristik sebagai berikut.  

1. Dinyatakan dalam satuan keuangan (moneter), walaupun angkanya berasal dari angka yang 

bukan satuan keuangan.  

2. Mencakup kurun waktu satu tahun.  

3. Menyangkut komitmen manajemen, yaitu manajer setuju untuk menerima tanggung jawab 

untuk mencapai sasaran yang telah dianggarkan. 

4. Usulan anggaran dinilai dan disetujui oleh orang yang memiliki  wewenang lebih tinggi 

dibandingkan  yang menyusunnya.  

5. Jika anggaran sudah disahkan, maka anggaran ini  tidak dapat diubah, kecuali dalam 

hal kasus.  

6. Hasil aktual akan dibandingkan dengan anggaran seperti periodik, dan varians yang terjadi 

dianalisis dan dijelaskan.  

Anggaran yaitu  suatu komponen penting dalam perencanaan. Anggaran merupakan sebuah 

sistem yang bertujuan untuk mengarahkan langkah perusahaan di waktu yang akan datang dalam 

usaha  mencapai tujuannya. Tanpa adanya penganggaran yang baik, pihak manajemen tidak dapat 

mewujudkan kinerja manajerial yang efektif dan efisien. 

Banyak manajer departemen bertanggung jawab untuk melacak anggaran departemen. Ini berarti 

mereka harus memantau bagaimana departemen mereka memakai  sumber daya keuangan, 

menghasilkan pendapatan, dan mencapai tujuan bisnis, itu sebabnya manajemen anggaran sangat 

penting untuk bisnis. 

Mempelajari langkah-langkah untuk mengelola manajemen anggaran yang ada dapat membantu 

pemilik bisnis atau manajer mengambil tanggung jawab ini secara lebih efektif. 

Secara umum budget atau anggaran yaitu  proses perkiraan atau memperhitungkan antara harta 

atau pendapatan yang dimiliki dengan pengeluaran untuk kebutuhan di masa mendatang. 

Dasar perkiraannya pun berbagai macam yaitu data, peristiwa di masa lalu, risiko di masa depan. 

Perkiraan-perkiraan ini  kemudian dianalisis dan diukur dengan kemampuan Anda untuk 

memenuhi tujuan yang ingin dicapai. 

Singkatnya, budgeting yaitu  proses dimana Anda memperkirakan berapa uang yang harus Anda 

keluarkan berdasar  kemampuan Anda mengeluarkan uang ini . 

Namun, anggaran juga bukan hanya sebatas pada keuangan pribadi tapi juga keuangan bisnis yang 

disebut dengan anggaran perusahaan. 

Anggaran perusahaan sendiri yaitu  sebuah paket rencana yang disusun sesuai dengan tujuan yang 

akan dicapai oleh perusahaan dalam satu periode mendatang yang diukur dengan satuan unit 

moneter. 

Penganggaran juga termasuk bagian dari ilmu mikro ekonomi yang menunjukkan bagaimana 

sebuah organisasi atau perusahaan melakukan trade-off yaitu meletakkan aspek tertentu dan 

mengganti aspek lainnya untuk mendapat  goals yang akan dicapai organisasi atau perusahaan 

ini . 

Seperti yang sudah dijelaskan di atas manfaat dan tujuan anggaran yaitu  memberi  gambaran 

pada perusahaan atau organisasi terhadap bottom line atau goals yang akan dicapai pada periode 

tertentu. 

Lalu fungsi lainnya dari penganggaran atau budgeting yaitu: 

A. Sebagai bentuk komunikasi bottom-up kepada pihak manajemen tinggi atau pihak terkait 

dalam suatu proyek atau pekerjaan pada periode tertentu. Sehingga manajemen tahu apa 

yang menjadi prioritas pengeluaran. 

B. Sebagai bahan penilaian kelayakan suatu pekerjaan atau proyek yang akan dilakukan. 

C. Sebagai bahan review perencanaan terhadap keuangan organisasi atau perusahaan untuk 

menentukan resource apa yang pantas digunakan berdasar  nilai keuangan. 

D. Sebagai alat ukur, pembanding, evaluasi, kontrol terhadap performa kegiatan atau proyek 

yang telah dikerjakan. 

E. Memastikan bisnis berjalan sesuai rencana dan komitmen. Sehingga segala pengeluaran 

terukur. 

F. Mengukur sisa keuangan yang nantinya bisa digunakan untuk periode selanjutnya. 

G. Sebagai acuan dalam mengambil keputusan dalam menerapkan metode pelaksanaan 

sehingga sumber daya yang tersedia dapat dimaksimalkan. 


Proses ini  membuat manajer mempertimbangkan bagaimana kondisi dapat berubah dan 

langkah apa yang perlu mereka ambil, sementara juga memungkinkan manajer untuk memahami 

bagaimana mengatasi masalah saat  masalah itu muncul.  

Penganggaran mendorong dorong  manajer untuk membangun hubungan dengan bagian lain dari operasi 

dan memahami bagaimana berbagai departemen dan tim berinteraksi satu sama lain dan 

bagaimana mereka semua mendukung organisasi secara keseluruhan. 

Mengkomunikasikan rencana kepada manajer merupakan aspek sosial yang penting dari proses, 

yang memastikan bahwa setiap orang mendapat  pemahaman yang jelas tentang bagaimana 

mereka mendukung organisasi. 

Ini mendorong dorong  komunikasi tujuan, rencana, dan inisiatif individu, yang semuanya bersatu untuk 

mendukung pertumbuhan bisnis. Hal ini juga memastikan individu yang tepat dibuat bertanggung 

jawab untuk mengimplementasikan anggaran. 

Penganggaran membuat manajer fokus pada partisipasi dalam proses anggaran. 

Ini memberi  tantangan atau target bagi individu dan manajer dengan menghubungkan 

kompensasi dan kinerja mereka relatif terhadap anggaran. 

Manajer dapat membandingkan pengeluaran aktual dengan anggaran untuk mengontrol aktivitas 

keuangan. 

Penganggaran menyediakan sarana untuk menginformasikan manajer tentang seberapa baik 

kinerja mereka dalam memenuhi target yang telah mereka tetapkan. 

Kerangka anggaran yang kuat dibangun di sekitar anggaran induk yang terdiri dari anggaran 

operasional, anggaran belanja modal, dan anggaran kas. 

Anggaran gabungan menghasilkan laporan laba rugi yang dianggarkan, neraca, dan laporan arus 

kas.  

Pendapatan dan biaya terkait dalam operasi sehari-hari dianggarkan secara rinci dan dibagi ke 

dalam kategori utama seperti pendapatan, gaji, tunjangan, dan biaya non-gaji. 

Anggaran operasi atau operasional, menguraikan dana yang Anda perlukan untuk membuat bisnis 

Anda berjalan secara efisien dan sukses selama suatu periode. 

Ini terdiri dari semua pendapatan dan pengeluaran yang diharapkan perusahaan Anda gunakan 

untuk operasinya. 

Anggaran operasional biasanya merinci hal-hal seperti biaya tetap dan variabel, pendapatan, dan 

pengeluaran lainnya. 

Seperti anggaran bisnis biasa, banyak bisnis cenderung membuat anggaran operasional tahunan 

baru di akhir tahun. 

Dengan begitu, mereka dapat merencanakan anggaran mereka sepanjang tahun dan menetapkan 

tujuan keuangan. Namun, tidak ada yang diatur dalam batu. 

Sebuah bisnis dapat mengubah anggaran operasinya sepanjang tahun (misalnya, setiap bulan) 

untuk memastikannya up-to-date dengan setiap perubahan operasional. 

Membuat anggaran operasional dapat bermanfaat bagi bisnis kecil Anda. Anggaran operasional 

dapat: 

a.  Membantu Anda mengelola pengeluaran saat ini 

b. Memproyeksikan biaya masa depan 

c. Kurangi hutang bisnis 

d. Menetapkan akuntabilitas keuangan 

e. Bantu bisnis Anda tetap pada jalurnya 

Jadi definisi sederhana dari anggaran operasi yaitu  dokumen yang memperhitungkan input dan 

output keuangan bisnis (pendapatan dan pengeluaran) untuk jangka waktu tertentu. 

Semakin pendek periode waktu yang dicakup oleh anggaran operasional, semakin akurat anggaran 

ini . 

Banyak bisnis menyelesaikan anggaran operasional untuk kuartal fiskal pada suatu waktu, 

misalnya, atau bahkan hingga satu tahun. 

Perusahaan dan organisasi memakai  anggaran operasi untuk merencanakan keputusan bisnis 

dan mengikuti perubahan dalam situasi keuangan mereka. 

Anggaran operasional dapat bervariasi dari bisnis ke bisnis. Beberapa bisnis mungkin memerlukan 

bagian yang berbeda atau tambahan untuk anggaran mereka dibandingkan  yang lain. 

Sejumlah anggaran lain membentuk anggaran operasional Anda. Meskipun dapat bervariasi, 

beberapa komponen utama anggaran operasional mencakup bagian-bagian berikut: 

Bagian dari anggaran operasional Anda yaitu  membuat anggaran penjualan. Anggaran penjualan 

Anda menjabarkan proyeksi berapa banyak layanan dan/atau produk yang akan dijual bisnis Anda 

dan berapa banyak pendapatan yang akan Anda peroleh dari penjualan ini . 

Memproyeksikan penjualan bisnis Anda memungkinkan Anda untuk merencanakan dan 

melakukan penyesuaian terhadap pengeluaran Anda. 

Untuk membuat anggaran penjualan Anda, mulailah dengan membuat daftar semua produk dan 

layanan yang dijual perusahaan Anda. 

Juga termasuk masing-masing poin harga mereka. sesudah  Anda membuat daftar, lihat angka 

penjualan tahun sebelumnya untuk memproyeksikan berapa banyak setiap produk/layanan yang 

Anda rencanakan untuk dijual setiap bulan di tahun mendatang. 

Ingatlah bahwa hal-hal seperti ekonomi, kebijakan harga, dan pesaing dapat memengaruhi 

anggaran penjualan Anda. Pikirkan tentang faktor-faktor ini saat membuat anggaran penjualan 

Anda.  

Komponen lain dari anggaran operasi yaitu  anggaran produksi. Anggaran produksi Anda 

memberi tahu Anda berapa banyak unit setiap produk yang harus diproduksi untuk memenuhi 

kebutuhan penjualan dan persyaratan inventaris. 

Anggaran produk dan penjualan Anda berjalan beriringan. Gunakan anggaran penjualan Anda 

untuk membantu membuat anggaran produksi Anda (misalnya, unit yang Anda harapkan untuk 

dijual sepanjang tahun). 

Untuk menyusun anggaran produksi tahunan, kumpulkan informasi berikut: 

1)  Perkiraan jumlah unit yang akan terjual (berdasar  data tahun lalu) 

2) Tingkat persediaan akhir yang diperlukan 

3) Jumlah unit di inventaris awal Anda, jika ada 

Hitung jumlah unit yang harus diproduksi untuk setiap produk dengan memakai  rumus di 

bawah ini: 

Unit yang Diproduksi = Penjualan Unit yang Diharapkan + Unit dalam Persediaan Akhir – 

Unit dalam Persediaan Awal 

Gunakan rumus untuk menghitung jumlah unit yang perlu Anda produksi untuk setiap barang 

Anda. 

Anggaran produksi Anda juga membantu menentukan aspek lain dari anggaran operasional Anda 

nanti, termasuk bahan langsung, tenaga kerja langsung, dan anggaran overhead   

sesudah  Anda membuat anggaran penjualan dan produksi, saatnya untuk menetapkan anggaran 

bahan langsung. Anggaran bahan langsung Anda menentukan jumlah unit bahan baku yang perlu 

dibeli oleh bisnis Anda untuk proses produksinya. 

Bahan mentah dapat mencakup hal-hal seperti baja, bensin, kayu, atau plastik.Anggaran bahan 

langsung memakai  jumlah unit yang akan diproduksi dari anggaran produksi Anda. 

Ini juga mencakup tingkat persediaan akhir yang diperlukan untuk bahan baku dan jumlah unit 

dalam persediaan awal (jika ada). 

Anggaran bahan langsung menyatakan biaya dan jumlah setiap jenis bahan baku yang dibutuhkan 

bisnis. Siapkan anggaran bahan langsung yang terpisah untuk setiap jenis bahan baku.  

sesudah  Anda menetapkan anggaran bahan langsung untuk periode mendatang, Anda perlu 

membuat anggaran tenaga kerja langsung. 

Anggaran tenaga kerja langsung menunjukkan jumlah jam tenaga kerja langsung dan biaya tenaga 

kerja untuk menentukan total biaya tenaga kerja langsung. 

Jam untuk tenaga kerja langsung ditentukan oleh hubungan antara tenaga kerja dan output. 

Anda dapat menemukan unit tenaga kerja langsung Anda dengan melihat komponen anggaran 

produksi Anda (misalnya, unit yang akan diproduksi). 

Untuk menemukan biaya tenaga kerja langsung untuk suatu periode, ambil jumlah unit yang Anda 

rencanakan untuk diproduksi (dari anggaran produksi Anda) dan kalikan dengan jam tenaga kerja 

langsung per unit (berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk memproduksi satu unit). 

Kemudian, ambil totalnya dan kalikan dengan berapa biaya yang Anda keluarkan untuk 

memproduksi satu unit per jam (misalnya, berapa biaya tenaga kerja). 

Total Jam Tenaga Kerja Langsung = Unit untuk Memproduksi X Jam Tenaga Kerja 

Langsung Per Unit 

Biaya Tenaga Kerja Langsung = Total Jam Tenaga Kerja Langsung X Biaya Per Jam 

Anggaran overhead Anda mencakup biaya overhead variabel dan tetap untuk tahun ini  (atau 

periode lain). Biaya variabel dapat bervariasi berdasar  aktivitas penjualan Anda (mis., komisi 

dan tenaga kerja langsung). Misalnya, jika penjualan tinggi, biaya variabel Anda meningkat. Biaya 

variabel Anda berfluktuasi dari bulan ke bulan. 

Biaya tetap tetap sama, terlepas dari penjualan Anda. Itu yaitu  biaya yang harus Anda bayar 

untuk menjalankan bisnis Anda (misalnya, sewa dan asuransi). Tidak seperti biaya variabel, biaya 

tetap biasanya tetap sama setiap bulannya. 

Cantumkan semua biaya overhead variabel dan tetap Anda di bagian anggaran overhead Anda.  

Sertakan bagian pengeluaran umum dan administrasi dalam anggaran operasional Anda. 

Komponen ini mencakup biaya operasional tetap dan variabel untuk area umum dan administrasi 

bisnis Anda. 

Seperti anggaran overhead Anda, perinci pengeluaran tetap dan variabel Anda untuk anggaran 

umum dan administrasi Anda. 

Sekali lagi, biaya tetap dapat mencakup hal-hal seperti utilitas dan gaji, sedang  biaya variabel 

dapat berupa bahan langsung dan komisi penjualan. 

Sertakan semua pengeluaran umum dan administrasi Anda untuk tahun ini dalam bagian anggaran 

Anda ini. 

Beberapa anggaran operasi juga mencakup biaya modal, atau uang yang dikeluarkan untuk 

memelihara aset seperti gedung dan fasilitas, namun  beberapa tidak. 

Pertimbangkan dampak biaya modal pada pendapatan dan pengeluaran Anda saat memutuskan 

apakah akan memasukkan item ini ke dalam anggaran operasional Anda atau di tempat lain. 

Jika Anda kesulitan membuat dan mengkalkulasi data anggaran operasional secara manual, Anda 

bisa mencoba memakai  software akuntansi yang memiliki fitur terlengkap seperti Kledo. 

Kledo yaitu  software akuntansi yang akan memudahkan Anda dalam membuat laporan keuangan 

yang mendalam dan memudahkan Anda dalam mengambil keputusan, termasuk dalam membuat 

anggaran. 

 Operasional 

Sekarang sesudah  Anda tahu komponen dalam membuat anggaran operasi, mari kita lihat 

contohnya dalam sebuah bisnis. 

Untuk contoh ini, kita akan memakai  hal sederhana dan melihat anggaran operasi tahunan. 

Perlu diingat bahwa Anda dapat memakai  periode apa pun yang Anda inginkan saat membuat 

anggaran operasional bisnis Anda (misalnya, triwulanan, bulanan, dll.). 

Katakanlah bisnis Anda menjual topi. Anda berharap untuk menjual 5.000 topi (alias unit) tahun 

depan. Anda menjual setiap topi seharga 30.000 masing-masing, membuat total penjualan Anda 

untuk tahun 150.000.000 (5.000 X 30.000). 

Anggaran penjualan Anda untuk tahun depan akan terlihat mirip dengan ini: 

Uraian Total Tahunan 

Unit 5.000 

Harga Jual 30.000 

Total Penjualan 150.000 

 

Untuk contoh ini, katakanlah Anda hanya menjual satu jenis topi. Sekali lagi, Anda berharap untuk 

menjual 5.000 topi / unit tahun depan (dari anggaran penjualan Anda). 

Persediaan akhir yang diperlukan yaitu  200 topi dan inventaris awal Anda yaitu  500. Lihatlah 

seperti apa anggaran produksi Anda: 

 

 

 

 

berdasar  anggaran produksi di atas, Anda perlu menghasilkan 4.700 sepanjang tahun. 

Selanjutnya, mari kita lihat anggaran bahan langsung Anda. berdasar  anggaran produksi Anda, 

Anda memiliki 4.700 unit untuk diproduksi tahun depan. 

Anda memerlukan  dua potong kain untuk membuat setiap topi. Biaya per unit Anda yaitu  

1.000. Anda tidak memiliki persediaan akhir yang diperlukan. Namun, Anda memiliki persediaan 

awal 1.000 unit kain. 

Lihatlah cara memecah anggaran bahan langsung Anda: 

Unit untuk Memproduksi 

4.700 

Kain Per Unit 

Persediaan Akhir yang Diperlukan 

Total Unit yang Diperlukan (Unit untuk 

Menghasilkan Kain X Per Unit + 

Persediaan Akhir yang Diperlukan) 

9.400 

Inventaris Awal 

1.000 

Unit untuk Pembelian (Total Unit 

Diperlukan – Persediaan Awal) 

8.400 

Biaya Per Unit 

1.000 

Biaya Bahan Baku 

8.400.000 

 

32 

 

Untuk anggaran tenaga kerja langsung Anda, dibutuhkan tiga jam kerja untuk membuat satu topi, 

dan setiap jam kerja berharga 12.000. 

Biaya Anda untuk tenaga kerja langsung yaitu  28.200.000. Inilah bagaimana anggaran tenaga 

kerja langsung Anda untuk tahun ini akan terlihat: 

Unit untuk Memproduksi 

4.700 

Jam Kerja Langsung Per Unit 

0.5 

Total Jam Kerja Langsung (Unit untuk 

Menghasilkan X Jam Kerja Langsung 

Per Unit) 

2.350 

Biaya Per Jam Kerja 

12.000 

Biaya Tenaga Kerja Langsung (Total 

Jam Kerja Langsung X Biaya Per Jam 

Kerja) 

28.200.000 

 

Sekali lagi, anggaran overhead Anda mencakup biaya tetap dan variabel. Anda memiliki biaya 

tetap dan variabel dalam contoh ini. Periksa seperti apa bagian anggaran overhead Anda 

dari anggaran operasi Anda: 

Biaya Variabel 

 

Pemeliharaan 

2.000.000 

Total Biaya Variabel 

2.000.000 

Biaya Tetap 

 

Sewa 

12.000.000 

Asuransi 

1.800.000 

Total Biaya Tetap 

13.800.000 

Total Biaya Overhead (Total Biaya 

Variabel + Total Biaya Tetap) 

15.800.000 

Total Jam Kerja Langsung 

2.350 

 

33 

 

Tarif Overhead (Total Biaya Overhead / 

Total Jam Kerja Langsung) 

6.723 

 

Untuk anggaran pengeluaran umum dan administrasi, Anda juga memiliki beberapa biaya 

tetap dan variabel. Berikut yaitu  apa yang akan terlihat seperti: 

Biaya Variabel 

 

Tidak 

Biaya Tetap 

 

Perlengkapan Kantor 

1.000.000 

Utilitas 

1.800.000 

Total Biaya Umum dan Administrasi 

2.800.000 

 

Anda memiliki anggaran sebesar 2.800.000 untuk biaya umum dan administrasi Anda. 

3.3.2. Anggaran Modal 

Anggaran modal biasanya permintaan untuk pembelian aset besar seperti properti, peralatan, atau 

sistem TI yang menciptakan tuntutan besar pada arus kas organisasi. 

Tujuan anggaran modal yaitu  untuk mengalokasikan dana, mengendalikan risiko dalam 

pengambilan keputusan, dan menetapkan prioritas. 

 

3.3.3. Anggaran Kas 

Anggaran kas atau yang dalam bahasa inggris dikenal dengan istilah cash budget merupakan 

sebuah anggaran yang disusun oleh perusahaan untuk membuat perkiraan penerimaan dan 

pengeluaran kas dalam suatu periode tertentu. 

Selain untuk membuat taksiran kas, cash budget juga berfungsi untuk menjaga likuiditas aset 

perusahaan. Sehingga penyusunan cash budget mutlak dilakukan oleh entitas bisnis. 

Guna efisiensi dan efektivitas manajemen kas, perusahaan harus memiliki  planning jika  

terjadi kekurangan atau kelebihan kas. 

jika  perusahaan sedang mengalami kekurangan kas, maka dapat diantisipasi dengan mencari 

sumber dana lain untuk mendapat  suntikan dana tunai. 

sedang  jika perusahaan sedang mengalami surplus kas, maka kelebihan dana ini  dapat 

dimanfaatkan untuk menambah investasi perusahaan. 

Anggaran kas yaitu  proyeksi, dan sebab  itu bergantung pada proyeksi lain untuk memberi  

dasar perhitungannya. 

Ketergantungan ini berarti bahwa keakuratan anggaran kas ditentukan oleh keakuratan informasi 

yang digunakan untuk membuat proyeksinya, dengan data dasar yang lebih akurat memungkinkan 

Anda untuk lebih akurat memproyeksikan kinerja selama periode waktu yang ditetapkan. 

Saat menghitung anggaran kas, pertama-tama identifikasi kebutuhan dan peluang arus kas 

perusahaan selama periode waktu yang Anda nilai. 

Bentuk kebutuhan yang umum termasuk kewajiban pinjaman, pembayaran kepada pemangku 

kepentingan dan biaya operasional. Peluang dalam satu periode antara lain investasi, pendanaan 

baru dari pinjaman dan pendapatan operasional. 

Anggaran kas digunakan sebagai bagian penting dari perencanaan perusahaan, sebab  

menunjukkan apakah perusahaan memiliki cukup kas yang tersedia untuk menutupi biaya pada 

periode yang dinilai. 

Hasil negatif dari penilaian anggaran kas berarti bahwa perusahaan tidak dapat menutupi biaya 

operasi jika proyeksi akurat, dan mungkin perlu mengambil pinjaman atau mencari opsi pendanaan 

tambahan untuk melakukan pembayaran. 

Seperti yang sudah kita singgung pada paragraf di atas, cash budget memiliki  fungsi untuk 

menaksir alur penerimaan dan pengeluaran kas perusahaan serta menjaga likuiditas aset 

perusahaan. 

Namun, masih ada fungsi lainnya, ya. Nah di bawah ini merupakan tujuan penyusunan cash 

budget yang wajib hukumnya untuk Kawan Kledo ketahui. 

a. Untuk mengetahui keadaan kas perusahaan apakah mengalami surplus atau justru defisit. 

b. Sebagai alat untuk memantau keadaan kas secara kontinyu. 

c. Melakukan penyesuaian kas dengan seluruh modal kerja, biaya yang dikeluarkan, utang 

yang dilakukan, serta perolehan pendapatan penjualan. 

d. Menunjukkan gambaran posisi kas akhir pada setiap periode akuntansi serta semua 

kegiatan operasional yang berkaitan dengannya. 

e. Memeriksa kemungkinan terjadinya kelebihan maupun kekurangan kas serta mengambil 

keputusan untuk mengantisipasinya. 

f. Sebagai alat tolak ukur keberhasilan target yang telah dibuat perusahaan. 

g. Sebagai alat koordinasi dan integrasi seluruh kegiatan operasional perusahaan.  

saat  mengklasifikasikan anggaran kas, orang biasanya membaginya menjadi dua kategori. 

A. Anggaran kas jangka pendek  

Mencakup periode yang diukur dalam minggu atau bulan, sedang  anggaran kas jangka panjang 

mencakup periode tahun. Anggaran kas satu tahun kadang-kadang disebut sebagai anggaran kas 

perantara. 

Anggaran kas jangka pendek memungkinkan Anda untuk menguji kelangsungan hidup jangka 

pendek sebuah perusahaan. Mereka paling bermanfaat saat  memeriksa keberlanjutan kewajiban 

yang dihadapi perusahaan secara teratur. 

Anggaran kas jangka pendek perusahaan dapat memverifikasi bahwa mereka mampu memenuhi 

tuntutan seperti gaji, tagihan, sewa, dan biaya produksi. Ini akan sering mencakup proyeksi 

keuangan berdasar  penjualan dan tagihan akun. 

B. Anggaran kas jangka panjang 

 memberi  gambaran yang lebih baik tentang kelangsungan hidup perusahaan. 

dibandingkan  berfokus pada metrik individu seperti dalam anggaran kas jangka pendek, anggaran kas 

jangka panjang biasanya memakai  penilaian tingkat makro perusahaan seperti laporan 

triwulanan. 

Anggaran kas jangka panjang yaitu  alat yang berguna untuk tugas-tugas yang mencakup 

penentuan nilai perusahaan sebagai investasi dengan membuat proyeksi bagaimana perusahaan 

dapat tumbuh selama beberapa tahun. 

Jangka waktu yang lebih lama pada anggaran kas jangka panjang memerlukan  lebih banyak 

proyeksi, yang dapat menyebabkan peningkatan ketidakpastian. Namun, itu juga dapat 

memberi  wawasan berharga tentang peluang perusahaan untuk sukses dalam jangka panjang. 

 

36 

 

 

3.3.3.2. Metode Penyusunan Anggaran Kas 

Secara umum, ada  3 macam metode penyusunan cash budget yakni metode penerimaan dan 

pembayaran, metode untung dan rugi yang disesuaikan, serta metode neraca. 

A. Metode Penerimaan dan Pembayaran 

 Metode ini, cash budget berbentuk kolom yang memiliki  dua bagian. Bagian pertama 

merupakan bukti tanda terima sedang  bagian kedua yaitu bukti pembayaran. 

Adapun untuk menghitung kas dengan metode ini memakai  rumus total penerimaan ditambah 

dengan saldo kas awal kemudian dikurangi jumlah pembayaran untuk mengetahui nilai saldo akhir 

kas. 

jika  jumlah penerimaan lebih besar dibandingkan  pembayaran menandakan terjadi surplus kas. 

Namun jika yang terjadi sebaliknya, menandakan terjadi defisit kas. 

B. Metode Untung dan Rugi yang Disesuaikan 

Nama lain metode ini yaitu metode laporan arus kas. Metode ini bertujuan untuk memberi  

laporan pendapatan dan pengeluaran secara lebih terperinci guna kepentingan perencanaan jangka 

panjang perusahaan. 

Jika suatu perusahaan memakai  metode ini, maka keuntungan yang dapat dianggap setara 

dengan jumlah kas yang tersedia. Kas yang dimaksud dapat berupa kas tunai maupun kas non-

tunai. 

Penghitungan keuntungan dapat dihitung dengan cara melakukan penyesuaian antara laba di saldo 

akhir kas ditambah dengan penyusutan yang terjadi, stok barang, provisi, piutang pendapatan, 

penurunan utang, kenaikan pinjaman yang diberikan kemudian dikurangi dividen, penambahan 

jumlah utang, pembayaran laba investor, penambahan stok barang, dan penurunan pinjaman. 

Ada beberapa komponen yang perlu diperhatikan dalam menyusun anggaran dengan 

memakai  metode ini, yaitu: 

a. Saldo awal yang diharapkan. 

b. Laba bersih pada periode berjalan. 

c. Perubahan yang terjadi pada aset dan utang lancar. 

d. Penerimaan dan pengeluaran terhadap modal. 

e. Pembayaran dividen kepada pemegang saham. 

C. Metode Neraca 

Sebenarnya metode ini mirip dengan metode laporan arus kas. Hanya saja, dalam metode ini 

seluruh item dicatat pada masing-masing pos rekening kecuali kas. 

Nah, ada dua aturan untuk melakukan penilaian cash budget dengan metode ini. 

Pertama, jika  sisi utang lebih besar saldonya dibandingkan dengan sisi aset, maka untuk 

menyamakan kedua sisi memakai  kas yang tersedia di bank. 

Kedua, jika saldo pada sisi aset lebih besar dibandingkan  sisi utang maka perlu dilakukan overdraft 

dengan cara melakukan perlakuan terhadap kredit dari bank saat  saldo pada rekening 

memiliki  nominal 0.  

sesudah  mengetahui definisi, tujuan, beserta jenis-jenis metode penyusunan cash budget, 

selanjutnya kami akan menyampaikan informasi bermanfaat cara mudah menyusun anggaran kas. 

Berikut tips mudah menyusun anggaran kas 

a. Melakukan analisis besaran kas yang masuk ke perusahaan. Langkah ini 

merupakan hal dasar untuk persiapan penyusunan cash budget. saat  memulai sebuah 

bisnis, harus memiliki  saldo kas awal serta melakukan perkiraan berapa target kas yang 

harus diperoleh setiap bulannya. 

b. Memperkirakan arus keluar perusahaan. Selain kas keluar, juga harus membuat 

rancangan anggaran kas keluar setiap bulannya. Misalnya pembelian perlengkapan, 

membayar beban sewa, beban listrik, dan gaji karyawan. 

c. Pastikan arus kas yang masuk lebih besar dibandingkan  kas keluar. Susaha  bisnis 

mendapat  keuntungan, tentu saja kas yang didapat harus lebih besar dari pengeluaran. 

jika  yang terjadi sebaliknya, berarti kerugian yang terjadi. Oleh sebab  itu berhati-hatilah 

dalam mengelola kas.

d. Saldo awal bulan selanjutnya merupakan saldo akhir bulan sebelumnya. Misalnya, 

pada akhir bulan Agustus tercatat saldo akhir kas sebesar 10 juta. Nah, kas 10 juta inilah 

yang menjadi saldo kas awal untuk bulan September. 

e. Carilah sumber dana lain saat arus kas berubah negatif. Jika arus kas negatif 

menandakan bahwa perusahaan sedang mengalami kekurangan kas. Maka disarankan untuk 

mengambil pinjaman dana dari pihak lain untuk melakukan pembiayaan. Sehingga arus kas 

dapat berubah menjadi positif kembali. 

f. Menyusun anggaran kas secara konsisten. Cash budget merupakan pegangan dalam 

mengatur bisnis. Dengan rutin melakukan cash budget, tentu akan memberi dampak besar 

bagi bisnis. 

Saat Anda melakukan manajemen anggaran, Anda akan melihat bahwa proses penganggaran 

bisnis dimulai dengan melihat ke belakang pada pendapatan dan pengeluaran Anda sebelumnya. 

Semakin lama Anda menjalankan bisnis, semakin mudah proses ini, sebab  Anda akan memiliki 

lebih banyak data untuk dilihat kembali saat Anda beralih ke pembuatan anggaran yang 

berorientasi pada masa depan. 

Namun, jika bisnis Anda masih baru, Anda mungkin harus melakukan penelitian yang lebih 

ekstensif tentang biaya umum dalam industri atau area Anda untuk mengumpulkan perkiraan kerja 

untuk perkiraan keuangan Anda. 

Berikut yaitu  beberapa tahapan yang akan Anda lewati dalam melakukan manajemen anggaran.  

Langkah pertama dalam setiap proses membuat anggaran yaitu  melihat ke belakang pada bisnis 

Anda yang ada dan menemukan semua nilai pendapatan Anda. 

Tambahkan semua sumber pendapatan itu bersama-sama untuk menemukan uang yang masuk ke 

bisnis Anda setiap bulan. 

Saat menemukan penghasilan Anda, pastikan untuk menghitung pendapatan, bukan keuntungan. 

Pendapatan Anda yaitu  semua uang yang masuk ke bisnis sebelum biaya dikurangi. Laba yaitu  

apa yang tersisa sesudah  biaya dikurangi. 

sesudah  Anda mengidentifikasi semua aliran pendapatan Anda, hitung pendapatan bulanan Anda. 

Penting untuk melakukan ini selama beberapa bulan — dan sebaiknya setidaknya selama 12 bulan 

sebelumnya, asalkan Anda memiliki banyak data yang tersedia. 

Dengan 12 bulan (atau lebih) informasi, Anda dapat memeriksa bagaimana pendapatan bulanan 

Anda berubah dari waktu ke waktu dan mencari pola musiman. 

Bisnis Anda mungkin mengalami penurunan sesudah  liburan, misalnya, atau selama bulan-bulan 

musim panas. 

Mengetahui tentang perubahan musim ini akan memastikan bahwa Anda dapat mempersiapkan 

diri lebih awal untuk bulan-bulan yang lebih ramping, dan memberi diri Anda bantalan keuangan. 

Langkah selanjutnya dalam melakukan manajemen anggaran yaitu  untuk meneliti biaya untuk 

bisnis. Juga, mengevaluasi faktor-faktor yang dapat mempengaruhi biaya input selama periode 

anggaran harus dilakukan. 

Berikut yaitu  biaya yang terjadi dalam bisnis: 

 

Biaya tetap atau fixed cost yaitu  biaya yang tidak berubah nilainya untuk perusahaan berdasar  

permintaan akan suatu produk. Ini yaitu  biaya yang harys dibayar perusahaan untuk melakukan 

bisnis. Mereka yaitu  salah satu dari banyak biaya yang dikeluarkan bisnis. 

Biaya umumnya dapat dikategorikan pada laporan laba rugi dalam salah satu dari tiga cara: 

a. Biaya tidak langsung: Biaya yang tidak sesuai dengan objek biaya. 

b. Biaya langsung: Biaya yang berlaku untuk objek biaya. 

c. Biaya modal: Biaya tetap, kejadian tunggal yang biasanya merupakan investasi 

dalam hal-hal seperti arsitektur dan infrastruktur. 

Ini juga dijelaskan sebagai kewajiban jangka panjang atau jangka pendek pada neraca perusahaan. 

Dalam format ini, biaya tetap dan biaya variabel membentuk keseluruhan tampilan pengeluaran 

perusahaan. 

Biaya tetap, yaitu  biaya yang biasanya dinegosiasikan dan dengan demikian, mereka tidak 

bergantung pada produksi. Mereka termasuk kontrak. Misalnya, sewa atas peralatan yang 

diperlukan untuk memenuhi proyek selama satu tahun mungkin merupakan biaya tetap jika 

struktur pembayarannya tidak berubah-ubah. 

Biaya modal dalam bisnis juga selalu tetap sebab  merupakan kejadian tunggal tanpa kemungkinan 

fluktuasi. 

Biaya tetap dapat berubah dari waktu ke waktu, namun  tidak selama periode kontrak. Fixed 

cost dapat diandalkan, dan akuntan harus dapat dengan mudah membedakannya dari biaya variabel 

sebab  alasan ini. 

Jadi mari kita ingat apa itu fixed cost. Ini yaitu  biaya yang dikeluarkan terlepas dari berapa 

banyak produk atau layanan yang disediakan bisnis. Jadi apakah sebuah perusahaan memproduksi 

1 hamburger atau 100 pcs, biayanya tetap sama. 

Sekarang mari kita lihat beberapa contohnya: 

Beberapa Contoh Biaya Tetap  

saat  sebuah bisnis menginvestasikan 10 milyar di pabrik baru, itu dianggap sebagai biaya tetap. 

Ini yaitu  biaya satu kali yang tidak bervariasi berdasar  output. 

Dalam istilah akuntansi, penyusutanlah yang dianggap sebagai cara dalam menghitung tetap. 

Misalnya, jika pabrik itu akan bertahan 10 tahun, akan ada depresiasi tahunan sebesar 1 milyar per 

tahun. 

Jadi dibandingkan  memiliki fixed cost satu kali sebesar 10 milyar, biaya diamortisasi sehingga biaya 

ini  dibagi selama 10 tahun. 

Secara efektif, pabrik memiliki nilai sebagai aset selama 10 tahun – hingga tidak lagi produktif. 

sebab  berpotensi untuk dijual dan menghasilkan output selama x beberapa tahun, ia masih 

memiliki nilai. 

Jadi meskipun mungkin memerlukan  biaya 10 milyar untuk membelinya, itu masih dilihat 

sebagai aset dalam istilah akuntansi. Dengan kata lain, 10 milyar tidak dibelanjakan melainkan 

diinvestasikan dalam aset atau saham. Hanya sesudah  nilai aset mulai menurun yang dapat kita 

anggap sebagai biaya tetap. 

2. Sewa 

Sewa yaitu  biaya tahunan atau bulanan yang merupakan biaya tetap – sebab  bisnis harus 

membayar terlepas dari berapa banyak pelanggan yang dilayaninya. 

Misalnya, seorang tukang cukur harus membayar sewa toko bulanan terlepas apakah mereka 

memotong rambut satu orang atau dua puluh orang. Ini mungkin meningkat sejalan dengan inflasi, 

namun  tetap untuk jangka waktu tertentu. 

3. Gaji Kontrak 

Gaji kontrak berhubungan dengan gaji tahunan karyawan bisnis. sesudah  dikontrak, ini dihitung 

sebagai fixed cost bulanan dan tahunan. Karyawan ini  mungkin sibuk dan menghasilkan 10 

kali lipat dari output normal, atau, mereka mungkin sangat tidak produktif dan menghasilkan 

setengahnya.

Tidak peduli seberapa produktif karyawan ini , biayanya tetap. Sebaliknya jam lembur, atau 

pembayaran berbasis insentif akan dihitung sebagai biaya variabel sebab  ini akan bervariasi dari 

bulan ke bulan dan meningkat seiring dengan output. 

4. Asuransi 

Bisnis harus membayar bentuk asuransi yang berbeda setiap tahun. Ini yaitu  fixed cost sebab  

tidak peduli berapa banyak produk atau layanan yang mereka sediakan, mereka tetap harus 

membayar asuransi. 

Banyak pemilik bisnis yang berpikir bahwa ini yaitu  variabel, sebab  biaya asuransi dapat 

meningkat seiring dengan bertambahnya perusahaan. Misalnya, biaya untuk mengasuransikan 

perusahaan multinasional besar jauh lebih tinggi dibandingkan  toko ibu dan pop lokal. 

Namun, ini yaitu  fixed cost sebab  asuransi dibebankan berdasar  risiko dibandingkan  output. 

Biaya asuransi meningkat sejalan dengan risiko dibandingkan  tingkat output. 

Selanjutnya, harga asuransi tidak bereaksi terhadap peningkatan produksi secara bertahap seperti 

halnya biaya variabel. Dengan kata lain, produksi dapat meningkat sebesar 10, namun  tidak 

berdampak pada harga asuransi sebagai fixed cost. 

5. Bunga 

Saat mengambil pinjaman, ada sejumlah opsi suku bunga tetap yang tersedia. Jika bisnis 

mengambil opsi seperti itu, ini dapat dihitung sebagai fixed cost. 

Biaya pinjaman jatuh tempo setiap bulan atau tahun, terlepas dari berapa banyak barang yang 

diproduksi dan dijual oleh bisnis. 

6. Periklanan 

Dengan sendirinya, iklan tidak melakukan apa pun untuk meningkatkan output. Ini tidak seperti 

karyawan tambahan, atau biaya untuk menyalakan lampu dan mesin selama satu jam tambahan. 

Ini yaitu  fixed cost, sebab  bisnis menetapkan anggaran iklan, yang cenderung hanya bervariasi 

dari kuartal ke kuartal. Selain itu, biaya iklan tetap harus dibayar baik bisnis ini  melayani satu 

pelanggan atau satu juta pelanggan. 

Biaya tetap membantu bisnis memproyeksikan dan memprediksi kebutuhan mereka saat ini dan 

masa depan. 

Berikut yaitu  beberapa cara bisnis menerapkan fixed cost untuk lebih memahami kebutuhan 

produksi dan kepentingan moneter mereka: 

a. Stabilitas keuntungan 

Jika bisnis memiliki fixed cost yang terlalu tinggi, penurunan penjualan dapat membuat 

margin keuntungan mereka turun lebih cepat dibandingkan  bisnis yang memiliki lebih banyak 

biaya variabel. 

b. Praktik akuntansi 

Akuntan memakai  biaya tetap sebagai bagian dari sejumlah perhitungan dan laporan 

yang mereka siapkan untuk pemangku kepentingan. Tanpa pemahaman yang jelas 

tentang fixed cost, mereka tidak akan dapat melakukan praktik akuntansi standar ini. 

c. Skala ekonomi 

Biaya tetap dapat menciptakan skala ekonomi di mana harga per unit produksi turun dari 

waktu ke waktu, sebab  produksi unit meningkat, menghasilkan profitabilitas yang lebih 

besar. 

d. Menginformasikan keputusan bisnis 

Biaya tetap per unit dapat memengaruhi keputusan bisnis yang membantu meningkatkan 

margin keuntungan.  

Untuk menentukan fixed cost yang dikeluarkan organisasi Anda, ikuti langkah-langkah berikut: 

1. Buat daftar semua biaya dalam bisnis 

Langkah pertama dalam menentukan fixed cost Anda yaitu  membuat daftar semua biaya 

yang dikeluarkan oleh bisnis Anda. Beberapa dari biaya ini akan tetap dan beberapa akan 

menjadi variabel, namun  langkah pertama yang baik dalam menentukan fixed cost yaitu  

memahami gambaran total biaya yang berkaitan dengan bisnis Anda. 

2. Perhatikan setiap jenis biaya 

Terkadang saat  orang mulai mengumpulkan informasi biaya mereka, mereka melewatkan 

barang-barang ini yang mudah diabaikan. Bayar pertimbangan khusus untuk fixed 

cost berikut: 

a. Tenaga Kerja: Biaya tenaga kerja Anda 

b. Izin dan hukum: Jika Anda memerlukan izin dengan dari otoritas terkait, biaya 

ini  harus diterapkan di sini. 

c. Biaya perawatan: Ini mudah diabaikan sebab  sulit diprediksi, namun  pastikan untuk 

memperhitungkan perawatan rutin untuk peralatan, tools, dan bangunan. 

 

3. Menentukan biaya mana yang tetap dan mana yang variabel 

Dengan seluruh gambaran biaya Anda secara lengkap, Anda harus menentukan biaya mana 

yang merupakan fixed cost dan mana yang variabel. Ini cukup mudah saat  Anda 

mempertimbangkan apakah sesuatu dikontrak pada tingkat tertentu atau tidak, dan apakah 

tingkat biaya berfluktuasi dari bulan ke bulan berdasar  variabel. Buat dua kolom pada 

spreadsheet, dan beri label satu untuk fixed cost dan yang lainnya untuk biaya variabel. 

Kemudian pisahkan biaya tetap Anda dari biaya variabel Anda. Di bagian bawah kolom fixed 

cost, Anda dapat membuat fungsi yang menghasilkan jumlah semua baris dalam kolom. 

Jumlah ini yaitu  total fixed cost Anda. 

4. Tentukan biaya tetap per unit 

Dengan total biaya tetap yang ditentukan, Anda dapat mulai mendapat  wawasan tambahan. 

Salah satu wawasan ini  yaitu  fixed cost per unit. Untuk sampai pada angka ini, Anda 

hanya perlu melakukan perhitungan sederhana: 

Biaya Tetap per Unit = (Jumlah Biaya Tetap) / (Jumlah Total Unit) 

Dengan angka ini, Anda dapat mulai memahami bagaimana fixed costberhubungan dengan 

produksi individu dan jenis produksi apa yang dibutuhkan untuk mendapat  keuntungan. 

5. Hitung biaya tetap masa depan 

Anda juga dapat memakai  informasi ini untuk menghitung biaya tetap masa depan yang 

penting untuk proyeksi keuangan. Jika Anda tahu fixed cost Anda akan mendekati tahun yang 

sama dari tahun ke tahun, Anda dapat memproyeksikan berapa fixed cost Anda dalam lima 

tahun atau sepuluh tahun. saat  Anda melakukan ini, Anda juga harus memperhitungkan 

faktor-faktor yang lebih kompleks seperti depresiasi aset. 

 

Dalam industri yang memiliki biaya tetap tinggi, persaingan cenderung berkonsolidasi. Artinya 

ada lebih sedikit pesaing dibandingkan  di bawah pasar persaingan sempurna. 

Ini sebab  tidak efisien bagi sepuluh perusahaan terpisah untuk mengeluarkan fixed cost yang sama 

sepuluh kali lipat. 

“Pasar yang memiliki biaya tetap tinggi cenderung melihat konsolidasi.” 

Mungkin biaya setiap bisnis $ 1 juta dalam fixed cost untuk memasuki pasar. 

Di sepuluh bisnis, ini sama dengan $10 juta. Katakanlah fixed cost ini untuk pembangunan pabrik 

– yang mampu memproduksi 100 unit per tahun. 

Namun, permintaan untuk produk ini  hanya 500. Setiap pesaing dapat memproduksi masing-

masing 50 unit dan dengan demikian memenuhi permintaan. Ini berhasil, namun  dengan biaya per 

unit yang lebih tinggi. 

Dengan fixed cost $1 juta, ini menghasilkan $100.000 per unit, per bisnis, per tahun. Kami 

menghitung ini dengan membagi biaya tetap dengan kuantitas yang diproduksi – $1 juta / 100 unit. 

Sebaliknya, jika setiap bisnis hanya memproduksi 50. Ini berarti ada biaya $200.000 per unit, per 

bisnis, per tahun.

 

Jadi untuk industri dengan fixed cost tinggi, lebih murah dan lebih efisien sebab  lebih sedikit 

pesaing untuk memasok barang dan jasa. Ambil maskapai penerbangan misalnya. Biaya satu 

pesawat individu bisa mencapai $300 juta. 

tu yaitu  biaya yang sangat besar, terutama jika pesawat hanya mengisi setengah dari pesawat. 

Pada gilirannya, fixed cost yang tinggi ini dapat menghalangi pesaing potensial memasuki pasar. 

Sederhananya, industri dengan biaya tetap tinggi memiliki break even point yang jauh lebih tinggi 

dibandingkan  industri dengan biaya variabel murni. Mengambil contoh maskapai penerbangan lagi – 

dengan fixed cost lebih dari $300 juta, dibutuhkan ribuan, jika tidak jutaan pelanggan untuk 

mencapai titik impas. 

sesudah  titik ini, biaya setiap penjualan hanya bergantung pada biaya variabel yang sangat rendah, 

yang berarti keuntungan yang lebih tinggi. 

Menyatukan semua ini – industri dengan biaya tetap tinggi akan menghadapi persaingan yang 

lebih rendah dibandingkan  jenis industri lainnya. Ini sebab  sering kali ada titik impas yang tinggi – 

artinya mereka perlu melakukan penjualan yang signifikan hanya untuk bertahan dalam bisnis. 

Ini mengurangi tingkat persaingan. Namun, pada saat yang sama, itu berarti saat  titik impas itu 

terpenuhi; margin keuntungan bisa sangat besar. 

Secara alami, semakin Anda dapat mengurangi biaya, semakin besar profitabilitas perusahaan 

Anda. Namun, tantangan yang dihadapi banyak perusahaan yaitu  bahwa mereka tidak dapat 

menurunkan biaya tetap tanpa memengaruhi kualitas. 

Meskipun demikian, terkadang Anda dapat mengambil langkah-langkah untuk mengurangi biaya 

tetap, seperti: 

a. Pindah ke gedung kantor atau gudang dengan harga sewa yang lebih rendah 

b. Negosiasi untuk pembayaran sewa yang lebih rendah 

c. Menyewakan kembali ruang yang tidak terpakai kepada penyewa lain yang dapat 

membayar sewa 

d. Mengurangi jumlah karyawan yang Anda miliki atau merekrut karyawan dengan gaji 

lebih rendah 

e. Meneliti untuk menemukan asuransi dengan premi yang lebih rendah 

f. Pembiayaan ulang atau pembayaran utang untuk menghilangkan atau mengurangi 

pembayaran bunga 

Biaya variabel yaitu  biaya produksi yang meningkat atau menurun tergantung pada perubahan 

aktivitas manufaktur perusahaan. 

Misalnya, bahan baku yang digunakan sebagai komponen suatu produk dianggap sebagai biaya 

variabel sebab  jenis biaya ini biasanya berfluktuasi berdasar  jumlah unit yang diproduksi. 

Biaya variabel cenderung berubah tergantung pada kuantitas output. Dengan kata lain, peningkatan 

output meningkatkan biaya, sedang  penurunan output menyebabkan penurunan biaya. 

Sebaliknya, biaya tetap tetap sama terlepas dari produksi atau output manufaktur. Oleh sebab  

itu, variable cost dapat dianggap sebagai biaya langsung dari volume produksi, naik sebagai 

respons terhadap peningkatan produksi dan menurun dengan produksi yang lebih rendah. 

Berikut yaitu  beberapa jenis biaya variabel yang paling umum untuk bisnis: 

1. Direct material 

Direct material atau bahan langsung yaitu  persediaan bahan baku yang dibeli 

oleh perusahaan manufaktur atau ritel untuk membuat barang jadi atau barang dagangan. 

Oleh sebab  itu, biaya bahan langsung yaitu  biaya semua item yang digunakan dalam 

pembuatan suatu produk. Bahan-bahan berwujud ini semuanya harus dapat diukur dan dapat 

diidentifikasi sebagai kontribusi terhadap produk. Contoh bahan langsung termasuk baja 

yang digunakan dalam konstruksi bangunan, papan sirkuit yang digunakan dalam perakitan 

komputer dan kain yang digunakan dalam memproduksi pakaian. 

Bahan seperti lem yang digunakan pada sepatu atau minyak yang digunakan pada mesin 

umumnya tidak dianggap sebagai bahan langsung sebab  tidak mudah diidentifikasi dalam 

produk akhir, dan jumlah yang digunakan dalam setiap produk tidak dapat ditentukan. 

Barang-barang ini sering dikategorikan sebagai persediaan produksi. 

2. Bahan kemasan 

Bahan yang digunakan untuk mengemas barang dapat dianggap sebagai biaya variabel 

sebab  jumlah yang digunakan dapat bervariasi tergantung pada volume penjualan dan 

produksi. 

Beberapa perusahaan memilih untuk mengurangi jumlah bahan kemasan yang digunakan 

untuk suatu produk saat  volume produksi atau volume penjualan menurun. 

Contoh bahan yang digunakan untuk kemasan yaitu  tas, box, twist ties, plastik pembungkus 

dan foil. Sebagian besar perusahaan mempertimbangkan biaya bahan kemasan saat  

menentukan profitabilitas produk. 

Misalnya, perusahaan jasa makanan mungkin menghabiskan sekitar 500.000 untuk bungkus 

plastik untuk mengemas 2.000 sandwich. Analisis profitabilitas produk mungkin 

menentukan bahwa biaya produksi dapat diturunkan jika mereka membeli bungkus plastik 

dalam jumlah besar. 

Dengan secara strategis menyesuaikan biaya sebenarnya dari sandwich mereka, mereka 

dapat menghabiskan dua kali lipat jumlah itu untuk membuat 4.000 sandwich, dan hal itu 

dapat menghasilkan lebih dari dua kali lipat pendapatan dari penjualan 2.000 sandwich 

sebab  skala ekonomi saat  biaya tersebar di lebih tinggi volume keluaran. 

3. Biaya tenaga kerja lepas 

Ini yaitu  jumlah yang dibayar pekerja untuk setiap unit yang mereka selesaikan atau jual. 

Input dari karyawan biasanya menentukan biaya tenaga kerja. Biaya ini juga meningkat atau 

menurun seiring dengan laju produksi. Perusahaan dapat memakai  tenaga kerja 

borongan saat  biaya pemantauan volume produksi harus sesuai dengan kualitas pekerjaan 

yang dilakukan. 

Tenaga kerja borongan juga merupakan metode pembayaran yang lebih disukai saat  

produksi memerlukan  personel dengan keterampilan yang bervariasi. 

Tenaga kerja borongan termasuk dalam kategori variable cost sebab  tenaga penjualan 

hanya dibayar jika mereka dapat menjual produk atau jasa. Karyawan yang melampaui target 

penjualan berhak menerima komisi. 

Komisi penjualan yaitu  contoh upah borongan sebab  sering kali bervariasi berdasar  

keuntungan perusahaan dan produktivitas karyawan. 

Komisi dapat dipotong jika perusahaan gagal memenuhi margin keuntungannya atau jika 

karyawan tidak dapat mem