Senin, 13 Oktober 2025

Wiraswasta UMKM 2


 


rius, yang penting adalah 

adanya pesanan/order dari luar negeri. Soal Bahasa bisa 

dibantu oleh software penterjemah bahkan google pun 

menyediakan translator gratis. 

Jadi sekarang ini ekspor bisa dilakukan bahkan 

perdagangan ritel secara on line dan usaha individual. 

Caranya tidak rumit, hanya dengan bermodalkan website 

berbahasa Inggris yang menarik untuk dikunjungi, kemudian 

tampilkan contoh produk beserta fotonya. Pembayaran 

termasuk ongkos kirim dilakukan di muka sehingga aman 

bagi penjual. Apabila ada pemesan dari luar negeri, dan 

transaksi berhasil maka itu sudah termasuk menjual ke pasar 

global atau bisnis ekspor. Defenisi ekspor ialah menjual 

produk keluar daerah pabean (pabean adalah wilayah 

yurisdiksi Republik Indonesia). 

  

56 

A. Sejarah Sukses Menembus Pasar Ekspor  

Kejenuhan pasar domestik akibat tingginya tingkat 

persaingan dapat diatasi dengan memasuki pasar global. 

Indonesia dengan keragaman budaya yang paling tinggi di 

dunia, memiliki potensi besar untuk menawarkan keunikan 

dan keragaman budaya ini  kepada  masyarakat dunia. 

Tidak hanya beragam dalam kekayaan seni dan budaya, 

Indonesia juga sangat tinggi keragaman kekayaan 

sumberdaya hayatinya, baik di lautan maupun di darat atau 

hutan. Keragaman dan keindahan alam merupakan peluang 

UMK yang bergerak di bidang pariwisata. Oleh-oleh unik asli 

dari daerah tertentu dapat mendorong tumbuhnya usaha 

pariwisata dan juga bisa menjadi komoditas ekspor. 

Perkenalan antara pengunjung dari luar negeri dengan 

produsen lokal di sekitar daerah tujuan wisata dapat saja 

berlanjut menjadi transaksi bisnis ekspor impor. 

Sementara dalam hal produksi manufaktur pun makin 

banyak UMKM yang berhasil menembus pasar global. Pada 

bulan Desember 2020, Kementerian Perdagangan 

menyebutkan bahwa ada 54 UKM yang berhasil menebus 

pasar global dengan total nilai ekspor produk mencapai 

USD12,29 juta atai Rp178,15 miliar. Dari 54 UKM ini , 6 

diantaranya baru pertama kali melakukan ekspor dengan 

total nilai mencapai USD 206 ribu atau setara Rp3,02 miliar 

(lihat Tabel 3).  

 

Tabel 3  Perusahaan UMKM yang berhasil Menembus Pasar 

Ekspor pada Desember 2020 

No. Nama Perusahaan Produk Negara Tujuan 

PT Lestari Jaya 

Bangsa 

Makanan olahan 

dan jamu herbal 

Arab Saudi 

2 UD Sinar Mulyo kapuk fiber India 

CV Yukari Cahaya 

Abadi 

tempat tidur Jepang 

CV Aromata 

Anugrah Sultan 

kemiri olahan Hongkong 

5 CV. Masagenah lidi nipah India 

6 Syam Surya Mandiri udang beku Jepang 

(Sumber: Kemenkop-UKM) 

   57 

 

Perusahaan UMKM yang berhasil melakukan ekspor 

ini dapat menjadi model dalam upaya mendorong peingkatan 

eksor non migas. Banyak sekali kearifan local yang jika 

dikemas dan dinaikkan “grade”nya menjadi kualitas ekspor 

maka akan banyak peluang UMKM yang mampu menembus 

pasar global. Seperti produk mainan anak-anak daerah, karya 

seni berlatar belakang etnik, olahan pangan, produk 

hortikultura dan sebagainya.  

Memang diperlukan kreativitas untuk bisa menjajakan 

barang di etalase internasional. Kreativ dalam cara, metode 

dan juga dalam memodifikasi produk sehingga dilirik oleh 

pembeli dari luar negeri. Misalnya batu bara yang jumlahnya 

melimpah, jika dijadikan briket seukuran sebesar telur puyuh 

atau telur ayam kemudian dikemas dalam packaging yang 

menarik, disain dan keterangan penggunaan dalam beberapa 

bahasa asing maka bisa dijual sebagai bahan barbeque yang 

banyak dibutuhkan ketika musim panas di negara-negara 

subtropics. 

Publikasi tentang bagaimana strategi UMK memasuki 

pasar global telah banyak diteliti oleh ekonom.  Diantaranya 

Lis et al (2012), yang menekankan bahwa keterampilan 

manajemen internasional sangat penting bagi UMK yang 

ingin terjun ke pasar gobal. Sementara Reddy and Naik (2011) 

membuktikan bahwa factor perencanaan untuk memasuki 

internasional, ukuran besar kecilnya perusahaan, risiko politis 

dan kebijakan domestic menjadi factor yang mempengaruhi 

bagi perusahaan UMK masuki pasar global.  

 

 

58 

 

Gambar 7 Nilai ekspor dan negara tujuan (2014-2018) 

(Sumber: Kemendag.go.id) 

 

B. Memulai Ekspor 

Banyak pengusaha yang beranggapan bahwa menjual 

barang ke pasar ekspor sesuatu usaha yang sulit. Kendala 

yang dihadapi misalnya tidak mengerti bahasa asing, 

pengetahuan tentang prosedur ekspor dan valuta asing. 

Sebenarnya hambatan yang utama bukanlah hal yang 

disebutkan tadi, melainkan bagaimana mendapatkan pesanan 

yang bagus (dari segi harga, jumlah dan persyaratan). Jika 

sudah memperoleh pesanan, maka masalah-masalah lainnya 

bisa diatasi sambil minta pembimbingan atau supervisi dari 

lembaga pemerintah atau tenaga konsultan. 

Secara umum, tahapan untuk menjadi pengusaha 

eksportir diawali dengan mensuplai barang ekspor ke 

perusahaan eksportir yang sudah eksis sejak lama. Dalam 

bisnis ekspor Secara bertahap bisa dipelajari pengetahuan 

tentang barang, istilah grading, kemasan, harga dan 

sebagainya. Selanjutnya mulai dicoba berkomunikasi 

langsung dengan pembeli. 

  

  

   59 

 

BAB V 

PRODUKTIVITAS PADA UMK 

 

 

 

A. Konsep Produktivitas 

Defenisi produktivitas menurut Perpres Nomor 50 

Tahun 2005 adalah sikap mental dan etos kerja yang selalu 

berusaha melakukan perbaikan mutu kehidupan melalui 

peningkatan efisiensi, efektivitas, dan kualitas untuk 

menciptakan nilai tambah secara berkelanjutan. Secara 

filosofis produktivitas artinya hari ini harus lebih baik dari 

hari kemarin & hari esok harus lebih baik dari hari ini.  

Produktivitas secara teknis matematis adalah rasio 

antara out put/hasil dengan sumberdaya (input yang 

digunakan).  

 

   

 

 

 

 

P  = produktivitas 

O  = output 

I  = input 

 

Hasil yang besar belum tentu dapat dikatakan 

produktivitasnya tinggi, tergantung seberapa besar input 

yang dihabiskan. Sebagai contoh, seorang petani padi A 

menghasilkan gabah kering panen sebanyak 15 ton, 

sementara petani B menghasilkan 10 ton. Sekilas tampak 

petani A lebih banyak hasilnya, namun jika misalkan petani A 

menggunakan 2 hektar lahan dan petani B 1 hektar lahan, 

maka produktivitas yang lebih tinggi ialah petani B karena 

menghasilkan padi 10 ton/hektar sedangkan petani A hanya 

7,5 ton/hekar. 

 

60 

Konsep produktivitas dapat digunakan dalam semua 

aspek manajemen. Alat analisis produktivitas pun sudah 

sangat berkembang. Saat ini ada sekitar 76 tools of analysis 

yang digunakan untuk mengukur produktivitas. 

Prinsip utama produktivitas sumberdaya manusia ada tiga, 

yaitu: 

1. Pengembangan kualitas dan pemberdayaan tenaga kerja.  

2. Peningkatan kerjasama manajemen dan pekerja. 

3. Distribusi hasil produktivitas secara berkeadilan. 

 

B. Mengukur Produktivitas 

Konsep produktivitas terbagi dua yaitu produktivitas 

parsial dan produktivitas total. Produktivitas parsial 

mengukur besarnya bagian per bagian dari input yang 

digunakan untuk produksi. Kedua ialah produktivitas total 

atau total factor prodyctivity (TFP) yaitu mengukur total 

input digunakan untuk produksi. Saat ini yang kembangkan 

lebih banyak TFP, dengan berbagai pendekatan seperti 

persamaan Cob Douglas, data envelopment analysis dan telah 

tersedia pula perangkat lunak pengukurannya. 

Dalam TFP satuan input yang dimasukkan ke dalam 

persamaan bisa bermacam-macam seperti nilai rupiah, jumlah 

pegawai, kwh listrik, satuan volume bahan bakar dan 

sebagainya. Untuk UMK sebenarnya cukup dengn mengukur 

parsial produktivitas karena untuk bisa bersaing dipasar 

variable yang diukur tidak rumit seperti pada perusahaan 

skala besar. Cukup membandingkan produktiitas tenaga kerja 

misalnya, atau penggunaan bahan bakar. 

 

   61 

 

 

Gambar 8  Produktivitas per jam kerja beberapa negara Asia 

Tahun 2018 (dalam USD)  

(Sumber: APO Productivity Databook 2020) 

 

Gambar 8 di atas memperlihatkan bahwa produktivitas 

tenaga kerja di Singapura paling tinggi, yakni 66.5  SD/jam. 

Sementara Indonesia berada di urutan ke-13 di bawah 

Thailand dengan produktivitas senilai 12,1 USD/jam. Di 

kalangan negara-negara ASEAN, produktivitas tenaga kerja 

Indonesia kalah dari Thailand dan Malaysia. 

Produktivitas tenaga kerja terkait dengan daya saing 

nasional. Produktivitas tinggi akan mendongkrak 

perekonomian karena industri menghasilkan produk yang 

juga berdaya saing, kesejahteraan buruh meningkat, 

perselisihan industrial bisa diminimalisir. Kasus perselisihan 

buruh dengan manajemen perusahaan salah satunya muncul 

karena rendahnya produktivitas, sementara buruh 

membutuhkan bayaran yang layak untuk hidupnya. Di 

negara-negara yang produktivitas tenaga kerjanya tinggi 

jarang ada kasus perselisihan antara buruh dan manajemen 

perusahaan. Bahkan di Jepang dan Korea, ketika perusahaan 

mengalami kesulitan, para keryawan rela dipotong gajinnya 

karea loyalitas dan memang kompensasi selama ini sudah 

62 

cukup tinggi, dan hal itu terkait dengan produktivitas tenaga 

kerja yang tinggi. 

 

C. Metode dan Alat Ukur Produktivitas 

Saat ini telah banyak dikembangkan metode 

pengukuran produktivitas, diantaranya adalah:  

 5-S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketshu, Shitsuke)  

 Kaizen 

 Practical I E (Industrial Engineering) 

 Just In Time (J I T) 

 T Q C (Total Quality Control) 

 T P M (Total Productivity Maintenance) 

 Tqm (Total Quality Management) 

 Benchmark, Best Practice 

 Malcolm Baldridge Award 

 Csr, Hc, Sc 

 Balance Score Card 

 Six Sigma 

 Knowledge Management 

Setiap metode ini  mempunyai kelebihan dan 

kekurangan masing-masing. Hal yang terpenting ialah 

konsistensi dan kontinuitas dalam melakukan perbaikan 

sesuai dengan rekomendasi dari metode. Misalnya metode 

5-S yang pertama kali diperkenalkan oleh Takashi Osada 

tahun 1980-an. Dia adalah seorang ahli manajemen industri di 

Jepang, yang menciptakan konsep 5-S dan kemudian 

diterapkan oleh banyak industri di dunia. Perusahaan yang 

telah menerapkan konsep 5-S akan terlihat rapi, bersih dan 

teratur. Saat ini, konsep 5-S telah banyak diadopsi oleh 

berbagai industri. Popularitas 5S ini terutama ialah 

mengurangi segala pemborosan (waste), efesiensi waktu dan 

ruang.  Konsep 5-S ialah pemilahan (seiri), penataan (seiton), 

pembersihan (seiso), penjagaan kondisi yang mantap 

(seiketsu), dan penyadaran diri akan kebiasaan yang 

diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan dengan baik 

(shitsuke).  

   63 

 

Bagi perusahaan UMK, konsep 5-S ini dapat diterapkan 

tanpa harus mengeluarkan biaya ekstra. Hal yang perlu 

dilakukan ialah niat yang kuat untuk membuat lingkungan 

kerja teratur, bersih dan bebas dari sampah serta barang yang 

tidak dipergunakan lagi. Adalah hal yang jamak, baik di 

perusahaan maupun di rumah tangga, orang selalu menahan 

barang yang sebenarnya tidak pernah dipakai lagi. Selain 

membuat ruangan jadi sempit, barang ini  juga terlihat 

kumuh, tidak teratur dan mengurangi keindahan. Melakukan 

konsep 5-S ini memang diperlukan kesadaran yang tinggi dan 

komitmen kuat agar rasa “sayang” kepada barang yang 

sebenarnya tidak perlu ditahan bisa dihilangkan.  Bagi 

masyarakat Jepang, perusahaan kecil sampai besar filosofi 5-S 

ini sudah biasa.  Barang elektronik ataupun kendaraan, jika 

sudah mengalami kerusakan dan membutuhkan biaya, waktu 

dan perhatian besar untuk memperbaikinya akan dibuang.  

Berbeda dengan masyarakat di negara berkembang, 

semaksimal upaya akan dilakukan perbaikan.  Padahal waktu 

dan biaya yang tercurah untuk itu jika dihitung belum tentu 

untung secara ekonomi.  

Usaha yang mengolah produk-produk pertanian, 

sangat penting melakukan konsep 5-S ini. Apabila sisa-sisa 

produksi dibiarkan akan membusuk dan menimbulkan 

penyakit. Ruangkan kerja akan tidak nyaman yang berakibat 

menurunnya produktivitas kerja.  Demikian pula untuk 

pemanfaatan ruang.  Semua barang yang jelas tidak akan 

dipakai lagi akan menghabiskan ruang yang sebenarnya 

dibutuhkan untuk berproduksi. Sehingga harus dibuang ke 

tempat yang semestinya. Penerapan konsep 5-S dalam 

perusahaan UKM akan meningkatkan produktivitas secara 

signifikan.  Baik dari sisi pemanfaatan sumberdaya input, 

modal maupun sumberdaya manusia. 

 

D. Meningkatkan Produktivitas UMK 

Konsep dasar peningkatan produktivitas menurut UU 

Ketenagakerjaan No.13 tahun 2003 pasal 29, adalah :  

64 

1. Perbaikan sistem manajemen dan birokrasi (Good 

Governance); 

2. Inovasi teknologi dan engineering; 

3. Peningkatan kualitas SDM; 

4. Pengembangan budaya produktif. 

Bagi UMK, peningkatan poduktivitas dapat saja 

dilakukan berdasarkan keempat konsep ini , namun 

metode yang dipilih tentu saja yang biayanya tidak mahal. 

Sistem manajemen dan birokrasi pada UMK biasanya cukup 

sederhana, namun yang perlu diperhatikan ialah analisis 

keputusan yang paling tepat sesuai kondisi yang dihadapi. 

Sedangkan inovasi teknologi dan engineering bagi UMK lebih 

mengandalkan bantuan pihak lain (pemerintah, BUMN atau 

LSM). Peningkatan kualitas SDM bisa dilakukan oleh UMK 

demikian pula pengembangan budaya produktif. 

Kementerian terkait seperti Kementerian Koperasi dan 

UMKM, Kementerian Ketenagakerjaan serta kementeria 

teknis biasanya mempunyai program bantuan peningkatan 

produktivitas kepada UMKM yang diberikan kepada 

kelompok.  

Model peningkatan produktivitas UMKM dapat dilihat 

dalam gambar 9 Berikut ini 

 

 

 

Model ini  focus kepada peningkatan kompetensi 

SDM berdasarkan standar kualifikasi nasional maupun 

internasional. Kompetensi adalah kemampuan yang 

mencakup pengeahuan, keterampilan serta sikap kerja yang 

selalu berorientasi prestasi/hasil. Saat ini, sudah banyak 

lembaga sertifikasi kompetensi yang memberikan jaminan 

tentang kualitas seorang tenaga kerja. 

Pemeintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan aktif 

membantu peningkatan produktivitas unit usaha termasuk 

UMK. Skema pembinaan peningkatan produktivitas 

perusahaan/UMKM/perorangan oleh productivity associate 

member melalui sistem layanan peningkatan produktivitas 

(SIPRONI) yang dapat diakses melalui laman 

www.produktivitas.kemnaker.go.id 

Dengan mengukur tingkat produktivitas suatu 

perusahaan menggunakan SIPRONI, maka akan diperoleh 

gambaran kondisi dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) 

serta dapat melihat sejauh mana kontribusi tenaga kerja 

terhadap perusahaan maupun pertumbuhan ekonomi makro. 

SIPRONI merupakan alat ukur performa perusahaan yang 

dikembangkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan, Direktorat 

Bina Produktivitas bersama ILO SCORE Project. Sistem ini 

mengolah data dari 4 perspektif, yaitu keuangan, pelanggan, 

proses bisnis dan SDM. Out putnya dapat digunakan sebagai 

rekomendasi kepada pemerintah dalam melakukan 

bimbingan peningkatan produktivitas. 

Manfaat SIMPRONI diantaranya dapat melakukan 

monitoring data KPI secara sistematis, sebagai acuan 

pemerintah dan perusahaan untuk menentukan prioritas 

corrective action dan bimbingan produktivitas dan sebagai 

acuan klasifikasi dan peringkat perusahaan untuk 

pertimbangan dalam acara penghargaan kompetitif seperti 

Siddhakarya dan Paramakarya. 

 

BAB VI 

STRATEGI MANAJEMEN BISNIS UMK 

 

 

 

Strategi mengelola sebuah bisnis UMK pada prinsipnya 

sama dengan mengelola usaha besar, yaitu membuat 

pelanggan makin loyal, produktivitas meningkat, perusahaan 

terus tumbuh dan tetap eksis di pasar. Model strategi bisnis 

dapat dilihat pada gambar di bawah ini 

 

 

Gambar 11 Model Strategi Bisnis. 

(Sumber: Noe et al., 2010) 

 

Memang strategi yang dapat dilakukan oleh 

perusahaan besar lebih beragam, lebih canggih dan mengikuti 

tren yang plaing modern. Bagi perusahaan UMK tidak perlu 

mengikuti strategi yang berbiaya besar ini . Di sini akan 

diuraikan empat strategi manajemen yang cocok diadopsi 

UMK karena tidak memerlukan biaya yang besar, namun 

efektif untuk mencapai tujuan perusahaan. Ke empat strategi 

itu ialah (1) strategi “low cost high impact”, (2) strategi 

 

 


 

A. Strategi “low cost high impact” 

Bisnis secara umum, membutuhkan hubungan yang 

baik dengan pelanggan. Hubungan yang baik dapat dibina 

dari berbagai sisi, seperti menyediakan produk yang 

memenuhi harapan pelanggan, memberikan layanan purna 

jual, memberikan layanan transaksi yang menarik. Khususnya 

usaha jasa, pelayanan langsung ketika transaksi, sangat 

menentukan penilaian dan kesan pelanggan terhadap sebuah 

usaha. Sebagai contoh usaha kuliner. Pelanggan tidak hanya 

menilai dari segi rasa enaknya masakan yang disajikan, 

melainkan menilai semua aspek mulai dari kenyamanan 

tempat, keramahan pelayan sampai durasi tibanya pesanan. 

Image pelanggan akan terbentuk melalui atraksi 

pertama kali yang dia terima melalui keramah tamahan 

pelayan (hospoitality). Artinya kesan pertama sangat penting 

diciptakan sebaik mungkin agar kesan-kesan berikutnya 

(yang juga harus baik) tidak terganggu di awal. Perusahan 

besar umumnya telah mempraktekkan pentingnya hospitality 

ini dalam membangun image positif perusahaan. Kalau kita 

masuk ke bank atau ke kantor perusahan yang besar, maka 

pegawai yang menyambut pertama kali selalu memberikan 

senyuman simpatik sambil menawarkan apa yang bisa 

dibantu. Begitu pula ketika kita akan memasuki pintu 

pesawat terbang, seorang pramugari dengan sangat ramah 

mempersilakan masuk sambil bertanya tempat duduk nomor 

berapa, dan memberi tahu arahnya. Prawiranata et al. (2016), 

membuktikan bahwa keramah-tamahan berpengaruh positif 

terhadap kepuasan pelanggan. 

Kesan petama yang simpatik akan memudahkan 

komunikasi selanjutnya. Inilah yang dimaksud dengan 

strategi “low cost high impact”. Sebuah senyuman kepada 

pelanggan. Menyuguhkan senyum tidak memerlukan biaya 

apa-apa.  Tetapi pengaruhnya terhadap hubungan inter 

   69 

 

personal sangat besar.  Ketika masuk ke sebuah barbershop, 

jika pegawainya ramah dan memberi senyum maka dengan 

senang hati kita mempercayakan rambut kita dipotong dan 

bisa menjadi langganan tetap. Demikian pula senyuman dari 

pelayan sebuah restoran, akan meningkatkan cita rasa 

makanan yang dihidangkan. Sebaliknya raut muka pelayan 

yang kurang ramah, tidak ada senyuman tentu akan 

mengurangi nafsu makan walaupun makanan yang disajikan 

sebenarnya enak. 

Senyuman, mudah dilakukan tetapi dashyat 

pengaruhnya. Senyuman kepada pelanggan semestinya tidak 

hanya diberikan oleh pegawai yang berdiri di depan pintu 

masuk saja, melainkan oleh semua karyawan, bahkan tidak 

hanya kepada pelanggan kepada sesama karyawan pun 

senyum ini  harus diberikan. Kualitas layanan 

berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan seperti 

diungkapkan oleh Cheng and Rashid (2013), Wilson (2020). 

Mengapa sebuah senyuman menjadi strategi 

manajemen yang perlu diterapkan oleh UMK? Ialah karena 

strategi ini telah menjadi andalan perusahaan besar untuk 

membangun image dan mempertahankan loyalitas 

pelanggannya tanpa harus mengeluarkan biaya yang besar. 

Oleh karena itu latihlah semua pegawai untuk selalu 

tersenyum baik kepada pelanggan maupun kepada sesama 

pegawai. Tidak perlu menyewa iklan di televise atau surat 

kabar yang biayanya sangat mahal, membangun loyalitas 

pelanggan dan image perusahaan bisa dimulai dengan 

sebuah senyuman. Jika kita menerima pelayanan dari sebuah 

bank di Jepang, pada saat kita selesai dilayani, kemudian 

pegawai bank akan membungkuk mengucapkan terima kasih, 

diikuti oleh seluruh pegawai yang ada di ruangan ini . 

 

  

70 

B. Strategi Berbasis Komunitas  

Pernahkah pembaca melihat komunitas pesepeda 

berkumpul di sebuah warung kopi? Mereka asyik membahas 

rute gowes hari itu. Sambil menyeruput kopi dan menyantap 

kue-kue tentunya. Ternyata pemilik warung merupakan salah 

satu anggota dari para pesepeda ini . Dia bergabung di 

komunitas memang dengan niat untuk memajukan warung 

kopinya. Selain menyalurkan hobby dan berolah raga supaya 

badan sehat, ternyata target lainnya ialah semakin ramainya 

warung kopi yang dikelolanya. Inilah strategi yang juga cocok 

dipakai oleh UMK karena tidak memerlukan biaya yang 

besar, tetapi menciptakan kesempatan yang bagus untuk 

menambah pelanggan dan memperkuat posisi dalam 

persaingan.  Anggota komunias merasa tidak asing dengan 

warung ini .  Mereka seperti keluarga.  Hal ini 

menjadikan loyalitas yang tinggi bagi pelanggan ini .   

Saat ini membentuk komunitas sudah menjadi tren 

bagi perusahaan manufaktur seperti produsen otomotif, 

dimana ada club-club berdasarkan merek mobil. Sesekali 

mereka merencanakan tour dekat atau jauh. Sponsor club 

ini  adalah perusahaan ATPM (Agen Tunggal Pemegang 

Merek)-nya sendiri. Semakin banyak anggota klub semakin 

senang sponsor. Mengapa? karena segala macam suku 

cadang, perbaikan mesin dan sebagainya dilakukan oleh 

ATPM dan afiliasinya. Beginilah cara berjualan suku cadang 

mobil, buat klub!. Hal yang sama dapat kita lihat di klub olah 

raga, seperti lari, menembak, panahan, berkuda dan 

sebagainya. 

Bagi UMK, komunitas yang akan dibentuk atau diikuti 

tentu tergantung bidang bisnisnya. Kalau punya usaha toko 

alat-alat traveling atau outbond maka komunitas yang diikuti 

sebaiknya ada kaitan dengan produk ini . Menawarkan 

produk atau jasa kepada sesama anggota komunitas lebih 

efektif dibandingkan menawarkan kepada orang yang sama 

sekali belum dikenal.  Seorang pengusaha alat pancing, 

misalnya tentu akan lebih cocok bergabung dengan 

   71 

 

komunitas para pemancing.  Dia bisa memasarkan umpan 

buatan, topi, makacan cemilan, kaos seragam sampai alat-alat 

untuk barbeque.  Sebagai contoh ialah komunitas para 

pemancing bernama KOPPAS (komunitas pemancing dengan 

uang pas) dirilis oleh kabarmancing.com, mereka membuat 

struktur organisasi yang lengkap.  Program trip memancing 

yang terjadwal. 

 

 

Komunitas Pemancing Dengan Uang Pas (KOPPAS) 

(sumber: kabarmacing.com) 

 

Penelitian tentang pengaruh strategi komunitas 

terhadap pertumbuhan usaha telah banyak dilakukan. 

Misalnya Wardhana (2016) meneliti pengaruh strategi bisnis 

komunitas terhadap loyalitas pelanggan merek mobil Toyota. 

Studi dilakukan kepada 29 klub Toyota di seluruh Indonesia, 

hasilnya menunjukkan bahwa menunjukkan bahwa strategi 

pemasaran komunitas berpengaruh secara signifikan 

terhadap loyalitas merek Toyota di Indonesia. Semntara Taat 

(2020) meneliti strategi pemasaran komunitas berbasis on line, 

menunjukkan bahwa strategi ini secara simultan berpengaruh 

positif terhadap kinerja pemasaran. 

 

  

72 

C. Strategi Kelembagaan 

Sering kali bantuan baik dari pemerintah maupun dari 

pihak swasta memberikan kepada lembaga. Misalnya bantuan 

dana bergulir dari kementerian pertanian berupa sapi. 

Bantuan ini  hanya diberikan kepada kelompok yang 

beranggotakan minimal 10 orang. Begitu juga bantuan lain 

seperti permodalan, pelatihan lebih banyak diberikan kepada 

lembaga dibandingkan individu. Oleh karena itu, strategi 

pengelolaan UMK yang perlu diterapkan ialah menjadi 

bagian dari sebuah lembaga atau kelompok. Kelompok 

ini  bisa berbentuk koperasi, asosiasi industry, kelompok 

tani, pengrajin dan sebagainya. 

Melalui kelompok/lembaga ini beberapa benefit yang 

dapat diharapkan oleh UMK diantaranya informasi dari 

pihak pemerintah, perbankan, peluang mendapat promosi 

produk, pelatihan pegawai, bantuan teknologi dan 

kesempatan mengikuti pameran dagang baik di dalam 

ataupun di luar negeri. Pameran dagang kalau tanpa fasilitas 

dari pemerintah/sponsor membutuhkan biaya yang besar. 

Sulit bagi UMK mengikutinya. 

Kisah sukses strategi kelembagaan bagi UMK dapat 

dijumpai pada koperasi petani atau nelayan di Jepang. Zen-

Noh adalah gabungan koperasi pertanian di Jepang yang 

didirikan tahun 1972. Saat ini Zen-Noh menduduki peringkat 

pertama koperasi terbesar di dunia dengan omset tahunan 

mencapai 270 triliun dan memiliki asset senilai USD63 milyar 

lebih. 

Mengapa koperasi Zen-Noh tumbuh menjad raksasa 

pelaku ekonomi? Jawabannya ialah karena usaha kecil-kecil 

di Jepang bergabung dalam satu lembaga dengan semangat 

kebersamaan dari anggota untuk anggota. Sebenarnya pada 

periode yang sama yaitu tahun 1970an Indonesia juga sedang 

menggalakkan koperasi, yaitu Koperasi Unit Desa (KUD). 

Namun perkembangan selanjutnya jauh berbeda. KUD kini 

tidak tumbuh membesar bahkan cenderung semakin hilang, 

sementara Zen-Noh di Jepang berkembang tidak hanya di 

   73 

 

dalam negeri Jepang tetapi mempunyai cabang usaha di 

berbagai negara. Produknya merambah tidak hanya A sampai 

Z input dan output pertanian, melainkan juga semua 

kebutuhan sehari-hari para anggota. Beranggotakan 10 

koperasi pertanian tingkat provinsi, 43 koperasi skunder 

khusus dan 66 koperasi bermacam jenis, 1010 koperasi 

pertanian tingkat primer dengan anggota perorangan 

sebanyak 4.444.800 dan karyawan sebanyak 12.557 orang.  

KUD didirikan oleh pemerintah (top-down), diberi 

berbagai fasilitas mulai dari lahan, gedung, mesin-mesin dan 

modal kerja. Namun semua fasilitas itu tidak berkembang 

malah muncul banyak kasus penyelewengan oleh 

pengurusnya. Hal yang sama juga terjadi di koperasi-koperasi 

lain yan mengalami kemunduran usaha. Sebagian besar para 

pengelola (pengurus dan pengawas) koperasi tidak bisa 

menghindar dari tuntutan kebutuhan hidup sehari-hari. 

Kebutuhan biaya kesehatan, pendidikan anak, biaya sosial 

dan sebagainya. Hal ini berbeda dengan di Jepang, kebutuhan 

dasar penduduk secara serius disediakan oleh pemerintah. 

Ketika ada keluarga melahirkan anak, maka pemerintah 

memberikan insentif sebesar 300 ribu yen (setara 32 juta 

rupiah). Semua anak usia sekolah mendapat uang susu 

sebesar 10.000 yen sebulan dan di sekolah di sediakan makan 

siang. Untuk kesehatan seluruh penduduk wajib ikut asuransi 

kesehatan dengan membeyar premi sangat terjangkau, tidak 

perlu harus antri atau minta rujukan dulu untuk bisa 

mendapat layanan rumah sakit. Pasien hanya membayar 30% 

dari total tagihan. Kalau peserta BPJS di Indonesia, pasien 

harus bolak balik karena harus ada rujukan dulu baru bisa ke 

rumah sakit. Memang biaya pengobatan ditanggung semua, 

tetapi akibatya peserta cenderung ke rumah sakit walaupun 

sakitnya ringan. 

Jadi bisa dipahami, bahwa pekerja di Jepang termasuk 

pengurus dan pengawas koperasi memang tidak perlu harus 

menggelapkan uang koperasi untuk berbagai keperluan 

hidup karena pemerintah hadir menyediakan kebutuhan 

74 

pokok masyarakat. Para pekerja bisa focus tanpa harus pusing 

membayar biaya anak sekolah, biaya berobat atau mengisi 

amplop kondangan.  

Mengapa negara Jepang mampu menyediakan begitu 

banyak anggaran untuk penduduknya? Tentu saja karena 

pendapatan negara benar-benar digunakan untuk 

pembangunan. Pajak dan setoran BUMN, dikembalikan 

kepada rakyat. Berbeda dengan di Indonesia, dimana praktek 

korupsi makin meraja lela, bahkan uang bantuan sosial juga 

dikorupsi. Sementara jika anggaran untuk menggaji guru, 

membuat jembatan anak sekolah yang tiap hari menyeberang 

sungai tidak ada dananya. 

 

D. Strategi Digital Marketing 

Dalam era industri 4.0 digital marketing sudah menjadi 

hal yang biasa. Teknologi komunikasi digunakan oleh semua 

lapisan masyarakat. Begitu mudah memesan barang melalui 

gawai android, tidak perlu keluar rumah semua barang yang 

diinginkan bisa datang ke rumah. Banyak toko-toko atau 

usaha kuliner mengalihkan tempat usahanya ke garasi rumah, 

ke dapur sendiri. Pesanan lebih banyak muncul dari layar 

handphone kemudian diantar oleh kurir ke tempat pemesan. 

Digital marketing menjadi suatu keharusan tidak saja bagi 

usaha besar melainkan juga bagi UMK. 

Strategi digital marketing sangat mudah 

diimplementasikan. Bisa menggunakan media sosial maupun 

bekerja sama dengan operator transportasi seperti grab dan 

gojek. Untuk bidang usaha jasa, misalnya dengan membuat 

website yang menarik, lengkap dan ada testimony pelanggan, 

maka orang akan tertarik menggunakan produk atau jasa 

yang ditawarkan. Misalnya jasa renovasi rumah/konstruksi. 

Saat ini sulit mendapatkan tukang yang professional di 

sekitar tempat tinggal. Kalau pun ada, harus menunggu 

cukup lama. Sehingga mencari jasa tukang di search engine 

menjadi tren. Memanfaatkan kondisi ini , UMK harus 

terbiasa memanfaatkan teknologi digital marketing untuk 

   75 

 

mengembangkan usahanya dan tetap mampu bersaing di 

pasar. 

Penggunaan internet sudah merupakan hal yang jamak 

di tengah masyarakat dan mampu merubah gaya hidup. 

Sebelumnya, orang akan membaca media cetak seperti koran 

dan majahah untuk mencari informasi sebuah produk. Kini 

cukup dengan membuka handphone informasi apapun 

tentang berbaga barang dapat ditemukan dengan mudah baik 

melalui search engine, aplikasi jual beli, maupun media 

digital lainnya termasuk melalui aplikasi media social.  

Perubahan kondisi ini , juga merubah stategi 

perusahaan dalam memasarkan produknya. Marketing 

melalui internet atau secara daring (dalam jaringan) menjadi 

mode pemasaran yang tengah berkembang pesat. Pemilihan 

media digital yang tepat akan menentukan keberhasilan 

pemasaran melalui online.   Hal ini memungkinkan seseorang 

yang tidak memiliki barang, tetapi dapat saja menjadi penjual 

barang yang dimilik orang lain (reseller).  Dengan 

pengetahuan tentang teknologi informasi ibu-ibu rumah 

tangga yang tidak bekerja formil di luar rumah dapat 

memanfaatkan kemudahan berbisnis online ini. 

Secara umum ada empat macam media digital yang 

umum digunakan untuk strategi pemasaran melalui internet, 

yaitu: pertama Website.  Website adalah kumpulan halaman 

yang berisi informasi tertentu. Biasanya focus pada suatu hal 

atau bidang yang ditunjukkan oleh nama website ini . 

Website  dapat diakses secara langsung oleh siapapun tidak 

terbatasi oleh jarak, tempat dan waktu.  Asal kode website 

yang dikontak sama, maka seseorang akan langsung 

dihubungkan melalui jaringan internet ke laman web yang 

dituju.  Sebuah website dapat dihubungi dengan menuliskan 

Uniform Resource Locator (URL) dijendela browser (URL 

dimulai dengan https://........ ).  Informasi yang disampaikan 

di laman website dapat berupa iklan sehingga para pebisnis 

memanfaatkan website untuk mempromosikan barang-

76 

barangnya.  Tidak hanya berupa narasi kata-kata, bisa juga 

dimuat foto dan video. 

Media digital yang kedua ialah Marketplace.  

Marketplace ialah situs yang disedakan khusus sebagai 

tempatmelakukan transaksi jual beli.  Para penjual produk 

dapat membuat toko online di marketplace dan pembeli juga 

bisa bebas melakukan transaksi dengan sistem yang 

ditentukan oleh pemilik marketplace.  Media digital yang 

ketiga adalah toko online.  Sebenarnya toko online juga 

seperti website yang fungsinya lebih mirip etalase yang 

memajang barang yang ingin dijual online.  Para pengujung 

dapat melihat, memilih dan melakukan transaksi apabila 

merasa cocok dengan barang yang dipajang.  Kemudian yang 

ke empat adalah Sosial Media (Sosmed).  Aplikasi media 

social sangat banyak macamnya.  Yang paling popular adalah 

facebook, whatsapp, Instagram, twitter, line. Akhir-akhir ini 

berkembang pula medisos berbasis video seperti tiktok, 

snackvideo, likee, Instagram reels, youtube short dan lain-

lain. Media social, sesuai namanya adalah tempat bergabung 

komunitas tertentu untuk dapat saling berkomunikasi, 

berinteraksi, bersosialisasi secara online. Oleh karena itu 

medsos juga dapat digunakan untuk menawarkan sebuah 

produk.  Misalnya medsos komunitas para pesepeda. Penjual 

spare part sepeda dapat bergabung dalam medsos ini  

dan menawarkan barang-barang yang tentu saja relevan 

dengan kebutuhan anggotanya.   

 

  

   77 

 

BAB VII 

USAHA UMK DAN PEMBERDAYAAN 

MASYARAKAT 

 

 

 

A. Usaha UMK di Kawasan Perdesaan  

Usaha mikro dan kecil di kawasan perdesaan 

didominasi oleh bidang pertanian. Usaha pertanian agak 

berbeda dengan bidang industri manufaktur karena produk 

pertanian bersifat mudah busuk (perisable), musiman dan 

curah (kuantitas besar). Oleh karena itu waktu sangat penting 

dalam alur produksi. Buah-buahan dan sayuran misalnya, 

jika terlambat sampai di tangan konsumen maka mutunya 

bisa turun.  Bagi UMK yang bergerak dalam bidang produksi 

maupun distribusi produk pertanian, masalah yang harus 

dipecahkan ialah mutu produk dalam keadaan baik saat 

barang sampai di tangan konsumen.  Upaya untuk 

menjadikan mutu tetap baik ini  akan mempengaruhi 

harga.  Padahal harga adalah factor yang sangat 

mempengaruhi kesediaan konsumen untuk membeli.  

Mengapa upaya mempertahankan mutu akan mempengaruhi 

harga?  Hal ini dapat dipahami bahwa produk pertanian yang 

perishable itu membutuhkan perlakuan seperti kemasan, 

perlakuan pengerigan, pengalengan dan sebagainya. Semua 

itu membutuhkan biaya tambahan. 

Usaha UKM di perdesaan juga sering menghadapi 

persoalan permodalan.  Karakteristik UMK yang umumnya 

tidak mempunyai dokumen legalitas seperti ijin domisili, ijin 

usaha, sertifikasi dan lain-lain.  Hal ini menjadi kendala bangi 

UMK dalam mendapatkan sumber permodalan dari bank.  

Ditambah lagi adanya image kalangan perbankan bahwa 

membiayai usaha pertanian risikonya tinggi.  Oleh karena itu 

pelaku usaha UMK akan mencari sumber permodalan yang 

78 

tidak banyak syarat dan cepat prosesnya.  Kondisi ini dapat 

dipenuhi oleh tengkulak atau rentenir.   

Tengkulak adalah pedagang perantara yang membeli 

hasil panen mengumpulkan dari beberapa petani kemudian 

menjualnya ke pasar.  Tengkulak memiliki armada angkut 

dan anak buah yang membantu usahanya.  Hubungan antara 

tengkulak dan petani sudah banyak dijadikan bahan kajian 

para ahli yang disebut hubungan patron-klien. Tengkulak 

biasanya adalah warga masyarakat desa itu sendiri yang level 

kesejahteraannya lebih tinggi dan kadang juga melakukan 

usaha tani seperti petani lainnya. Dalam hubungan social 

kemasyarakatan di desa, antara tengkulak dan petani 

biasanya tidak sekedar hubungan bisnis, melainkan ada juga 

hubungan kekerabatan. Sehingga diantara mereka sudah 

saling mempercayai.  Urusan pinjam-meminjam uang tidak 

disertai bukti tanda terima dan tanpa jaminan. Peminjam 

biasanya menjaminkan produk yang dalam jangka waktu 

tertentu siap dipanen.  Tengkulak akan membeli hasil panen 

ini  dan pembayaran kepada petani dipotong hutang.  

Petani terikat secara moral untuk menjual hasil panennya 

kepada tengkulak yang telah memberi pinjaman.   

Berbeda dengan tengkulak, rentenir memberikan 

pinjaman dengan bunga tinggi dan menjadikan bunga 

ini  sebagai sumber pendapatannya.  Rentenir tidak 

melakukan usaha tani, melainkan hanya memberikan 

pinjaman dan disertai jaminan oleh peminjam.  Bagi UMK 

sebaiknya menghindari sumber pendanaan dari rentenir 

semacam ini karena sangat memberatkan usaha.  Selain bunga 

yang tinggi, jaminan dapat disita apabila petani tidak dapat 

memenuhi janji pengembalian yang disepakati.  Dana yang 

diputar oleh rentenir ada juga yang berasal dari pemodal lain 

atau dari lembaga keuangan resmi, dan di desa-desa para 

agennya berkeliling menawarkan pinjaman.  Banyak kasus 

yang menjerat peminjam yang berujung hilangnya asset 

jaminan seperti rumah, sawah atau kendaraan.  Oleh karena 

itu pengelola UMK dianjurakan melengkapi aspek legalitas 

   79 

 

usaha sehingga tidak perlu meminjam dana ke rentenir, tetapi 

bisa ke perbankan dengan syarat yang lunak dan bunga 

rendah.   

Kawasan perdesaan sebenarnya menyimpan potensi 

untuk produktif, khususnya bidang pertanian. Ciri kawasan 

perdesaan ialah lahan yang relative lebih luas dibandingkan 

kawasan perkotaan. Komoditas yang dapat diusahakan 

meliputi budidaya tanaman pangan, perikanan, tanaman hias 

atau tanaman obat. Walaupun risiko gagal dianggap tinggi, 

usaha pertanian sangat menjanjikan bagi sesorang yang 

mempunyai kompetensi dalam mengendalikan risiko 

ini . Sebut saja usaha budidaya tanaman padi, satu butir 

benih padi yang ditaman akan menghasilkan 600 sampai 700 

bulir padi. Suatu produktivitas yang sangat besar yang tidak 

terdapat dalam usaha industri manufaktur. Demikian pula 

budidaya perikanan. Satu ekor induk ikan mas misalnya, 

dapat menghasilkan telur sebanyak 500 ribu sampai 600 ribu 

butir. Hasil penelitian menunjukkan survival rate berkisar 

antara 10 sampai 22 persen. Artinya anak ikan mas yang akan 

dipanen berjumlah 50 ribu sampai 120 ribu lebih, hanya dari 

satu ekor induk yang dipijahkan. Bibit ikan mas umur 1 bulan 

ukuran 1,5 sampai 2 cm dihargai Rp50 – Rp75 per ekor. 

Memang usaha di lapangan tidak sesederhana itu 

pehitungannya. Tetapi bagi seorang entrepreneur, tantangan 

ini  menarik untuk dicoba.  Risiko selalu ada dalam 

bisnis apapun.  Usahawan yang bisa tetap eksis adalah 

mereka yang mampu mengendalikan risiko trsebut. 

Kawasan perdesaan menjadi pemasok bahan pangan ke 

kawasan perkotaan karena lahan pertanian lebih luas di 

perdesaan. Usaha pertanian, baik produksi, pengolahan 

maupun distribusi produk pertanian merupakan peluang 

bagi tumbuhnya UMK. Indonesia mempunyai keunggulan 

absolut dalam bidang pertanian.  Pertanian adalah 

pemanenan energy surya baik langsung ataupun tidak 

langsung melalui proses fotosintesis.  Syarat terjadinya foto 

sintesis adalah air, sinar matahari dan sel klorofil.  Semua 

80 

syarat ini  ada di Indonesia karena letaknya di daerah 

ekuator.  Sinar matahari tersedia sepanjang tahun.  Berbeda 

dengan negara yang terletak di kawasan subtropics, sinar 

matahari tidak bersinar penuh sepanjang tahun. Ditambah 

lagi dengan banyaknya tenaga kerja yang disebut bahwa 

Indonesia berada dalam masa bonus demografi. Oleh karena 

itu peluang UMK untuk berkembang di kawasan perdesaan 

yang  terhubungan dengan pertanian, termasuk distribusi dan 

pengolahannya sangat besar. 

Nilai tambah rantai pasok produk pangan sejak dari 

lahan sampai ke meja makan terbesar berada pada segmen 

pengolahan.  Misalnya usaha mengolah berbagai produk 

makanan ringan dari singkong, kentang, pisang dan 

sebagainya.  Demikian pula produk sector perikanan dan 

peternakan.  UMK yang memproduksi yoghurt dari bahan 

baku susu sapi, nilai tambahnya akan meningkat sampai 200 

persen.  Harga susu mentah di tingkat peternak sekitar Rp 

6000/liter.  Melalui proses sederhana yaitu fermentasi bakteri 

Streptococcus thermopilus dan Lactobacillus bulgaricus maka 

harganya naik menjadi sekitar Rp 20.000/liter.  Bagi UMK 

yang memproduksi makanan perlu menjadi perhatian semua 

pihak ialah factor keamanan pangan.  Saat ini begitu mudah 

diperoleh bahan tambahan pangan (BTP) yang 

penggunaannya harus berhati-hati.  Mulai dari pengawet, 

pemanis, pewarna dan sebagainya tidak boleh digunakan 

dalam membuat makanan tanpa mengikuti standar yang 

ditentukan. 

 

B. Memberdayakan Keluarga melalui Usaha 

Ekonomi Posdaya 

Program nasional pemberdayaan masyarakat 

merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengatasi 

masalah kemiskinan dan pengangguran. Sasaran utamanya 

ialah pembangunan sumberdaya manusia yang merupakan 

pusat dari kegiatan pembangunan di segala bidang. Yayasan 

Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri) merintis kegiatan Pos 

   81 

 

Pemberdayaan Keluarga (Posdaya). Maksud didirikannya 

Poasdaya ialah untuk membantu masyrakat miskin 

meningkatkan kesejahteraannya sehingga bisa keluar dari 

garis kemiskinan. Posdaya dibuat ditingkat RW dengan 

kegiatan diseluruh aspek meliputi pendidikan, kesehatan dan 

kegiatan usaha ekonomi.  

Di bidang pendidikan, Posdaya membantu mendirikan 

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). PAUD selama ini masih 

belum diperhatikan, padahal peranannya sangat penting dan 

banyak dimensi. Pertama, sebagai wahana bagi anak-anak 

balita untuk mencintai sekolah dan belajar bersosialisasi 

dengan teman- teman sebayanya. Kedua, wahana menempa 

rasa percaya diri sejak dini agar dikemudian hari mampu 

mengatasi masalah yang dihadapinya dan tidak selalu 

bergantung kepada orang tuanya atau orang lain. Ketiga, 

Paud membuktikan perhatian orang tua kepada anaknya 

dalam mempersiapkan pendidikannya sedini mungkin, dan 

keempat, orang tua yang anaknya belajar di PAUD 

mempunyai kesempatan untuk ikut melihat perkembangan 

kemampuan anaknya serta ikut serta dalam kegiatan sosial 

ekonomi. 

Masa anak berusia 0-6 tahun merupakan masa yang 

paling penting dalam periode kehidupan seorang manusia. 

Pada masa itu pertumbuhan otak dan kemampuan nalarnya 

berkembang pesat mencapai 75 persen, sehingga disebut 

sebagai periode emas pertumbuhan. Oleh karena itu kasih 

sayang orang tua dan masyarakat dalam bentuk yang tepat 

kepada anak usia balita, sangat berpengaruh kepada 

pembentukan karakter anak ini  ketika ia dewasa. Jika 

anak-anak tidak pernah diberi kesempatan bersosialisasi, 

belajar dan mencoba mengatasi masalahnya sendiri maka dia 

akan menjadi anak yang selalu tergantung pada orang lain. 

Bahkan Pemerintah telah mengeluarkan Undang-Undang 

Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional 

yang dalam Pasal 1 ayat 14 disebutkan bahwa Pendidikan 

diupayakan sejak anak lahir sampai usia 6 tahun dilakukan 

82 

dengan memberikan rangsangan pendidikan untuk 

membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan 

rohani agar anak memiliki kesiapan memasuki pendidikan 

lanjut. Dalam pembelajaran di PAUD, kemandirian anak 

sudah dicontohkan melalui pendampingan yang pas, terukur 

dan proporsional sehingga anak berkesempatan tumbuh 

menjadi pribadi yang kuat, memiliki kecerdasan intelektual 

maupun emosional yang baik. 

Yang akan dibahas dalam buku ini ialah kegiatan 

perekonomian yang dilakukan di Posdaya. Penguatan 

perekonomian keluarga dibantu oleh Damandiri melalui 

Tabungan dan Kredit Pundi Sejahtera (Tabur Puja). Usaha 

ekonomi mikro yang ada di setiap Posdaya menjadi sasaran 

Yayasan Damandiri untuk dibantu agar usaha ini  

tumbuh berkembang dan menjadi usaha yang menghasilkan 

tambahan penghasilan bagi keluarga. Kesenjangan 

kesejahteraan di antara keluarga yang ada di suatu Posdaya 

akan menjadi kecil ketika melalui kegiatan usaha ekonomi 

mikro ini , keluarga yang sudah mampu membantu 

keluarga yang masih pra sejahtera. Kalau keluarga yang 

mampu bisa memberikan perhatian dan bantuan serta 

mendampingi keluarga yang miskin dalam memperjuangkan 

peningkatan kesejahteraannya, maka proses pemberdayaan 

keluarga akan semakin kuat dan tatanan sosial 

kemasyarakatan juga menjadi lebih kokoh. Misalnya dengan 

membeli produk yang dihasilkan keluarga miskin dalam 

usaha mikro Posdaya atau membantu permodalan dan 

sebagainya. 

Yayasan Damandiri (2014) menyebutkan tujuan Tabur Puja 

adalah sebagai berikut: 

1. Memperkuat kemandirian keluarga dengan membangun 

Posdaya gemar menabung, memelihara kesehatan, 

menyekolahkan anaknya dan berlatih keterampilan. 

2. Menyediakan modal usaha kepada usaha kelompok 

Posdaya atau anggotanya, baik untuk memulai, 

   83 

 

meneruskan atau mengembangkan usaha ekonomi 

produktif. 

3. Memperkuat budaya gotong royong dengan kewajiban 

melaksanakan system tanggung renteng bagi kelompok 

sebagai ganti agunan atas kredit yang diberikan. 

4. Mendidik masyarakat terutama keluarga anggota posdaya 

agar membiasakan diri untuk berhubungan dengan bank 

atau lembaga keuangan. 

Secara khusus program Tabur Puja juga bertujuan 

untuk menjalin kerjsama dengan lembaga-lembaga keuangan 

untuk menyediakan fasilitas tabungan, menyediakan skim 

kredit dan memberikan bimbingan dalam menjalankan 

kegiatan ekonomi produktif. 

Nilai-nilai strategis program Tabur Puja adalah (1) 

Kebersamaan, yaitu menjadi wadah bergabungnya anggota 

masyarakat sehingga tercipta rasa kebersamaan, saling 

percaya dan semangan membesarkan Posdaya; (2) 

Keterbukaan, Pengelolaan usaha ekonomi produktif Posdaya 

dilakukan dengan prinsip keterbukaan sehingga 

meningkatkan rasa saling percaya; (3) Komitmen, setiap 

anggota ikut serta dan bertanggung jawab terhadap 

keberhasilan maupun kegagalan Posdaya, sehingga perlu 

dibuat aturan yang disepakati bersama; (4) Gemar menabung, 

kepada setiap keluarga ditanamkan sifat gemar menabung 

dan dengan adanya tabungan keluarga ini  akan 

memperkuat rasa percaya diri dan kemandirian; (5) 

Konsisten/disiplin, Pengurus dan anggota Posdaya harus 

terbuka, tidak pilih kasih dalam melaksanakan aturan yang 

telah disepakati bersama dan (6) Kemandirian, kerjasama 

yang terbina dengan baik antar sesama anggota Posdaya akan 

menumbuhkan rasa kebersamaan yang kuat dan menciptakan 

kesetaraan yang akhirnya menumbuhkan kemandirian. 

Dalam penyaluran dana kredit, Yayasan Damandiri 

tidak menyalurkan dana langsung ke Posdaya, melainkan 

melalui bank mitra, lembaga keuangan mikro maupun 

koperasi yang siap membantu proses kredit yang diajukan 

84 

anggota Posdaya. Besarnya pinjaman yang dapat diperoleh 

perorangan, sesuai dengan modal usaha yang dibutuhkan, 

maksimum 2 juta rupiah. Jangka waktu kredit maksimum 12 

minggu. Namun demikian, bisa saja lembaga penyalur 

membuat kesepakatan khusus dengan calon debitur baik 

jumlah maupun skim pengembalian tergantung jenis usaha 

dan kebutuhan modal yang diajukan. Untuk menilai 

pelaksanaan kegiatan dilakukan evaluasi dan monitoring agar 

perkembangan usaha bisa dipantau. Monitoring dilakukan 

secara berkala dan pencatatan dilakukan dengan formulir 

atau pembukuan kelompok. 

Selain Tabur Puja, kegiatan sosial kemasyarakatan 

lainnya yang ada di Posdaya ialah Posyandu yang bertujuan 

membangun keluarga sejahtera melalui upaya menurunkan 

tingkat kelahiran serta kematian ibu dan anak. Juga ada 

Kegiatan Posdaya berbasis masjid, yaitu mendukung 

manajemen pengelolaan masjid yang baik dan terpadu. 

Masjid merupakan instrumen pemberdayaan umat yang 

memiliki peranan sangat strategis dalam upaya peningkatan 

kualitas masyarakat. Dilihat dari fungsinya, masjid tidak 

hanya sebagai tempat sarana melaksanakan ibadah semata 

melainkan juga tempat memberdayakan kapasitas kehidupan 

masyarakat dibidang ekonomi, social, budanya dan 

lingkungan.  

 

C. Usaha Ekonomi di Posdaya 

Kegiatan perekonomian di tingkat Posdaya adalah 

wujud dari kebersamaan antara keluarga yang mampu 

dengan keluarga yang kurang mampu yang dikembangkan 

dalam bentuk usaha mikro/kecil atau koperasi (Suyono dan 

Haryanto, 2013). Dalam Posdaya kegiatan perekonomian 

sangat didorong untuk terus berkembang karena menyentuh 

langsung akar permasalahan dalam meningkatkan 

kesejahteraan keluarga. Sasaran utamanya ialah keluarga 

muda yang memiliki waktu dan kemampuan berusaha, 

karena biasanya keluarga ini berpendidikan tetapi sebagai ibu 

   85 

 

rumah tangga biasanya tinggal di rumah dan mempunyai 

waktu luang. Mereka bergabung dalam kelompok, saling 

berbagi ilmu dan memulai usaha sebagai usaha kecil yang 

memasarkan produknya di keluarga angota maupun ke 

konsumen lain di luar Posdaya. 

Yayasan Damandiri menfasilitasi dengan mengadakan 

pelatihan, membantu menjajagi kerjasama dengan 

perusahaan UMKM lain atau perbankan dengan tujuan agar 

remaja yang siap kerja di lingkungan Posdaya ini  

memperoleh pekerjaan. Posdaya juga didorong membentuk 

koperasi sehingga dapat menolong keluarga yang kurang 

mampu untuk ikut menjadi anggota dan aktif dalam kegiatan 

usaha koperasi ini . 

Setiap periode tertentu, Yayasan Damandiri 

mengadakan pameran dagang mengumpulkan Posdaya yang 

mempunyai usaha ekonomi baik produksi maupun distribusi 

untuk memamerkan produknya, memperkenalkan kepada 

konsmen yang lebih luas serta menghubungkan dengan 

investor jika mereka ingin mengembangkan produksinya. 

Biasanya pameran dagang dilakukan secara regional, dan 

mengundang Posdaya juara dari regional lain. 

Untuk membantu pemasaran, kegiatan ekonomi mikro 

di Posdaya diikutkan dalam program Sentral Perkulakan 

Posdaya (Senkudaya). Senkudaya beroperasi sebagai 

wholesale market menghimpun produk-produk yang 

dihasilkan semua Posdaya lalu mendistribusikan ke jaringan 

pasar baik pasar tradisional, pasar modern maupun langsung 

ke konsumen. Terutama produk-produk yang tahan lama 

seperti hasil kerajinan tangan, pakaian, alat-alat perkakas 

pertanian, alat rumah tangga dan lain-lain. 

Seluruh kegiatan perekonomian yang ada di Posdaya 

perlu dibina terus menerus, agar tidak tertinggal dengan 

kondisi di pasar yang persaingannya makin ketat. Untuk bisa 

mengembangkan usaha yang dirintis oleh anggota Posdaya, 

perlu dilakukan peningkatan teknopreneurship sebagai 

antisipasi tuntutan perkembangan yang tidak bisa lepas dari 

86 

pemanfaatan kemajuan teknologi. Untuk itulah kajian ini 

dirasakan perlu, yaitu untuk mensosialisasikan semangat 

teknopreneur sebagai langkah awal untuk meningkatkannya. 

Tanpa supervise dan bantuan dari pihak lain, maka usaha 

mikro dan kecil akan semakin tersisih, padahal secara jumlah 

mereka sangat banyak. Lebih dari 90 persen badan usaha 

terdiri dari UMKM. Walaupun kontribusinya terhadap 

perekonomian hanya sekitar 40 sampai 50%, UMKM ini 

menjadi tulang pungung ekonomi nasional karena banyaknya 

tenaga kerja yang terserap. 

UMKM didorong tidak hanya memasarkan produknya 

di pasar domestic, tetapi juga ke pasar global. Menurut Putri 

dan Nursyamsi (2016), peran usaha mikro, kecil dan 

menengah dalam aktivitas ekspor masih sangat minim, yakni 

15,8 persen. Tiga hal yang menghambat produk UMKM 

menembus pasar internasional ialah perizinan yang terasa 

masih berbelit bagi pelaku UMKM, minimnya saluran 

pemasaran di luar negeri dan yang ketiga ialah keterbatasan 

sumberdaya manusia untuk menjajagi, mengembangkan dan 

untuk memproduksi. Pasar ekspor memang meminta jumlah 

pengiriman dengan quota tertentu, kontinu dan persyaratan 

mutu sehingga memerlukan penanganan yang komprehensif 

agar UMK bisa meningkatkan pangsa pasar di luar negeri. 

  

   87 

 

BAB VIII 

STUDI KASUS USAHA MIKRO DAN  

KECIL POSDAYA BINAAN  

UNIVERSITAS TRILOGI 

 

 

Bab ini menampilkan hasil kajian manajemen UMK 

yang dilaksanakan di Wilayah Provinsi DKI Jakarta. UMK 

yang dijadikan sasaran studi ialah unit bisnis Pos 

Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) yang menjadi binaan 

Universitas Trilogi. Posdaya adalah program pengentasan 

kemiskinan dari Yayasan Dana Sejahtera Mandiri 

(Damandiri).  Yayasan ini  didirikan oleh sejumlah 

pengusaha nasional atas inisiatif Presiden ke-2 RI,  Soeharto.  

Pak Harto melihat kesenjangan antara pengusaha besar 

dengan rakyat dalam hal kesejahteraan sangat lebar.  Oleh 

karena itu Pak Harto mengundang sejumlah konglomerat 

untuk bergabung dalam Yayasan Damandiri dan 

menyisihkan sejumlah dana CSR perusahaan untuk menjadi 

dana abadi Yayasan Damandiri. 

Dana abadi ini  digunakan untuk membiayai 

program pengentasan kemiskinan, yang salah satunya 

programnya ialah mendirikan Posdaya di tingkat RW.  

Sebagian besar Posdaya Binaan Universitas Trilogi berada di 

Wilayah Kota Jakarta Timur dan Jakarta Selatan. Namun 

beberapa berlokasi di Wilayah Jakarta Pusat dan Utara. 

Posdaya-Posdaya ini  dibentuk ketika ada program 

Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik yang dilakukan setiap 

tahun oleh mahasiswa semester 6. Selanjutnya dosen yang 

membimbing kelompok KKN ini  menjadi pendamping 

dan Pembina Posdaya. 

Jumlah total Posdaya mencapai 79. Sementara jumlah 

sampel ditentukan secara porpusif yaitu pemilihan 

berdasarkan kriteria tertentu yang ditetapkan terlebih dahulu. 

Data sekunder diperoleh dari publikasi BPS maupun lembaga 

88 

terkait. Sampel ditentukan sebanyak 20 Posdaya berdasarkan 

keaktifan kegiatan. Parameter yang dikumpulkan meliputi 

identitas responden, data Posdaya, jenis teknologi yang 

dimanfaatkan dalam kegiatan usaha dan aspek manajemen 

teknologi. 

Identitas responden meliputi nama, jenis kelamin, 

alamat, pekerjaan, pendidikan dan posisi di Posdaya. Data 

Posdaya meliputi alamat Posdaya, jumlah anggota dan jenis 

kegiatan ekonomi (produksi, perdagangan dan jasa lainnya). 

Sedangkan jenis teknologi yang dimanfaatkan meliputi 

tenologi untuk produksi dan untuk pemasaran (website, 

media social, pencetakan brosur dan aplikasi online-e-

commerce). 

Analisis yang digunakan ialah analisis deskriptif, yaitu 

perhitungan rata-rata, frekuensi dan tren. Melalui analisis ini 

akan diketahui bagaimana sikap setiap Posdaya yang diwakili 

oleh Pengurusnya ataupun wakil yang ditunjuk dalam 

mengelola unit usaha Posdaya serta program peningkatan 

teknopreneurship. Tabulasi sederhana dari deskripsi 

responden dijadikan alat pengambil kesimpulan sesuai tujuan 

dilakukannya kajian. Dari 20 Posdaya yang dijadikan sampel, 

hanya 18 yang bisa dianalisis karena dua Posdaya tidak ada 

kegiatan usaha ekonominya.  

 

A. Hasil Kajian 

Profil Responden 

1. Jenis kelamin 

Sebanyak 11,11 persen responden berjenis kelamin 

laki dan 88,89 persen berjenis kelamin perempuan. 

Banyaknya responden yang menjadi pengurus Posdaya 

dari kalangan wanita dapat dimengerti karena kaum lelaki 

bekerja, jadi yang ikut serta dalam kegiatan Posdaya 

adalah kaum perempuan. Walapun demikian, kegiatan 

sosial yang ada di Posdaya juga banyak yang melibatkan 

bapak-bapak seperti pengajian, karang taruna dan 

kebersihan lingkungan. Responden laki-laki yang menjadi 

   89 

 

pengurus Posdaya adalah warga yang sudah pensiun dari 

pekerjaannya dan ingin mengabdikan diri dalam kegiatan 

masyarakat 

 

 

Gambar 12 Profile Responden berdasarkan Jenis Kelamin 

 

2. Umur 

Umur responden berkisar antara 30 sampai 60 

tahun. Kalau dilihat dari Gambar 2 di bawah ini, diagram 

scatter menunjukkan bahwa kelompok umur dominan 

dari responden ialah yang berada dalam selang umur 

antara 35 sampai 55 tahun. Artinya umur ini  adalah 

umur produktif menurut kriteria pembagian kelompok 

umur tenaga kerja. Oleh karena itu, memang sudah 

selayaknya Posdaya melakukan kegiatan ekonomi yang 

menghasilkan pendapatan bagi anggotanya. Apalagi kalau 

anggota Posdaya terdiri dari kalangan berpendidikan yang 

mempunyai banyak waktu luang, tentu bisa membuat 

kelompok usaha yang potensial berkembang menjadi 

usaha yang lebih besar. 

 

90 

 

Gambar 13 Profile Umur Responden 

 

Menurut data kependudukan nasional, Indonesia 

saat ini berada dalam masa bonus demografi, walaupun 

tidak serempak posisinya di setiap provinsi.  Bonus 

demografi dicirikan oleh dominasi jumlah penduduk usia 

produktif.  Usia produktif menurut BPS adalah orang yang 

berada pada selang usia antara 15 sampai 64 tahun. 

Sedangkan usia non produktif adalah orang yang berumur 

antara 0 sampai 14 dan diatas 65 tahun.  Pada tahun 2021, 

jumlah penduduk usia produktif mencapai 67 persen 

sedangkan usia non sebanyak 33%. Artinya kalau dihitung 

rasio ketergantungan antara orang tidak bekerja kepada 

orang yang bekerja hanya 1 berbanding 3.  Setiap satu 

orang menganggur ditanggung oleh 3 orang bekerja.  

Rasio ini merupakan masa-masa yang paling baik bagi 

sebuah negara untuk meningkatkan kesejahteraan bangsa.   

Namun demikian, bonus demografi tidak serta-

merta akan membawa kemaslahatan bagi suatu negara.  

Ada beberapa kondisi yang mesti dipenuhi, diantaranya 

kualitas sdm itu sendiri, ketersediaan lapangan kerja dan 

Pertumbuhan penduduk usia kerja harus disesuaikan 

dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. 

Penduduk usia kerja bisa diserap oleh pasar kerja yang 

   91 

 

tersedia. Tersedia lapangan pekerjaan yang dapat 

menyerap tenaga kerja. 

 

3. Pekerjaan 

Pekerjaan responden didominasi oleh ibu rumah 

tangga (68 %), pedagang/wiraswasta (20%) dan guru 

(12%). Variable pekerjaan responden penting diketahui 

untuk melihat bagaimana peran mereka dalam kegiatan 

ekonomi Posdaya. Sebagian besar merupakan wiraswasta, 

sehingga memang perlu dilakukan upaya peningkatan 

teknopreneurship agar usaha yang sudah jalan semakin 

berkembang dan yang masih merintis, usahanya bisa 

segera beropersi. Peluang usaha diera digital dan 

globalisasi ini sebenarnya cukup banyak, namun yang bisa 

melihat peluang ini  adalah mereka yang akrab 

dengan kemajuan teknologi dan berani maju denga 

mengendalikan risiko-risiko usaha yang ada. Pada 

beberapa Posdaya seperti Posdaya Tunas Mekar di 

Rawajati, Posdaya Pelita Hati di Manggarai, berhasil 

mengembangkan usaha membuat kerajinan dari bahan 

limbah kertas dan plastik yang dirangkai melalui beberapa 

tahap proses tertentu dan akhirnya menjadi produk cantik 

yang bernilai ekonomi, seperti tempat tisu, tas tangan, 

bunga kering dan hiasan dinding. 

 

4. Pendidikan 

Pendidikan responden bervariasi mulai dari 

tamatan SLTP sampai tertinggi sarjana, namun sebagian 

besar jenjang pendidikannya adalah SLTA (72%). Artinya, 

dengan jenjang pendidikan yang dapat dikatakan cukup 

tinggi ini , maka pengenalan teknologi dalam 

meningkatkan usaha ekonomi produktif Posdaya memang 

berpotensi untuk berhasil. Saat ini, teknologi tidak lagi 

hanya dikuasai oleh sekelompok orang terpelajar saja 

tetapi semua orang sudah memakai teknologi, khususnya 

teknologi komunikasi. 

92 

B. Profile Posdaya 

1. Lokasi 

Lokasi Posdaya Binaan Universitas Trilogi tersebar 

di beberapa wilayah terutama di Jakarta Selatan dan 

Jakarta TImur. Dalam penelitian ini 18 Posdaya yang 

dijadikan sampel lokasinya dapat dlilihat pada Tabel 4 

berikut ini. 

 

Tabel 4 Nama-nama Posdaya Binaan Universitas Trilogi 

No. Nama Posdaya Alamat 

1 Anggrek 

RW02 Kelurahan Susukan, Ciracas-

Jaktim 

2 Melati 

RW 04, Rawa Bunga, Kecamatan 

Jatinegara, Jakarta Timur 

3 Kenanga 

Rw05 Setu, Kecamatan Cipayung, 

Jaktim 

4 Mawar Menteng Wadas IV, Setiabudi Jaksel  

5 Tunas Mekar 

RW02 Rawajati, Kecamatan Pancoran 

Jakarta Selatan 

6 Sari Kasih 

RW03, Kelurahan Cipete, Kecamatan 

Cilandak, Jakarta Selatan 

7 Putra Ceria 

RW03 Kelurahan Cipete, Kecamatan 

Cilandak, Jakarta Selatan 

8 Karang Balita 

RW05 Kel. CIpete, Kecamatan 

Cilandak, Jakarta Selatan 

9 Dahlia 

Kelurahan Buktiduri, Kecamatan 

Tebet, Jakarta Selatan 

10 Kemuning 

RW07 Kelurahan Cipete, Kecamatan 

Cilandak, Jakarta Selatan 

11 Melati 

Palmeriam, Kecamatan Matraman, 

Jaktim 

   93 

 

No. Nama Posdaya Alamat 

12 Anggur 

RW06, Kelurahan Cipete, Kecamatan 

Cilandak, Jakarta Selatan 

13 Teratai 

RW01 Kelurahan Baru, Kecamatan Ps 

Rebo, Jakarta Timur 

14 Pelita Hati 

RW03 Kelurahan Makassar, 

Cipayung-Jaktim 

15 Pulo Kambing 

RW02 Jatinegara, Kecamatan 

Cakung, Jakarta Timur 

16 Wijaya Kusuma 

RW03 Pondokrangon, Kecamatan 

Cipayung, Jakarta Timur 

17 Tunas Melati 

RW02 Batu Ampar, Kecamatan 

Kramat Jati, Jakarta Timur 

18 Anyelir 

RW05 Batu Ampar, Kecamatan 

Kramat Jati, Jakarta Timur 

 

2. Jumlah anggota 

Jumlah anggota Posdaya yang dilaporkan oleh 

pengurus bervariasi antara 23 sampai terbanyak 100 orang. 

Dari 18 Posdaya yang jadi responden, jumlah anggotanya 

rata-rata mencapai 42 orang. Anggota yang tergabung 

dalam Posdaya umumnya adalah warga yang memang 

aktif dalam kegiatan kemasyarakatan di lingkungan 

mereka. Baik kegiatan pengajian, Posyandu, kebersihan 

lingkungan dan kegiatan lainnya. Ketika di rumah 

memang tidak ada kegiatan, sering ibu-ibu membuat 

kegiatan berkelompok seperti mengerjakan kerajinan 

tangan, belajar membuat kue, masakan dan sebagainya. 

 

94 

 

Gambar 14 Jumlah Anggota Posdaya 

 

3. Jenis Kegiatan Ekonomi 

Jenis kegiatan ekonomi yang terdapat di Posdaya 

adalah produksi barang kerajinan, usaha kuliner/ 

masakan, memproduksi kue-kue basah, kue-kue kering, 

memproduksi asinan/olahan buah, permen, menjahit 

pakaian anak-anak, mainan anak-anak dan membuat 

bakso. Usaha ekonomi ini umumnya berbentuk UMK. 

Selain itu ada juga kegiatan yang memproduksi tetapi 

tidak untuk dijual seperti menanam sayur hidroponik, 

memelihara ikan lele di kolam terpal. Sedangkan kegiatan 

usaha dagang ialah distribusi bahan makanan pokok. 

Kegiatan ekonomi yang juga dilakukan oleh 

beberapa Posdaya ialah mengolah sampah menjadi 

produk yang bernilai jual, yaitu kompos dan barang 

kerajinan. Podaya Melati di Rawa Bunga telah mendidikan 

bank sampah yang telah dirasakan oleh anggota 

manfaatnya. Sampah yang selama ini dibuang dan 

menjadi masalah lingkungan, kini setelah dipilah menjadi 

sampah organic dan non organic bisa dimanfaatkan dan 

menghasilkan pendapatan tambahan 

 

  

   95 

 

C. Pemanfaatan Teknologi Dalam Kegiatan Ekonomi 

Jenis teknologi yang dimanfaatkan oleh kegiatan 

ekonomi Posdaya adalah teknologi informasi yang dipakai 

dalam pemasaran produk maupun berkomunikasi dengan 

sesama pengurus atau dengan pelanggan. Dalam kuisioner, 

macam teknologi yang ditanyakan adalah internet/website, 

media sosial (Facebook, Tweitter, Instagram, Whatsapp dan 

mendia sosial lainnya), brosur cetak, dan aplikasi pemasaran 

e-commerce. 

Dari seluruh responden (UMK) yang diwawancarai, 

ternyata belum ada yang membuat website untuk 

kepentingan usaha mereka. Alasannya ialah, selain belum ada 

tenaga yang mampu mengoperasikan website juga biaya yang 

dibutuhkan untuk mendisain sebuah website cukup mahal 

untuk ukuran usaha ekonomi mikro. Sementara produk yang 

dihasilkan belum begitu banyak, sehingga pengurus Posdaya 

merasa belum perlu menggunakan laman website untuk usaha 

mereka. 

Sementara media sosial, hampir semua responden 

mengatakan telah menggunakan media sosial untuk 

membantu usaha mereka. Jenis media sosial yang dominan 

ialah Facebook, kemudian Whatsapp, Instagram dan Line. Media 

sosial digunakan untuk menawarkan produk baik produk 

baru maupun yang sudah biaya diproduski. Kedekatan 

hubungan dalam grup media sosial menjadi kunci 

berhasilnya pemasaran melalu media sosial ini. 

Brosur, belum semua Posdaya menggunakan bahan 

cetak ini untuk kegiatan usaha. Dari 18 Posdaya, hanya 

sekitar 5 Posdaya yang telah menggunakan bahan cetak 

berupa brosur untuk mempromosikan produknya. Jenis 

teknologi yang menggunakan aplikasi e-commerce juga belum 

ada digunakan oleh usaha ekonomi Posdaya. 

 

  

96 

D. Manajemen Teknologi 

Perubahan serta perkembangan teknologi yang begitu 

pesat telah memberikan memberi dampak langsung atau 

tidak langsung pada semakin cepatnya proses penciptaan 

produk baru, perubahan dalam rantai nilai serta peningkatan 

daya saing perusahaan. Penguasaan teknologi menentukan 

kemampuan seorang wirausahawan/perusahaan untuk dapat 

mengendalikan masalah-masalah teknis, konsep serta hal 

yang lainnya yang bersifat tangible yang dikembangkan 

untuk mengatsi masalah teknis serta kemampuan teknik 

mengekplor konsep serta hal tangible lain lebih efektif. 

Kemampuan manajemen teknologi dipengaruhi oleh 

beberapa faktor seperti pengalaman produksi, pengetahuan 

kualitas, pengetahuan layanan prima, disain kemasan, 

pengetahuan dan penerapan aspek manajemen yang baik, 

pengembangan produk baru, pernah atau tidak mengajukan 

pinjaman bank, pernah atau tidak mengikuti pameran 

dagang, mengikuti pelatihan produksi dan mengikuti 

pelatihan manajemen. 

1. Pengalaman Produksi 

Dalam kewirausahaan konvensional, lamanya 

seseorang melakukan hal yang sama (berulang 

memproduksi barang yang sama) mempengaruhi 

penguasaan tekonloginya dalam memproduksi barang 

ini . Ia akan terus mempelajari dan memperbaiki 

metode sehingga semakin banyak pengalaman, 

diasumsikan makin tinggi penguasaan teknologinya. 

Dalam kajian ini, walaupun proses produksi usaha 

ekonomi mikro Posdaya masih tergolong sederhana, 

namun asumsi ini masih relevan untuk diterapkan. Oleh 

karena itu, dalam kajian ditanyakan berapa lama usaha ini 

telah melakukan kegiatan produksi. 

Rata-rata usaha ekonomi Posdaya masih terhitung 

pendek pengalaman produksinya, yaitu mulai dati 1 

sampai 5 tahun. Dalam siklus produksi periode seperti ini 

masih tergolong masa introduksi (pengenalan produk ke 

   97 

 

pasar). Tetapi ini adalah hal yang bersifat relative. Ada 

juga produk yang masa introduksinya hanya satu sampai 

dua tahun, kemudian memasuki masa pertumbuhan. 

Misalnya untuk produk-produk makanan yang umur 

simpannya relative singkat. Posdaya memang banyak 

memproduksi barang seperti keripik, bakso, minuman 

ringan, asinan buah adalah beberapa contohnya. 

Sebenarnya dengan konsep teknopreneur, panjang 

pendeknya pengalaman produksi tidak terlalu 

menentukan keberhasilan sebuah usaha, karena 

perkembangan teknologi yang paling mutahkhir dapat 

menafikan pengalaman bekerja seseorang. Misalya orang 

yang terlatih menjadi juru ketik selama puluhan tahun, 

tidak bisa diandalkan dengan pemanfaatan teknologi 

computer yang serba digital. Dulu ketika masih 

menggunakan mesik ketik manual. Sangat diperlukan 

sekretaris yang pandai mengetik rapi dan cepat. Sejak 

pemanfaatan computer, apalagi dengan menggunakan 

system perangkat lunak terbaru, untuk mengetik dokumen 

yang rapi dan cepat tidak lagi memerlukan pegawai yang 

ahli mengetik dan berpengalaman. 

 

2. Pengetahuan kualitas 

Ketika ditanyakan tentang pengetahuan kualitas 

produk, pengelola usaha mikro Posdaya memberikan 

jawaban yang beragam. Jawaban dikelompokkan menjadi 

5 skor, dengan perincian sebagai berikut: 

a. Tidak mampu menjelaskan kualitas produk yang 

diinginkan konsumen 

b. Mampu menjelaskan kualitas produk 

c. Mampu menjelaskan standar kualitas dan memberikan 

contoh serta kriteria dari preferensi konsumen terhadap 

kualitas yang melekat pada produk 

d. Mampu menjelaskan secara jelas dan mempunyai 

perbandingan dari kualitas produk pesaing 

98 

e. Mengerti dan mampu menjelaskan kualitas yang baik 

serta punya strategi dan terobosan untuk 

meningkatkan terus kualitas produk 

Berdasarkan hasil wawancara, diketahui bawah skor 

pengelola usaha ekonomi mikro Posdaya berada pada 

angka 3 sampai 5, tetapi didominasi angaka 3 sebesar 72%. 

Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman terhadap 

kualitas barang yang dihasilkan masih perlu terus 

ditingkatkan, bisa melalui pelatihan atau mempelajari 

contoh barang lain yang kualitasnya paling baik 

(benchmarking). Kualiti manajemen tidak hanya di 

perusahaan mikro atau kecil, di perusahaan besarpun 

menjadi perhatian pimpinan perusahaan. Pemahaman dan 

kemampuan menghasilkan produk yang berkualitas 

menjadi kunci dalam merebut pangsa pasar. 

Tidak hanya produsen yang memanfaatkan 

kemajuan teknologi informasi, konsumen pun demikian 

pula, mereka mendapatkan benefit dari kemajuan 

teknologi ini . Kalau dulu konsumen harus dating 

atau menelepon satu persatu toko untuk mengecek barang 

yang bagus dari segi harga dan kualitas, kini tidak perlu 

seperti itu. Cukup buka website maka harga dan gambar 

barang yang dicari terpampang dan langsung bisa 

dibandingkan antara satu produsen dengan produsen 

yang lain. 

 

3. Pengetahuan tentang layanan prima (services excellent) 

Layanan prima menjadi perhatian para pemimpin 

perusahaan saat ini. Untuk bisa tetap eksis dipasar, selain 

menang dalam kualitas dan harga, memberikan layanan 

terbaik kepada pelanggan tidak bisa ditinggalkan. Oleh 

karena itu, dalam kajian ini ditanyakan bagaimana 

pengeatahuan pengelola usaha di Posdaya tentang 

layanan prima ini . Teori manajemen menyebutkan 

bahwa konsumen selalu menuntut layanan terbaik agar 

loyalitasnya terjaga. Layanan prima akan menjadikan 

   99 

 

konsumen puas terhadap atribut yang melekat pada 

produk dan juga terhadap pelayanan personal seperti 

memberikan senyuman ketika melayani, mengucapkan 

terima kasih dan sebagainya, baik sebelum transaksi, saat 

transkasi maupun sesudahnya. Memberika layanan prima 

sebenarnya tidak memerlukan biaya yang besar tetapi 

dampaknya terhadap kepuasan pelanggan cukup besar. 

Kriteria yang diukur dalam variable layanan prima 

sama seperti mengukur pengetahuan tentang kulaitas, 

yaitu dengan meberikan skor 1 sampai 5 terhadap 

jawaban, skor ini  adalah: 

a. Tidak mampu menjelaskan proses layanan prima 

b. Mampu menjelaskan layanan prima secara singkat 

c. Mampu menjelaskan layanan prima dan memberikan 

contoh serta kriteria dari preferensi konsumen terhadap 

pelayanan 

d. Mampu menjelaskan secara panjang lebar dan 

mempunyai contoh perbandingan dari layanan produk 

pesaing 

e. Mengerti dan mampu menjelaskan kualitas yang baik 

serta punya strategi dan terobosan untuk 

meningkatkan layanan prima 

Hasil wawancara memperlihatkan bahwa 

pengetahuan tentang layanan prima berada dalam selang 

2 sampai 4. Hal ini artinya, rata-rata pengelola usaha 

ekonomi mikro di seluruh Posdaya sudah memahami 

bagaimana memberikan layanan prima kepada pelanggan. 

Misalnya usaha kuliner, memberikan layanan prima 

adalah membuat pelanggan puas dari semua aspek, yaitu 

kebersihan, rasa, memberikan senmyuman dan ramah 

kepada setiap pelanggan. 

 

4. Disain Kemasan 

Sebanyak 60% Posdaya mengakui bahwa usaha 

mereka telah menggunakan kemasan yang dicetak dengan 

teknologi printing. Usaha produk makanan seperti permen 

100 

jahe, kue kering, keripik singkong dal sebagainya, sangat 

dipengaruhi keberhasilan pemasarannya oleh bentuk 

kemasan. Kadang-kadang produk yang bermutu, kalau 

tidak dikemas dengan baik akan jatuh nilainya dimata 

konsumen. Sisanya sebanyak 40% responden mengatakan 

bahwa produk mereka tidak menggunakan kemasan yang 

didisain khusus karena kendala permodalan atau jumlah 

skala ekonomis yang belum tercapai. Untuk mencetak 

kemasan dengan disain khusus, kalau jumlahnya sedikit 

harga tiap unitnya menjadi mahal. Sehingga jumlah 

pesanan kemasan harus dalam jumlah besar supaya harga 

per unitnya murah. Untuk Posdaya yang jumlah 

produksinya masih rendah, hal ini menjadi kendala untuk 

bisa memesan kemasan dengan disain khusus. 

 

5. Pengembangan produk baru 

Hanya 30 persen (6 Posdaya) yang melakukan 

percobaan pengembangan produk baru. Ide 

pengembangan dan peluncuran produkbaru biasanya 

diperole dari hasil pelatihan maupun memodifikasi 

produk yang sudah ada. Contohya Posdaya Pulo Kambing 

di Jatinegara Jakarta Timur, yang melakukan modifikasi 

produk keripik singkong. Produk baru yang diluncurkan 

ialah keripik warna ungu dari bahan baku ubi jalar ungu. 

Produk ini dipromosikan dengan jargon Jajanan sehat 

karena mengandung zat anti oksidan. 

Pengembangan produk baru perlu terus 

dibudayakan dikalangan pengusaha, karena inovasi selalu 

ditunggu oleh konsumen. Teori life-cycle produk selalu 

berlaku apapun produknya. Pada tahap awal atau 

introduction, produk ini  membutuhkan perkenalan 

dan biasanya belum cepat naik penjualannya. Tahap 

berikutnya, jika memang produk ini  cocok dengan 

keinginan pelanggan maka ia akan dicari dan angka 

penjualan naik cepat. Sampai pada suatu titik, yang 

disebut titik maturity (kejenuhan) maka barang ini  

   101 

 

melambat penjualannya. Bisa disebabkan oleh pangsa 

pasar direbut produk baru yang lebih baik, bisa juga 

karena pengaruh bosan dengan tampilan produk yang 

seperti itu saja. Pada saat inilah diperlukan peluncuran 

produk baru baik dengan sedikit modifikasi maupun sama 

sekali baru. Tanpa inovasi, maka produk yang berasa 

dalam fase maturity ini  akan ditinggalkan dan lama-

lama hilang dari pasaran. 

 

6. Pinjaman Modal dari Bank 

Sebagaimana usaha mikro yang lain, usaha yang 

ada di Posdaya masih kesulitan akses permodalan dari 

bank. Bank biasanya mau mengucurkan kredit kepada 

usaha yang sudah berjalan dan terpantau dari transaksi 

rekeningnya banknya. Jadi ketika mengajukan pinjaman, 

Bank meminta copy buku rekening bank dan juga 

kolateral dengan nilai yang cukup. Hal ini tentu tidak 

mudah bagi usaha mikro di Posdaya karena jarang 

transaksi mereka yang menggunakan rekening bank. 

Ketika ditanyakan apakah pernah mendapat pinjaman 

modal dari bank, tidak ada satupun dari Posdaya yang 

menjawab pernah. Alasan mereka sama yaitu berurusan 

dengan bank cukup rumit dan banyak persyaratannya. 

Walaupun ada program Tabur Puja yang digagas oleh 

Yayasan Damandiri, tetap saja tidak dimanfaatkan karena 

pengelola usaha Posdaya menganggap sama saja dengan 

kredit biasa. Memang yayasan Damandiri tidak 

menyalurkan langsung modalnya ke usaha mikro 

Posdaya, melainkan melalui bank mitra, koperasi atau 

lembaga keuangan lainnya. 

 

7. Pameran Dagang 

Yayasan Damandiri, sebagai inisiator pembentukan 

Posdaya di Indonesia melakukan pameran dagang di tiap-

tiap regional, yaitu Sumatera, Jawa Barat dan DKI, Jawa 

Tengah dan DIY, serta Jawa Timur. Pelaksanaan pameran 

102 

dagang ini bersamaan dengan pemilihan Posdaya Teladan 

tingkat regional. Universitas Trilogi sebagai perguruan 

tinggi Pembina Posdaya pusat sudah melaksanakan 

pameran dagang sebanyak 3 kali. Semua Posdaya yang 

berada dibawah binaan Universitas Trilogi diundang 

untuk mengikuti pameran dagang ini . Biasanya 

Posdaya yang mempunyai kegiatan usaha ekonomi, 

seperti meproduksi makanan ringan, minuman, bakso 

ataupun yang memproduksi barang lainnya akan 

mendaftarkan diri untuk ikut pameran dagang. Tempat 

dan fasilitas stand disediakan oleh Universitas Trilogi. 

Hasil wawancara terhadap Posdaya yang dijadikan 

sampel menujukkan sebanyak 60 Persen responden 

menyatakan pernah ikut pameran dagang. Hal ini 

merupakan indicator positif bagi pengusaha, yaitu 

berupaya memanfaatkan kesempatan memperkenalkan 

produk melalui pameran. Selain pameran dagang yang 

diadakan Yayasan Damandiri, beberapa Posdaya 

mengaku, juga mengikuti pameran dagang yang diadakan 

oleh Pemda melalui Dinas Koperasi. Melalui wawancara 

mendalam dengan pengurus Posdaya diketahui bahwa 

 

E. Pelaksanaan Loka Karya 

Pelaksanaan lokakarya bertujuan untuk sharing 

pengetahuan dan pengalaman antara nara sumber dengan 

pengurus Posdaya. Narasumber yang dipilih adalah dosen 

kewirausahaan di Universitas Trilogi, yang pernah memiliki 

pengalaman bekerja di perusahaan swasta. Narasumber juga 

menjadi Pembina beberapa Posdaya di lingkungan 

Universitas Trilogi. 

Empat Posdaya yang dipilih sebagai lokasi lokakarya 

adalah (1) Tunas Mekar di RW 02 Kelurahan Rawa Jati, 

Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan; (2) Posdaya Kenanga, 

RW05 Kelurahan Setu Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur; 

(3) Posdaya Teratai, RW01 Kelurahan Baru, Kecamatan Pasar 

Rebo, Jakarta Timur dan (4) Posdaya Anggur, RW06 

   103 

 

Kelurahan Cipete, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan. 

Jumlah peserta dari masing-masing lokasi lokakarya dapat 

dilihat pada Lampiran 4. 

Selama pelaksanaan loka karya, peserta aktif mengikuti 

pemaparan dari nara sumber dan kemudian dilanjutkan 

dengan tanya jawab dan diskusi. Peserta yang terlibat 

langsung dengan usaha ekonomi mikro mengemukakan 

permasalahan-permasalahan yang sering mereka hadapi. 

Beberapa pertanyaan yang dapat dirangkum di sini 

diantaranya: 

1. Cara meningkatkan umur simpan produk olahan 

makanan. 

2. Penggunaan bahan makanan pewarna, pemanis, pengawet 

dan lain-lain. 

3. Proses sertifikasi produk halal 

4. Tata tata cara mendapatkan ijin IRT (Industri Rumah 

Tangga) 

5. Aplikasi pencatatan dan pelaporan system akuntasi 

sederhana 

6. Teknik pemasaran untuk meningkatkan penjualan 

7. Suplier alat-alat dan mesin produksi untuk memproses 

produk snack 

Melalui diskusi interaktif, narasumber telah 

memberikan jawaban atas pertanyaan- pertanyaan ini . 

Misalnya pertanyaan tentang lama simpan produk. Dijelaskan 

bahwa untuk produk makanan, makin berair produk ini  

air akan semakin singkat umur simpannya, karena mikroba 

membutuhkan air sebagai media tumbuh. Namun mikroba 

seperti jamur tetap bisa tumbuh dibahan makanan yang 

kering. Oleh akarena itu, selain diupayakan mengurangi 

kadar air, produk harus dikemas dengan baik agat tidak cepat 

terkontaminasi oleh kapang/jamur. 

Bahan-bahan tambahan makanan yang bersifat kimiawi 

sebisa mungkin dihindari. Kalaupun sudah termasuk bahan 

yang diijinkan oleh BPOM, takarannya harus seminimal 

104 

mungkin. Hal ini untuk menghindari dampak jangka panjang 

pada orang yang mengkonsumsi produk ini  secara rutin. 

Untuk proses sertifikasi produk halal, khusus untuk 

usaha kecil dan mikro pemerintah memberikan bantuan dan 

potongan biaya. Nara sumber meyakinkan peserta agar tidak 

usah kuatir dengan biaya sertifikasi halal. Sedangkan ijin 

Industri Rumah Tangga (IRT) dapat diajukan ke Dinas 

Kesehatan Kota/Kabupaten. Selanjutnya nanti akan dipanggil 

untuk mengikuti pelatihan, setelah itu lokasi usaha akan 

disurvey sebelum sertifikat dikeluarkan. Jika usaha yang 

sama mengharuskan lebih dari satu macam produk, maka 

untuk produk kedua, proses lebih mudah yaitu tinggal 

mencantumkan nama produk pada surat pengajuan dan tidak 

perlu ikut pelatihan lagi. Nomor IRT menurut peserta sangat 

penting karena disyaratkan ketika akan disuplai ke toko 

modern. 

Suplier alat-alat produksi, bisa didapatkan dari 

berbagai cara seperti di pusat pertokoan Glodok dan Mangga 

Dua yang menyediakan segala macam alat produksi yang 

cocok untuk UMKM, tersedia produk buatan lokal maupun 

impor. Cara lain bias juga dengan memesan langsung ke 

bengkel yang biasa membuat peralatan produksi dengan 

spesifikasi sesuai pesanan, namun harga akan lebih mahal 

disbanding beli langsung jadi di toko. 

  


 

 

Jumlah unit UMK mencapai 99,9% dari jumlah entitas 

usaha yang ada. UMK memainkan peranan yang cukup 

penting dalam meningkatkan pendapatan rumah tangga, 

menyerap tenaga kerja dan pengembangan teknologi tepat 

guna. Untuk meningkatkan kapasitas perekonomian nasional, 

maka seluruh pemangku kepentingan harus memberikan 

perhatian terhadap UMK agar tetap eksis, berkembang dan 

memiliki daya saing, tidak hanya di pasar domestic tetapi 

juga di pasar global. Perlu dilakukan pemutakhiran data 

UMK secara terus menerus mengingat masih banyak UMK 

yang beroperasi tanpa didaftarkan dan tidak mengurus ijin 

usaha sehingga tidak ada datanya. Data UMK yang akurat 

dibutuhkan untuk membuat kebijakan yang tepat. Hal-hal 

yang perlu dibantu untuk mengembangkan UMK meliputi 

strategi pemasaran, manejemen tenaga kerja, kontinuitas 

bahan baku dan teknologi produksi. UMK perlu terus 

didorong agar naik omset usahanya sehingga diharapkan 

memberikan efek domino secara makro terhadap 

perekonomian nasional. 

Pada kajian manajemen UMK terhadap usaha Posdaya 

binaan Universitas Trilogi, dapat disimpulkan bahwa 

sebagian besar pelaku UMK telah memahami pentingnya 

implementasi teknologi dalam usahanya. Pengurus Posdaya 

yang menjadi pengelola usaha ekonomi ingin memperbaiki 

teknologi produksi, namun terkendala oleh permodalan dan 

tenaga terampil yang bisa mengoperasikannya.  

Salah satu strategi pemasaran yang efektif bagi UMK 

ialah mengikuti pameran dagang. Melalui pameran dagang, 

pengusaha UMK dapat memperkenalkan produknya. Oleh 

karena itu pemerintah melalui dinas terkait perlu 

mengadakan pameran dagang dan mengundang pelaku 

106 

UMKM dengan fasilitas khusus seperti subsidi biaya sewa 

stand, bantun akomodasis dan pendampingan. Pembinaan 

dan dukungan melalui kebijakan yang terprogram dan 

terjadwal juga sangat membantu agar kemajuan dan 

perkembangan UMK. 

Peningkatan kemampuan manajemen pengelola UMK 

adalah salah satu upaya penting untuk membantu UMK 

tumbuh dan berkembang bahkan naik kelas menjadi usaha 

menangah dan besar. Banyak contoh perusahaan besar 

awalnya bermula dari sebuah UMK. Oleh karena itu semua 

pemangku kepentingan harus satu visi agar jumlah 

pengusaha makin banyak.