Wiraswasta UMKM 2
rius, yang penting adalah
adanya pesanan/order dari luar negeri. Soal Bahasa bisa
dibantu oleh software penterjemah bahkan google pun
menyediakan translator gratis.
Jadi sekarang ini ekspor bisa dilakukan bahkan
perdagangan ritel secara on line dan usaha individual.
Caranya tidak rumit, hanya dengan bermodalkan website
berbahasa Inggris yang menarik untuk dikunjungi, kemudian
tampilkan contoh produk beserta fotonya. Pembayaran
termasuk ongkos kirim dilakukan di muka sehingga aman
bagi penjual. Apabila ada pemesan dari luar negeri, dan
transaksi berhasil maka itu sudah termasuk menjual ke pasar
global atau bisnis ekspor. Defenisi ekspor ialah menjual
produk keluar daerah pabean (pabean adalah wilayah
yurisdiksi Republik Indonesia).
56
A. Sejarah Sukses Menembus Pasar Ekspor
Kejenuhan pasar domestik akibat tingginya tingkat
persaingan dapat diatasi dengan memasuki pasar global.
Indonesia dengan keragaman budaya yang paling tinggi di
dunia, memiliki potensi besar untuk menawarkan keunikan
dan keragaman budaya ini kepada masyarakat dunia.
Tidak hanya beragam dalam kekayaan seni dan budaya,
Indonesia juga sangat tinggi keragaman kekayaan
sumberdaya hayatinya, baik di lautan maupun di darat atau
hutan. Keragaman dan keindahan alam merupakan peluang
UMK yang bergerak di bidang pariwisata. Oleh-oleh unik asli
dari daerah tertentu dapat mendorong tumbuhnya usaha
pariwisata dan juga bisa menjadi komoditas ekspor.
Perkenalan antara pengunjung dari luar negeri dengan
produsen lokal di sekitar daerah tujuan wisata dapat saja
berlanjut menjadi transaksi bisnis ekspor impor.
Sementara dalam hal produksi manufaktur pun makin
banyak UMKM yang berhasil menembus pasar global. Pada
bulan Desember 2020, Kementerian Perdagangan
menyebutkan bahwa ada 54 UKM yang berhasil menebus
pasar global dengan total nilai ekspor produk mencapai
USD12,29 juta atai Rp178,15 miliar. Dari 54 UKM ini , 6
diantaranya baru pertama kali melakukan ekspor dengan
total nilai mencapai USD 206 ribu atau setara Rp3,02 miliar
(lihat Tabel 3).
Tabel 3 Perusahaan UMKM yang berhasil Menembus Pasar
Ekspor pada Desember 2020
No. Nama Perusahaan Produk Negara Tujuan
1
PT Lestari Jaya
Bangsa
Makanan olahan
dan jamu herbal
Arab Saudi
2 UD Sinar Mulyo kapuk fiber India
3
CV Yukari Cahaya
Abadi
tempat tidur Jepang
4
CV Aromata
Anugrah Sultan
kemiri olahan Hongkong
5 CV. Masagenah lidi nipah India
6 Syam Surya Mandiri udang beku Jepang
(Sumber: Kemenkop-UKM)
57
Perusahaan UMKM yang berhasil melakukan ekspor
ini dapat menjadi model dalam upaya mendorong peingkatan
eksor non migas. Banyak sekali kearifan local yang jika
dikemas dan dinaikkan “grade”nya menjadi kualitas ekspor
maka akan banyak peluang UMKM yang mampu menembus
pasar global. Seperti produk mainan anak-anak daerah, karya
seni berlatar belakang etnik, olahan pangan, produk
hortikultura dan sebagainya.
Memang diperlukan kreativitas untuk bisa menjajakan
barang di etalase internasional. Kreativ dalam cara, metode
dan juga dalam memodifikasi produk sehingga dilirik oleh
pembeli dari luar negeri. Misalnya batu bara yang jumlahnya
melimpah, jika dijadikan briket seukuran sebesar telur puyuh
atau telur ayam kemudian dikemas dalam packaging yang
menarik, disain dan keterangan penggunaan dalam beberapa
bahasa asing maka bisa dijual sebagai bahan barbeque yang
banyak dibutuhkan ketika musim panas di negara-negara
subtropics.
Publikasi tentang bagaimana strategi UMK memasuki
pasar global telah banyak diteliti oleh ekonom. Diantaranya
Lis et al (2012), yang menekankan bahwa keterampilan
manajemen internasional sangat penting bagi UMK yang
ingin terjun ke pasar gobal. Sementara Reddy and Naik (2011)
membuktikan bahwa factor perencanaan untuk memasuki
internasional, ukuran besar kecilnya perusahaan, risiko politis
dan kebijakan domestic menjadi factor yang mempengaruhi
bagi perusahaan UMK masuki pasar global.
58
Gambar 7 Nilai ekspor dan negara tujuan (2014-2018)
(Sumber: Kemendag.go.id)
B. Memulai Ekspor
Banyak pengusaha yang beranggapan bahwa menjual
barang ke pasar ekspor sesuatu usaha yang sulit. Kendala
yang dihadapi misalnya tidak mengerti bahasa asing,
pengetahuan tentang prosedur ekspor dan valuta asing.
Sebenarnya hambatan yang utama bukanlah hal yang
disebutkan tadi, melainkan bagaimana mendapatkan pesanan
yang bagus (dari segi harga, jumlah dan persyaratan). Jika
sudah memperoleh pesanan, maka masalah-masalah lainnya
bisa diatasi sambil minta pembimbingan atau supervisi dari
lembaga pemerintah atau tenaga konsultan.
Secara umum, tahapan untuk menjadi pengusaha
eksportir diawali dengan mensuplai barang ekspor ke
perusahaan eksportir yang sudah eksis sejak lama. Dalam
bisnis ekspor Secara bertahap bisa dipelajari pengetahuan
tentang barang, istilah grading, kemasan, harga dan
sebagainya. Selanjutnya mulai dicoba berkomunikasi
langsung dengan pembeli.
59
BAB V
PRODUKTIVITAS PADA UMK
A. Konsep Produktivitas
Defenisi produktivitas menurut Perpres Nomor 50
Tahun 2005 adalah sikap mental dan etos kerja yang selalu
berusaha melakukan perbaikan mutu kehidupan melalui
peningkatan efisiensi, efektivitas, dan kualitas untuk
menciptakan nilai tambah secara berkelanjutan. Secara
filosofis produktivitas artinya hari ini harus lebih baik dari
hari kemarin & hari esok harus lebih baik dari hari ini.
Produktivitas secara teknis matematis adalah rasio
antara out put/hasil dengan sumberdaya (input yang
digunakan).
P = produktivitas
O = output
I = input
Hasil yang besar belum tentu dapat dikatakan
produktivitasnya tinggi, tergantung seberapa besar input
yang dihabiskan. Sebagai contoh, seorang petani padi A
menghasilkan gabah kering panen sebanyak 15 ton,
sementara petani B menghasilkan 10 ton. Sekilas tampak
petani A lebih banyak hasilnya, namun jika misalkan petani A
menggunakan 2 hektar lahan dan petani B 1 hektar lahan,
maka produktivitas yang lebih tinggi ialah petani B karena
menghasilkan padi 10 ton/hektar sedangkan petani A hanya
7,5 ton/hekar.
60
Konsep produktivitas dapat digunakan dalam semua
aspek manajemen. Alat analisis produktivitas pun sudah
sangat berkembang. Saat ini ada sekitar 76 tools of analysis
yang digunakan untuk mengukur produktivitas.
Prinsip utama produktivitas sumberdaya manusia ada tiga,
yaitu:
1. Pengembangan kualitas dan pemberdayaan tenaga kerja.
2. Peningkatan kerjasama manajemen dan pekerja.
3. Distribusi hasil produktivitas secara berkeadilan.
B. Mengukur Produktivitas
Konsep produktivitas terbagi dua yaitu produktivitas
parsial dan produktivitas total. Produktivitas parsial
mengukur besarnya bagian per bagian dari input yang
digunakan untuk produksi. Kedua ialah produktivitas total
atau total factor prodyctivity (TFP) yaitu mengukur total
input digunakan untuk produksi. Saat ini yang kembangkan
lebih banyak TFP, dengan berbagai pendekatan seperti
persamaan Cob Douglas, data envelopment analysis dan telah
tersedia pula perangkat lunak pengukurannya.
Dalam TFP satuan input yang dimasukkan ke dalam
persamaan bisa bermacam-macam seperti nilai rupiah, jumlah
pegawai, kwh listrik, satuan volume bahan bakar dan
sebagainya. Untuk UMK sebenarnya cukup dengn mengukur
parsial produktivitas karena untuk bisa bersaing dipasar
variable yang diukur tidak rumit seperti pada perusahaan
skala besar. Cukup membandingkan produktiitas tenaga kerja
misalnya, atau penggunaan bahan bakar.
61
Gambar 8 Produktivitas per jam kerja beberapa negara Asia
Tahun 2018 (dalam USD)
(Sumber: APO Productivity Databook 2020)
Gambar 8 di atas memperlihatkan bahwa produktivitas
tenaga kerja di Singapura paling tinggi, yakni 66.5 SD/jam.
Sementara Indonesia berada di urutan ke-13 di bawah
Thailand dengan produktivitas senilai 12,1 USD/jam. Di
kalangan negara-negara ASEAN, produktivitas tenaga kerja
Indonesia kalah dari Thailand dan Malaysia.
Produktivitas tenaga kerja terkait dengan daya saing
nasional. Produktivitas tinggi akan mendongkrak
perekonomian karena industri menghasilkan produk yang
juga berdaya saing, kesejahteraan buruh meningkat,
perselisihan industrial bisa diminimalisir. Kasus perselisihan
buruh dengan manajemen perusahaan salah satunya muncul
karena rendahnya produktivitas, sementara buruh
membutuhkan bayaran yang layak untuk hidupnya. Di
negara-negara yang produktivitas tenaga kerjanya tinggi
jarang ada kasus perselisihan antara buruh dan manajemen
perusahaan. Bahkan di Jepang dan Korea, ketika perusahaan
mengalami kesulitan, para keryawan rela dipotong gajinnya
karea loyalitas dan memang kompensasi selama ini sudah
62
cukup tinggi, dan hal itu terkait dengan produktivitas tenaga
kerja yang tinggi.
C. Metode dan Alat Ukur Produktivitas
Saat ini telah banyak dikembangkan metode
pengukuran produktivitas, diantaranya adalah:
5-S (Seiri, Seiton, Seiso, Seiketshu, Shitsuke)
Kaizen
Practical I E (Industrial Engineering)
Just In Time (J I T)
T Q C (Total Quality Control)
T P M (Total Productivity Maintenance)
Tqm (Total Quality Management)
Benchmark, Best Practice
Malcolm Baldridge Award
Csr, Hc, Sc
Balance Score Card
Six Sigma
Knowledge Management
Setiap metode ini mempunyai kelebihan dan
kekurangan masing-masing. Hal yang terpenting ialah
konsistensi dan kontinuitas dalam melakukan perbaikan
sesuai dengan rekomendasi dari metode. Misalnya metode
5-S yang pertama kali diperkenalkan oleh Takashi Osada
tahun 1980-an. Dia adalah seorang ahli manajemen industri di
Jepang, yang menciptakan konsep 5-S dan kemudian
diterapkan oleh banyak industri di dunia. Perusahaan yang
telah menerapkan konsep 5-S akan terlihat rapi, bersih dan
teratur. Saat ini, konsep 5-S telah banyak diadopsi oleh
berbagai industri. Popularitas 5S ini terutama ialah
mengurangi segala pemborosan (waste), efesiensi waktu dan
ruang. Konsep 5-S ialah pemilahan (seiri), penataan (seiton),
pembersihan (seiso), penjagaan kondisi yang mantap
(seiketsu), dan penyadaran diri akan kebiasaan yang
diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan dengan baik
(shitsuke).
63
Bagi perusahaan UMK, konsep 5-S ini dapat diterapkan
tanpa harus mengeluarkan biaya ekstra. Hal yang perlu
dilakukan ialah niat yang kuat untuk membuat lingkungan
kerja teratur, bersih dan bebas dari sampah serta barang yang
tidak dipergunakan lagi. Adalah hal yang jamak, baik di
perusahaan maupun di rumah tangga, orang selalu menahan
barang yang sebenarnya tidak pernah dipakai lagi. Selain
membuat ruangan jadi sempit, barang ini juga terlihat
kumuh, tidak teratur dan mengurangi keindahan. Melakukan
konsep 5-S ini memang diperlukan kesadaran yang tinggi dan
komitmen kuat agar rasa “sayang” kepada barang yang
sebenarnya tidak perlu ditahan bisa dihilangkan. Bagi
masyarakat Jepang, perusahaan kecil sampai besar filosofi 5-S
ini sudah biasa. Barang elektronik ataupun kendaraan, jika
sudah mengalami kerusakan dan membutuhkan biaya, waktu
dan perhatian besar untuk memperbaikinya akan dibuang.
Berbeda dengan masyarakat di negara berkembang,
semaksimal upaya akan dilakukan perbaikan. Padahal waktu
dan biaya yang tercurah untuk itu jika dihitung belum tentu
untung secara ekonomi.
Usaha yang mengolah produk-produk pertanian,
sangat penting melakukan konsep 5-S ini. Apabila sisa-sisa
produksi dibiarkan akan membusuk dan menimbulkan
penyakit. Ruangkan kerja akan tidak nyaman yang berakibat
menurunnya produktivitas kerja. Demikian pula untuk
pemanfaatan ruang. Semua barang yang jelas tidak akan
dipakai lagi akan menghabiskan ruang yang sebenarnya
dibutuhkan untuk berproduksi. Sehingga harus dibuang ke
tempat yang semestinya. Penerapan konsep 5-S dalam
perusahaan UKM akan meningkatkan produktivitas secara
signifikan. Baik dari sisi pemanfaatan sumberdaya input,
modal maupun sumberdaya manusia.
D. Meningkatkan Produktivitas UMK
Konsep dasar peningkatan produktivitas menurut UU
Ketenagakerjaan No.13 tahun 2003 pasal 29, adalah :
64
1. Perbaikan sistem manajemen dan birokrasi (Good
Governance);
2. Inovasi teknologi dan engineering;
3. Peningkatan kualitas SDM;
4. Pengembangan budaya produktif.
Bagi UMK, peningkatan poduktivitas dapat saja
dilakukan berdasarkan keempat konsep ini , namun
metode yang dipilih tentu saja yang biayanya tidak mahal.
Sistem manajemen dan birokrasi pada UMK biasanya cukup
sederhana, namun yang perlu diperhatikan ialah analisis
keputusan yang paling tepat sesuai kondisi yang dihadapi.
Sedangkan inovasi teknologi dan engineering bagi UMK lebih
mengandalkan bantuan pihak lain (pemerintah, BUMN atau
LSM). Peningkatan kualitas SDM bisa dilakukan oleh UMK
demikian pula pengembangan budaya produktif.
Kementerian terkait seperti Kementerian Koperasi dan
UMKM, Kementerian Ketenagakerjaan serta kementeria
teknis biasanya mempunyai program bantuan peningkatan
produktivitas kepada UMKM yang diberikan kepada
kelompok.
Model peningkatan produktivitas UMKM dapat dilihat
dalam gambar 9 Berikut ini
Model ini focus kepada peningkatan kompetensi
SDM berdasarkan standar kualifikasi nasional maupun
internasional. Kompetensi adalah kemampuan yang
mencakup pengeahuan, keterampilan serta sikap kerja yang
selalu berorientasi prestasi/hasil. Saat ini, sudah banyak
lembaga sertifikasi kompetensi yang memberikan jaminan
tentang kualitas seorang tenaga kerja.
Pemeintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan aktif
membantu peningkatan produktivitas unit usaha termasuk
UMK. Skema pembinaan peningkatan produktivitas
perusahaan/UMKM/perorangan oleh productivity associate
member melalui sistem layanan peningkatan produktivitas
(SIPRONI) yang dapat diakses melalui laman
www.produktivitas.kemnaker.go.id
Dengan mengukur tingkat produktivitas suatu
perusahaan menggunakan SIPRONI, maka akan diperoleh
gambaran kondisi dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM)
serta dapat melihat sejauh mana kontribusi tenaga kerja
terhadap perusahaan maupun pertumbuhan ekonomi makro.
SIPRONI merupakan alat ukur performa perusahaan yang
dikembangkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan, Direktorat
Bina Produktivitas bersama ILO SCORE Project. Sistem ini
mengolah data dari 4 perspektif, yaitu keuangan, pelanggan,
proses bisnis dan SDM. Out putnya dapat digunakan sebagai
rekomendasi kepada pemerintah dalam melakukan
bimbingan peningkatan produktivitas.
Manfaat SIMPRONI diantaranya dapat melakukan
monitoring data KPI secara sistematis, sebagai acuan
pemerintah dan perusahaan untuk menentukan prioritas
corrective action dan bimbingan produktivitas dan sebagai
acuan klasifikasi dan peringkat perusahaan untuk
pertimbangan dalam acara penghargaan kompetitif seperti
Siddhakarya dan Paramakarya.
BAB VI
STRATEGI MANAJEMEN BISNIS UMK
Strategi mengelola sebuah bisnis UMK pada prinsipnya
sama dengan mengelola usaha besar, yaitu membuat
pelanggan makin loyal, produktivitas meningkat, perusahaan
terus tumbuh dan tetap eksis di pasar. Model strategi bisnis
dapat dilihat pada gambar di bawah ini
Gambar 11 Model Strategi Bisnis.
(Sumber: Noe et al., 2010)
Memang strategi yang dapat dilakukan oleh
perusahaan besar lebih beragam, lebih canggih dan mengikuti
tren yang plaing modern. Bagi perusahaan UMK tidak perlu
mengikuti strategi yang berbiaya besar ini . Di sini akan
diuraikan empat strategi manajemen yang cocok diadopsi
UMK karena tidak memerlukan biaya yang besar, namun
efektif untuk mencapai tujuan perusahaan. Ke empat strategi
itu ialah (1) strategi “low cost high impact”, (2) strategi
A. Strategi “low cost high impact”
Bisnis secara umum, membutuhkan hubungan yang
baik dengan pelanggan. Hubungan yang baik dapat dibina
dari berbagai sisi, seperti menyediakan produk yang
memenuhi harapan pelanggan, memberikan layanan purna
jual, memberikan layanan transaksi yang menarik. Khususnya
usaha jasa, pelayanan langsung ketika transaksi, sangat
menentukan penilaian dan kesan pelanggan terhadap sebuah
usaha. Sebagai contoh usaha kuliner. Pelanggan tidak hanya
menilai dari segi rasa enaknya masakan yang disajikan,
melainkan menilai semua aspek mulai dari kenyamanan
tempat, keramahan pelayan sampai durasi tibanya pesanan.
Image pelanggan akan terbentuk melalui atraksi
pertama kali yang dia terima melalui keramah tamahan
pelayan (hospoitality). Artinya kesan pertama sangat penting
diciptakan sebaik mungkin agar kesan-kesan berikutnya
(yang juga harus baik) tidak terganggu di awal. Perusahan
besar umumnya telah mempraktekkan pentingnya hospitality
ini dalam membangun image positif perusahaan. Kalau kita
masuk ke bank atau ke kantor perusahan yang besar, maka
pegawai yang menyambut pertama kali selalu memberikan
senyuman simpatik sambil menawarkan apa yang bisa
dibantu. Begitu pula ketika kita akan memasuki pintu
pesawat terbang, seorang pramugari dengan sangat ramah
mempersilakan masuk sambil bertanya tempat duduk nomor
berapa, dan memberi tahu arahnya. Prawiranata et al. (2016),
membuktikan bahwa keramah-tamahan berpengaruh positif
terhadap kepuasan pelanggan.
Kesan petama yang simpatik akan memudahkan
komunikasi selanjutnya. Inilah yang dimaksud dengan
strategi “low cost high impact”. Sebuah senyuman kepada
pelanggan. Menyuguhkan senyum tidak memerlukan biaya
apa-apa. Tetapi pengaruhnya terhadap hubungan inter
69
personal sangat besar. Ketika masuk ke sebuah barbershop,
jika pegawainya ramah dan memberi senyum maka dengan
senang hati kita mempercayakan rambut kita dipotong dan
bisa menjadi langganan tetap. Demikian pula senyuman dari
pelayan sebuah restoran, akan meningkatkan cita rasa
makanan yang dihidangkan. Sebaliknya raut muka pelayan
yang kurang ramah, tidak ada senyuman tentu akan
mengurangi nafsu makan walaupun makanan yang disajikan
sebenarnya enak.
Senyuman, mudah dilakukan tetapi dashyat
pengaruhnya. Senyuman kepada pelanggan semestinya tidak
hanya diberikan oleh pegawai yang berdiri di depan pintu
masuk saja, melainkan oleh semua karyawan, bahkan tidak
hanya kepada pelanggan kepada sesama karyawan pun
senyum ini harus diberikan. Kualitas layanan
berpengaruh terhadap loyalitas pelanggan seperti
diungkapkan oleh Cheng and Rashid (2013), Wilson (2020).
Mengapa sebuah senyuman menjadi strategi
manajemen yang perlu diterapkan oleh UMK? Ialah karena
strategi ini telah menjadi andalan perusahaan besar untuk
membangun image dan mempertahankan loyalitas
pelanggannya tanpa harus mengeluarkan biaya yang besar.
Oleh karena itu latihlah semua pegawai untuk selalu
tersenyum baik kepada pelanggan maupun kepada sesama
pegawai. Tidak perlu menyewa iklan di televise atau surat
kabar yang biayanya sangat mahal, membangun loyalitas
pelanggan dan image perusahaan bisa dimulai dengan
sebuah senyuman. Jika kita menerima pelayanan dari sebuah
bank di Jepang, pada saat kita selesai dilayani, kemudian
pegawai bank akan membungkuk mengucapkan terima kasih,
diikuti oleh seluruh pegawai yang ada di ruangan ini .
70
B. Strategi Berbasis Komunitas
Pernahkah pembaca melihat komunitas pesepeda
berkumpul di sebuah warung kopi? Mereka asyik membahas
rute gowes hari itu. Sambil menyeruput kopi dan menyantap
kue-kue tentunya. Ternyata pemilik warung merupakan salah
satu anggota dari para pesepeda ini . Dia bergabung di
komunitas memang dengan niat untuk memajukan warung
kopinya. Selain menyalurkan hobby dan berolah raga supaya
badan sehat, ternyata target lainnya ialah semakin ramainya
warung kopi yang dikelolanya. Inilah strategi yang juga cocok
dipakai oleh UMK karena tidak memerlukan biaya yang
besar, tetapi menciptakan kesempatan yang bagus untuk
menambah pelanggan dan memperkuat posisi dalam
persaingan. Anggota komunias merasa tidak asing dengan
warung ini . Mereka seperti keluarga. Hal ini
menjadikan loyalitas yang tinggi bagi pelanggan ini .
Saat ini membentuk komunitas sudah menjadi tren
bagi perusahaan manufaktur seperti produsen otomotif,
dimana ada club-club berdasarkan merek mobil. Sesekali
mereka merencanakan tour dekat atau jauh. Sponsor club
ini adalah perusahaan ATPM (Agen Tunggal Pemegang
Merek)-nya sendiri. Semakin banyak anggota klub semakin
senang sponsor. Mengapa? karena segala macam suku
cadang, perbaikan mesin dan sebagainya dilakukan oleh
ATPM dan afiliasinya. Beginilah cara berjualan suku cadang
mobil, buat klub!. Hal yang sama dapat kita lihat di klub olah
raga, seperti lari, menembak, panahan, berkuda dan
sebagainya.
Bagi UMK, komunitas yang akan dibentuk atau diikuti
tentu tergantung bidang bisnisnya. Kalau punya usaha toko
alat-alat traveling atau outbond maka komunitas yang diikuti
sebaiknya ada kaitan dengan produk ini . Menawarkan
produk atau jasa kepada sesama anggota komunitas lebih
efektif dibandingkan menawarkan kepada orang yang sama
sekali belum dikenal. Seorang pengusaha alat pancing,
misalnya tentu akan lebih cocok bergabung dengan
71
komunitas para pemancing. Dia bisa memasarkan umpan
buatan, topi, makacan cemilan, kaos seragam sampai alat-alat
untuk barbeque. Sebagai contoh ialah komunitas para
pemancing bernama KOPPAS (komunitas pemancing dengan
uang pas) dirilis oleh kabarmancing.com, mereka membuat
struktur organisasi yang lengkap. Program trip memancing
yang terjadwal.
Komunitas Pemancing Dengan Uang Pas (KOPPAS)
(sumber: kabarmacing.com)
Penelitian tentang pengaruh strategi komunitas
terhadap pertumbuhan usaha telah banyak dilakukan.
Misalnya Wardhana (2016) meneliti pengaruh strategi bisnis
komunitas terhadap loyalitas pelanggan merek mobil Toyota.
Studi dilakukan kepada 29 klub Toyota di seluruh Indonesia,
hasilnya menunjukkan bahwa menunjukkan bahwa strategi
pemasaran komunitas berpengaruh secara signifikan
terhadap loyalitas merek Toyota di Indonesia. Semntara Taat
(2020) meneliti strategi pemasaran komunitas berbasis on line,
menunjukkan bahwa strategi ini secara simultan berpengaruh
positif terhadap kinerja pemasaran.
72
C. Strategi Kelembagaan
Sering kali bantuan baik dari pemerintah maupun dari
pihak swasta memberikan kepada lembaga. Misalnya bantuan
dana bergulir dari kementerian pertanian berupa sapi.
Bantuan ini hanya diberikan kepada kelompok yang
beranggotakan minimal 10 orang. Begitu juga bantuan lain
seperti permodalan, pelatihan lebih banyak diberikan kepada
lembaga dibandingkan individu. Oleh karena itu, strategi
pengelolaan UMK yang perlu diterapkan ialah menjadi
bagian dari sebuah lembaga atau kelompok. Kelompok
ini bisa berbentuk koperasi, asosiasi industry, kelompok
tani, pengrajin dan sebagainya.
Melalui kelompok/lembaga ini beberapa benefit yang
dapat diharapkan oleh UMK diantaranya informasi dari
pihak pemerintah, perbankan, peluang mendapat promosi
produk, pelatihan pegawai, bantuan teknologi dan
kesempatan mengikuti pameran dagang baik di dalam
ataupun di luar negeri. Pameran dagang kalau tanpa fasilitas
dari pemerintah/sponsor membutuhkan biaya yang besar.
Sulit bagi UMK mengikutinya.
Kisah sukses strategi kelembagaan bagi UMK dapat
dijumpai pada koperasi petani atau nelayan di Jepang. Zen-
Noh adalah gabungan koperasi pertanian di Jepang yang
didirikan tahun 1972. Saat ini Zen-Noh menduduki peringkat
pertama koperasi terbesar di dunia dengan omset tahunan
mencapai 270 triliun dan memiliki asset senilai USD63 milyar
lebih.
Mengapa koperasi Zen-Noh tumbuh menjad raksasa
pelaku ekonomi? Jawabannya ialah karena usaha kecil-kecil
di Jepang bergabung dalam satu lembaga dengan semangat
kebersamaan dari anggota untuk anggota. Sebenarnya pada
periode yang sama yaitu tahun 1970an Indonesia juga sedang
menggalakkan koperasi, yaitu Koperasi Unit Desa (KUD).
Namun perkembangan selanjutnya jauh berbeda. KUD kini
tidak tumbuh membesar bahkan cenderung semakin hilang,
sementara Zen-Noh di Jepang berkembang tidak hanya di
73
dalam negeri Jepang tetapi mempunyai cabang usaha di
berbagai negara. Produknya merambah tidak hanya A sampai
Z input dan output pertanian, melainkan juga semua
kebutuhan sehari-hari para anggota. Beranggotakan 10
koperasi pertanian tingkat provinsi, 43 koperasi skunder
khusus dan 66 koperasi bermacam jenis, 1010 koperasi
pertanian tingkat primer dengan anggota perorangan
sebanyak 4.444.800 dan karyawan sebanyak 12.557 orang.
KUD didirikan oleh pemerintah (top-down), diberi
berbagai fasilitas mulai dari lahan, gedung, mesin-mesin dan
modal kerja. Namun semua fasilitas itu tidak berkembang
malah muncul banyak kasus penyelewengan oleh
pengurusnya. Hal yang sama juga terjadi di koperasi-koperasi
lain yan mengalami kemunduran usaha. Sebagian besar para
pengelola (pengurus dan pengawas) koperasi tidak bisa
menghindar dari tuntutan kebutuhan hidup sehari-hari.
Kebutuhan biaya kesehatan, pendidikan anak, biaya sosial
dan sebagainya. Hal ini berbeda dengan di Jepang, kebutuhan
dasar penduduk secara serius disediakan oleh pemerintah.
Ketika ada keluarga melahirkan anak, maka pemerintah
memberikan insentif sebesar 300 ribu yen (setara 32 juta
rupiah). Semua anak usia sekolah mendapat uang susu
sebesar 10.000 yen sebulan dan di sekolah di sediakan makan
siang. Untuk kesehatan seluruh penduduk wajib ikut asuransi
kesehatan dengan membeyar premi sangat terjangkau, tidak
perlu harus antri atau minta rujukan dulu untuk bisa
mendapat layanan rumah sakit. Pasien hanya membayar 30%
dari total tagihan. Kalau peserta BPJS di Indonesia, pasien
harus bolak balik karena harus ada rujukan dulu baru bisa ke
rumah sakit. Memang biaya pengobatan ditanggung semua,
tetapi akibatya peserta cenderung ke rumah sakit walaupun
sakitnya ringan.
Jadi bisa dipahami, bahwa pekerja di Jepang termasuk
pengurus dan pengawas koperasi memang tidak perlu harus
menggelapkan uang koperasi untuk berbagai keperluan
hidup karena pemerintah hadir menyediakan kebutuhan
74
pokok masyarakat. Para pekerja bisa focus tanpa harus pusing
membayar biaya anak sekolah, biaya berobat atau mengisi
amplop kondangan.
Mengapa negara Jepang mampu menyediakan begitu
banyak anggaran untuk penduduknya? Tentu saja karena
pendapatan negara benar-benar digunakan untuk
pembangunan. Pajak dan setoran BUMN, dikembalikan
kepada rakyat. Berbeda dengan di Indonesia, dimana praktek
korupsi makin meraja lela, bahkan uang bantuan sosial juga
dikorupsi. Sementara jika anggaran untuk menggaji guru,
membuat jembatan anak sekolah yang tiap hari menyeberang
sungai tidak ada dananya.
D. Strategi Digital Marketing
Dalam era industri 4.0 digital marketing sudah menjadi
hal yang biasa. Teknologi komunikasi digunakan oleh semua
lapisan masyarakat. Begitu mudah memesan barang melalui
gawai android, tidak perlu keluar rumah semua barang yang
diinginkan bisa datang ke rumah. Banyak toko-toko atau
usaha kuliner mengalihkan tempat usahanya ke garasi rumah,
ke dapur sendiri. Pesanan lebih banyak muncul dari layar
handphone kemudian diantar oleh kurir ke tempat pemesan.
Digital marketing menjadi suatu keharusan tidak saja bagi
usaha besar melainkan juga bagi UMK.
Strategi digital marketing sangat mudah
diimplementasikan. Bisa menggunakan media sosial maupun
bekerja sama dengan operator transportasi seperti grab dan
gojek. Untuk bidang usaha jasa, misalnya dengan membuat
website yang menarik, lengkap dan ada testimony pelanggan,
maka orang akan tertarik menggunakan produk atau jasa
yang ditawarkan. Misalnya jasa renovasi rumah/konstruksi.
Saat ini sulit mendapatkan tukang yang professional di
sekitar tempat tinggal. Kalau pun ada, harus menunggu
cukup lama. Sehingga mencari jasa tukang di search engine
menjadi tren. Memanfaatkan kondisi ini , UMK harus
terbiasa memanfaatkan teknologi digital marketing untuk
75
mengembangkan usahanya dan tetap mampu bersaing di
pasar.
Penggunaan internet sudah merupakan hal yang jamak
di tengah masyarakat dan mampu merubah gaya hidup.
Sebelumnya, orang akan membaca media cetak seperti koran
dan majahah untuk mencari informasi sebuah produk. Kini
cukup dengan membuka handphone informasi apapun
tentang berbaga barang dapat ditemukan dengan mudah baik
melalui search engine, aplikasi jual beli, maupun media
digital lainnya termasuk melalui aplikasi media social.
Perubahan kondisi ini , juga merubah stategi
perusahaan dalam memasarkan produknya. Marketing
melalui internet atau secara daring (dalam jaringan) menjadi
mode pemasaran yang tengah berkembang pesat. Pemilihan
media digital yang tepat akan menentukan keberhasilan
pemasaran melalui online. Hal ini memungkinkan seseorang
yang tidak memiliki barang, tetapi dapat saja menjadi penjual
barang yang dimilik orang lain (reseller). Dengan
pengetahuan tentang teknologi informasi ibu-ibu rumah
tangga yang tidak bekerja formil di luar rumah dapat
memanfaatkan kemudahan berbisnis online ini.
Secara umum ada empat macam media digital yang
umum digunakan untuk strategi pemasaran melalui internet,
yaitu: pertama Website. Website adalah kumpulan halaman
yang berisi informasi tertentu. Biasanya focus pada suatu hal
atau bidang yang ditunjukkan oleh nama website ini .
Website dapat diakses secara langsung oleh siapapun tidak
terbatasi oleh jarak, tempat dan waktu. Asal kode website
yang dikontak sama, maka seseorang akan langsung
dihubungkan melalui jaringan internet ke laman web yang
dituju. Sebuah website dapat dihubungi dengan menuliskan
Uniform Resource Locator (URL) dijendela browser (URL
dimulai dengan https://........ ). Informasi yang disampaikan
di laman website dapat berupa iklan sehingga para pebisnis
memanfaatkan website untuk mempromosikan barang-
76
barangnya. Tidak hanya berupa narasi kata-kata, bisa juga
dimuat foto dan video.
Media digital yang kedua ialah Marketplace.
Marketplace ialah situs yang disedakan khusus sebagai
tempatmelakukan transaksi jual beli. Para penjual produk
dapat membuat toko online di marketplace dan pembeli juga
bisa bebas melakukan transaksi dengan sistem yang
ditentukan oleh pemilik marketplace. Media digital yang
ketiga adalah toko online. Sebenarnya toko online juga
seperti website yang fungsinya lebih mirip etalase yang
memajang barang yang ingin dijual online. Para pengujung
dapat melihat, memilih dan melakukan transaksi apabila
merasa cocok dengan barang yang dipajang. Kemudian yang
ke empat adalah Sosial Media (Sosmed). Aplikasi media
social sangat banyak macamnya. Yang paling popular adalah
facebook, whatsapp, Instagram, twitter, line. Akhir-akhir ini
berkembang pula medisos berbasis video seperti tiktok,
snackvideo, likee, Instagram reels, youtube short dan lain-
lain. Media social, sesuai namanya adalah tempat bergabung
komunitas tertentu untuk dapat saling berkomunikasi,
berinteraksi, bersosialisasi secara online. Oleh karena itu
medsos juga dapat digunakan untuk menawarkan sebuah
produk. Misalnya medsos komunitas para pesepeda. Penjual
spare part sepeda dapat bergabung dalam medsos ini
dan menawarkan barang-barang yang tentu saja relevan
dengan kebutuhan anggotanya.
77
BAB VII
USAHA UMK DAN PEMBERDAYAAN
MASYARAKAT
A. Usaha UMK di Kawasan Perdesaan
Usaha mikro dan kecil di kawasan perdesaan
didominasi oleh bidang pertanian. Usaha pertanian agak
berbeda dengan bidang industri manufaktur karena produk
pertanian bersifat mudah busuk (perisable), musiman dan
curah (kuantitas besar). Oleh karena itu waktu sangat penting
dalam alur produksi. Buah-buahan dan sayuran misalnya,
jika terlambat sampai di tangan konsumen maka mutunya
bisa turun. Bagi UMK yang bergerak dalam bidang produksi
maupun distribusi produk pertanian, masalah yang harus
dipecahkan ialah mutu produk dalam keadaan baik saat
barang sampai di tangan konsumen. Upaya untuk
menjadikan mutu tetap baik ini akan mempengaruhi
harga. Padahal harga adalah factor yang sangat
mempengaruhi kesediaan konsumen untuk membeli.
Mengapa upaya mempertahankan mutu akan mempengaruhi
harga? Hal ini dapat dipahami bahwa produk pertanian yang
perishable itu membutuhkan perlakuan seperti kemasan,
perlakuan pengerigan, pengalengan dan sebagainya. Semua
itu membutuhkan biaya tambahan.
Usaha UKM di perdesaan juga sering menghadapi
persoalan permodalan. Karakteristik UMK yang umumnya
tidak mempunyai dokumen legalitas seperti ijin domisili, ijin
usaha, sertifikasi dan lain-lain. Hal ini menjadi kendala bangi
UMK dalam mendapatkan sumber permodalan dari bank.
Ditambah lagi adanya image kalangan perbankan bahwa
membiayai usaha pertanian risikonya tinggi. Oleh karena itu
pelaku usaha UMK akan mencari sumber permodalan yang
78
tidak banyak syarat dan cepat prosesnya. Kondisi ini dapat
dipenuhi oleh tengkulak atau rentenir.
Tengkulak adalah pedagang perantara yang membeli
hasil panen mengumpulkan dari beberapa petani kemudian
menjualnya ke pasar. Tengkulak memiliki armada angkut
dan anak buah yang membantu usahanya. Hubungan antara
tengkulak dan petani sudah banyak dijadikan bahan kajian
para ahli yang disebut hubungan patron-klien. Tengkulak
biasanya adalah warga masyarakat desa itu sendiri yang level
kesejahteraannya lebih tinggi dan kadang juga melakukan
usaha tani seperti petani lainnya. Dalam hubungan social
kemasyarakatan di desa, antara tengkulak dan petani
biasanya tidak sekedar hubungan bisnis, melainkan ada juga
hubungan kekerabatan. Sehingga diantara mereka sudah
saling mempercayai. Urusan pinjam-meminjam uang tidak
disertai bukti tanda terima dan tanpa jaminan. Peminjam
biasanya menjaminkan produk yang dalam jangka waktu
tertentu siap dipanen. Tengkulak akan membeli hasil panen
ini dan pembayaran kepada petani dipotong hutang.
Petani terikat secara moral untuk menjual hasil panennya
kepada tengkulak yang telah memberi pinjaman.
Berbeda dengan tengkulak, rentenir memberikan
pinjaman dengan bunga tinggi dan menjadikan bunga
ini sebagai sumber pendapatannya. Rentenir tidak
melakukan usaha tani, melainkan hanya memberikan
pinjaman dan disertai jaminan oleh peminjam. Bagi UMK
sebaiknya menghindari sumber pendanaan dari rentenir
semacam ini karena sangat memberatkan usaha. Selain bunga
yang tinggi, jaminan dapat disita apabila petani tidak dapat
memenuhi janji pengembalian yang disepakati. Dana yang
diputar oleh rentenir ada juga yang berasal dari pemodal lain
atau dari lembaga keuangan resmi, dan di desa-desa para
agennya berkeliling menawarkan pinjaman. Banyak kasus
yang menjerat peminjam yang berujung hilangnya asset
jaminan seperti rumah, sawah atau kendaraan. Oleh karena
itu pengelola UMK dianjurakan melengkapi aspek legalitas
79
usaha sehingga tidak perlu meminjam dana ke rentenir, tetapi
bisa ke perbankan dengan syarat yang lunak dan bunga
rendah.
Kawasan perdesaan sebenarnya menyimpan potensi
untuk produktif, khususnya bidang pertanian. Ciri kawasan
perdesaan ialah lahan yang relative lebih luas dibandingkan
kawasan perkotaan. Komoditas yang dapat diusahakan
meliputi budidaya tanaman pangan, perikanan, tanaman hias
atau tanaman obat. Walaupun risiko gagal dianggap tinggi,
usaha pertanian sangat menjanjikan bagi sesorang yang
mempunyai kompetensi dalam mengendalikan risiko
ini . Sebut saja usaha budidaya tanaman padi, satu butir
benih padi yang ditaman akan menghasilkan 600 sampai 700
bulir padi. Suatu produktivitas yang sangat besar yang tidak
terdapat dalam usaha industri manufaktur. Demikian pula
budidaya perikanan. Satu ekor induk ikan mas misalnya,
dapat menghasilkan telur sebanyak 500 ribu sampai 600 ribu
butir. Hasil penelitian menunjukkan survival rate berkisar
antara 10 sampai 22 persen. Artinya anak ikan mas yang akan
dipanen berjumlah 50 ribu sampai 120 ribu lebih, hanya dari
satu ekor induk yang dipijahkan. Bibit ikan mas umur 1 bulan
ukuran 1,5 sampai 2 cm dihargai Rp50 – Rp75 per ekor.
Memang usaha di lapangan tidak sesederhana itu
pehitungannya. Tetapi bagi seorang entrepreneur, tantangan
ini menarik untuk dicoba. Risiko selalu ada dalam
bisnis apapun. Usahawan yang bisa tetap eksis adalah
mereka yang mampu mengendalikan risiko trsebut.
Kawasan perdesaan menjadi pemasok bahan pangan ke
kawasan perkotaan karena lahan pertanian lebih luas di
perdesaan. Usaha pertanian, baik produksi, pengolahan
maupun distribusi produk pertanian merupakan peluang
bagi tumbuhnya UMK. Indonesia mempunyai keunggulan
absolut dalam bidang pertanian. Pertanian adalah
pemanenan energy surya baik langsung ataupun tidak
langsung melalui proses fotosintesis. Syarat terjadinya foto
sintesis adalah air, sinar matahari dan sel klorofil. Semua
80
syarat ini ada di Indonesia karena letaknya di daerah
ekuator. Sinar matahari tersedia sepanjang tahun. Berbeda
dengan negara yang terletak di kawasan subtropics, sinar
matahari tidak bersinar penuh sepanjang tahun. Ditambah
lagi dengan banyaknya tenaga kerja yang disebut bahwa
Indonesia berada dalam masa bonus demografi. Oleh karena
itu peluang UMK untuk berkembang di kawasan perdesaan
yang terhubungan dengan pertanian, termasuk distribusi dan
pengolahannya sangat besar.
Nilai tambah rantai pasok produk pangan sejak dari
lahan sampai ke meja makan terbesar berada pada segmen
pengolahan. Misalnya usaha mengolah berbagai produk
makanan ringan dari singkong, kentang, pisang dan
sebagainya. Demikian pula produk sector perikanan dan
peternakan. UMK yang memproduksi yoghurt dari bahan
baku susu sapi, nilai tambahnya akan meningkat sampai 200
persen. Harga susu mentah di tingkat peternak sekitar Rp
6000/liter. Melalui proses sederhana yaitu fermentasi bakteri
Streptococcus thermopilus dan Lactobacillus bulgaricus maka
harganya naik menjadi sekitar Rp 20.000/liter. Bagi UMK
yang memproduksi makanan perlu menjadi perhatian semua
pihak ialah factor keamanan pangan. Saat ini begitu mudah
diperoleh bahan tambahan pangan (BTP) yang
penggunaannya harus berhati-hati. Mulai dari pengawet,
pemanis, pewarna dan sebagainya tidak boleh digunakan
dalam membuat makanan tanpa mengikuti standar yang
ditentukan.
B. Memberdayakan Keluarga melalui Usaha
Ekonomi Posdaya
Program nasional pemberdayaan masyarakat
merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mengatasi
masalah kemiskinan dan pengangguran. Sasaran utamanya
ialah pembangunan sumberdaya manusia yang merupakan
pusat dari kegiatan pembangunan di segala bidang. Yayasan
Dana Sejahtera Mandiri (Damandiri) merintis kegiatan Pos
81
Pemberdayaan Keluarga (Posdaya). Maksud didirikannya
Poasdaya ialah untuk membantu masyrakat miskin
meningkatkan kesejahteraannya sehingga bisa keluar dari
garis kemiskinan. Posdaya dibuat ditingkat RW dengan
kegiatan diseluruh aspek meliputi pendidikan, kesehatan dan
kegiatan usaha ekonomi.
Di bidang pendidikan, Posdaya membantu mendirikan
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). PAUD selama ini masih
belum diperhatikan, padahal peranannya sangat penting dan
banyak dimensi. Pertama, sebagai wahana bagi anak-anak
balita untuk mencintai sekolah dan belajar bersosialisasi
dengan teman- teman sebayanya. Kedua, wahana menempa
rasa percaya diri sejak dini agar dikemudian hari mampu
mengatasi masalah yang dihadapinya dan tidak selalu
bergantung kepada orang tuanya atau orang lain. Ketiga,
Paud membuktikan perhatian orang tua kepada anaknya
dalam mempersiapkan pendidikannya sedini mungkin, dan
keempat, orang tua yang anaknya belajar di PAUD
mempunyai kesempatan untuk ikut melihat perkembangan
kemampuan anaknya serta ikut serta dalam kegiatan sosial
ekonomi.
Masa anak berusia 0-6 tahun merupakan masa yang
paling penting dalam periode kehidupan seorang manusia.
Pada masa itu pertumbuhan otak dan kemampuan nalarnya
berkembang pesat mencapai 75 persen, sehingga disebut
sebagai periode emas pertumbuhan. Oleh karena itu kasih
sayang orang tua dan masyarakat dalam bentuk yang tepat
kepada anak usia balita, sangat berpengaruh kepada
pembentukan karakter anak ini ketika ia dewasa. Jika
anak-anak tidak pernah diberi kesempatan bersosialisasi,
belajar dan mencoba mengatasi masalahnya sendiri maka dia
akan menjadi anak yang selalu tergantung pada orang lain.
Bahkan Pemerintah telah mengeluarkan Undang-Undang
Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional
yang dalam Pasal 1 ayat 14 disebutkan bahwa Pendidikan
diupayakan sejak anak lahir sampai usia 6 tahun dilakukan
82
dengan memberikan rangsangan pendidikan untuk
membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan
rohani agar anak memiliki kesiapan memasuki pendidikan
lanjut. Dalam pembelajaran di PAUD, kemandirian anak
sudah dicontohkan melalui pendampingan yang pas, terukur
dan proporsional sehingga anak berkesempatan tumbuh
menjadi pribadi yang kuat, memiliki kecerdasan intelektual
maupun emosional yang baik.
Yang akan dibahas dalam buku ini ialah kegiatan
perekonomian yang dilakukan di Posdaya. Penguatan
perekonomian keluarga dibantu oleh Damandiri melalui
Tabungan dan Kredit Pundi Sejahtera (Tabur Puja). Usaha
ekonomi mikro yang ada di setiap Posdaya menjadi sasaran
Yayasan Damandiri untuk dibantu agar usaha ini
tumbuh berkembang dan menjadi usaha yang menghasilkan
tambahan penghasilan bagi keluarga. Kesenjangan
kesejahteraan di antara keluarga yang ada di suatu Posdaya
akan menjadi kecil ketika melalui kegiatan usaha ekonomi
mikro ini , keluarga yang sudah mampu membantu
keluarga yang masih pra sejahtera. Kalau keluarga yang
mampu bisa memberikan perhatian dan bantuan serta
mendampingi keluarga yang miskin dalam memperjuangkan
peningkatan kesejahteraannya, maka proses pemberdayaan
keluarga akan semakin kuat dan tatanan sosial
kemasyarakatan juga menjadi lebih kokoh. Misalnya dengan
membeli produk yang dihasilkan keluarga miskin dalam
usaha mikro Posdaya atau membantu permodalan dan
sebagainya.
Yayasan Damandiri (2014) menyebutkan tujuan Tabur Puja
adalah sebagai berikut:
1. Memperkuat kemandirian keluarga dengan membangun
Posdaya gemar menabung, memelihara kesehatan,
menyekolahkan anaknya dan berlatih keterampilan.
2. Menyediakan modal usaha kepada usaha kelompok
Posdaya atau anggotanya, baik untuk memulai,
83
meneruskan atau mengembangkan usaha ekonomi
produktif.
3. Memperkuat budaya gotong royong dengan kewajiban
melaksanakan system tanggung renteng bagi kelompok
sebagai ganti agunan atas kredit yang diberikan.
4. Mendidik masyarakat terutama keluarga anggota posdaya
agar membiasakan diri untuk berhubungan dengan bank
atau lembaga keuangan.
Secara khusus program Tabur Puja juga bertujuan
untuk menjalin kerjsama dengan lembaga-lembaga keuangan
untuk menyediakan fasilitas tabungan, menyediakan skim
kredit dan memberikan bimbingan dalam menjalankan
kegiatan ekonomi produktif.
Nilai-nilai strategis program Tabur Puja adalah (1)
Kebersamaan, yaitu menjadi wadah bergabungnya anggota
masyarakat sehingga tercipta rasa kebersamaan, saling
percaya dan semangan membesarkan Posdaya; (2)
Keterbukaan, Pengelolaan usaha ekonomi produktif Posdaya
dilakukan dengan prinsip keterbukaan sehingga
meningkatkan rasa saling percaya; (3) Komitmen, setiap
anggota ikut serta dan bertanggung jawab terhadap
keberhasilan maupun kegagalan Posdaya, sehingga perlu
dibuat aturan yang disepakati bersama; (4) Gemar menabung,
kepada setiap keluarga ditanamkan sifat gemar menabung
dan dengan adanya tabungan keluarga ini akan
memperkuat rasa percaya diri dan kemandirian; (5)
Konsisten/disiplin, Pengurus dan anggota Posdaya harus
terbuka, tidak pilih kasih dalam melaksanakan aturan yang
telah disepakati bersama dan (6) Kemandirian, kerjasama
yang terbina dengan baik antar sesama anggota Posdaya akan
menumbuhkan rasa kebersamaan yang kuat dan menciptakan
kesetaraan yang akhirnya menumbuhkan kemandirian.
Dalam penyaluran dana kredit, Yayasan Damandiri
tidak menyalurkan dana langsung ke Posdaya, melainkan
melalui bank mitra, lembaga keuangan mikro maupun
koperasi yang siap membantu proses kredit yang diajukan
84
anggota Posdaya. Besarnya pinjaman yang dapat diperoleh
perorangan, sesuai dengan modal usaha yang dibutuhkan,
maksimum 2 juta rupiah. Jangka waktu kredit maksimum 12
minggu. Namun demikian, bisa saja lembaga penyalur
membuat kesepakatan khusus dengan calon debitur baik
jumlah maupun skim pengembalian tergantung jenis usaha
dan kebutuhan modal yang diajukan. Untuk menilai
pelaksanaan kegiatan dilakukan evaluasi dan monitoring agar
perkembangan usaha bisa dipantau. Monitoring dilakukan
secara berkala dan pencatatan dilakukan dengan formulir
atau pembukuan kelompok.
Selain Tabur Puja, kegiatan sosial kemasyarakatan
lainnya yang ada di Posdaya ialah Posyandu yang bertujuan
membangun keluarga sejahtera melalui upaya menurunkan
tingkat kelahiran serta kematian ibu dan anak. Juga ada
Kegiatan Posdaya berbasis masjid, yaitu mendukung
manajemen pengelolaan masjid yang baik dan terpadu.
Masjid merupakan instrumen pemberdayaan umat yang
memiliki peranan sangat strategis dalam upaya peningkatan
kualitas masyarakat. Dilihat dari fungsinya, masjid tidak
hanya sebagai tempat sarana melaksanakan ibadah semata
melainkan juga tempat memberdayakan kapasitas kehidupan
masyarakat dibidang ekonomi, social, budanya dan
lingkungan.
C. Usaha Ekonomi di Posdaya
Kegiatan perekonomian di tingkat Posdaya adalah
wujud dari kebersamaan antara keluarga yang mampu
dengan keluarga yang kurang mampu yang dikembangkan
dalam bentuk usaha mikro/kecil atau koperasi (Suyono dan
Haryanto, 2013). Dalam Posdaya kegiatan perekonomian
sangat didorong untuk terus berkembang karena menyentuh
langsung akar permasalahan dalam meningkatkan
kesejahteraan keluarga. Sasaran utamanya ialah keluarga
muda yang memiliki waktu dan kemampuan berusaha,
karena biasanya keluarga ini berpendidikan tetapi sebagai ibu
85
rumah tangga biasanya tinggal di rumah dan mempunyai
waktu luang. Mereka bergabung dalam kelompok, saling
berbagi ilmu dan memulai usaha sebagai usaha kecil yang
memasarkan produknya di keluarga angota maupun ke
konsumen lain di luar Posdaya.
Yayasan Damandiri menfasilitasi dengan mengadakan
pelatihan, membantu menjajagi kerjasama dengan
perusahaan UMKM lain atau perbankan dengan tujuan agar
remaja yang siap kerja di lingkungan Posdaya ini
memperoleh pekerjaan. Posdaya juga didorong membentuk
koperasi sehingga dapat menolong keluarga yang kurang
mampu untuk ikut menjadi anggota dan aktif dalam kegiatan
usaha koperasi ini .
Setiap periode tertentu, Yayasan Damandiri
mengadakan pameran dagang mengumpulkan Posdaya yang
mempunyai usaha ekonomi baik produksi maupun distribusi
untuk memamerkan produknya, memperkenalkan kepada
konsmen yang lebih luas serta menghubungkan dengan
investor jika mereka ingin mengembangkan produksinya.
Biasanya pameran dagang dilakukan secara regional, dan
mengundang Posdaya juara dari regional lain.
Untuk membantu pemasaran, kegiatan ekonomi mikro
di Posdaya diikutkan dalam program Sentral Perkulakan
Posdaya (Senkudaya). Senkudaya beroperasi sebagai
wholesale market menghimpun produk-produk yang
dihasilkan semua Posdaya lalu mendistribusikan ke jaringan
pasar baik pasar tradisional, pasar modern maupun langsung
ke konsumen. Terutama produk-produk yang tahan lama
seperti hasil kerajinan tangan, pakaian, alat-alat perkakas
pertanian, alat rumah tangga dan lain-lain.
Seluruh kegiatan perekonomian yang ada di Posdaya
perlu dibina terus menerus, agar tidak tertinggal dengan
kondisi di pasar yang persaingannya makin ketat. Untuk bisa
mengembangkan usaha yang dirintis oleh anggota Posdaya,
perlu dilakukan peningkatan teknopreneurship sebagai
antisipasi tuntutan perkembangan yang tidak bisa lepas dari
86
pemanfaatan kemajuan teknologi. Untuk itulah kajian ini
dirasakan perlu, yaitu untuk mensosialisasikan semangat
teknopreneur sebagai langkah awal untuk meningkatkannya.
Tanpa supervise dan bantuan dari pihak lain, maka usaha
mikro dan kecil akan semakin tersisih, padahal secara jumlah
mereka sangat banyak. Lebih dari 90 persen badan usaha
terdiri dari UMKM. Walaupun kontribusinya terhadap
perekonomian hanya sekitar 40 sampai 50%, UMKM ini
menjadi tulang pungung ekonomi nasional karena banyaknya
tenaga kerja yang terserap.
UMKM didorong tidak hanya memasarkan produknya
di pasar domestic, tetapi juga ke pasar global. Menurut Putri
dan Nursyamsi (2016), peran usaha mikro, kecil dan
menengah dalam aktivitas ekspor masih sangat minim, yakni
15,8 persen. Tiga hal yang menghambat produk UMKM
menembus pasar internasional ialah perizinan yang terasa
masih berbelit bagi pelaku UMKM, minimnya saluran
pemasaran di luar negeri dan yang ketiga ialah keterbatasan
sumberdaya manusia untuk menjajagi, mengembangkan dan
untuk memproduksi. Pasar ekspor memang meminta jumlah
pengiriman dengan quota tertentu, kontinu dan persyaratan
mutu sehingga memerlukan penanganan yang komprehensif
agar UMK bisa meningkatkan pangsa pasar di luar negeri.
87
BAB VIII
STUDI KASUS USAHA MIKRO DAN
KECIL POSDAYA BINAAN
UNIVERSITAS TRILOGI
Bab ini menampilkan hasil kajian manajemen UMK
yang dilaksanakan di Wilayah Provinsi DKI Jakarta. UMK
yang dijadikan sasaran studi ialah unit bisnis Pos
Pemberdayaan Keluarga (Posdaya) yang menjadi binaan
Universitas Trilogi. Posdaya adalah program pengentasan
kemiskinan dari Yayasan Dana Sejahtera Mandiri
(Damandiri). Yayasan ini didirikan oleh sejumlah
pengusaha nasional atas inisiatif Presiden ke-2 RI, Soeharto.
Pak Harto melihat kesenjangan antara pengusaha besar
dengan rakyat dalam hal kesejahteraan sangat lebar. Oleh
karena itu Pak Harto mengundang sejumlah konglomerat
untuk bergabung dalam Yayasan Damandiri dan
menyisihkan sejumlah dana CSR perusahaan untuk menjadi
dana abadi Yayasan Damandiri.
Dana abadi ini digunakan untuk membiayai
program pengentasan kemiskinan, yang salah satunya
programnya ialah mendirikan Posdaya di tingkat RW.
Sebagian besar Posdaya Binaan Universitas Trilogi berada di
Wilayah Kota Jakarta Timur dan Jakarta Selatan. Namun
beberapa berlokasi di Wilayah Jakarta Pusat dan Utara.
Posdaya-Posdaya ini dibentuk ketika ada program
Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik yang dilakukan setiap
tahun oleh mahasiswa semester 6. Selanjutnya dosen yang
membimbing kelompok KKN ini menjadi pendamping
dan Pembina Posdaya.
Jumlah total Posdaya mencapai 79. Sementara jumlah
sampel ditentukan secara porpusif yaitu pemilihan
berdasarkan kriteria tertentu yang ditetapkan terlebih dahulu.
Data sekunder diperoleh dari publikasi BPS maupun lembaga
88
terkait. Sampel ditentukan sebanyak 20 Posdaya berdasarkan
keaktifan kegiatan. Parameter yang dikumpulkan meliputi
identitas responden, data Posdaya, jenis teknologi yang
dimanfaatkan dalam kegiatan usaha dan aspek manajemen
teknologi.
Identitas responden meliputi nama, jenis kelamin,
alamat, pekerjaan, pendidikan dan posisi di Posdaya. Data
Posdaya meliputi alamat Posdaya, jumlah anggota dan jenis
kegiatan ekonomi (produksi, perdagangan dan jasa lainnya).
Sedangkan jenis teknologi yang dimanfaatkan meliputi
tenologi untuk produksi dan untuk pemasaran (website,
media social, pencetakan brosur dan aplikasi online-e-
commerce).
Analisis yang digunakan ialah analisis deskriptif, yaitu
perhitungan rata-rata, frekuensi dan tren. Melalui analisis ini
akan diketahui bagaimana sikap setiap Posdaya yang diwakili
oleh Pengurusnya ataupun wakil yang ditunjuk dalam
mengelola unit usaha Posdaya serta program peningkatan
teknopreneurship. Tabulasi sederhana dari deskripsi
responden dijadikan alat pengambil kesimpulan sesuai tujuan
dilakukannya kajian. Dari 20 Posdaya yang dijadikan sampel,
hanya 18 yang bisa dianalisis karena dua Posdaya tidak ada
kegiatan usaha ekonominya.
A. Hasil Kajian
Profil Responden
1. Jenis kelamin
Sebanyak 11,11 persen responden berjenis kelamin
laki dan 88,89 persen berjenis kelamin perempuan.
Banyaknya responden yang menjadi pengurus Posdaya
dari kalangan wanita dapat dimengerti karena kaum lelaki
bekerja, jadi yang ikut serta dalam kegiatan Posdaya
adalah kaum perempuan. Walapun demikian, kegiatan
sosial yang ada di Posdaya juga banyak yang melibatkan
bapak-bapak seperti pengajian, karang taruna dan
kebersihan lingkungan. Responden laki-laki yang menjadi
89
pengurus Posdaya adalah warga yang sudah pensiun dari
pekerjaannya dan ingin mengabdikan diri dalam kegiatan
masyarakat
Gambar 12 Profile Responden berdasarkan Jenis Kelamin
2. Umur
Umur responden berkisar antara 30 sampai 60
tahun. Kalau dilihat dari Gambar 2 di bawah ini, diagram
scatter menunjukkan bahwa kelompok umur dominan
dari responden ialah yang berada dalam selang umur
antara 35 sampai 55 tahun. Artinya umur ini adalah
umur produktif menurut kriteria pembagian kelompok
umur tenaga kerja. Oleh karena itu, memang sudah
selayaknya Posdaya melakukan kegiatan ekonomi yang
menghasilkan pendapatan bagi anggotanya. Apalagi kalau
anggota Posdaya terdiri dari kalangan berpendidikan yang
mempunyai banyak waktu luang, tentu bisa membuat
kelompok usaha yang potensial berkembang menjadi
usaha yang lebih besar.
90
Gambar 13 Profile Umur Responden
Menurut data kependudukan nasional, Indonesia
saat ini berada dalam masa bonus demografi, walaupun
tidak serempak posisinya di setiap provinsi. Bonus
demografi dicirikan oleh dominasi jumlah penduduk usia
produktif. Usia produktif menurut BPS adalah orang yang
berada pada selang usia antara 15 sampai 64 tahun.
Sedangkan usia non produktif adalah orang yang berumur
antara 0 sampai 14 dan diatas 65 tahun. Pada tahun 2021,
jumlah penduduk usia produktif mencapai 67 persen
sedangkan usia non sebanyak 33%. Artinya kalau dihitung
rasio ketergantungan antara orang tidak bekerja kepada
orang yang bekerja hanya 1 berbanding 3. Setiap satu
orang menganggur ditanggung oleh 3 orang bekerja.
Rasio ini merupakan masa-masa yang paling baik bagi
sebuah negara untuk meningkatkan kesejahteraan bangsa.
Namun demikian, bonus demografi tidak serta-
merta akan membawa kemaslahatan bagi suatu negara.
Ada beberapa kondisi yang mesti dipenuhi, diantaranya
kualitas sdm itu sendiri, ketersediaan lapangan kerja dan
Pertumbuhan penduduk usia kerja harus disesuaikan
dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Penduduk usia kerja bisa diserap oleh pasar kerja yang
91
tersedia. Tersedia lapangan pekerjaan yang dapat
menyerap tenaga kerja.
3. Pekerjaan
Pekerjaan responden didominasi oleh ibu rumah
tangga (68 %), pedagang/wiraswasta (20%) dan guru
(12%). Variable pekerjaan responden penting diketahui
untuk melihat bagaimana peran mereka dalam kegiatan
ekonomi Posdaya. Sebagian besar merupakan wiraswasta,
sehingga memang perlu dilakukan upaya peningkatan
teknopreneurship agar usaha yang sudah jalan semakin
berkembang dan yang masih merintis, usahanya bisa
segera beropersi. Peluang usaha diera digital dan
globalisasi ini sebenarnya cukup banyak, namun yang bisa
melihat peluang ini adalah mereka yang akrab
dengan kemajuan teknologi dan berani maju denga
mengendalikan risiko-risiko usaha yang ada. Pada
beberapa Posdaya seperti Posdaya Tunas Mekar di
Rawajati, Posdaya Pelita Hati di Manggarai, berhasil
mengembangkan usaha membuat kerajinan dari bahan
limbah kertas dan plastik yang dirangkai melalui beberapa
tahap proses tertentu dan akhirnya menjadi produk cantik
yang bernilai ekonomi, seperti tempat tisu, tas tangan,
bunga kering dan hiasan dinding.
4. Pendidikan
Pendidikan responden bervariasi mulai dari
tamatan SLTP sampai tertinggi sarjana, namun sebagian
besar jenjang pendidikannya adalah SLTA (72%). Artinya,
dengan jenjang pendidikan yang dapat dikatakan cukup
tinggi ini , maka pengenalan teknologi dalam
meningkatkan usaha ekonomi produktif Posdaya memang
berpotensi untuk berhasil. Saat ini, teknologi tidak lagi
hanya dikuasai oleh sekelompok orang terpelajar saja
tetapi semua orang sudah memakai teknologi, khususnya
teknologi komunikasi.
92
B. Profile Posdaya
1. Lokasi
Lokasi Posdaya Binaan Universitas Trilogi tersebar
di beberapa wilayah terutama di Jakarta Selatan dan
Jakarta TImur. Dalam penelitian ini 18 Posdaya yang
dijadikan sampel lokasinya dapat dlilihat pada Tabel 4
berikut ini.
Tabel 4 Nama-nama Posdaya Binaan Universitas Trilogi
No. Nama Posdaya Alamat
1 Anggrek
RW02 Kelurahan Susukan, Ciracas-
Jaktim
2 Melati
RW 04, Rawa Bunga, Kecamatan
Jatinegara, Jakarta Timur
3 Kenanga
Rw05 Setu, Kecamatan Cipayung,
Jaktim
4 Mawar Menteng Wadas IV, Setiabudi Jaksel
5 Tunas Mekar
RW02 Rawajati, Kecamatan Pancoran
Jakarta Selatan
6 Sari Kasih
RW03, Kelurahan Cipete, Kecamatan
Cilandak, Jakarta Selatan
7 Putra Ceria
RW03 Kelurahan Cipete, Kecamatan
Cilandak, Jakarta Selatan
8 Karang Balita
RW05 Kel. CIpete, Kecamatan
Cilandak, Jakarta Selatan
9 Dahlia
Kelurahan Buktiduri, Kecamatan
Tebet, Jakarta Selatan
10 Kemuning
RW07 Kelurahan Cipete, Kecamatan
Cilandak, Jakarta Selatan
11 Melati
Palmeriam, Kecamatan Matraman,
Jaktim
93
No. Nama Posdaya Alamat
12 Anggur
RW06, Kelurahan Cipete, Kecamatan
Cilandak, Jakarta Selatan
13 Teratai
RW01 Kelurahan Baru, Kecamatan Ps
Rebo, Jakarta Timur
14 Pelita Hati
RW03 Kelurahan Makassar,
Cipayung-Jaktim
15 Pulo Kambing
RW02 Jatinegara, Kecamatan
Cakung, Jakarta Timur
16 Wijaya Kusuma
RW03 Pondokrangon, Kecamatan
Cipayung, Jakarta Timur
17 Tunas Melati
RW02 Batu Ampar, Kecamatan
Kramat Jati, Jakarta Timur
18 Anyelir
RW05 Batu Ampar, Kecamatan
Kramat Jati, Jakarta Timur
2. Jumlah anggota
Jumlah anggota Posdaya yang dilaporkan oleh
pengurus bervariasi antara 23 sampai terbanyak 100 orang.
Dari 18 Posdaya yang jadi responden, jumlah anggotanya
rata-rata mencapai 42 orang. Anggota yang tergabung
dalam Posdaya umumnya adalah warga yang memang
aktif dalam kegiatan kemasyarakatan di lingkungan
mereka. Baik kegiatan pengajian, Posyandu, kebersihan
lingkungan dan kegiatan lainnya. Ketika di rumah
memang tidak ada kegiatan, sering ibu-ibu membuat
kegiatan berkelompok seperti mengerjakan kerajinan
tangan, belajar membuat kue, masakan dan sebagainya.
94
Gambar 14 Jumlah Anggota Posdaya
3. Jenis Kegiatan Ekonomi
Jenis kegiatan ekonomi yang terdapat di Posdaya
adalah produksi barang kerajinan, usaha kuliner/
masakan, memproduksi kue-kue basah, kue-kue kering,
memproduksi asinan/olahan buah, permen, menjahit
pakaian anak-anak, mainan anak-anak dan membuat
bakso. Usaha ekonomi ini umumnya berbentuk UMK.
Selain itu ada juga kegiatan yang memproduksi tetapi
tidak untuk dijual seperti menanam sayur hidroponik,
memelihara ikan lele di kolam terpal. Sedangkan kegiatan
usaha dagang ialah distribusi bahan makanan pokok.
Kegiatan ekonomi yang juga dilakukan oleh
beberapa Posdaya ialah mengolah sampah menjadi
produk yang bernilai jual, yaitu kompos dan barang
kerajinan. Podaya Melati di Rawa Bunga telah mendidikan
bank sampah yang telah dirasakan oleh anggota
manfaatnya. Sampah yang selama ini dibuang dan
menjadi masalah lingkungan, kini setelah dipilah menjadi
sampah organic dan non organic bisa dimanfaatkan dan
menghasilkan pendapatan tambahan
95
C. Pemanfaatan Teknologi Dalam Kegiatan Ekonomi
Jenis teknologi yang dimanfaatkan oleh kegiatan
ekonomi Posdaya adalah teknologi informasi yang dipakai
dalam pemasaran produk maupun berkomunikasi dengan
sesama pengurus atau dengan pelanggan. Dalam kuisioner,
macam teknologi yang ditanyakan adalah internet/website,
media sosial (Facebook, Tweitter, Instagram, Whatsapp dan
mendia sosial lainnya), brosur cetak, dan aplikasi pemasaran
e-commerce.
Dari seluruh responden (UMK) yang diwawancarai,
ternyata belum ada yang membuat website untuk
kepentingan usaha mereka. Alasannya ialah, selain belum ada
tenaga yang mampu mengoperasikan website juga biaya yang
dibutuhkan untuk mendisain sebuah website cukup mahal
untuk ukuran usaha ekonomi mikro. Sementara produk yang
dihasilkan belum begitu banyak, sehingga pengurus Posdaya
merasa belum perlu menggunakan laman website untuk usaha
mereka.
Sementara media sosial, hampir semua responden
mengatakan telah menggunakan media sosial untuk
membantu usaha mereka. Jenis media sosial yang dominan
ialah Facebook, kemudian Whatsapp, Instagram dan Line. Media
sosial digunakan untuk menawarkan produk baik produk
baru maupun yang sudah biaya diproduski. Kedekatan
hubungan dalam grup media sosial menjadi kunci
berhasilnya pemasaran melalu media sosial ini.
Brosur, belum semua Posdaya menggunakan bahan
cetak ini untuk kegiatan usaha. Dari 18 Posdaya, hanya
sekitar 5 Posdaya yang telah menggunakan bahan cetak
berupa brosur untuk mempromosikan produknya. Jenis
teknologi yang menggunakan aplikasi e-commerce juga belum
ada digunakan oleh usaha ekonomi Posdaya.
96
D. Manajemen Teknologi
Perubahan serta perkembangan teknologi yang begitu
pesat telah memberikan memberi dampak langsung atau
tidak langsung pada semakin cepatnya proses penciptaan
produk baru, perubahan dalam rantai nilai serta peningkatan
daya saing perusahaan. Penguasaan teknologi menentukan
kemampuan seorang wirausahawan/perusahaan untuk dapat
mengendalikan masalah-masalah teknis, konsep serta hal
yang lainnya yang bersifat tangible yang dikembangkan
untuk mengatsi masalah teknis serta kemampuan teknik
mengekplor konsep serta hal tangible lain lebih efektif.
Kemampuan manajemen teknologi dipengaruhi oleh
beberapa faktor seperti pengalaman produksi, pengetahuan
kualitas, pengetahuan layanan prima, disain kemasan,
pengetahuan dan penerapan aspek manajemen yang baik,
pengembangan produk baru, pernah atau tidak mengajukan
pinjaman bank, pernah atau tidak mengikuti pameran
dagang, mengikuti pelatihan produksi dan mengikuti
pelatihan manajemen.
1. Pengalaman Produksi
Dalam kewirausahaan konvensional, lamanya
seseorang melakukan hal yang sama (berulang
memproduksi barang yang sama) mempengaruhi
penguasaan tekonloginya dalam memproduksi barang
ini . Ia akan terus mempelajari dan memperbaiki
metode sehingga semakin banyak pengalaman,
diasumsikan makin tinggi penguasaan teknologinya.
Dalam kajian ini, walaupun proses produksi usaha
ekonomi mikro Posdaya masih tergolong sederhana,
namun asumsi ini masih relevan untuk diterapkan. Oleh
karena itu, dalam kajian ditanyakan berapa lama usaha ini
telah melakukan kegiatan produksi.
Rata-rata usaha ekonomi Posdaya masih terhitung
pendek pengalaman produksinya, yaitu mulai dati 1
sampai 5 tahun. Dalam siklus produksi periode seperti ini
masih tergolong masa introduksi (pengenalan produk ke
97
pasar). Tetapi ini adalah hal yang bersifat relative. Ada
juga produk yang masa introduksinya hanya satu sampai
dua tahun, kemudian memasuki masa pertumbuhan.
Misalnya untuk produk-produk makanan yang umur
simpannya relative singkat. Posdaya memang banyak
memproduksi barang seperti keripik, bakso, minuman
ringan, asinan buah adalah beberapa contohnya.
Sebenarnya dengan konsep teknopreneur, panjang
pendeknya pengalaman produksi tidak terlalu
menentukan keberhasilan sebuah usaha, karena
perkembangan teknologi yang paling mutahkhir dapat
menafikan pengalaman bekerja seseorang. Misalya orang
yang terlatih menjadi juru ketik selama puluhan tahun,
tidak bisa diandalkan dengan pemanfaatan teknologi
computer yang serba digital. Dulu ketika masih
menggunakan mesik ketik manual. Sangat diperlukan
sekretaris yang pandai mengetik rapi dan cepat. Sejak
pemanfaatan computer, apalagi dengan menggunakan
system perangkat lunak terbaru, untuk mengetik dokumen
yang rapi dan cepat tidak lagi memerlukan pegawai yang
ahli mengetik dan berpengalaman.
2. Pengetahuan kualitas
Ketika ditanyakan tentang pengetahuan kualitas
produk, pengelola usaha mikro Posdaya memberikan
jawaban yang beragam. Jawaban dikelompokkan menjadi
5 skor, dengan perincian sebagai berikut:
a. Tidak mampu menjelaskan kualitas produk yang
diinginkan konsumen
b. Mampu menjelaskan kualitas produk
c. Mampu menjelaskan standar kualitas dan memberikan
contoh serta kriteria dari preferensi konsumen terhadap
kualitas yang melekat pada produk
d. Mampu menjelaskan secara jelas dan mempunyai
perbandingan dari kualitas produk pesaing
98
e. Mengerti dan mampu menjelaskan kualitas yang baik
serta punya strategi dan terobosan untuk
meningkatkan terus kualitas produk
Berdasarkan hasil wawancara, diketahui bawah skor
pengelola usaha ekonomi mikro Posdaya berada pada
angka 3 sampai 5, tetapi didominasi angaka 3 sebesar 72%.
Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman terhadap
kualitas barang yang dihasilkan masih perlu terus
ditingkatkan, bisa melalui pelatihan atau mempelajari
contoh barang lain yang kualitasnya paling baik
(benchmarking). Kualiti manajemen tidak hanya di
perusahaan mikro atau kecil, di perusahaan besarpun
menjadi perhatian pimpinan perusahaan. Pemahaman dan
kemampuan menghasilkan produk yang berkualitas
menjadi kunci dalam merebut pangsa pasar.
Tidak hanya produsen yang memanfaatkan
kemajuan teknologi informasi, konsumen pun demikian
pula, mereka mendapatkan benefit dari kemajuan
teknologi ini . Kalau dulu konsumen harus dating
atau menelepon satu persatu toko untuk mengecek barang
yang bagus dari segi harga dan kualitas, kini tidak perlu
seperti itu. Cukup buka website maka harga dan gambar
barang yang dicari terpampang dan langsung bisa
dibandingkan antara satu produsen dengan produsen
yang lain.
3. Pengetahuan tentang layanan prima (services excellent)
Layanan prima menjadi perhatian para pemimpin
perusahaan saat ini. Untuk bisa tetap eksis dipasar, selain
menang dalam kualitas dan harga, memberikan layanan
terbaik kepada pelanggan tidak bisa ditinggalkan. Oleh
karena itu, dalam kajian ini ditanyakan bagaimana
pengeatahuan pengelola usaha di Posdaya tentang
layanan prima ini . Teori manajemen menyebutkan
bahwa konsumen selalu menuntut layanan terbaik agar
loyalitasnya terjaga. Layanan prima akan menjadikan
99
konsumen puas terhadap atribut yang melekat pada
produk dan juga terhadap pelayanan personal seperti
memberikan senyuman ketika melayani, mengucapkan
terima kasih dan sebagainya, baik sebelum transaksi, saat
transkasi maupun sesudahnya. Memberika layanan prima
sebenarnya tidak memerlukan biaya yang besar tetapi
dampaknya terhadap kepuasan pelanggan cukup besar.
Kriteria yang diukur dalam variable layanan prima
sama seperti mengukur pengetahuan tentang kulaitas,
yaitu dengan meberikan skor 1 sampai 5 terhadap
jawaban, skor ini adalah:
a. Tidak mampu menjelaskan proses layanan prima
b. Mampu menjelaskan layanan prima secara singkat
c. Mampu menjelaskan layanan prima dan memberikan
contoh serta kriteria dari preferensi konsumen terhadap
pelayanan
d. Mampu menjelaskan secara panjang lebar dan
mempunyai contoh perbandingan dari layanan produk
pesaing
e. Mengerti dan mampu menjelaskan kualitas yang baik
serta punya strategi dan terobosan untuk
meningkatkan layanan prima
Hasil wawancara memperlihatkan bahwa
pengetahuan tentang layanan prima berada dalam selang
2 sampai 4. Hal ini artinya, rata-rata pengelola usaha
ekonomi mikro di seluruh Posdaya sudah memahami
bagaimana memberikan layanan prima kepada pelanggan.
Misalnya usaha kuliner, memberikan layanan prima
adalah membuat pelanggan puas dari semua aspek, yaitu
kebersihan, rasa, memberikan senmyuman dan ramah
kepada setiap pelanggan.
4. Disain Kemasan
Sebanyak 60% Posdaya mengakui bahwa usaha
mereka telah menggunakan kemasan yang dicetak dengan
teknologi printing. Usaha produk makanan seperti permen
100
jahe, kue kering, keripik singkong dal sebagainya, sangat
dipengaruhi keberhasilan pemasarannya oleh bentuk
kemasan. Kadang-kadang produk yang bermutu, kalau
tidak dikemas dengan baik akan jatuh nilainya dimata
konsumen. Sisanya sebanyak 40% responden mengatakan
bahwa produk mereka tidak menggunakan kemasan yang
didisain khusus karena kendala permodalan atau jumlah
skala ekonomis yang belum tercapai. Untuk mencetak
kemasan dengan disain khusus, kalau jumlahnya sedikit
harga tiap unitnya menjadi mahal. Sehingga jumlah
pesanan kemasan harus dalam jumlah besar supaya harga
per unitnya murah. Untuk Posdaya yang jumlah
produksinya masih rendah, hal ini menjadi kendala untuk
bisa memesan kemasan dengan disain khusus.
5. Pengembangan produk baru
Hanya 30 persen (6 Posdaya) yang melakukan
percobaan pengembangan produk baru. Ide
pengembangan dan peluncuran produkbaru biasanya
diperole dari hasil pelatihan maupun memodifikasi
produk yang sudah ada. Contohya Posdaya Pulo Kambing
di Jatinegara Jakarta Timur, yang melakukan modifikasi
produk keripik singkong. Produk baru yang diluncurkan
ialah keripik warna ungu dari bahan baku ubi jalar ungu.
Produk ini dipromosikan dengan jargon Jajanan sehat
karena mengandung zat anti oksidan.
Pengembangan produk baru perlu terus
dibudayakan dikalangan pengusaha, karena inovasi selalu
ditunggu oleh konsumen. Teori life-cycle produk selalu
berlaku apapun produknya. Pada tahap awal atau
introduction, produk ini membutuhkan perkenalan
dan biasanya belum cepat naik penjualannya. Tahap
berikutnya, jika memang produk ini cocok dengan
keinginan pelanggan maka ia akan dicari dan angka
penjualan naik cepat. Sampai pada suatu titik, yang
disebut titik maturity (kejenuhan) maka barang ini
101
melambat penjualannya. Bisa disebabkan oleh pangsa
pasar direbut produk baru yang lebih baik, bisa juga
karena pengaruh bosan dengan tampilan produk yang
seperti itu saja. Pada saat inilah diperlukan peluncuran
produk baru baik dengan sedikit modifikasi maupun sama
sekali baru. Tanpa inovasi, maka produk yang berasa
dalam fase maturity ini akan ditinggalkan dan lama-
lama hilang dari pasaran.
6. Pinjaman Modal dari Bank
Sebagaimana usaha mikro yang lain, usaha yang
ada di Posdaya masih kesulitan akses permodalan dari
bank. Bank biasanya mau mengucurkan kredit kepada
usaha yang sudah berjalan dan terpantau dari transaksi
rekeningnya banknya. Jadi ketika mengajukan pinjaman,
Bank meminta copy buku rekening bank dan juga
kolateral dengan nilai yang cukup. Hal ini tentu tidak
mudah bagi usaha mikro di Posdaya karena jarang
transaksi mereka yang menggunakan rekening bank.
Ketika ditanyakan apakah pernah mendapat pinjaman
modal dari bank, tidak ada satupun dari Posdaya yang
menjawab pernah. Alasan mereka sama yaitu berurusan
dengan bank cukup rumit dan banyak persyaratannya.
Walaupun ada program Tabur Puja yang digagas oleh
Yayasan Damandiri, tetap saja tidak dimanfaatkan karena
pengelola usaha Posdaya menganggap sama saja dengan
kredit biasa. Memang yayasan Damandiri tidak
menyalurkan langsung modalnya ke usaha mikro
Posdaya, melainkan melalui bank mitra, koperasi atau
lembaga keuangan lainnya.
7. Pameran Dagang
Yayasan Damandiri, sebagai inisiator pembentukan
Posdaya di Indonesia melakukan pameran dagang di tiap-
tiap regional, yaitu Sumatera, Jawa Barat dan DKI, Jawa
Tengah dan DIY, serta Jawa Timur. Pelaksanaan pameran
102
dagang ini bersamaan dengan pemilihan Posdaya Teladan
tingkat regional. Universitas Trilogi sebagai perguruan
tinggi Pembina Posdaya pusat sudah melaksanakan
pameran dagang sebanyak 3 kali. Semua Posdaya yang
berada dibawah binaan Universitas Trilogi diundang
untuk mengikuti pameran dagang ini . Biasanya
Posdaya yang mempunyai kegiatan usaha ekonomi,
seperti meproduksi makanan ringan, minuman, bakso
ataupun yang memproduksi barang lainnya akan
mendaftarkan diri untuk ikut pameran dagang. Tempat
dan fasilitas stand disediakan oleh Universitas Trilogi.
Hasil wawancara terhadap Posdaya yang dijadikan
sampel menujukkan sebanyak 60 Persen responden
menyatakan pernah ikut pameran dagang. Hal ini
merupakan indicator positif bagi pengusaha, yaitu
berupaya memanfaatkan kesempatan memperkenalkan
produk melalui pameran. Selain pameran dagang yang
diadakan Yayasan Damandiri, beberapa Posdaya
mengaku, juga mengikuti pameran dagang yang diadakan
oleh Pemda melalui Dinas Koperasi. Melalui wawancara
mendalam dengan pengurus Posdaya diketahui bahwa
E. Pelaksanaan Loka Karya
Pelaksanaan lokakarya bertujuan untuk sharing
pengetahuan dan pengalaman antara nara sumber dengan
pengurus Posdaya. Narasumber yang dipilih adalah dosen
kewirausahaan di Universitas Trilogi, yang pernah memiliki
pengalaman bekerja di perusahaan swasta. Narasumber juga
menjadi Pembina beberapa Posdaya di lingkungan
Universitas Trilogi.
Empat Posdaya yang dipilih sebagai lokasi lokakarya
adalah (1) Tunas Mekar di RW 02 Kelurahan Rawa Jati,
Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan; (2) Posdaya Kenanga,
RW05 Kelurahan Setu Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur;
(3) Posdaya Teratai, RW01 Kelurahan Baru, Kecamatan Pasar
Rebo, Jakarta Timur dan (4) Posdaya Anggur, RW06
103
Kelurahan Cipete, Kecamatan Cilandak, Jakarta Selatan.
Jumlah peserta dari masing-masing lokasi lokakarya dapat
dilihat pada Lampiran 4.
Selama pelaksanaan loka karya, peserta aktif mengikuti
pemaparan dari nara sumber dan kemudian dilanjutkan
dengan tanya jawab dan diskusi. Peserta yang terlibat
langsung dengan usaha ekonomi mikro mengemukakan
permasalahan-permasalahan yang sering mereka hadapi.
Beberapa pertanyaan yang dapat dirangkum di sini
diantaranya:
1. Cara meningkatkan umur simpan produk olahan
makanan.
2. Penggunaan bahan makanan pewarna, pemanis, pengawet
dan lain-lain.
3. Proses sertifikasi produk halal
4. Tata tata cara mendapatkan ijin IRT (Industri Rumah
Tangga)
5. Aplikasi pencatatan dan pelaporan system akuntasi
sederhana
6. Teknik pemasaran untuk meningkatkan penjualan
7. Suplier alat-alat dan mesin produksi untuk memproses
produk snack
Melalui diskusi interaktif, narasumber telah
memberikan jawaban atas pertanyaan- pertanyaan ini .
Misalnya pertanyaan tentang lama simpan produk. Dijelaskan
bahwa untuk produk makanan, makin berair produk ini
air akan semakin singkat umur simpannya, karena mikroba
membutuhkan air sebagai media tumbuh. Namun mikroba
seperti jamur tetap bisa tumbuh dibahan makanan yang
kering. Oleh akarena itu, selain diupayakan mengurangi
kadar air, produk harus dikemas dengan baik agat tidak cepat
terkontaminasi oleh kapang/jamur.
Bahan-bahan tambahan makanan yang bersifat kimiawi
sebisa mungkin dihindari. Kalaupun sudah termasuk bahan
yang diijinkan oleh BPOM, takarannya harus seminimal
104
mungkin. Hal ini untuk menghindari dampak jangka panjang
pada orang yang mengkonsumsi produk ini secara rutin.
Untuk proses sertifikasi produk halal, khusus untuk
usaha kecil dan mikro pemerintah memberikan bantuan dan
potongan biaya. Nara sumber meyakinkan peserta agar tidak
usah kuatir dengan biaya sertifikasi halal. Sedangkan ijin
Industri Rumah Tangga (IRT) dapat diajukan ke Dinas
Kesehatan Kota/Kabupaten. Selanjutnya nanti akan dipanggil
untuk mengikuti pelatihan, setelah itu lokasi usaha akan
disurvey sebelum sertifikat dikeluarkan. Jika usaha yang
sama mengharuskan lebih dari satu macam produk, maka
untuk produk kedua, proses lebih mudah yaitu tinggal
mencantumkan nama produk pada surat pengajuan dan tidak
perlu ikut pelatihan lagi. Nomor IRT menurut peserta sangat
penting karena disyaratkan ketika akan disuplai ke toko
modern.
Suplier alat-alat produksi, bisa didapatkan dari
berbagai cara seperti di pusat pertokoan Glodok dan Mangga
Dua yang menyediakan segala macam alat produksi yang
cocok untuk UMKM, tersedia produk buatan lokal maupun
impor. Cara lain bias juga dengan memesan langsung ke
bengkel yang biasa membuat peralatan produksi dengan
spesifikasi sesuai pesanan, namun harga akan lebih mahal
disbanding beli langsung jadi di toko.
Jumlah unit UMK mencapai 99,9% dari jumlah entitas
usaha yang ada. UMK memainkan peranan yang cukup
penting dalam meningkatkan pendapatan rumah tangga,
menyerap tenaga kerja dan pengembangan teknologi tepat
guna. Untuk meningkatkan kapasitas perekonomian nasional,
maka seluruh pemangku kepentingan harus memberikan
perhatian terhadap UMK agar tetap eksis, berkembang dan
memiliki daya saing, tidak hanya di pasar domestic tetapi
juga di pasar global. Perlu dilakukan pemutakhiran data
UMK secara terus menerus mengingat masih banyak UMK
yang beroperasi tanpa didaftarkan dan tidak mengurus ijin
usaha sehingga tidak ada datanya. Data UMK yang akurat
dibutuhkan untuk membuat kebijakan yang tepat. Hal-hal
yang perlu dibantu untuk mengembangkan UMK meliputi
strategi pemasaran, manejemen tenaga kerja, kontinuitas
bahan baku dan teknologi produksi. UMK perlu terus
didorong agar naik omset usahanya sehingga diharapkan
memberikan efek domino secara makro terhadap
perekonomian nasional.
Pada kajian manajemen UMK terhadap usaha Posdaya
binaan Universitas Trilogi, dapat disimpulkan bahwa
sebagian besar pelaku UMK telah memahami pentingnya
implementasi teknologi dalam usahanya. Pengurus Posdaya
yang menjadi pengelola usaha ekonomi ingin memperbaiki
teknologi produksi, namun terkendala oleh permodalan dan
tenaga terampil yang bisa mengoperasikannya.
Salah satu strategi pemasaran yang efektif bagi UMK
ialah mengikuti pameran dagang. Melalui pameran dagang,
pengusaha UMK dapat memperkenalkan produknya. Oleh
karena itu pemerintah melalui dinas terkait perlu
mengadakan pameran dagang dan mengundang pelaku
106
UMKM dengan fasilitas khusus seperti subsidi biaya sewa
stand, bantun akomodasis dan pendampingan. Pembinaan
dan dukungan melalui kebijakan yang terprogram dan
terjadwal juga sangat membantu agar kemajuan dan
perkembangan UMK.
Peningkatan kemampuan manajemen pengelola UMK
adalah salah satu upaya penting untuk membantu UMK
tumbuh dan berkembang bahkan naik kelas menjadi usaha
menangah dan besar. Banyak contoh perusahaan besar
awalnya bermula dari sebuah UMK. Oleh karena itu semua
pemangku kepentingan harus satu visi agar jumlah
pengusaha makin banyak.
.jpeg)
