Manajemen operasi 1
Peramalan merupakan tahap awal dari perencanaan dan pengendalian
produksi. Peramalan adalah pemikiran terhadap suatu besaran, misalnya
permintaan terhadap suatu atau beberapa produk pada periode yang akan
datang. Pada hakikatnya, peramalan merupakan suatu perkiraan terhadap
keadaan yang akan terjadi di masa yang akan datang. Keadaan masa yang
akan datang yang dimaksud adalah:
1. Apa yang dibutuhkan (jenis).
2. Berapa yang dibutuhkan (jumlah/kuantitas).
3. Kapan dibutuhkan (waktu).Peramalan dalam kegiatan produksi bertujuan untuk mengantisipasi
ketidakpastian sehingga diperoleh suatu perkiraan yang mendekati
keadaan yang sebenarnya. Meskipun peramalan tidak akan pernah
“sempurna”, hasil peramalan akan memberikan arahan bagi suatu
perencanaan. Suatu perusahaan biasanya menggunakan prosedur tiga
tahap untuk sampai pada peramalan penjualan, yaitu diawali dengan
melakukan peramalan lingkungan, diikuti dengan peramalan penjualan
industri, dan diakhiri dengan peramalan penjualan perusahaan.
PENGERTIAN PERAMALAN
Ramalan berguna untuk menggambarkan kondisi di masa yang akan
datang tentang sejumlah kegiatan yang terjadi dalam setiap aspek
kehidupan. Dahulu, manusia melakukan ramalan untuk menentukan
nasib seseorang. Sekarang pun demikian, tapi diperluas ke dalam
aspek kehidupan lainnya, terutama bisnis. Dalam pertanian, misalnya,
dibutuhkan ramalan kapan akan turun hujan untuk menentukan
waktu mulai mengolah sawah. Dalam penangkapan ikan, peramalan
digunakan untuk menentukan kapan musim ikan dan di daerah mana
ikan berkumpul. Dalam pesta perkawinan, peramalan dilakukan
untuk menentukan hari baik, jumlah undangan yang akan datang, dan
prakiraan jumlah biaya.
Dalam bisnis, peramalan diperlukan untuk menetapkan patokan
dalam membuat rencana. Tanpa patokan (dasar), tidak mungkin
rencana kegiatan bisa dibuat karena akan berkenaan dengan berapa
jumlah bahan yang diperlukan, peralatan apa yang digunakan, dimana
dilakukan, siapa yang mengerjakannya, hingga berapa besar biaya
yang harus dikeluarkan. Semuanya akan menjadi sulit kalau tidak ada
patokan. Misalnya, ramalan permintaan pakaian tahun depan adalah
1.000 unit. Berdasarkan ramalan ini, perusahaan harus mempersiapkan
2.000 yard kain. Kemudian, perusahaan juga harus memperhitungkan berapa lama untuk memproduksinya, berapa tenaga kerja yang harus
mengerjakannya, dan akhirnya berapa biaya yang harus dikeluarkan
(Subagyo, 1984: 10).
Berbagai pengambilan keputusan manajemen yang sangat
signifikan didasarkan pada peramalan (forecasting)sehingga peramalan
merupakan bagian vital bagi setiap organisasi bisnis dan untuk setiap.
Peramalan menjadi dasar bagi perencanaan jangka panjang perusahaan.
Dalam area fungsional keuangan, peramalan memberikan dasar
dalam menentukan anggaran dan pengendalian biaya. Bagi bagian
pemasaran, peramalan penjualan dibutuhkan untuk merencanakan
produk baru, kompensasi tenaga penjual, dan beberapa keputusan
penting lainnya. Selanjutnya, bagian produksi dan operasi menggunakan
data-data peramalan untuk perencanaan kapasitas, fasilitas, produksi,
penjadwalan, dan pengendalian persedian (inventory control).
Peramalan merupakan teknik yang digunakan untuk memperkirakan
suatu sistem di masa yang akan datang. Peramalan diperlukan oleh suatu
perusahaan karena setiap keputusan yang diambil dapat memengaruhi
keadaan di masa yang akan datang. Menurut horizon waktunya,
peramalan dapat dibagi menjadi tiga, yaitu:
1. Peramalan jangka pendek yang memberikan hasil peramalan satu
tahun mendatang atau kurang.
2. Peramalan jangka menengah untuk meramalkan keadaan satu
hingga lima tahun ke depan.
3. Peramalan jangka panjang yang digunakan untuk pengambilan
keputusan mengenai perencanaan produk dan perencanaan pasar,
pengeluaran biaya perusahaan, studi kelayakan pabrik, anggaran,
purchase order, perencanaan tenaga kerja dan perencanaan kapasitas
kerja, serta pengambilan keputusan yang berhubungan dengan
kejadian lebih dari lima tahun yang akan datang.
LANGKAH-LANGKAH DALAM MELAKUKAN
PERAMALAN
Dalam melakukan peramalan, terdapat beberapa tahapan. Jika
menggunakan metode kuantitatif, berikut tahapannya.
1. Definisikan tujuan peramalan.
Misalnya, peramalan dapat digunakan selama masa pra-produksi
untuk mengukur tingkat dari suatu permintaan.
2. Buatlah diagram pencar (plot data).
Misalnya, memplot demand versus waktu, dimana demand
sebagai ordinat (Y) dan waktu sebagai axis (X).
3. Memilih model peramalan yang tepat.
Melihat dari kecenderungan data pada diagram pencar, maka dapat
dipilih beberapa model peramalan yang diperkirakan dapat mewakili
pola tersebut.
4. Lakukan peramalan.
5. Hitung kesalahan ramalan (forecast error).
Keakuratan suatu model peramalan bergantung pada seberapa dekat
nilai hasil peramalan terhadap nilai data yang sebenarnya. Perbedaan
atau selisih antara nilai aktual dan nilai ramalan disebut sebagai
“kesalahan ramalan (forecast error)” atau deviasi, yang dinyatakan
dalam:
et
= Y(t) – Y’(t)
Dimana: Y(t) = Nilai data aktual pada periode t
Y’(t) = Nilai hasil peramalan pada periode t
t = Periode peramalan
Kemudian, akan diperoleh jumlah kuadrat kesalahan peramalan
yang disingkat SSE (sum of squared errors) dan estimasi standar
error (standard error estimated—SEE).5
SSE = Σe(t)2 = Σ[Y(t) – Y’(t)]2
6. Pilih metode peramalan dengan kesalahan yang terkecil.
Apabila nilai kesalahan tersebut tidak berbeda secara signifikan
pada tingkat ketelitian tertentu (uji statistik F), maka pilihlah secara
sembarang metode-metode tersebut.
7. Lakukan verifikasi.
Evaluasi apakah pola data yang menggunakan metode peramalan
tersebut sesuai dengan pola data sebenarnya.
METODE PERAMALAN
Salah satu cara untuk mengklasifikasikan permasalahan pada peramalan
adalah mempertimbangkan skala waktu peramalannya, yaitu seberapa
jauh rentang waktu data yang ada untuk diramalkan. Terdapat tiga
kategori waktu yaitu jangka pendek (minggu hingga bulan), menengah
(bulan hingga tahun), dan jangka panjang (tahun hingga dekade).
Metode peramalan secara garis besar dibagi menjadi dua kelompok,
yaitu kelompok kuantitatif dan kelompok metode kualitatif. Metode
kualitatif sifatnya lebih subjektif karena metodenya sulit untuk ditelusuri
sebab-akibatnya, sedangkan metode kuantitatif bersifat lebih objektif
karena sebab-akibatnya dapat ditelusuri (Hani Handoko, 1984).
Metode Kualitatif
Metode kualitatif yaitu model yang tidak menggunakan model
matematis karena biasanya data yang ada tidak cukup representatif
untuk meramalkan masa yang akan datang (long term forecasting).
Peramalan kualitatif menggunakan pertimbangan pendapat-pendapat
para pakar yang ahli atau expert di bidangnya, sehingga kelebihan dari
metode ini adalah biaya yang dikeluarkan sangat murah (tanpa data) dan
cepat diperoleh. Namun, kekurangan metode ini yaitu bersifat subjektif
sehingga sering kali dikatakan kurang ilmiah.
Salah satu pendekatan peramalan dalam metode ini adalah teknik
delphi yang menggabungkan dan merata-ratakan pendapat para
pakar dalam suatu forum yang dibentuk untuk memberikan estimasi
suatu hasil permasalahan di masa yang akan datang. Misalnya:
berapa estimasi pelanggan yang dapat diperoleh dengan realisasi
teknologi 3G.
Metode kualitatif dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu:
1. Metode pertimbangan.
2. Metode delphi.
3. Penelitian pasar.
Metode Pertimbangan
Peramalan dengan metode pertimbangan merupakan metode yang
paling mudah. Setiap orang bisa melakukannya karena didasarkan
pertimbangan subjektivitas yang besar sekali. Seorang pedagang sayur
yang sudah berpengalaman bertahun-tahun akan bisa menebak berapa
banyak permintaan wortel pada lebaran yang akan datang. Akan
tepatkah peramalan? Jawabannya adalah tidak, kalaupun tepat itu hanya
kebetulan. Walaupun demikian, pedagang sayur tersebut memiliki
gambaran berapa banyak kira-kira dagangannya akan terjual.
Metode Delphi
Metode delphi adalah metode peramalan yang ditemukan dalam suatu
produksi panel yang terdiri atas beberapa expert (ahli). Ahli tersebut bisa
dari produksi, pemasaran, keuangan, atau litbang. Metode ini dilakukan
untuk memperkirakan kondisi pasar jangka panjang dalam kaitan
dengan investasi yang akan dilakukan. Contohnya, menentukan produk
apa yang akan dijadikan unggulan perusahaan untuk kegiatan intinya.
Presiden direktur kemudiaan mengumpulkan semua direktur bagian
dan komisaris untuk diminta pendapatnya tentang produk yang akan
dijadikan unggulan. Kemudian, dalam suatu panel, mereka memberikan penilaiannya atas produk-produk yang diunggulkan hingga akhirnya
diambil satu produk yang diunggulkan (Hani Handoko,1984).
Penelitian Pasar
Metode ini dilakukan untuk memperkirakan permintaan di masa yang
akan datang dalam kaitan dengan perilaku konsumen. Permintaan
konsumen selalu berubah karena adanya perubahan perilaku yang
dipengaruhi oleh faktor-faktor lain, misalnya pendapatan, pendidikan,
teknologi, dan sebagainnya. Penelitian ini dilakukan dengan menyusun
sejumlah pertanyaan kepada masyarakat. Misalnya, survei tanggapan
konsumen atas kualitas produk yang dihasilkan suatu perusahaan.
Metode Kuantitatif
Metode peramalan yang kuantitatif melakukan kegiatan peramalan
dengan menggunakan angka-angka sebagai dasar untuk memperkirakan
kondisi yang akan datang. Peramalan yang seperti ini lebih banyak
digunakan dalam kegiatan usaha.
Metode ini secara garis besar dibagi menjadi dua kelompok, yaitu
metode time series dan metode sebab akibat. Metode time series
meliputi metode tangan bebas, setengah rata-rata, rata-rata bergerak,
dan exponential smoothing. Sedangkan, metode sebab akibat meliputi
simple regression dan multiple regression.
Metode Time Series
Metode rangkaian waktu (time series) terdiri atas serangkaian atau
sesusunan variabel waktu suatu kegiatan. Misalnya, penjualan produk
perusahaan ke daerah pemasaran tertentu selama 11 tahun. Jumlah
pengiriman selama 11 tahun kemudian diplot dalam sebuah tabel,
seperti Tabel 3-1.
Tabel 3-1 Penjualan Perusahaan X ke Daerah Y selama 11 Tahun
Tahun 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017
Penjualan (ton) 2 3 6 10 8 7 12 14 14 18 19
Metode Tangan Bebas
Peramalan dengan metode tangan bebas memperkirakan permintaan
di masa yang akan datang dengan cara menarik secara bebas garis yang
akan menentukan nilai permintaan. Garis ini ditarik di antara titiktitik yang diplot pada kuadrat ordinat dan aksis yang menggambarkan
data permintaan masa lalu sehingga dapat ditentukan berapa jumlah
permintaan yang akan datang, misalnya untuk tahun 2018.
Tabel 3-2 Data Penjualan dari Tahun 2007–2017
Tahun 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013 2014 2015 2016 2017
Penjualan (ton) 2 3 6 10 8 7 12 14 14 18 19
Metode Setengah Rata-Rata
Dalam metode setengah rata-rata (semi-averange—SA), data
dikelompokkan menjadi dua, yaitu SA I dan SA II. Menggunakan
contoh Tabel 3-2, variabel tahun diganti dengan notasi X, misalnya X1
= 2007, X2 = 2008, dan seterusnya. Karena ada sepuluh X, maka setiap
kelompok terdiri atas lima X, misalnya SA I meliputi X1, X2, ..., X5 dan
SA II meliputi X6, X7, …, X10. Masing–masing kelompok kemudian
dirata-rata. Hasil rata-rata tersebut kemudian ditempatkan di tengahtengah data. Dari kedua titik tersebut, kemudian ditarik garis yang
memotong tahun ke-11 atau X11 (tahun yang akan diramal). Dengan
menarik garis yang memotong kurva permintaan (ton), maka akan
diketahui jumlah permintaan untuk tahun kesebelas.
Metode Rata-Rata Bergerak
Rata-rata bergerak adalah metode peramalan yang hampir sama dengan
semi-average. Hanya saja, kalau dalam semi-average keseluruhan data
yang ada dibagi menjadi dua kelompok, kemudian masing-masing
kelompok diratakan, dalam rata-rata bergerak, perhitungan rata-rata
dilakukan dengan cara menjumlahkan data tahun terakhir dengan data
beberapa tahun sebelumnya, biasanya dua data (baik dalam bulan atau
dalam tahun). Misalnya, data penjualan tahun 2015 = 14, tahun 2016
= 18, tahun 2017 = 19 ton, maka ramalan penjualan untuk tahun 2018
adalah (14 + 18 + 19)/3, atau sama dengan 17 ton. Begitu seterusnya
sehingga yang dijadikan ramalan adalah rata-rata itu sendiri.
Karena rata-rata bergerak sering kali hasilnya lebih rendah dari nilai
penjualan sebenarnya, untuk mengimbanginya sering kali digunakan
rata-rata tertimbang. Cara ini dilakukan dengan memberikan bobot
yang lebih besar kepada tahun terakhir. Dalam contoh Tabel 3-4, tahun
2017 diberikan bobot paling tinggi, yaitu 3, tahun 2016 bobotnya 2, dan
tahun 2015 bobotnya 1. Dengan demikian, ramalan tahun 2018 adalah:
Metode Exponential Smoothing
Exponential smoothing adalah teknik peramalan rata-rata bergerak
yang memberikan bobot secara eksponenial pada data yang paling
akhir sehingga akan mendapat bobot yang paling besar (secara
bertingkat). Metode ini sering digunakan pada permintaan barang yang
perubahannya sangat cepat. Oleh karena itu, prakiraan permintaan
biasanya dipecah dari permintaan bulanan menjadi permintaan
mingguan. Secara sederhana, penghitungan exponential smoothing
adalah sebagai berikut (Kosasih, 2009: 80).
Metode time series dan exponential smoothing menjelaskan perilaku
variabel yang dikaitkan dengan waktu, seakan-akan variabel-variabel
itu merupakan fungsi dari waktu. Dalam metode regresi dan korelasi,
perilaku sebuah variabel akan dijelaskan variabel lain. Misalnya, naiknya
permintaan tekstil dijelaskan oleh kegiatan kaum muslimin di bulan
Ramadan, atau keberhasilan petani dalam memanen sawahnya. Regresi
berarti bergantung, bahwa sifat atau perilaku sebuah variabel akan
bergantung kepada variabel lainnya sehingga ada variabel bergantung
dan ada variabel bebas. Ada dua macam regresi, yaitu simple regression
dan multiple regression. Dalam simple regression, 1 (satu) variabel bebas
akan menjelaskan 1 (satu) variabel bergantung, sedangkan dalam
multiple regression, 1 (satu) variabel bergantung akan dijelaskan oleh
beberapa variabel bebas.
Untuk menentukan metode mana yang akan digunakan tergantung
dari data dan informasi yang akan diramal serta tujuan yang hendak
dicapai (Subagyo, 1986: 15–20). Dalam praktiknya, terdapat berbagai
metode peramalan antara lain:
1. Time series atau deret waktu.
Analisis time series merupakan hubungan antara variabel yang
dicari (variabel dependen) dengan variabel yang memengaruhinya
(variabel independen), yang dikaitkan dengan waktu, seperti
mingguan, bulan, triwulan, caturwulan, semester, atau tahun. Dalam
analisis time series, yang menjadi variabel yang dicari adalah waktu.
Metode peramalan ini terdiri atas:
a. Metode smoothing , merupakan jenis peramalan jangka pendek
seperti perencanaan persediaan, perencanaan keuangan.
Tujuan penggunaan metode ini adalah untuk mengurangi
ketidakteraturan data masa lampau, seperti musiman.
b. Metode Box Jenkins, merupakan deret waktu dengan
menggunakan model matematis dan digunakan untuk peramalan
jangka pendek.
c. Metode proyeksi tren dengan regresi, merupakan metode yang
digunakan baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang.
Metode ini merupakan garis tren untuk persamaan matematis.2. Causal methods atau sebab akibat.
Merupakan metode peramalan yang didasarkan pada hubungan
antara variabel yang diperkirakan dengan variabel lain yang
memengaruhinya, tetapi bukan waktu. Dalam praktiknya, jenis
metode peramalan ini terdiri atas:
a. Metode regresi dan kolerasi, merupakan metode yang digunakan
baik untuk jangka panjang maupun jangka pendek dan
didasarkan pada persamaan dengan teknik least squares yang
dianalisis secara statis.
b. Model input output, merupakan metode yang digunakan
untuk peramalan jangka panjang yang biasa digunakan untuk
menyusun tren ekonomi jangka panjang.
c. Model ekonometri, merupakan peramalan yang digunakan untuk
jangka panjang dan jangka pendek.
METODE KUADRAT TERKECIL
Metode kuadrat terkecil (least square method) adalah salah satu metode
yang paling banyak digunakan karena mampu menarik garis yang
bisa mewakili letak data-data yang ada. Hasilnya berupa garis tren
(kecenderungan) yang bisa dianggap sebagai prakiraan yang paling
rasional atau paling masuk akal. Garis tren ini memiliki ciri-ciri sebagai
berikut:
a. Penjumlahan semua deviasi adalah nol atau minimum.
b. Garis tren ditarik melalui rata-rata x–
dan rata-rata y.
Untuk persamaan linear, penarikan garis yang paling tidak biasa
diperoleh secara serentak yang akan memperoleh nilai a dan nilai b
sebagai berikut.
Standar Devisiasi
Titik yang menunjukan data-data permintaan tidak seluruhnya terletak
pada regresi, tapi berada di sekitarnya. Sebaran titik-titik tersebut bisa
diukur dengan cara mengurangi nilai observasi Yi dengan nilai tren
Yc. Hasilnya dikuadratkan dan dijumlahkan, kemudian dibagi n – 2.
Dengan mengakarkan hasil kuadrat ini, akan diperoleh standar deviasi
dari regresi.
Koefisien Korelasi
Koefisien korelasi adalah nilai yang menunjukan kuat/tidaknya
hubungan linier antar dua variabel. Persamaan ini menyatakan bahwa
perubahan variabel bergantung pada Y ditentukan oleh perubahan
variabel bebas X. Garis regresi merupakan garis yang ditarik di antara
titik-titik observasi y dan nilai rata-rata y, sehingga terdapat deviasi
antara garis regresi dengan observasi Y dan nilai rata- rata y. Total variasi
tersebut merupakan penjumlahaan antara variabel-variabel yang bisa
dijelaskan dan variabel-variabel yang tidak bisa dijelaskan, kemudian
dikuadratkan.
Berikut akan dijabarkan cara melakukan peramalan dengan
menggunakan model time series analysis untuk metode moving average.
Adapun asumsi dasar dalam menggunakan model deret waktu ini adalah
pola data ramalan akan sama dengan pola data sebelumnya.
KARAKTERISTIK PERAMALAN YANG BAIK
Peramalan yang baik mempunyai beberapa kriteria penting, antara lain
akurasi, biaya, dan kemudahan. Penjelasan dari kriteria-kriteria tersebut
adalah sebagai berikut.
1. Akurasi
Peramalan yang baik adalah peramalan yang akurat. Akurasi
peramalan dapat diukur dari hasil kebiasaan dan konsistensi
peramalan tersebut. Bila peramalan tersebut terlalu tinggi atau telalu
rendah dibanding dengan kenyataan yang sebenarnya terjadi, hasil
peramalan dikatakan bias. Hasil peramalan dikatakan konsisten
jika besarnya kesalahan peramalan relatif kecil. Akurasi peramalan
diperlukan karena apabila terlalu rendah akan mengakibatkan
kekurangan persediaan sehingga permintaan konsumen tidak
dapat dipenuhi segera. Perusahaan kemungkinan akan kehilangan
pelanggan dan keuntungan penjualan. Sebaliknya, peramalan yang
terlalu tinggi akan mengakibatkan penumpukan barang/persediaan
sehingga banyak modal tersia-siakan.
2. Biaya
Peramalan membutuhkan biaya. Besarnya biaya dalam pembuatan
suatu peramalan tergantung pada jumlah item yang diramalkan,
lamanya periode peramalan, dan metode peramalan yang digunakan
Ketiga faktor tersebut akan memengaruhi berapa banyak data yang
dibutuhkan, bagaimana data diolah (manual atau komputerisasi),
bagaimana data disimpan, dan siapa ahli data yang diperbantukan.
Pemilihan metode peramalan harus disesuaikan dengan dana yang
tersedia dan tingkat akurasi yang ingin didapat, misalnya item-item
yang penting akan diramalkan dengan metode yang sederhana dan
murah. Prinsip ini adalah adopsi dari hukum Pareto (Analisis ABC).
3. Kemudahan
Penggunaan metode peramalan yang sederhana, mudah dibuat,
dan mudah diaplikasikan akan memberikan keuntungan bagi
perusahaan. Percuma memakai metode yang canggih, tetapi tidak
dapat diaplikasikan pada sistem perusahaan karena keterbatasan
dana, sumber daya manusia, ataupun peralatan dan teknologi (Hani
Handoko, 1984: 10–15).
PERANAN PERAMALAN DALAM SISTEM PRODUKSI
Tidak hanya meramalkan persedian ataupun pembelian, peramalan
juga berperan di berbagai aspek dalam menjalankan perusahaan,
khususnya proses produksi. Peranan peramalan dalam perencanaan
proses produksi adalah sebagai berikut:
1. Perencanaan bisnis
Peramalan dalam perencanaan bisnis terdiri atas rencana pendanaan,
pembiayaan, dan pemasaran serta pengorganisasian perusahaan
sebagai dasar untuk membuat rencana bisnis.
2. Perencanaan pemasaran
Perencanaan pemasaran ini nantinya akan menjadi dasar untuk
membuat perencanaan produksi. Perencanaan pemasaran meliputi
rencana tentang produk yang akan dibuat, penjualan, dan pemasaran.
3. Master production schedule (MPS)
Master product schedule adalah jadwal yang merinci produksi yang
akan dilakukan perusahaan. Rencana produk akhir yang harus
dibuat pada tiap periode selama 1–5 tahun. Produk akhir merupakan
dekomposisi dari perencanaan produksi.
4. Perencanaan sumber daya
Peramalan di sini berupa rencana kapasitas yang diperlukan untuk
memenuhi production plan, dapat dinyatakan dalam jam-orang atau
jam-mesin. Ini merupakan bahan pertimbangan untuk ekspansi
sumber daya manusia, mesin, pabrik, dan lain-lain, yang ditetapkan
berdasarkan kapasitas yang tersedia.
5. Rought cut capacity planning (RCPP)
Rought cut capacity planning adalah rencana untuk menentukan
kapasitas yang diperlukan untuk memenuhi MPS. Hasilnya berupa
jenis orang/mesin yang diperlukan untuk tiap work centre pada setiap
periode. Ini merupakan bahan pertimbangan untuk penambahan
jam kerja atau subkontrak.
6. Manajemen permintaan
Manajemen permintaan memprediksi aktivitas kebutuhan di masa
yang akan datang dikaitkan dengan kapasitas. Aktivitas ini terdiri
atas peramalan, perencanaan kebutuhan distribusi, order entry,
pengiriman, dan service part requirement.
7. Material requirement planning (MRP)
Untuk melaksanakan MPS, dibutuhkan rencana kebutuhan material,
yaitu material requirement planning. Output MRP adalah pembelian
dan PAC (production activity control). Material requirement planning
juga menghasilkan rencana pembelian yang meliputi jumlah, due
date, dan release date.
8. Capacity requirement planning (CRP)
Capacity requirement planning adalah rencana kebutuhan kapasitas yang
dibutuhkan untuk merealisasikan MPS di setiap periode dan setiap
mesin. Dibandingkan RCCP, CRP lebih teliti dan lebih rinci karena
didasarkan pada rencana pemesanan. Jika kapasitas tidak tersedia, hal ini
bisa diatasi dengan menambah waktu lembur, mengubah routing, dan
lain-lain. Jika tidak tercapai, MPS harus diubah.
9. Production activity control (PAC)
Sering disebut distributor shop floor control (SFC), PAC adalah
aktivitas membuat produk setelah bahan dibeli. Production
activity control terdiri atas aktivitas awal-akhir suatu pekerjaan
berdasarkan urutan kedatangan pekerjaan, lalu membebankan
pekerjaan ke work station, dan melakukan pelaporan. Hasil laporan
merupakan feedback bagi MPS.
10. Pembelian
Peramalan dijadikan dasar guna memilih vendor, membuat order
pembelian, dan menjadwalkan vendor.
11. Pengukuran kinerja
Peramalan dapat digunakan untuk mengevaluasi sistem dengan
melihat seberapa jauh hasil yang diperoleh dibandingkan dengan
rencana yang telah ditetapkan. Ini dijadikan sebagai bahan evaluasi
pencapaian perencanaan bisnis.
PENUTUP
Kesimpulan dari bab ini mencakup dua hal pokok. Pertama, peramalan
merupakan tahapan awal dalam perencanaan sistem operasi produksi.
Kedua, model yang paling tepat harus dipilih dalam melakukan
peramalan. Model yang dipilih dapat dibandingkan dengan model yang
lain dengan menggunakan kriteria minimum average sum of squared
errors. Distribusi forecast errors harus dimonitor, jika terjadi bias maka
model yang digunakan tidak tepat.
Terdapat peningkatan pengakuan bahwa operasional harus menunjang
perusahaan dalam mencapai suatu posisi kompetitif di pasar. Operasional
hendaknya bukan sekadar wadah untuk menghasilkan produk dan jasa
perusahaan, tetapi juga memberikan kekuatan kompetitif bagi bisnis. Seperti
dikatakan sebelumnya, realisasi ini didorong oleh semakin bertambahnya
persaingan dari mancanegara, kebutuhan untuk peningkatan produktivitas,
dan peningkatan permintaan akan kualitas. Pencapaian keunggulan
kompetitif melalui perbaikan untuk kerja operasional membutuhkan
tanggapan strategi dalam operasional. Orang Jepang sangat terkenal dalam menggunakan operasional
manufakturnya untuk menunjang persaingan di pasar dunia. Dengan
merancang dan memproduksi barang yang berkualitas lebih baik,
dan kadang-kadang dengan biaya lebih rendah, Jepang telah mampu
menguasai pangsa pasar dunia yang besar, antara lain dalam mobil,
elektronik, dan sepeda motor. Keberhasilan ini bukanlah karena
kebudayaan nasionalnya, melainkan berkat kebulatan tekad untuk
unggul di bidang operasional.
Operasional sering dipandang sebagai “anak tiri” dalam proses
perencanaan strategis. Operasional dikemukakan setelah dilakukan
perencanaan strategis untuk pemasaran, keuangan, dan manajemen
umum. Akibatnya, kemampuan operasional tidak dipakai sebagai
kekuatan bersaing dalam bisnis. Keadaan ini dapat diperbaiki dengan
mengembangkan suatu strategi operasional sebagai suatu bagian yang
terpadu dari strategi bisnis dan dengan memasukkan operasional
sebagai mitra yang sederajat dalam mengembangkan dan menerapkan
strategi bisnis.
Strategi organisasi, yang dikenal sebagai strategi bisnis, memberikan
informasi yang diperlukan untuk merancang suatu sistem produksi
untuk perusahaan guna mencapai tujuannya. Strategi juga memberikan
informasi untuk semua fungsi lain di dalam organisasi untuk
mendukung sistem produksi dalam menjalankan tugasnya.
DEFINISI STRATEGI OPERASI
Strategi operasi merupakan turunan dari strategi perusahaan yang
menjabarkan strategi secara keseluruhan dari visi dan misi perusahaan.
Strategi operasi merupakan seperangkat sasaran, rencana, dan kebijakan
yang menjabarkan fungsi operasi yang menunjang strategi bisnis
organisasi. Untuk lebih jelas dalam memahami definisi strategi operasi,
berikut ini penjelasan para ahli yang mendefinisikan strategi operasi.Sumayang (2003)1
menjelaskan strategi operasi sebagai bayangan
atau visi dari fungsi operasi, yaitu perangkat pendorong atau penentu
arah untuk pengambilan keputusan. Strategi operasi merupakan fungsi
operasi yang menetapkan arah untuk pengambilan keputusan yang
diintegrasikan dengan strategi bisnis melalui perencanaan formal,
menghasilkan pola pengambilan keputusan operasi yang konsisten,
dan keunggulan bersaing bagi perusahaan. Strategi operasi merupakan
salah satu cara yang dapat dikembangkan oleh perusahaan dengan
memanfaatkan operasi.
Schroeder, Anderson, dan Cleveland (1986)2
mendefisikan bahwa
strategi operasi terdiri atas empat komponen: misi, tujuan, keunggulan
khusus, dan kebijakan. Keempat komponen ini membantu menegaskan
tujuan apa yang dicapai dan bagaimana akan mencapai tujuan itu. Hasil
strategi akan membantu mengarahkan dalam pengambilan keputusan
pada seluruh tahap operasi.
Definisi lain diberikan oleh Hayes dan Wheelwright (1984, dalam
Universitas Gunadarma. 2014.) yang mendefinisikan strategi operasi
sebagai suatu pola yang konsisten dalam keputusan operasi. Sementara
itu, Hayes dan Wheelwright memberi tekanan pada hasil dari strategi
operasi sebagai suatu pola yang konsisten dalam pengambilan keputusan,
Schroeder juga menekankan strategi operasi sebagai sesuatu yang
mendahului pengambilan keputusan. Namun, keduanya menyetujui
bahwa hasilnya adalah pola pengambilan keputusan yang konsisten.
Sebuah usaha manajemen operasi yang efektif harus mempunyai
sebuah misi dan sebuah strategi. Dengan demikian, dapat diketahui
kemana arah tujuannya dan bagaimana cara untuk bisa mencapai
tujuan.PERUMUSAN STRATEGI OPERASI
Perumusan strategi adalah pengembangan rencana jangka panjang
untuk efektivitas manajemen yang didasari oleh peluang dan acaman
lingkungan yang dilihat dari kekuatan dan kelemahan perusahaan.
Perumusan strategi perusahaan meliputi hal-hal berikut ini.3
Misi dan Tujuan Organisasi
Pernyataan misi yang disusun dengan baik mendefinisikan tujuan
mendasar dan unik yang membedakan suatu perusahaan dengan
perusahaan lain. Misi perusahaan bermaksud menjawab pertanyaan,
“What business are we in?”
Oleh karena itu, misi perusahaan penting karena menjamin kesatuan
pendapat mengenai maksud perusahaan, memberikan dasar untuk
mendorong penggunaan sumber daya yang optimal, memberikan
standar pengalokasian sumber daya organisasi, menciptakan sikap serta
pandangan yang senada, dan memudahkan pengenalan/penjabaran
maksud perusahaan dalam tujuan-tujuan lebih terperinci.
Tujuan merumuskan hal-hal yang akan diselesaikan, waktu akan
diselesaikan, dan tujuan sebaiknya dapat diukur jika memungkinkan.
Alasan diperlukannya tujuan perusahaan adalah membantu perusahaan
untuk memahami lingkungannya, membantu mengoordinasikan
pengambilan keputusan, memberikan tolok ukur bagi penilaian
perusahaan, dan memperjelas sasaran perusahaan yang hendak dicapai.
Strategi Perusahaan
Strategi perusahaan merupakan rumusan perencanaan yang
komprehensif tentang cara perusahaan mencapai misi dan
tujuannya. Strategi akan memaksimalkan keunggulan komparatif dan meminimalkan keterbatasan bersaing. Secara singkat, strategi
perusahaan adalah suatu rencana yang merupakan satu kesatuan
(unified), yaitu mengikat semua bagian perusahaan menjadi satu,
bersifat luas, yaitu meliputi semua aspek penting dalam perusahaan,
dan terpadu (integrated), yaitu semua bagian strategi selaras dan serasi
antara satu dengan yang lainnya.
Kebijakan
Kebijakan menyediakan pedoman luas untuk pengambilan keputusan
organisasi secara keseluruhan serta menghubungkan perumusan strategi
dan implementasi. Kebijakan adalah petunjuk untuk bertindak dalam
organisasi. Kebijakan menunjukkan cara mengalokasikan sumber
daya yang ada di perusahaan dan cara menyerahkan tugas-tugas
kepada bagian di perusahaan agar dapat dilaksanakan dengan baik
sehingga manajer pada tingkat fungsional dapat menjalankan strategi
sebagaimana mestinya.
Strategi Manajemen Operasional
Menurut Jay Heizer dan Barry Render (2009: 51, dalam Rusdiana, 2014),
perusahaan mencapai misinya melalui tiga cara, yaitu diferensiasi,
kepemimpinan biaya, dan respons yang cepat. Hal ini berarti manajer
operasi diminta untuk menciptakan barang dan jasa yang lebih baik,
atau berbeda dari yang lain, lebih murah, dan lebih cepat tanggap.
Membangun Kompetensi untuk Mewujudkan Strategi
Hal pertama yang harus dilakukan sebelum merumuskan strategi
adalah memahami kondisi internal perusahaan. Hal ini diperlukan
karena strategi yang dibuat nantinya haruslah menyesuaikan antara
kondisi internal perusahaan dengan kondisi eksternal. Perusahaanharus memastikan bahwa sumber daya (tangible dan intangible) yang
dimiliki mampu memenuhi permintaan pasar.
Selain itu, perusahaan harus lebih proaktif dalam membuat strategi.
Tidak hanya merespons tindakan pesaing, perusahaan harus mampu
merebut pasar dengan mendahului dalam inovasi atau perubahan
sehingga perusahaan akan memiliki posisi yang kompetitif.
Munro A. (1994)4
menjelaskan bahwa lingkup kompetensi
senantiasa berbeda karena pengaruh berbagai disiplin ilmu mempunyai
kepentingan dan cara pandang yang berbeda. Menurut Sterbler
(Hoffamnn, T., 1999, dalam Rusdiana, 2014), kompetensi dapat
dinyatakan sebagai perilaku individu yang bisa didemontrasikan, atau
perilaku yang menunjukkan standar kinerja minimum. Sedangkan
Hoffamnn (2007, dalam Rusdiana, 2014) mengemukakan tiga lingkup
kompetensi, yaitu kinerja yang terobservasi, standar kualitas atau
hasil yang dapat dipenuhi seseorang, dan atribut seseorang yang dapat
dicatat (pengetahuan, keahlian, atau kemampuan) yang menentukan
kinerjanya.
Perusahaan membutuhkan kompetensi, terutama kompetensi
manajemen, untuk menjadi kompetitif. kompetensi manajemen
adalah kompetensi yang dibutuhkan untuk dapat menyelenggarakan
fungsi manajemen dengan baik. Kompetensi tersebut mencakup selfconfidence, keahlian komunikasi, kemampuan bekerja dengan bidang
dan keahlian yang berbeda, keahlian bernegosiasi, berpikir kreatif, dan
kepemimpinan. Kompetensi manajemen tidak lepas dari kompetensi
manajer itu sendiri untuk mampu menyelenggarakan fungsinya
memajukan perusahaan. Namun, manajer yang kompeten juga harus
dibarengi dengan manajemen yang kompeten pula untuk menciptakan
kompetensi organisasi.
Dari uraian sebelumnya, jelas bahwa kompetensi harus dilihat
sebagai bagian dari strategi. Perusahaan yang menerapkan strategipertumbuhan akan membutuhkan sumber daya manusia yang proaktif
dan mau bersaing. Oleh karena itu, strategi dibuat berdasarkan outputnya atau kompetensi yang bisa dilakukan.
Salah satu aset perusahaan yang paling berharga adalah sumber
daya manusia karena seluruh aset yang ada hanya dapat berjalan jika
digerakkan oleh sumber daya manusia yang berkompeten. Untuk
mencapai kinerja yang baik, diperlukan sumber daya manusia dengan
kompetensi yang baik pula.
Jika perusahaan telah memiliki sumber daya manusia yang
kompeten, maka selanjutnya dibutuhkan perencanaan mengenai
apa yang harus dilakukan untuk mengelola segala aset yang dimiliki
perusahaan. Rancangan jangka panjang sangat dibutuhkan untuk
memastikan bahwa kompetensi korporasi dapat terpenuhi.
Ukuran akhir dari kompetensi perusahaan adalah kemampuan
menyampaikan nilai ke pasar dan mendatangkan nilai bagi perusahaan.
Adapun aset yang ada tidak hanya kumpulan dari kompetensi, tetapi
juga cara mendatangkan nilai di perusahaan. Setiap perusahaan
senantiasa mengembangkan kompetensi internal menghadapi
perubahan lingkungan perusahaan yang berubah cepat.
STRATEGI MANAJEMEN OPERASI DALAM
MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS DAN
KEUNGGULAN BERSAING
Dalam menghasilkan barang dan jasa, semua jenis organisasi
menjalankan tiga fungsi, yaitu pemasaran, produksi/operasi, dan
keuangan/akutansi. Fungsi-fungsi ini merupakan hal yang penting,
bukan hanya untuk proses produksi, melainkan juga demi kelangsungan
hidup sebuah organisasi.
Manajemen operasi yang merupakan salah satu fungsi organisasi
secara utuh berhubungan dengan fungsi bisnis lainnya. Aktivitas manajemen operasi berkaitan dengan cara pengorganisasian untuk
mendapatkan perusahaan yang produktif, cara barang dan jasa dapat
diproduksi, dan tindakan yang harus dikerjakan manajer operasi.
Strategi manajemen operasi menurut Heizer dan Reinder (1985)
dalam buku Operation Management terdiri atas sepuluh strategi yang
meliputi desain barang dan jasa, mutu, perancangan proses, pemilihan
lokasi, perancangan tata letak, sumber daya manusia dan rancangan
pekerjaan, manajemen rantai pasokan, persediaan, penjadwalan, dan
pemeliharaan.
Strategi Desain Barang dan Jasa
Desain produk menurut Agus Ahyari (dalam Rusdiana, 2014) adalah
rancangan, ukuran, dan fungsi suatu barang yang akan diproduksi.
Pemilihan produk adalah proses pemilihan barang atau jasa untuk dapat
disajikan pada pelanggan atau klien.
Dari desain produk, diteruskan ke tahap proses produksi, yaitu
perusahaan harus menyesuaikan produk yang telah dirancang.
Perusahaan dapat melakukan standardisasi produk sehingga akan
memperoleh hasil produk yang maksimal, atau meminimalkan
kesalahan pada hasil produksi.
Strategi Kualitas
Menurut Heizer (1998, dalam Rusdiana. 2014), kualitas adalah
kemampuan suatu produk atau jasa dalam memenuhi kebutuhan
pelanggan. Kualitas yang dikelola dengan baik dapat membantu
membangun strategi yang sukses akan diferensiasi, biaya rendah, dan
respons yang cepat.
Dengan kualitas produk yang baik, penjualan akan meningkat
dan biaya akan berkurang yang pada akhirnya akan meningkatkan
keuntungan. Peningkatan penjualan sering terjadi ketika perusahaan
mempercepat respons, merendahkan harga jual sebagai hasil dari skala ekonomis, dan memperbaiki reputasi akan produk yang berkualitas.
Pada saat yang sama, ketika kualitas diperbaiki, biaya akan turun karena
perusahaan meningkatkan produktivitas dan mengurangi pengerjaan
ulang produk yang gagal, mengurangi bahan yang terbuang (scrap), dan
mengurangi biaya garansi.
Strategi Perancangan Proses
Proses di sini adalah mengubah sumber daya yang dimiliki menjadi
produk barang atau jasa. Strategi proses atau transformasi adalah
pendekatan organisasi untuk mengubah input menjadi atau
output. Tujuan strategi proses adalah untuk menemukan suatu cara
memproduksi barang atau jasa yang memenuhi persyaratan pelanggan
dan spesifikasi produk yang berada dalam batasan biaya dan manajerial
lain. Proses yang dipilih akan mempunyai dampak jangka panjang pada
efisiensi dan produksi, begitu juga pada fleksibilitas, biaya, dan kualitas
barang yang diproduksi. Oleh karena itu, banyak strategi perusahaan
ditentukan pada saat keputusan proses ini.
Strategi Lokasi
Keputusan lokasi organisasi manufaktur dan jasa menentukan
kesuksesan perusahaan. Kesalahan yang dibuat saat ini terkait
lokasi dapat memengaruhi efisiensi. Sejumlah perusahaan di dunia
menggunakan konsep dan teknik untuk menjawab masalah lokasi,
mengingat lokasi sangat memengaruhi, baik biaya tetap maupun
biaya variabel. Lokasi sangat mempengaruhi risiko dan keuntungan
perusahaan secara keseluruhan.
Strategi Tata Letak
Tata letak merupakan satu keputusan penting yang menentukan
efisiensi sebuah operasi dalam jangka panjang. Tata letak memiliki banyak dampak strategis karena tata letak menentukan daya saing
perusahaan dalam hal kapasitas, proses, fleksibilitas, dan biaya, serta
kualitas lingkungan kerja, kontak pelanggan, dan citra perusahaan. Tata
letak yang efektif dapat membantu organisasi mencapai sebuah strategi
yang menunjang diferensiasi, biaya rendah, atau respons cepat. Tujuan
strategi tata letak adalah untuk membangun tata letak yang ekonomis
dan memenuhi kebutuhan persaingan perusahaan.
Strategi Sumber Daya Manusia dan Rancangan
Pekerjaan
Organisasi tidak akan berfungsi tanpa sumber daya manusia. Tanpa
adanya orang-orang yang kompeten dan memiliki motivasi yang tinggi,
organisasi tidak dapat berfungsi dengan baik. Tujuan strategi sumber
daya manusia adalah untuk mengelola tenaga kerja dan mendesain
pekerjaan sehingga orang-orang dapat diberdayakan secara efektif
dan efisien. Dengan demikian, strategi sumber daya manusia seorang
manajer operasi adalah menentukan bakat dan keahlian yang tersedia
bagi proses operasi.
Strategi Manajemen Rantai Pasokan
Keputusan ini menjelaskan tindakan yang harus dibuat, apa yang harus
dibeli, dengan mempertimbangkan kualitas, pengiriman, dan inovasi.
Kesemuanya harus di tingkat harga yang memuaskan. Kepercayaan
antara pembeli dan penjual sangat dibutuhkan untuk proses pembelian
yang efektif.
Strategi Persediaan
Persediaan, menurut Assauri (1984, dalam Rusdiana, 2014), adalah
suatu aktiva yang meliputi barang milik perusahaan dengan maksud
untuk dijual dalam suatu periode usaha yang normal, atau persediaan barang yang masih dalam pengerjaan/proses produksi, atau persediaan
bahan baku yang menunggu penggunaannya dalam proses produksi.
Perusahaan harus mempertimbangkan seberapa banyak persediaan
setiap barang yang harus dimiliki dan waktu memesan kembali.
Strategi Penjadwalan
Penjadwalan meliputi pengurutan dan pembagian waktu untuk seluruh
kegiatan proyek. Heizer (dalam Rusdiana, 2014) mendefinisikan proyek
sebagai sederetan tugas yang diarahkan pada suatu hasil utama. Dalam
perusahaan, dapat dibentuk suatu organisasi proyek, yaitu sebuah
organisasi yang dibentuk untuk memastikan program mendapatkan
manajemen dan perhatian yang semestinya.
Strategi Pemeliharaan
Dalam usaha untuk dapat menggunakan terus peralatan atau fasilitas
produksi agar kontinuitas produksi dapat terjamin, diperlukan kegiatan
pemeliharaan (maintenance). Pemeliharan meliputi pengecekan,
perbaikan atau reparasi atas kerusakan yang ada, serta penyesuaian atau
penggantian komponen yang terdapat pada fasilitas tersebut.
PENUTUP
Strategi operasi merupakan turunan dari strategi perusahaan yang
menjabarkan strategi secara keseluruhan dari visi dan misi perusahaan.
Strategi operasi merupakan seperangkat sasaran, rencana, dan kebijakan
yang menjabarkan fungsi operasi yang menunjang strategi bisnis
organisasi.
Hayes dan Wheelwright (1984, dalam Universitas Gunadarma.
2014) mendefinisikan strategi operasi sebagai suatu pola yang konsisten
dalam keputusan operasi. Hayes dan Wheelwright memberi tekanan pada hasil dari strategi operasi sebagai suatu pola yang konsisten dalam
pengambilan keputusan. Sedangkan Schroeder menekankan strategi
operasi sebagai sesuatu yang mendahului pengambilan keputusan. Akan
tetapi keduanya menyetujui bahwa hasilnya adalah pola pengambilan
keputusan yang konsisten.
Berdasarkan pengertian tersebut, minimal kita harus mengetahui
mengenai perumusan strategi operasi serta apa saja strategi manajemen
operasi. Kenapa hal tersebut harus diketahui? Agar kita atau organisasi/
perusahaan lebih siap dalam menciptakan strategi operasi yang efektif
dan efisien
Konsep manajemen operasi merupakan kegiatan menciptakan barang dan
jasa yang ditawarkan oleh perusahaan kepada konsumen, dan kegiatan
ini menjadi fungsi utama perusahaan. Melalui konsep manajemen
operasi, segala sumber daya masukan perusahaan diintegrasikan untuk
menghasilkan keluaran yang memiliki nilai tambah. Produk yang dihasilkan
dapat berupa barang akhir, barang setengah jadi, atau jasa. Proses kegiatan
mengubah bahan baku menjadi barang lain yang mempunyai nilai tambah
lebih tinggi disebut proses produksi (manufaktur). Bagi perusahaan yang
berorientasi laba, produk tersebut selanjutnya dijual untuk memperoleh
keuntungan dan sumber dana yang baru bagi kegiatan operasi berikutnya, sementara bagi perusahaan atau organisasi nirlaba, produk ini diberikan
kepada masyarakat atau pengguna tertentu untuk memenuhi misi
organisasi.
Perusahaan yang menjalankan manajemen operasi ini pada
umumnya perusahaan menengah dan besar. Manajemen operasi
merupakan kegiatan yang kompleks, tidak saja mencakup pelaksanaan
fungsi manajemen dalam mengoordinasi berbagai kegiatan dalam
mencapai tujuan operasi, tetapi juga mencakup kegiatan teknis untuk
menghsilkan suatu produk yang memenuhi spesifikasi yang diinginkan,
dengan proses produksi yang efisien dan efektif, serta dengan
mengantisipasi perkembangan teknologi dan kebutuhan konsumen di
masa mendatang.
Bagi perusahaan jenis apapun, baik yang bergerak dalam bidang
manufaktur maupun jasa, tentu menyadari bahwa kelangsungan hidup
perusahaan lebih penting daripada sekadar laba yang besar. Sekalipun
untuk dapat terus bertahan (going concern), perusahaan memerlukan
keuntungan yang cukup. Selanjutnya, untuk mendapatkan keuntungan
tersebut, produk yang dihasilkan harus dapat memenuhi kebutuhan dan
keinginan serta kepusasan konsumen (harga, kualitas, pelayanan, dan
sebagainya). Salah satu ujung dari masalah ini adalah proses produksi
yang harus baik dalam arti yang luas, agar keluaran yang dihasilkan,
baik berupa barang maupun jasa, dapat mendukung kelangsungan
hidup perusahaan.
Di satu sisi, setelah proses produksi dan kehidupan perusahaan
berjalan yang dengan baik, perusahaan perlu menjaganya dengan baik,
mengingat menjaga lebih sulit daripada saat mendirikannya. Dengan
demikian, proses dan kegiatan produksi sebagai dapurnya perusahaan
perlu dipelajari dengan saksama dan sungguh-sungguh sehingga sebuah
perusahaan memiliki divisi produksi yang solid dan dapat diandalkan
sebagai tulang punggung kelangsungan hidup perusahaan. Adapun pembahasan yang akan dibahas dalam buku ini, di antaranya
adalah konsep dasar, tujuan dan ruang lingkup, milestone perkembangan
manajemen operasi, dan manajemen operasi dalam e-bussiness
environment. Dari uraian di atas, dapat dimunculkan pertanyaan
sebagai berikut: Bagaimana konsep dasar, tujuan, dan ruang lingkup dari
manajemen operasi? Bagaimana milestone perkembangan manajemen
operasi? Bagaimana manajemen operasi dalam e-bussiness environment?
PERBEDAAN OPERASI DAN PRODUKSI
Pertanyaan ini sering muncul pada setiap orang yang baru mempelajari
manajemen operasi. Istilah operasi baru muncul di Indonesia mulai
awal tahun 1990-an. Istilah operasi sebelumnya lebih sering digunakan
dalam bidang kedokteran manakala harus dilakukan pembedahaan
terhadap seorang pasien untuk menyembuhkan penyakit. Ketika istilah
ini digunakan dalam peciptaan produk, orang dibingungkan dengan
istilah produksi. Istilah produksi lebih dipersepsikan pada kegiatan
manufaktur (pabrik) dalam mengelola bahan-bahan untuk membuat
barang.
Operasi merupakan kegiatan yang lebih luas dari produksi, operasi
tidak hanya kegiatan menciptakan barang saja, tetapi meliputi kegiatan
administrasi, perdagangan, perbankan, atau kegiatan jasa lainnya.
Meskipun berbeda, produksi dan operasi sama-sama menciptakan
nilai tambah.
BARANG DAN JASA
Barang dan jasa merupakan produk (produk), yaitu sesuatu yang
dihasilkan (to produce) dari suatu kegiatan operasi (opertion). Namun,
keduanya memiliki karakteristik yang berbeda. Perbedaan antara barang
dan jasa dapat dilihat secara lebih rinci pada Tabel 1-1
Selain perbedaan di atas, perbedaan barang dan jasa terlihat dalam
caranya dihasilkan atau diproduksi. Barang sering kali dihasilkan dalam
suatu pabrik yang letaknya jauh dari konsumen. Misalkan sebuah
mobil, ia bisa dihasilkan di Jepang, Jerman, atau Inggris. Kegiatan
penciptaan barang sering terjadi jauh dari konsumen. Sebaliknya, jasa
harus dihasilkan dekat dengan konsumen, bahkan dihasilkannya harus
bersama dengan konsumen karena merupakan hasil interaksi antara
produsen dan konsumen. Contohnya, salon kecantikan, bank, restoran,
perbengkelan, dan sebagainya. Seseorang yang ingin dirias wajahnya,
atau dibentuk rambutnya, harus menjelaskan dulu keinginannya
kepada produsen. Produsen kemudian akan mereka-reka (mendesain)
keinginan konsumen tersebut dan kemudian merundingkannya. Apabila
konsumen setuju, maka penciptaan jasa selesai.
DEFINISI OPERASI
Operasi didefinisikan sebagai suatu kegiatan yang mengelola faktorfaktor produksi untuk menciptakan produk (barang atau jasa) agar
bernilai tambah (added value) melalui proses transformasi. Faktor-faktor
produksi itu meliputi bahan-bahan yang dihasilkan oleh alam, seperti
berbagai hasil tambang (besi, timah, nikel, dan sebagainya), pertanian,
kehutanan, perikanan, atau perkebunan. Semua itu disebut sumber
daya alam (natural resources). Bukan hanya sumber daya alam, faktor
produksi juga meliputi sumber daya manusia (human resorces), sumber
daya modal (capital resorces), bahkan informasi, dan waktu.
Sumber daya manusia dibagi dua, yaitu mereka yang memiliki
keahlian (expert) dan yang berani mengambil risiko, yang disebut
kewirausahaan (enterpreneurship). Demikian pula, sumber daya modal
dibagi menjadi modal berbentuk uang yang disebut modal uang (money
capital) dan modal berbentuk peralatan dan mesin-mesin yang disebut
sebagai barang modal (capital goods). Semua faktor produksi itu disebut
sebagai input atau masukan, kemudian dirancang (desained) dan diolah
(processed) menjadi produk (output) yang bernilai tambah. Kegiatan
yang dilakukan untuk mengolah input melalui suatu proses (convertion
process) hingga menjadi output disebut sebagai sistem operasi.
MANAJEMEN OPERASI
Istilah manajemen merujuk konsep pengaturan dengan penekanan pada
efisiensi, sedangkan istilah operasi merujuk pada konsep perubahan
dengan penekanan pada nilai tambah. Kegiatan penciptaan nilai tambah
terbentuk karena adanya faktor-faktor produksi, seperti bahan-bahan,
orang-orang, mesin, dan peralatan lainnya, serta metode. Dalam
kegiatan ini, faktor-faktor produksi tersebut dikoordinasi, digabungkan, bahkan sering kali dipecah, kemudian digabungkan kembali untuk
menjadi wujud yang berbeda dari wujud asalnya. Bagaimana agar
penciptaan nilai tambah tersebut efisien merupakan tugas dari kegiatan
manajemen, seperti merencanakan (planning), mengorganisasi
(organizing), menentukan orang-orang (staffing), mengarahkan
(directing), melaporkan (reporting), dan menilai (evaluating).
EFISIENSI DAN EFEKTIVITAS
Produk yang ditawarkan kepada konsumen bukan hanya dari satu
perusahaan, tapi dari beberapa perusahaan. Dalam persaingan ini,
keputusan konsumen untuk menerima produk akan jatuh kepada
produk yang memiliki kualitas baik tapi juga yang harganya murah.
Murah atau mahalnya suatu produk berkaitan dengan masalah biaya.
Biaya keseluruhan produksi akan dibagi dengan jumlah barang yang
diproduksi. Bila jumlah yang diproduksi banyak maka harga produk
per unit akan menjadi lebih murah sehingga akan mampu bersaing.
Perusahaan yang mampu menciptakan produk dengan biaya yang
murah dikatakan bahwa perusahaan tersebut efisien.
Efektif berbeda dengan efesien. Kalau efisien selalu memperhatikan
biaya yang harus dikeluarkan, efektif tidak memperhatikan biaya.
Dalam konsep efektif, yang penting adalah bahwa setiap kegiatan yang
dilakukan harus mencapai tujuannya, berapapun biaya yang harus
dikeluarkan. Misalnya dalam peperangan, dalam mengatasi penyakit,
atau dalan periklanan, berapapun biaya yang harus dikeluarkan tidak
masalah asalkan tujuan tercapai.
TUJUAN PERUSAHAAN
Tujuan adalah sesuatu yang ingin dicapai. Sesuatu itu bisa berupa
pendapatan, pangkat, atau kedudukan bagi yang bekerja, nilai yang baik bagi mahasiswa atau pelajar, atau sesuatu yang abstrak. Misalnya, bagi
orang-orang yang menjalankan ritual keagamaan, seperti pergi haji bagi
orang Islam, atau ke Palestina bagi orang Kristen. Tujuan merupakan
alasan (motivasi) yang sangat kuat bagi seseorang untuk melakukan
suatu kegiatan, seperti bekerja, belajar, atau bahkan beribadah.
Setiap perusahaan pasti memiliki tujuan masing-masing, tetapi
tujuan utama setiap perusahaan pastilah keuntungan. Dalam kegiatan
pencapaian tujuan, ada beberapa istilah yang sering digunakan.
Misalnya, target (target), sasaran (objective), tujuan (goal), dan cita-cita
(aim). Semua istilah tersebut memiliki arti yang sama, yaitu sesuatu yang
ingin dicapai. Target biasanya meliputi jangkauan waktu yang relatif
lebih pendek dibanding dengan goal. Istilah target biasanya digunakan
untuk pencapaian sasaran dalam waktu kurang dari satu tahun, bahkan
biasanya periode target produksi hanya triwulan, bulanan, bahkan
mingguan.
Sasaran meliputi jangkauan waktu yang lebih jauh dari target, yaitu
kurang dari dua tahun. Tujuan meliputi jangkauan waktu lebih dari dua
tahun, sedangkan cita-cita meliputi jangkauan yang sangat jauh. Namun,
apapun istilahnya, semuanya sama, yaitu sesuatu yang ingin dicapai.
Selain menunjukan jangkauan waktu, istilah-istilah itu menunjukan
wujud pencapaiaannya. Lebih dekat rentang waktu pencapaian tujuan,
lebih bersifat konkret dan kuantitatif wujud jangkauan yang dicapainya.
Satu contoh adalah target produksi pada bulan yang akan datang
ditetapkan 10 ton, atau target penjualan bulan depan harus mencapai
Rp1 miliar. Akan tetapi, bila tujuan yang ingin dicapai mencakup
waktu yang lebih lama, seperti lima tahun atau lebih, sasaran tersebut
akan bersifat abstrak dan kuanlitatif, misalnya cita-cita sulit untuk
diwujudkan dengan angka-angka, karena itu hanya diuraikan dalam
bentuk kualitatif atau kalimat-kalimat.Manfaat Tujuan Perusahaan
Menurut ahli organisasi (Pearce dan Robinson, 1988), manfaat
perusahaan harus ditinjau dari tiga aspek, yaitu:
• Mempertahankan kelangsungan hidup (survival).
• Mendapatkan keuntungan (profitability).
• Pertumbuhan (growth).
Kelangsungan hidup, keuntungan, dan perkembangan perusahaan
bukan hanya keinginan para pemilik, tapi juga para karyawan
dan masyarakat. Para pemilik ingin agar perusahaannya bisa
mempertahankan kelangsungan hidupnya karena mereka tidak mau
kehilangan uangnya. Mereka tidak akan menanamkan uangnya dalam
sebuah perusahaan kalau perusahaannya itu hanya akan bertahan
hidup beberapa saat saja. Karyawan membutuhkan gaji dan upah dari
perusahaan. Semakin berkembang dan tumbuh suatu perusahaan,
karyawan juga akan memperoleh kenaikan gaji atau upah dan
kelangsungan mata pencaharian mereka dapat terjaga. Pertumbuhan
perusahaan juga akan menguntungkan masyarakat karena dengan
tidak langsung tumbuhnya perusahaan mendorong perekonomian
masyarakat pula.
Tujuan Strategi
Tujuan berbeda dengan strategi. Tujuan adalah sesuatu yang ingin
dicapai. Strategi adalah rencana-rencana tindakan untuk mencapai
tujuan itu sendiri. Strategi dipakai untuk mencapai tujuan yang
sifatnya jangka panjang. Rencana strategi disusun untuk mencapai
tujuan yang timbul karena perubahan lingkungan. Perubahan
lingkungan memunculkan peluang-peluang atau ancaman-ancaman
bagi kelangsung hidup perusahaan. Dengan kekuatan dan keterbatasan
yang dimilikinya, perusahaan berusaha menangkap peluang-peluang
itu atau berusaha menghadapi ancaman-ancaman itu agar tetap eksis
dan berkembangKarena sifatnya untuk mencapai tujuan jangka panjang, rencana
ini disebut sebagai rencana strategi. Rencana-rencana ini kemudian
diuraikan lagi menjadi rencana yang lebih spesifik menurut bagianbagian yang ada dalam perusahaan, misalnya rencana strategi bagian
pemasaran, produksi, keuangan, dan personalia.
SENI DAN MANAJEMEN
Seni adalah keindahan, misalnya keindahan lukisan, bangunan,
patung, tarian, puisi, atau keindahan lainnya. Namun, seni bukan
hanya keindahan pada hasilnya saja, seperti lukisan, bangunan, atau
produk dari suatu pekerjaan. Keindahan berkenaan juga dengan tata
cara atau prosesnya, cara dalam mencampur warna-warna sehingga
menimbulkan keindahan dalaam lukisan, cara menyusun batu dan
bahan lainnya sehingga menimbulkan keindahan dalam bangunan, cara
menyusun gerak sehingga menimbulkan keindahan dalam tarian, atau
cara menyusun kata sehingga menimbulkan keindahan dalam bacaan.
Seni adalah suatu cara dalam mengombinasikan berbagai unsur
untuk mencapai keindahan di dalam hasil, dalam bentuk yang bersifat
tangible atau intangible, yang diakui mampu memuaskan setiap orang.
Menurut kamus bahasa Indonesia, seni adalah keahlian membuat karya
yang bermutu, atau karya yang diciptakan dengan keahlian yang luar
biasa, seperti lukisan, ukiran, tarian. Semuanya menciptakan susastra
yang indah.
MANAJEMEN SEBAGAI ILMU
Manajemen dikatakan sebagai ilmu karena dalam menentukan langkahlangkah apa yang harus dilakukan diperlukan alat-alat, bahan-bahan,
orang-orang, dan metode (Ishikawa, 1990). Dalam memutuskan apa,
di mana, siapa, berapa, harus didasarkan atas perhitungan matang
menggunakan logika yang rasional dengan sebab akibat yang jelasSelain harus mengetahui tentang orang-orang dan teknologi atau
peralatan yang digunakan, seorang manajer juga harus berpikir secara
keseluruhan bagaimana agar seluruh faktor produksi bisa dikoordinasi
dengan baik. Pikiran-pikiran tersebut harus dituang ke dalam sebuah
atau beberapa konsep yang bisa diterima oleh semua stakeholder (semua
orang yang terkait dengan konsep tersebut). Manajemen mengajarkan
bagaimana seorang manajer harus mampu membuat dan memahami
konsep (conceptual skill).
MANAJEMEN SEBAGAI PROSES
Istilah proses operasi meliputi perencanaan (planning), penyusunan
organisasi (organizing), penetapan orang-orang (staffing), pengarahan
(directing), pelaporan (reporting), dan penilaian (evaluating). Ada dua
pengertian tentang proses. Pertama, proses sebagai tahapan-tahapan
kegiatan yang harus dilalui, dan kedua, proses merupakan kegiatan
yang harus berulang. Kalau tahapan-tahapan kegiatan dalam proses
manajemen sudah dilalui semuanya, maka akan sampai pada tahap
penilaian.
Tahapan pertama dalam manajemen adalah kegiatan merencanakan
untuk masa yang akan datang, apa yang akan dicapai, bagaimana
langkah-langkah pelaksanaannya, di mana langkah-langkah dilakukan,
kapan langkah-langkah itu dilaksanaakan, dan sebagainya. Tahapan
selanjutnya adalah menyusun organisasi dan memilih orang-orang yang
akan mendudukinya. Kegiatan ini membahas siapa yang bertanggung
jawab kepada siapa, bekerja sama dengan siapa, siapa berhubungan
dengan siapa, dan siapa mengerjakan apa. Tahapan terakhir adalah
pelaporan evaluasi. Laporan ini meliputi apa yang sudah dikerjakan,
di mana, kapan, dikerjakan oleh siapa, dan bagaimana hasilnya. Dalam
tahapan terakhir in dilakukan penilaian, yaitu membandingkan antara
hasil yang sudah dicapai dengan apa yang sudah direncanakan.SISTEM OPERASI
Menurut Webster’s Collegiate Dictionary (Webster, 1997), sistem adalah
suatu interaksi yang saling bergantung yang membentuk suatu kesatuan
yang menyeluruh. Sedangkan pada kamus Oxford Advanced Learner’s
Dictionary (1997), dinyatakan bahwa sistem adalah suatu kelompok
atau bagian-bagian yang bekerja sama sebagai keseluruhan.
Elemen-elemen ini berinteraksi satu sama lain, baik dalam bentuk
kegiatan yang lebih kecil maupun kegiatan yang lebih besar. Sebuah
sistem muncul sebagai hasil dari perencanaaan atau serangkaian
perencanaan yang diciptakan untuk mencapai tujuan. Kegiatan-kegiatan
ini berlangsung dalam periode waktu yang lama untuk menuju tujuan
yang belum dicapainya.
PERUSAHAAN SEBAGAI SISTEM
Perusahaan memerlukan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk
menciptakan produk, misalnya bahan baku. Kemudian, bahan baku
diolah dengan menggunakan peralatan dan tenaga kerja. Hasilnya
berupa produk, baik yang berupa barang ataupun yang berupa jasa.
Bahan baku adalah input, pengolahan adalah proses, dan produk
adalah output-nya. Dengan demikian, perusahaan adalah sistem. Bukan
perusahaan yang membuat produk saja, tapi semua organisasi yang
menghasilkan produk, sehingga disebut sebagai sistem.
PERMASALAHAN MANAJEMEN OPERASI
Untuk memahami manajemen operasi (MO), kita harus memulai
dari pembahasan tentang produk apa yang akan dihasilkan. Jadi,
pembahasannya berangkat dari sisi output. Jawaban atas pertanyaan
ini merupakan awal dari kegiatan operasi yang kemudian akan masuk
ke dalam tahapan pengolahan (convertion process), dan berakhir di sisi input. Dari produk apa yang akan dihasilkan, pertanyaan lainnya yang
harus diajukan dan harus dijawab di antaranya adalah:
• Apakah produk itu berupa barang atau jasa?
• Adakah konsumen yang mau menyerap produk yang akan
dihasilkan itu? Seberapa banyak kapasitasnya?
• Agar bisa dijual, bagaimana kaitannya dengan konsep supply
demand dalam ekonomi makro?
• Bagaimana mendesain produknya (product design)?
• Bagaimana mendesain kualitasnya (quality design)?
• Bagaimana produk itu bisa bertahan lama (product life cycle)?
PIHAK-PIHAK YANG TERLIBAT DALAM
PERENCANAAN PRODUK
Tidak hanya bagian produksi yang terlibat dalam perencanaan produk,
tapi seluruh fungsi organisasi, karena kaitannya dengan tujuan perusahaan
(survival, profitability, dan growth). Bagian pemasaran, bagian teknik, dan
bagian personalia juga terlibat dalam perencanaan produk. Bagian teknik
(engineering) harus ditanya tentang rancangan produk dan kemampuan
teknologi untuk convertion process. Bagian keuangan dan akuntasi
harus ditanya tentang kemampuan keuangan dan prakiraan biaya per
unitnya (unit cost). Bagian personalia harus ditanya tentang ketersediaan
tenaga ahli yang diperlukan, baik dalam bidang teknik maupun dalam
administrasi. Semuanya ikut terlibat dalam rencana pembuatan suatu
produk. Bagian produksi sendiri akan ditanya tentang ketersediaan dan
kesiapan pasokan bahan. Dari sini, barulah jelas bahwa manajemen
operasi tidak sama dengan manajemen produksi.
Secara lebih rinci, permasalahan yang menyangkut input, proses,
dan output antara lain adalah sebagai berikut:
1. Berkenaan dengan bahan:
a. Bahan-bahan apa yang diperlukan, berapa jumlahnya (inventory)?
b. Bagaimana cara penanganannya (material handling)?
c. Pada tahapan apa saja bahan-bahan itu harus diolah (convertion
process)?
d. Pada tahapan pengolahan mana saja persediaan bahan setengah
jadi harus dipertahankan (work process)?
e. Bagaimana menentukan dan mengendalikan kualitas bahan pada
masing-masing tahapan pengolahan (quality control)?
f. Bagaimana mengatur penjadwalan produksi (production
scheduling)?
g. Lain-lain.
2. Berkenaan dengan peralatan:
a. Teknologi apa yang digunakan (pilihan teknologi)?
b. Berapa jenis mesin yang diperlukan (jenis peralatan yang
digunakan)?
c. Berapa kapasitas peralatan tersebut (capacity design)?
d. Di mana peralatan itu ditempatkan (lokasi dan lay-out)?
e. Bagaimana melindungi dan memeliharanya (protection and
maintenance)?
f. Lain-lain.
3. Berkenaan dengan manusia:
a. Perencanaan kebutuhan dan jenjang karier tenaga kerja.
b. Tingkat keterampilan kerja dan sistem pelatihan.
c. Pemeliharaan tenaga kerja.
d. Pembagian tugas dan peraturan kerja.
e. Sistem insentif.
f. Lain-lain.
FUNGSI YANG LEBIH PENTING
Perbandingan harus dilakukan terhadap objek yang memiliki kesamaan,
misalnya apel dengan apel, jeruk dengan jeruk, atau kambing dengan
kambing. Tidak mungkin kambing dibandingkan dengan kerbau,
atau apel dibandingkan dengan jeruk. Demikian pula, tidak mungkin
membandingkan manajemen keuangan dengan manajemen operasi
atau disiplin ilmu lainnya.
Perusahaan merupakan suatu sistem dimana berbagai elemen saling
terkait dan bergantung. Keterkaitan ini menunjukkan sifat perbedaan,
tetapi memerlukan koordinasi untuk bersinergi guna mencapai tujuan
secara keseluruhan. Tujuan tercapai bila konsumen dipuaskan melalui
produk yang dihasilkan. Produk akan tercipta kalau ada bahan,
peralatan, orang-orang, dan uang. Keterkaitan ini harus tercipta dalam
manajemen operasi untuk menciptakan nilai tambah yang memiliki
manfaat tinggi. Suatu negara menjadi maju karena kemampuannya
dalam menciptakan produk dan manfaatnya (kualitas) diterima oleh
masyarakat dunia. Amerika Serikat, negara-negara Eropa, Jepang, Korea
Selatan, dan Taiwan menjadi negara maju karena kemampuannya dalam
menciptakan produk yang memiliki nilai tambah yang tinggi. Semua
itu tercipta karena kemampuannya mengoordinasi antara fungsi yang
satu dengan fungsi lainnya.
PENUTUP
Manajemen operasional merupakan proses pengambilan keputusan
tentang penggunaan sumber daya dari kegiatan produksi dalam rangka
menghasilkan barang atau jasa sehingga mencapai sasaran, yaitu tepat
waktu, tepat jumlah, dan tepat mutu, dengan alokasi biaya yang efisien
dan efektif. Sebagai suatu sistem, manajemen operasional membutuhkan
koordinasi yang baik dari setiap bagian-bagiannya, mulai dari input,
proses, dan ouput. Fungsi manajemen operasional sendiri adalah
menciptakan produk yang bernilai tambah sehingga memiliki daya
saing untuk berkompetisi dalam pasar maupun industri.
Ide dan gagasan dari produk bisa berasal dari sumber internal perusahaan
dan eksternal perusahaan. Sumber internal munculnya ide dan gagasan
produk dan desain dapat diperoleh dari pekerja, bagian pemasaran, dan
bagian penelitian dan pengembangan. Pekerja dapat menjadi sumber ide
yang besar karena jumlah pekerja yang banyak. Dengan berbagai latar
belakang dan keterampilan yang mereka miliki sumber ide untuk desain dan
produk akan semakin banyak. Desain produk dan jasa akan selalu berubah
seiring perubahan dalam penawaran berbagai produk dan jasa sejenis di
pasaran. Dengan demikian, desain produk dan jasa harus dipikirkan dengan
matang karena akan berpengaruh pada kepuasan konsumen.Sumber ide desain produk juga bisa muncul dari bagian pemasaran
karena mereka terlibat dengan konsumen secara langsung. Bagian
pemasaran berupaya memberikan informasi kepada konsumen
mengenai keberadaan produk dan di saat yang sama memberikan
informasi ke dalam organisasi tentang persaingan di pasar dan potensi
dari kebutuhan masyarakat yang belum terpuaskan. Inilah tugas bagian
riset dan pengembangan, yaitu mewujudkan keinginan konsumen yang
belum terpuaskan sebagai upaya untuk terus mengungguli pesaing. Oleh
karena itu, bagian riset dan pengembangan banyak mengembangkan
ide dan gagasan untuk meraih keunggulan.
Dari lingkungan eksternal organisasi, sumber ide dan gagasan desain
diperoleh dari konsumen, pesaing, dan pemasok. Berbagai keinginan
konsumen dan berbagai tipe konsumen memunculkan gagasan tentang
produk yang dapat dibuat dan ditawarkan kepada mereka, sementara
munculnya pesaing dengan barang tiruan ataupun dengan gagagasan
baru akan memacu perusahaan menghasilkan produk produk baru
untuk mengungguli mereka. Dari pemasok, perusahaan juga bisa
mendapatkan ide gagasan produk dan jasa dengan melihat berbagai
barang pasokan yang tersedia. Dengan melihat berbagai bahan baku,
akan tercipta ide untuk memunculkan produk dengan menggunakan
bahan tersebut.
Desain barang dan jasa muncul dari berbagai sumber di atas. Akan
tetapi, beberapa faktor harus dipertimbangkan dalam mendesain
produk,di. Faktor-faktor tersebut adalah biaya, kualitas, waktu ke pasar,
kepuasan konsumen, dan keunggulan kompetitif. Desain produk tidak
dapat dilakukan dalam waktu singkat karena terdapat beberapa proses
yang harus dilalui untuk sampai pada upaya mewujudkan gagasan
dalam produk nyata. Terdapat beberapa tahapan dalam membuat desain
produk, antara lain:
a. Menerjemahkan keinginan dan kebutuhan konsumen ke dalam
produk dan jasa yang dibutuhkan.
b. Memperbaiki barang dan jasa yang sudah ada.
c. Mengembangkan barang dan jasa baru.
d. Memformulasikan/merumuskan kualitas tujuan.
e. Merumuskan target biaya.
f. Menyusun dan melakukan uji pada propotype.
g. Mendokumentasikan spesifikasi barang dan jasa yang dihasilkan.
SEJARAH DESAIN PRODUK
Istilah "desain produk industri” atau “industrial design” muncul pertama
kali pada awal abad ke-20 sebagai pendeskripsian dari proses pendahuluan
secara kreatif yang dilakukan oleh artis individu terhadap barang-barang
yang diproduksi secara massal. Dalam usaha mengatasi rumitnya proses
produksi massal, desainer produk bekerja sama dengan profesi lain yang
terlibat untuk menghasilkan, mengembangkan, dan memanufaktur
produk. Profesi tersebut di antaranya adalah ahli pemasaran, mekanik,
teknisi desain manufaktur, dan programmer perangkat lunak. Dengan
bantuan spesialis ilmu faktor manusia, desainer produk melakukan
tes daya guna produk untuk meyakinkan bahwa sebuah produk dapat
memenuhi kebutuhan, keinginan, dan harapan penggunanya, dan
sering kali mereka mengatur ulang komponen-komponen atau bagianbagiannya untuk membuat produk lebih efisien untuk diproduksi dan
mudah untuk dirakit, diperbaiki, dan didaur ulang.
Desain produk industri menghubungkan pengetahuan tentang
teknologi dan seni visual dengan pengetahuan tentang manusia. Oleh
karena itu, selain memiliki pemahaman secara umum tentang sains
fisika, prinsip-prinsip teknik, ergonomi, estetis, material, dan proses
industri, desainer produk industri juga harus memiliki dasar yang
kuat dalam ilmu pengetahuan sosial, seperti psikologi, sosiologi dan
antropologi, dan seni komunikasi, seperti fotografi, video, media cetak,
dan media elektronik.
TUJUAN DESAIN PRODUK DAN JASA
Mendesain produk dan jasa memiliki dua tujuan, yaitu tujuan utama
dan tujuan tambahan. Tujuan utama desain produk dan jasa adalah
kepuasan konsumen, sedangkan tujuan tambahan dari desain produk
dan jasa, antara lain fungsi dari produk atau jasa itu sendiri, biaya
keuntungan, mutu, penampilan, mengurangi produksi atau perakitan,
dan mengurangi perawatan.
Kepuasan konsumen merupakan tingkat perasaan konsumen setelah
membandingkan antara apa yang dia terima dan harapannya (Umar,
2007: 65). Seorang pelanggan, jika merasa puas dengan nilai yang
diberikan oleh produk atau jasa, sangat besar kemungkinannya menjadi
pelanggan dalam waktu yang lama. Menurut Philip Kotler dan Kevin
Lane Keller yang dikutip dari buku Manajemen Pemasaran mengatakan
bahwa kepuasan konsumen adalah perasaan senang atau kecewa
seseorang yang muncul setelah membandingkan kinerja (hasil) produk
yang dipikirkan terhadap kinerja yang diharapkan (Umar, 2007: 177).
Kepuasan konsumen adalah tujuan setiap perusahaan. Jika produk
perusahaan dapat memuaskan kebutuhan konsumen, mereka akan
terus membeli produk tersebutmenjadi sehingga akan menjamin
kelangsungan hidup perusahaan. Hal ini juga bisa menjadi keunggulan
dalam persaingan. Hal ini berarti kepuasan merupakan faktor kunci
bagi konsumen dalam melakukan pembelian ulang. Perlu diperhatikan
bahwa pembelian ulang merupakan porsi terbesar dari volume
penjualan perusahaan.
Dalam memenuhi tingkat kepuasan konsumen, terdapat lima faktor
utama yang harus diperhatikan oleh perusahaan, yaitu:
1. Kualitas produk
Konsumen akan merasa puas apabila hasil evaluasi mereka
menunjukkan bahwa produk yang mereka gunakan berkualitas.
2. Kualitas pelayanan
Hal ini berlaku terutama untuk industri jasa. Konsumen akan merasa
puas bila mereka mendapatkan pelayanan yang baik atau yang sesuai
dengan yang diharapkan.
3. Emosional
Produk dengan merek tertentu cenderung memberikan tingkat
kepuasan yang lebih tinggi bagi konsumen. Kepuasan tersebut timbul
dari rasa bangga keyakinan bahwa orang lain akan kagum terhadap
dirinya apabila menggunakan produk merek tersebut. Kepuasan
yang diperoleh bukan karena kualitas dari produk, tetapi nilai sosial
yang membuat konsumen menjadi puas terhadap merek tertentu.
4. Harga
Produk yang mempunyai kualitas yang sama tetapi menetapkan
harga yang relatif murah akan memberikan nilai kepuasan yang
lebih tinggi bagi konsumennya.
5. Biaya
Konsumen cenderung puas terhadap produk yang mana mereka
tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan atau tidak perlu
membuang waktu untuk mendapatkan suatu produk atau jasa
terhadap produk atau jasa itu.
Jika suatu perusahaan atau pedagang tidak memiliki konsumen,
maka akan sia-sia barang diperdagangkan. Oleh karena itu, agar dapat
memahami konsumen maka harus mengerti konsumen dan siapa
konsumen itu. Pengertian konsumen menurut Philip Kotler adalah
semua individu dan rumah tangga yang membeli atau memperoleh
barang atau jasa untuk dikonsumsi secara pribadi. Para tenaga
pemasaran mengidentifikasi ada empat faktor yang memengaruhi
perilaku konsumen.
1. Pengaruh psikologi
Motivasi kebutuhan yang mendesak akan mengarahkan seseorang
untuk mencari kepuasan dari kebutuhan. Kebutuhan manusia diatur
menurut sebuah hierarki, dari yang paling mendesak sampai paling
tidak mendesak (kebutuhan psikologis, keamanan, sosial, harga diri,
dan pengaktualisasian diri). Ketika kebutuhan yang paling mendesak
sudah terpuaskan, kebutuhan tersebut berhenti menjadi motivator,
dan orang tersebut kemudian akan mencoba untuk memuaskan
kebutuhan paling penting berikutnya.
2. Persepsi
Persepsi adalah proses dimana seseorang memilih, mengorganisasikan,
dan menerjemahkan informasi untuk membentuk sebuah gambaran
yang berarti dari dunia. Orang dapat membentuk berbagai macam
persepsi yang berbeda dari rangsangan yang sama.
3. Pengaruh pribadi
a. Situasi ekonomi
Keadaan ekonomi seseorang akan memengaruhi pilihan produk.
Contohnya, Rolex diposisikan bagi konsumen kelas atas,
sedangkan Timex dimaksudkan untuk konsumen menengah.
b. Gaya hidup
Pola kehidupan seseorang diekspresikan dalam aktivitas,
ketertarikan, dan opini orang tersebut. Orang-orang yang datang
dari kebudayaan, kelas sosial, dan pekerjaan yang sama mungkin
saja mempunyai gaya hidup yang berbeda.
4. Pengaruh sosial
a. Grup
Sikap dan perilaku seseorang dipengaruhi oleh grup-grup kecil.
Kelompok di mana orang tersebut berada mempunyai pengaruh
langsung yang disebut membership group.
b. Keluarga
Keluarga memberikan pengaruh yang besar dalam perilaku
pembelian. Para pelaku pasar telah memeriksa peran dan
pengaruh suami, istri, dan anak dalam pembelian produk dan
jasa yang berbeda.
5. Pengaruh budaya
a. Subkultur
Subkultur adalah sekelompok orang yang berbagi sistem nilai
berdasarkan persamaan pengalaman hidup dan keadaan, seperti
kebangsaan, agama, dan daerah. Subkultur yang berbeda dari
masing-masing orang akan memengaruhi perilaku konsumsi
mereka.
b. Kelas sosial
Kelas sosial adalah pengelompokan individu berdasarkan
kesamaan nilai, minat, dan perilaku. Kelompok sosial tidak
hanya ditentukan oleh satu faktor saja, misalnya pendapatan,
tetapi ditentukan juga oleh pekerjaan, pendidikan, kekayaan, dan
lainnya. Perbedaan dalam kelas sosial menyebabkan pembelian
barang dan jasa yang berbeda pula.
FAKTOR-FAKTOR UTAMA DALAM STRATEGI DESAIN
Dalam mendesain produk ataupun jasa, dibutuhkan strategi desain yang
memerlukan beberapa faktor berikut.
1. Biaya
Segala sesuatu pasti memerlukan biaya atau modal, begitu pula untuk
membuat strategi desain. Untuk menjamin keberhasilan dari strategi
desain termaka diperlukan biaya. Namun, dalam membuat strategi
desain, hal yang harus dipikirkan adalah meskipun bagaimana agar
dengan biaya yang rendah, produk yang dihasilkan tetap menarik
dan berguna bagi para konsumen.
2 Kualitas
Strategi desain harus mempertimbangkan kualitas yang dimiliki
suatu produk. Kualitas yang dimaksud adalah kemampuan yang
dimiliki suatu produk untuk memuaskan kebutuhan atau tuntutan
pelanggan (Simamora, 2000: 447). Produk harus menarik dan
berguna bagi konsumen. Meskipun terdapat banyak produk serupa
yang dipasarkan secara bersamaan, produk dengan kualitas yang
baiklah yang dipilih oleh konsumen.
3. Time-to-market
Time-to-market adalah lama waktu yang dibutuhkan dalam proses
pengembangan produk dari ide produk sampai ke produk jadi.
Dalam mendesain produk, hal ini juga harus diperhatikan karena
ini merupakan komponen penting dalam kompetisi berbasis waktu.
4. Kepuasan konsumen
Agar laku, desain produk yang dibuat harus bisa memenuhi
kebutuhan ataupun keinginan konsumen. Kepuasan konsumen
merupakan hal penting bagi produsen karena dengan adanya
konsumen hasil produksinya akan terus ada dan digunakan dan
bisnis akan terus berjalan lancar.
5. Keunggulan kompetitif
Keunggulan kompetitif adalah kemampuan perusahaan untuk
memformulasi strategi pencapaian peluang profit melalui
maksimalisasi penerima dari investasi yang dilakukan. Untuk meraih
keunggulan kompetitif, perusahaan setidaknya harus memiliki dua
prinsip pokok, yaitu adanya nilai lebih bagi pelanggan dan keunikan
produk.
SIKLUS KEHIDUPAN PRODUK
Produk diciptakan, kemudian dimanfaatkan. Setelah usang, produk
dibuang dan digantikan dengan yang baru. Produk, sama halnya dengan
makluk lain yang diciptakan, akan berakhir dengan kematian. Sebelum
produk lama mati, biasanya didahului munculnya produk generasi baru.
Hingga jangka waktu tertentu (setelah dimanfaatkan), produk generasi
baru pun akan menjadi usang dan akan digantikan oleh produk generasi
berikutnya. Kehidupan suatu produk memiliki siklus (product life cycle),
sama seperti kehidupan lainnya.6
Ada dua jenis umur produk, yaitu umur teknis dan umur ekonomis.
Umur teknis adalah umur suatu produk yang berkaitan dengan daya
tahan fisiknya selama digunakan. Sebuah mesin dikatakan berumur 10
tahun apabila selama itu bisa digunakan tanpa mengalami kerusakan
yang fatal dan masih bisa diperbaiki.
Umur ekonomis adalah kemampuan suatu produk yang selama
digunakan memberikan manfaat (nilai) yang lebih besar dibandingkan
dengan biaya untuk memeliharanya. Sebuah produk bisa saja digunakan
selama 10 tahun, karena memang masih bisa dipakai, tetapi secara
ekonomis ia sudah mati karena menimbulkan biaya pemeliharan yang
besar atau produktifitas yang menurun.
Sejak produk diperkenalkan, kemudian digunakan hingga dirasakan
tidak memiliki manfaat lagi oleh konsumen tersebut, produk melalui
tahapan-tahapan kehidupan produk. Secara garis besar, kehidupan
produk dibagi menjadi empat tahapan.7
1. Tahapan perkenalan.
2. Tahapan pertumbuhan.
3. Tahapan kejenuhan.
4. Tahapan penurunan.
Tahapan pengenalan adalah tahap awal dari kehidupan produk. Pada
tahap ini, produk belum dikenal oleh masyarakat sehingga perusahaan
harus memperkenalkannya secara intensif melalui iklan serta promosi.
Dalam tahapan ini, biaya yang dikeluarkan sangat besar.
Dalam tahap pertumbuhan, produk sudah dikenal dan manfaatnya
sudah dirasakan masyarakat. Ini merupakan hasil kerja keras bagian
pemasaran dalam mempromosikan produk perusahaan dan kerja keras dari bagian produksi dalam mendesain produk dan mengolahnya
sehingga manfaatnya dirasakan oleh masyarakat.
Dalam tahapan kejenuhan, permintaan masyarakat atas produk
mencapai titik puncaknya. Kejenuhan ini timbul karena masuknya
para pesaing atau pendatang baru ke pasar sehingga supply sama
dengan demand. Upaya yang dilakukan adalah dengan meningkatkan
efisiensi agar biaya operasional rendah. Selain itu, perusahaan harus
mempersiapkan produk baru untuk meningkatkan penjualan dan
menggantikan produk lama.
Dalam tahapan penurunan, permintaan masyarakat atas produk
terus menurun karena perhatian pasar telah berpindah ke produk lain.
Dengan kata lain, demand sangat menurun sehingga menjadi lebih kecil
daripada supply.
Sikus kehidupan produk tidak selalu sama di setiap negara,
tergantung lingkungannya. Sebuah produk yang dianggap sudah usang
untuk suatu negara (negara maju) mungkin masih berada pada tahap
(phase) maturity di negara lain, bahkan baru memasuki introduction
phase di negara-negara yang masih berkembang.
NILAI SUATU PRODUK
Manajer operasi harus memberikan perhatian khusus pada unit-unit
produk yang prospeknya paling baik. Hal tersebut adalah prinsip Pareto
yang diterapkan pada bauran produk. Sumber daya harus diinventasikan
pada sejumlah kecil pos yang penting dan pada sejumlah besar pos
yang relatif kurang penting. Analisis produk berdasarkan nilainya
mengidentifikasikan produk yang diurutkan dari bawah, dimulai
dengan produk yang memiliki kontribusi uang yang besar. Analisis
produk berdasarkan nilainya juga memuat daftar kontribusi total nilai
uang produk per tahun. Kontribusi yang rendah itu mewakili penjualan
perusahaan dalam ukuran yang besar. Laporan ukuran produk yang dibuat berdasarkan nilainya
memungkinkan manajemen menginventasikan strategi alternatif
yang mungkin diterapkan untuk setiap produk. Strategi terebut bisa
termasuk kas yang meningkat (misalnya, peningkatan kontribusi
dengan menaikkan harga jual atau menurunkan biaya), peningkatan
penetrasi pasar (misalnya, meningkatkan mutu atau menurunkan biaya
atau harga), atau penurunan biaya (misalnya, memperbaiki proses
produksi).8
DESAIN UNTUK KUSTOMISASI MASSAL
Pada umumnya, perusahaan lebih menyukai standardisasi karena
produk dapat diproduksi dalam jumlah besar dengan standardisasi.
Dengan produksi yang tinggi, perusahaan dapat menghemat biaya
produksi, terutama untuk biaya tetap. Keinginan produsen dan
konsumen sering berbeda, produsen ingin memproduksi dengan biaya
yang rendah sementara konsumen menginginkan variasi produk. Variasi
produk akan memakan biaya tinggi. Untuk mempertemukan keduanya,
menurut Kumar (2009),9
bisa dipecahkan tanpa kehilangan keuntungan
dari pemafaatan standardisasi dan sekaligus mengakomodasi keinginan
akan variasi produk. Jawaban untuk keduanya biasanya adalah:
1. Mass customization, suatu strategi untuk memproduksi barang
atau jasa dengan berbagai standar tetapi dengan keseragaman pada
produk dan jasa standar. Beberapa taktik yang dapat dilakukan
adalah delayed differentiation dan modular design.
a. Delayed differentiation adalah suatu taktik penundaan.
Dengan teknik ini, suatu produk atau jasa diproduksi secara
tidak lengkap hingga keinginan konsumen atau spesifikasi kebutuhan konsumen diketahui. Ada banyak variasi cara taktik
ini dilakukan, seperti produksi barang belum secara lengkap,
tetapi akan dilengkapi setelah diterima pesanan dari konsumen.
Jika pesanan masuk maka konsumen akan menyatakan berbagai
detail yang diinginkan sehingga produsen dapat memenuhinya.
b. Modular designs adalah mengelompokkan berbagai bagian
dalam satu komponen yang dengan mudah saling mengganti
dengan yang lain. Salah satu contoh produk modular design
yang populer adalah komputer. Komputer memiliki modular
part yang dapat diganti jika rusak. Dengan merancang produk
sebagai modular dalam berbagai konfigurasi, komputer dengan
berbagai kemampuan dapat dibuat. Salah satu keunggulan
modular design dari suatu peralatan dibandingkan komponen
serupa yang tidak menggunakan modular design adalah
kemudahan untuk mendiagnosis kegagalan karena hanya
sedikit bagian yang harus diperiksa. Keunggulan yang sama ada
pada kemudahan untuk memperbaiki dan mengganti modul
yang rusak atau gagal. Bagian tersebut dengan mudah dapat
dipindahkan dan digantikan dengan yang bagus. Produksi dan
perakitan modul umumnya sederhana, hanya sedikit bagian yang
terlibat, sehingga pembelian dan manajemen persediaan dapat
dilakukan secara rutin. Kegiatan pembuatan dan perakitan yang
lebih terstandardisasi menjadikan biaya pelatihan lebih murah.
Kelemahan modular design adalah terdapat beberapa
bagian dimana ketika rusak, seluruh modul harus dibatalkan—
biasanya mengakibatkan biaya yang lebih tinggi.
RELIABILITAS
Reliabilitas adalah kemampuan suatu produk, bagian, ataupun sistem
untuk memenuhi fungsinya dalam suatu kondisi tertentu yang disyaratkan. Harus diingat, reliabilitas terkait dengan penggunaan pada
kondisi normal. Dengan demikian, reliabilitas dapat dikatakan sebagai
reliabilitas apabila suatu produk ataupun komponen dapat memenuhi
fungsinya dalam kondisi penggunaan normal.
Aspek yang harus diketahui terkait dengan reliabilitas produk
ataupun komponen.10
1. Reliabilitas terkait dengan lama waktu penggunaan.
2. Kondisi penggunaan.
3. Dapat diterapkan pada komponen individual maupun produk secara
keseluruhan.
4. Seberapa serius kerusakan.
5. Berapa cepat suatu kerusakan diganti atau diperbaiki.
6. Reliabilitas sistem dapat diganti dengan komponen lain yang lebih
baik.
7. Seberapa besar derajat kerusakan.
8. Reliabilitas terkait dengan pemeliharaan.
Terdapat dua probabilitas dalam reliabilitas, yaitu:
1. Probabilitas produk ataupun sistem berfungsi dalam “given trial”,
fungsi reliabilitas berfokus pada “one point in time”. Model ini
digunakan jika sistem harus dioperasikan dalam satu waktu atau
waktu yang relatif pendek.
2. Probabilitas produk ataupun sistem berfungsi dalam “given time”.
Model ini berfokus pada lamanya perbaikan ataupun pelayanan.
Dengan demikian, probabilitas tercermin relatif terhadap waktu.
Cara potensial untuk meningkatkan reliabilitas:
1. Meningkatkan desain produk.
2. Meningkatkan teknik produksi atau teknik perakitan.
3. Meningkatkan upaya pengujian.
4. Menggunakan redundancy.
5. Meningkatkan prosedur pemeliharaan preventif.
6. Meningkatkan pengetahuan pemakai.
7. Meningkatkan sistem desain.
ROBUST DESIGN
Robust design adalah desain yang menghasilkan produk atau jasa
dengan fungsi lebih dalam berbagai kondisi. Semakin kuat produk
atau jasa didesain, semakin kecil kemungkinan produk akan gagal
dalam penggunaan dan gagal fungsi karena perubahan lingkungan.
Dengan demikian, makin kuat desain produk atau jasa, makin tinggi kemampuannya untuk memuaskan konsumen. Argumen yang sama
digunakan sebagai alasan memproduksi produk kuat terkait dengan
proses produksi.
TAGUCHI’S APPROACH
Taguchi’s approach dipopulerkan oleh seorang insinyur Jepang Genichi
Taguchi.11 Pendekatan Taguchi didasarkan pada desain yang kuat.
Premisnya menyatakan bahwa sering kali lebih mudah untuk merancang
sebuah produk yang tidak sensitif terhadap faktor lingkungan, baik
di bidang manufaktur maupun dalam penggunaan. Inti pendekatan
Taguchi adalah parameter desain. Parameter desain melibatkan
penentuan spesifikasi produk dan proses yang akan menghasilkan
desain produk yang kuat (robust design) dalam hal variasi manufaktur,
kerusakan produk, dan dalam berbagai kondisi selama penggunaan.
TAHAPAN PENGEMBANGAN PRODUK
Dari manapun asalnya, apakah suatu gagasan untuk mengembangkan
produk datang dari kebutuhan pasar atau dari dalam perusahaan,
keduanya harus dianalisis lebih lanjut.
Langkah-langkah untuk menganalisis adalah sebagai berikut.
1. Pemilihan produk.
2. Rancangan awal.
3. Konstruksi prototype.
4. Testing.
5. Desain akhir.
Ada beberapa alasan mengapa pemilihan produk harus dilakukan,
yaitu pertimbangan pasar, faktor keuangan, dan alasan teknis. Ini dilakukan untuk mendapatkan produk yang paling menguntungkan
ditinjau dari ketiga pertimbangan tersebut.
Berdasarkan ketiga pertimbangan tersebut, pemilihan produk harus
mempertimbangkan hal-hal berikut.12
1. Harga jual produk.
2. Kualitas produk.
3. Volume penjualan.
4. Kemampuan teknik.
5. Daya saing.
6. Strategi korporasi.
Pertimbangan pasar harus menjadi pertimbangan utama karena
kemampuan produk yang akan dibuat pada akhirnya akan dijual di
pasar. Perusahaan harus memfokuskan diri pada pembuatan produk
yang bisa memuaskan keinginan konsumen pada segmen tertentu.
Segmen itu bisa berdasarkan demografis, geografis, kedudukan, umur
keluarga, pendidikan, atau berdasarkan perilaku, seperti tanggapannya
terhadap merek tertentu.
PENUTUP
Kelangsungan hidup perusahaan sangat tergantung pada kemampuannya
dalam menciptakan produk yang bisa diterima oleh konsumen. Operasi
harus memperhatikan pasar tersebut untuk menetapkan produk apa
yang akan ditawarkan di negara-negara tersebut. Selain bersifat unik,
pasar juga selalu berubah karena pengaruh teknologi dan pendapatan
masyarakat. Perubahan ini harus mendorong perusahaan untuk
melakukan pembaruan dalam pembuatan produknya, baik dalam hal
desain maupun dalam prosesnya.Suatu produk memiliki umur hidup yang terbatas yang disebut
sebagai product life cycle. Kelangsungan hidup perusahaan tergantung
pada kemampuannya memperbarui siklus kehidupan produk tersebut
sehingga pengembangan produk menjadi sangat penting saat produk
memasuki tahap kejenuhan (maturity).
Siklus kegiatan mendesain produk akan berkisar sekitar
pengungkapan kebutuhan dan keinginan konsumen, kemudian
menerjemahkan keinginan dan kebutuhan tersebut menjadi produk
nyata. Kemudian, perusahaan menyerahkannya kembali kepada
konsumen untuk dirasakan manfaatnya, dan mendesain kembali saat
konsumen sudah tidak mau menggunakannya. Dalam menciptakan
produk baru, inovasi merupakan dasar yang menentukan keberhasilan
perusahaan. Inovasi bisa menjadi the agent of change dalam perubahan,
baik di lingkungan dalam maupun lingkungan luar untuk meningkatkan
daya saing perusahaan.
Banyak definsi yang diberikan terhadap kualitas, misalnya “fitness for
use” (Schroeder, 2000) atau kemampuan suatu produk untuk memenuhi
kebutuhan customer (Heizer, 2001). Namun, menurut American Society for
Quality, kualitas adalah the totality of features and characteristics of a product
that bear on ability to statisfy or implied needed. Jadi, kualitas merupakan
keseluruhan tampilan-tampilan (features) dan sifat-sifat dari suatu produk
yang bisa memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. Dengan
demikian, manajemen kualitas adalah sekumpulan kegiatan manajerial,
seperti merencanakan kualitas, mengorganisasi kualitas, mengoordinasi
kualitas, mengendalikan, dan mengevaluasi kualitas yang dilakukan oleh
setiap fungsi manajemen yang ada dalam organisasi untuk meningkatkan
kinerja atau kualitas kerja. Kualitas diartikan sebagai kegiatan inspeksi
terhadap produk akhir yang dihasilkan untuk memisahkan produk yang
bagus dan yang jelek. Upaya menciptakan kualitas produk bukan hanya
di bagian produksi saja, tapi merupakan kegiatan seluruh organisasi
perusahaan.13
MANFAAT KUALITAS
Kualitas bermanfaat bagi produsen dan kosumen. Konsumen merasa
terpuaskan karena mendapatkan manfaat yang lebih besar atas produk
yang digunakan. Dengan memperhatikan kualitas, produktivitas
meningkat, biaya produksi dapat ditekan, pada akhirnya meningkatkan
penjualan bagi produsen. Secara singkat, kualitas memiliki manfaat,
antara lain:
1. Dapat memuaskan konsumen karena fungsi produk yang maksimal,
keandalan produk, ketersediaan produk, dan atau karena pelayanan.
2. Bagi produsen, kualitas dapat meningkatkan daya saing produknya
sehingga meningkatkan reputasi perusahaan.
3. Menurunkan biaya dan meningkatkan keuntungan.
Untuk mampu memenuhi kebutuhan konsumen, kualitas harus
ditinjau dari tiga pendekatan, yaitu:
1. User-based approach. Pendekatan ini memandang bahwa kualitas
terletak di mata konsumen sehingga pengembangan produk harus
mendefinisikan ekspektasi konsumen.
2. Manufacturing-based approach. Bagi manajer produksi, kualitas
merupakan kesesuaian terhadap standar dan “making it right the
first time”.
3. Product-based approach. Pendekatan ini memandang bahwa
kualitas merupakan suatu variabel yang tepat dan dapat diukur.
Untuk mengukur kualitas, digunakanlah bagan pengendalian yang
mengukur karakteristik produk (variabel atau atribut) tersebut.14
KECOCOKAN PAKAI
Kecocokan pakai (fitness for use) dari suatu produk harus dihubungkan
dengan manfaat produk itu sendiri yang dirasakan konsumen dan
kepuasan konsumen saat memakainya. Kepuasan konsumen merupakan
suatu konsep yang relatif akan berbeda dari konsumen yang satu dengan
konsumen yang lain. Kepuasaan itu tergantung dari kondisi konsumen
itu sendiri. Jadi, tiap konsumen mendefinisikan kualitas sehubungan
dengan kondisinya, baik pengetahuannya ataupun kondisi lainnya sesuai
dengan kebutuhannya dan cara memuaskannya.
KUALITAS DARI SISI PRODUSEN
Kualitas dari sisi produsen lebih objektif dibandingkan dari sisi
konsumen (yang bersifat lebih subjektif). Dari sisi produsen, kualitas
diartikan sebagai kesesuaian dengan standar. Apabila produsen
mampu mewujudkannya sesuai standar untuk memenuhi kebutuhan
yang berbeda-beda, produsen membuat berbagai jenis produk yang
berbeda. Kebutuhan yang berbeda akan alat transportasi, misalnya,
dicoba dipenuhi dengan membuat jenis yang berbeda-beda, seperti
bus, mikrobus, van, mikromini, truk, dan lain sebagainya.
DIMENSI KUALITAS
Kualitas harus dikembangkan dalam kegiatan perencanaan (designing),
kegiatan pengolahan (processing), dan kegiatan pelayanan (services). Schroeder membaginya menjadi empat dimensi, yai
.jpeg)
.jpeg)
