Jumat, 06 Desember 2024

penyakit unggas 4


 


















































ndahkan ke kandang litter dan diberi makanan yang 

kualitasnya baik dan manajemen diperbaiki. 

 

 Ilustrasi 71. Efek kandang battery pada ayam 

 

b. Kotoran cair. 

Kotoran cair ini disebabkan oleh terlalu banyak minum atau 

oleh sebab  suatu penyakit. Akibat dari manajemen pemeliharaan 

yang kurang baik sehingga keadaan dalam kandang terlalu panas, 

kotor, dan tercemar. 

 

c. Perlemakan yang berlebihan. 

sebab  ayam kurang bergerak, sehingga banyak enersi sisa, 

hal ini dirubah bentuk dan disimpan dalam bentuk timbunan lemak. 

Akan mengganggu proses reproduksi terutama pada ayam petelur 

dan kadang-kdang dapat memicu  kematian sebab  cekaman 

panas. 

 


Efek pemeliharaan yang intensif. 

Pemeliharaan yang sangat intensif dapat  memberi  

beberapa efek sampingan, yang umumnya berhubungan dengan 

masalah reproduksi. Alat reproduksi merupakan sistem yang sangat 

komplek pada suatu induk ayam, untuk dapat menghasilkan telur 

secara kontinyu. Alat reproduksi merupakan sistem yang sangat 

komplek pada suatu induk ayam, untuk dapat menghasilkan telur 

secara kontinu. Kalau terjadi gangguan maka akan terganggu pula 

produksi telurnya. Gangguan ini  antara lain : 

a. Prolape 

Merupakan keadaan dimana seekor induk yang sedang 

berproduksi tinggi ujung oviductnya ikut keluar dan tidak / sukar 

masuk lagi. 

 

Ilustrasi 72. Ayam mengalami prolap (Natural chicken Medion 

2018) 

 


  Pencegahan 

- Pemeliharaan yang baik pada setiap fase terutama fase growing 

pada ayam petelur, untuk mempersiapkan organ 

reproduksinya. 

 

  Pengobatan  

- Mencegah jangan sampai dipatuk oleh induk yang lain, untuk 

mencegah infeksi sekunder. Mengoleskan vaselin dan 

mendorong masuk dengan pelan-pelan. 

 

b. Telur Jatuh dirongga tubuh. Keadaan ini diakibatkan oleh 

adanya telur yang jatuh didalam merongga tubuh, bila  tidak 

dapat diserap oleh tubuh, kadang berkembang, atau diselaputi 

dan membentuk semacam tumor dirongga tubuh. 

 

  Sebab-sebabnya : 

- Dapat sebab  setres, atau adanya infeksi egg drop sindrome. 

 

c. Salpingitis. 

yaitu  infeksi pada oviduct, terjadi pembengkakan pada 

oviduct yang berisi cairan keputihan atau kekuningan dan berbau 

busuk. Sehingga induk akan berhenti bertelur kalu infeksinya berat 

dapat mati. Pada infeksi ringan telur yang diproduksi tidak ada 

kulit telurnya.Penyakit ini dikaitkan dengan EDS atau CRD. 

 

Penyakit sebab  kekurangan zat-zat makanan. 

bila  dalam pemeliharaan ayam didalam pemberian 

ransumnya ada kekurangan sesuatu zat makanan, maka akan terjadi 

tidak keseimbangan fisiologis, yang berakibat pada pertumbuhan 

menjadi terhambat, lemah, produksi rendah, daya tetas telur rendah, 

tidak tahan terhadap berbagai penyakit. 

 

a. Kekurangan protein. 

Tanda-tandanya, pertumbuhan terhambat, produksi rendah, 

tidak tahan terhadap berbagai penyakit, terutama penyakit infeksi. 

   pemicu nya : Kuantitas dan atau kualitas protein didalam 

ransum rendah. Adanya gangguan metabolisme protein. 

  Pencegahan :  memberi  ransum yang kualitasnya baik 

dengan jumlah yang cukup 

 

b. Kekurangan Energi. 

Ayam akan berusaha memenuhi kebutuhannya, namun  

sebab  kemampuan temboloknya terbatas, maka enersi diambilkan 

dari lemak tubuh, bila lemak tubuh telah habis, maka enersi akan 

diambilkan dari protein. Sehingga ayam menjadi kurus, produksi 

tuurn atau berhenti, bila  kekurangan enersi ini parah sekali 

maka akan timbul beberapa serangan penyakit seperti halnya 

kekurangan protein. 

 

c. Kekurangan vitamin. 

Kekurangan vitamin ini dapat memicu  gangguan 

metaboliesme, reproduksi, dan rentan terhadap beberapa penyakit. 

 

1) Kekurangan Vitamin A 

Nama lainnya yaitu  : Antixerophthalmin vitamin, tanda-

tandanya : pertumbuhan terhambat, bulu kusut, lemah daya tahan 

terhadap penyakit rendah, keluar cairan dari mata, dan glandula 

yang berlebihan. 

 


Kelopak mata menjadi mengecil, apacila ditambah dengan 

infeksi maka cairan yang diproduksi menjadi lengket, sehingga 

kelopak mata menutup. bila  ayam dibedah akan terlihat 

kerusakan-kerusakan pada membran/lapisan yang berlendir dari 

mulut, tenggorokan, kerongkongan, saluran/atau sistem pernafasan, 

dan kandung kencing. 

Pada anak ayam, sering terjadi kerusakan pada saluran 

pernafasan, langit-langit mulut, yang bernanah (pus), terjadi iritasi, 

dan terkumpul dalam ureter dan tubulus ginjal. Bagian ini  

membengkak, bila  terjadi pembusukan akan terlihat memutih 

bahkan kadang berwarna keburu-biruan. 

Pada ayam dewasa, keusakan pada mata sering tampak 

lebih parah, dengan terlihat cairan kental, dari hidung dan mata, 

yang ditambah material kekejuan dari mata, mata dapat menjadi buta. 

Produksi telur akan aerosol dan daya tetasnya rendah. 

 

2) Kekurangan Vitamin D. 

Kekurangan vitamin D memicu  gangguan pada 

kerangka tubuh, yakni tulang, seprti tulang kaki, persendian, tulang 

dadam paruh lunak, dan pada ayam yang sedang bertelur skulit 

telurnya lunak. Hal ini berkkaitan dengan gggangguan absorbsi Ca 

dan P. Pada ayam broiler terjadi pelapuran tulang dada, sayap dan 

tulang kaki bengkok-bengkok, sehingga menurunkan kualitas 

karkas. 

 

3) Kekurangan Vitamin E 

Vitamin E (tocoperol), sangat penting untuk pembentukan 

sel dan untuk pembentukan darah. Tanda-tanda ayam kekurangan 

vitamin E, Sterilisasi pada pejantan, kadang sterilisasi ini dapat 

permanen bial ada degenerasi, namun  tidak permanen, bila ditambah 

vitamin E dalam ransum segera berproduksi lagi. 

Pada beberapa kasus memicu  penyakit Nutritional 

encephaloma lacia ditandai dengan leher yang di putar dua kali, 

kelemahan, jari bengkok dan “crazy chick” disease. ada  luka-

luka pada bagian otak kecil (cerbellum) dan otak besar (cerebrum), 

Lesi yang berwarna merah kecoklatan pada otak, kadang cedema 

dibawah kulit, jantung. 

memicu  kematian embrio, pada saat penetasan, terjadi 

pada hari keempat. 

 

4) Kekurangan Vitamin K. 

Vitamin ini meningkatkan proses penggumpalan darah, 

disintesa oleh prothrombin. Bila vitamin K rendah maka dapat 

memicu  pecahnya pembuluh darah (bluding). Ada beberapa 

tipe vitamin K, yang aktif pada bagian yang berbeda : 

1. Vitamin K1 (phylloquinose) : aktif dalam pembentukan 

kulit. 

2. Vitamin K2 (menaquinone) : disintesa dalam jumlah kecil 

pada saluran usus. 

3. Vitamin K3 (menadione) : nama lainnya antihemorrhagic 

vitamin, Blood cagulation vitamin. 

 

  Tanda – tanda  

kekurangan vitamin K : Hemorhagic sindrom yaitu  

perdarahan yang mula-mula sedikit kemudian menjadi banyak 

sehingga menembus daging. Jika kulit ditarik, perdarahan akan 

terlihat pada bagian dada, paha dan tulang rusuk. 

Sumber dari vitamin K yaitu  : Alfalfa, tepung daging, dan 

tepung ikan. 

 


5) Kekurangan Vitamin B 

Vitamin B1 

Nama lain : Thiamine, Antiberiberi Vitamin, Antineuritic 

vitamin. 

Vitamin ini menstimulir nafsu makan , dan menjaga syndrome 

stress, dan mencegah Polyneuritis. 

Tanda-tanda polyneuritis, kepala ditarik kebelakang, melewati 

punggung, lemah, nafsu makan turun terjadi gangguan 

pencernaan. 

Sumber vitamin B1 : bij-bijian, kulit bagian yang mengandung 

minyak, dan tepung alfalfa. 

 

Vitamin B2 

Nama lain  : Vitamin G, Riboflavin. 

Tanda-tandanya : pertumbuhan terhambat, diarhae, terjadi 

kelumpuhan pada kaki (curled-toe paralysis). Embrio tidak 

menetas, sebab  mengecil, pertumbuhan menurun, dan bulu 

tertanam masuk dalam kulit (susah keluar). Bila defisiensi 

terus menerus dan semakin besar dapat terjadi kelemahan dan 

hypertropi saraf pada sayap (nervus bronchialis) dan kaki 

(nervus ischianduicus). Kadang usus membesar sampai 4-5 

kali lipat. 

 

Vitamin B5 (Asam Pantothenat) 

Petumbuhan terhambat, bulu kusut dan tidak mengkilat. Pada 

ayam muda terjadi perubahan struktur mata, dan terjadi bintik 

keras disekitar mulut, dan kloaka. Pada ayam dewasa terjadi 

penurunan produksi, dan daya tetasnya rendah. Terjadi 

dermatitis pada kaki. Nama lain : Vitamin B5 : Chick 

antidermatitis faktor. Vitamin ini juga diperlukan pada 

molekul protein, metabolisme, protein, lemak dan karbohidrat.