penyakit unggas 4
ndahkan ke kandang litter dan diberi makanan yang
kualitasnya baik dan manajemen diperbaiki.
Ilustrasi 71. Efek kandang battery pada ayam
b. Kotoran cair.
Kotoran cair ini disebabkan oleh terlalu banyak minum atau
oleh sebab suatu penyakit. Akibat dari manajemen pemeliharaan
yang kurang baik sehingga keadaan dalam kandang terlalu panas,
kotor, dan tercemar.
c. Perlemakan yang berlebihan.
sebab ayam kurang bergerak, sehingga banyak enersi sisa,
hal ini dirubah bentuk dan disimpan dalam bentuk timbunan lemak.
Akan mengganggu proses reproduksi terutama pada ayam petelur
dan kadang-kdang dapat memicu kematian sebab cekaman
panas.
Efek pemeliharaan yang intensif.
Pemeliharaan yang sangat intensif dapat memberi
beberapa efek sampingan, yang umumnya berhubungan dengan
masalah reproduksi. Alat reproduksi merupakan sistem yang sangat
komplek pada suatu induk ayam, untuk dapat menghasilkan telur
secara kontinyu. Alat reproduksi merupakan sistem yang sangat
komplek pada suatu induk ayam, untuk dapat menghasilkan telur
secara kontinu. Kalau terjadi gangguan maka akan terganggu pula
produksi telurnya. Gangguan ini antara lain :
a. Prolape
Merupakan keadaan dimana seekor induk yang sedang
berproduksi tinggi ujung oviductnya ikut keluar dan tidak / sukar
masuk lagi.
Ilustrasi 72. Ayam mengalami prolap (Natural chicken Medion
2018)
Pencegahan
- Pemeliharaan yang baik pada setiap fase terutama fase growing
pada ayam petelur, untuk mempersiapkan organ
reproduksinya.
Pengobatan
- Mencegah jangan sampai dipatuk oleh induk yang lain, untuk
mencegah infeksi sekunder. Mengoleskan vaselin dan
mendorong masuk dengan pelan-pelan.
b. Telur Jatuh dirongga tubuh. Keadaan ini diakibatkan oleh
adanya telur yang jatuh didalam merongga tubuh, bila tidak
dapat diserap oleh tubuh, kadang berkembang, atau diselaputi
dan membentuk semacam tumor dirongga tubuh.
Sebab-sebabnya :
- Dapat sebab setres, atau adanya infeksi egg drop sindrome.
c. Salpingitis.
yaitu infeksi pada oviduct, terjadi pembengkakan pada
oviduct yang berisi cairan keputihan atau kekuningan dan berbau
busuk. Sehingga induk akan berhenti bertelur kalu infeksinya berat
dapat mati. Pada infeksi ringan telur yang diproduksi tidak ada
kulit telurnya.Penyakit ini dikaitkan dengan EDS atau CRD.
Penyakit sebab kekurangan zat-zat makanan.
bila dalam pemeliharaan ayam didalam pemberian
ransumnya ada kekurangan sesuatu zat makanan, maka akan terjadi
tidak keseimbangan fisiologis, yang berakibat pada pertumbuhan
menjadi terhambat, lemah, produksi rendah, daya tetas telur rendah,
tidak tahan terhadap berbagai penyakit.
a. Kekurangan protein.
Tanda-tandanya, pertumbuhan terhambat, produksi rendah,
tidak tahan terhadap berbagai penyakit, terutama penyakit infeksi.
pemicu nya : Kuantitas dan atau kualitas protein didalam
ransum rendah. Adanya gangguan metabolisme protein.
Pencegahan : memberi ransum yang kualitasnya baik
dengan jumlah yang cukup
b. Kekurangan Energi.
Ayam akan berusaha memenuhi kebutuhannya, namun
sebab kemampuan temboloknya terbatas, maka enersi diambilkan
dari lemak tubuh, bila lemak tubuh telah habis, maka enersi akan
diambilkan dari protein. Sehingga ayam menjadi kurus, produksi
tuurn atau berhenti, bila kekurangan enersi ini parah sekali
maka akan timbul beberapa serangan penyakit seperti halnya
kekurangan protein.
c. Kekurangan vitamin.
Kekurangan vitamin ini dapat memicu gangguan
metaboliesme, reproduksi, dan rentan terhadap beberapa penyakit.
1) Kekurangan Vitamin A
Nama lainnya yaitu : Antixerophthalmin vitamin, tanda-
tandanya : pertumbuhan terhambat, bulu kusut, lemah daya tahan
terhadap penyakit rendah, keluar cairan dari mata, dan glandula
yang berlebihan.
Kelopak mata menjadi mengecil, apacila ditambah dengan
infeksi maka cairan yang diproduksi menjadi lengket, sehingga
kelopak mata menutup. bila ayam dibedah akan terlihat
kerusakan-kerusakan pada membran/lapisan yang berlendir dari
mulut, tenggorokan, kerongkongan, saluran/atau sistem pernafasan,
dan kandung kencing.
Pada anak ayam, sering terjadi kerusakan pada saluran
pernafasan, langit-langit mulut, yang bernanah (pus), terjadi iritasi,
dan terkumpul dalam ureter dan tubulus ginjal. Bagian ini
membengkak, bila terjadi pembusukan akan terlihat memutih
bahkan kadang berwarna keburu-biruan.
Pada ayam dewasa, keusakan pada mata sering tampak
lebih parah, dengan terlihat cairan kental, dari hidung dan mata,
yang ditambah material kekejuan dari mata, mata dapat menjadi buta.
Produksi telur akan aerosol dan daya tetasnya rendah.
2) Kekurangan Vitamin D.
Kekurangan vitamin D memicu gangguan pada
kerangka tubuh, yakni tulang, seprti tulang kaki, persendian, tulang
dadam paruh lunak, dan pada ayam yang sedang bertelur skulit
telurnya lunak. Hal ini berkkaitan dengan gggangguan absorbsi Ca
dan P. Pada ayam broiler terjadi pelapuran tulang dada, sayap dan
tulang kaki bengkok-bengkok, sehingga menurunkan kualitas
karkas.
3) Kekurangan Vitamin E
Vitamin E (tocoperol), sangat penting untuk pembentukan
sel dan untuk pembentukan darah. Tanda-tanda ayam kekurangan
vitamin E, Sterilisasi pada pejantan, kadang sterilisasi ini dapat
permanen bial ada degenerasi, namun tidak permanen, bila ditambah
vitamin E dalam ransum segera berproduksi lagi.
Pada beberapa kasus memicu penyakit Nutritional
encephaloma lacia ditandai dengan leher yang di putar dua kali,
kelemahan, jari bengkok dan “crazy chick” disease. ada luka-
luka pada bagian otak kecil (cerbellum) dan otak besar (cerebrum),
Lesi yang berwarna merah kecoklatan pada otak, kadang cedema
dibawah kulit, jantung.
memicu kematian embrio, pada saat penetasan, terjadi
pada hari keempat.
4) Kekurangan Vitamin K.
Vitamin ini meningkatkan proses penggumpalan darah,
disintesa oleh prothrombin. Bila vitamin K rendah maka dapat
memicu pecahnya pembuluh darah (bluding). Ada beberapa
tipe vitamin K, yang aktif pada bagian yang berbeda :
1. Vitamin K1 (phylloquinose) : aktif dalam pembentukan
kulit.
2. Vitamin K2 (menaquinone) : disintesa dalam jumlah kecil
pada saluran usus.
3. Vitamin K3 (menadione) : nama lainnya antihemorrhagic
vitamin, Blood cagulation vitamin.
Tanda – tanda
kekurangan vitamin K : Hemorhagic sindrom yaitu
perdarahan yang mula-mula sedikit kemudian menjadi banyak
sehingga menembus daging. Jika kulit ditarik, perdarahan akan
terlihat pada bagian dada, paha dan tulang rusuk.
Sumber dari vitamin K yaitu : Alfalfa, tepung daging, dan
tepung ikan.
5) Kekurangan Vitamin B
Vitamin B1
Nama lain : Thiamine, Antiberiberi Vitamin, Antineuritic
vitamin.
Vitamin ini menstimulir nafsu makan , dan menjaga syndrome
stress, dan mencegah Polyneuritis.
Tanda-tanda polyneuritis, kepala ditarik kebelakang, melewati
punggung, lemah, nafsu makan turun terjadi gangguan
pencernaan.
Sumber vitamin B1 : bij-bijian, kulit bagian yang mengandung
minyak, dan tepung alfalfa.
Vitamin B2
Nama lain : Vitamin G, Riboflavin.
Tanda-tandanya : pertumbuhan terhambat, diarhae, terjadi
kelumpuhan pada kaki (curled-toe paralysis). Embrio tidak
menetas, sebab mengecil, pertumbuhan menurun, dan bulu
tertanam masuk dalam kulit (susah keluar). Bila defisiensi
terus menerus dan semakin besar dapat terjadi kelemahan dan
hypertropi saraf pada sayap (nervus bronchialis) dan kaki
(nervus ischianduicus). Kadang usus membesar sampai 4-5
kali lipat.
Vitamin B5 (Asam Pantothenat)
Petumbuhan terhambat, bulu kusut dan tidak mengkilat. Pada
ayam muda terjadi perubahan struktur mata, dan terjadi bintik
keras disekitar mulut, dan kloaka. Pada ayam dewasa terjadi
penurunan produksi, dan daya tetasnya rendah. Terjadi
dermatitis pada kaki. Nama lain : Vitamin B5 : Chick
antidermatitis faktor. Vitamin ini juga diperlukan pada
molekul protein, metabolisme, protein, lemak dan karbohidrat.